
..."Selamat Membaca*...
Kabar buruk mengenai kematian Tatsuya, ternyata hanyalah sebuah rencana untuk mengelabui Leonard, supaya dia tepojok akan kesalahan yang sudah diperbuat olehnya, dan nantinya akan di interogasi di tempat penahanan khusus yang terdapat di markas pusat.
"Tadinya aku ingin melihat pemandangan dari atas langit lebih lama lagi, akan tetapi bukanlah waktu yang tepat untuk melakukannya." ucap Tatsuya sambil berjalan mendekati Mozark, lalu di ikuti oleh Mikha.
"Puriku, itu beneran putriku?" tanya Kazima dengan nada lamah, karena masih meragukan keberadaan Mikha.
"Tidak salah lagi, itu benar-benar putrimu Kazima, dia selamat dari serangan itu." jawab Tommy sambil menepuk pundaknya.
Tanpa disadari, air mata bercucuran dari wajahnya karena kesenangannya atas kembalinya Mikha, dan juga dia berniat pensiun dari pekerjaannya untuk menjadi ayah yang lebih baik serta memenuhi janjinya pada istri yang telah tiada.
Disisi lain, Leonard sangat terkejut atas kehadiran Tatsuya beserta Mikha yang selamat dari serangannya. Sejenak dia terdiam sambil memikirkan solusi untuk kabur dari tempat tersebut.
"Ada apa dengan raut wajahmu itu Leonard? Dan lagi aktimungmu tadi sangatlah bagus bila dijadikan sebuah film di layar lebar." tanya Tatsuya sambil mengejeknya.
"Bagaimana kau bisa selamat, padahal waktu itu tidak bisa berbuat apa-apa?" tanya balik Leonard dengan tidak percaya kalau mereka berdua selamat dalam keadaan baik.
"Untuk apa aku menjelaskannya pada orang yang sudah melakukan hal terlarang bahkan lebih lebih dari apa yang aku lakukan." jawab Tatsuya dengan menghiraukan pertanyaannya.
"Apakah kau punya buktinya?" tanya Leonard pada Tatsuya.
Di dalam pikirannya, Leonard sangat yakin bisa membalikkan kondisinya seperti semula, karena sebelumnya dia telah menghancurkan alat komunikasi yang diberikan oleh petinggi akademi, untuk menghilangkan bukti dari ucapan yang telah dia ucapkan kepada orang-orang di sekitarnya.
Tidak lama, Mozark memerintahkan salah satu bawahannya untuk mengambil sesuatu di dalam kendaraan, dan ternyata itu adalah sebuah kotak kecil yang terlihat seperti sebuah alat pemutar suara.
"Hahahahahha... Sungguh lucu melihat tingkah laku kalian bagaikan seorang anak kecil. Mungkin sekarang sudah cukup untuk bersandiwara, soalnya aku sudah bosan terus menerus melakukannya. Sesuai dengan ucapanku tadi, siapapun yang menghalangi rencanaku pantas mati meski petinggi akademi sekalipun.Hahahaha, inilah salah satu pertahanan dari kristal yang tertanam pada tubuhku, dan begitu menakjubkan bukan."
Seketika ekpresi Leonard terlihat sangat suram setelah mendengar rekaman dari perkataan yang di ucapkannya. Padahal dia sudah yakin kalau alat tersebut sudah dihancurkan sebelum pertarungan dengan Tatsuya dimulai.
"Bagaimana bisa hal ini terjadi? Apakah ini cuma akal akalannya saja?" gumam Leonard dalam hatinya sambil menatap Tatsuya. "Tu-tunggu dulu, itu bukanlah ucapanku dan juga alat komunikasi milikku terjatuh ketika bertarung dengannya." lanjutnya dengan bersikeras menyembunyikan kesalahannya.
"Siapa bilang itu adalah alat komunikasimu? Apakah kau masih belum sadar juga ketika pertarungan pertama kita." jawab Tatsuya sambil memberikan sedikit petunjuk.
"Pertarungan pertama..." ucap Leonard sambil memikirkan kembali ketika sedang melakukan pertarungan 1 lawan 1.
Pada saat dirinya di dorong jauh kebelakang, dia merasakan tangan Tatsuya menyentuh tubuhnya. Akan tetapi Leonard tidak memperdulikannya, karena mengira hal itu adalah salah satu dari serangannya.
Tanpa berpikir panjang, Leonard langsung mencari sesuatu dalam sela-sela bajunya dan ternyata dia menemukan sebuah chip berukuran kecil.
"I-ini adalah..." ucap Leonard, namun perkataannya disela oleh Tatsuya.
"Benar, itu adalah sebuah alat komunikasi yang aku letakkan ketika bersentuhan denganmu pak tua." sela Tatsuya dengan pandangan yang merendahkan dirinya.
Tidak lama setelah itu, Mozark menyuruh bawahannya untuk menangkap Leonard dan memborgol dirinya dengan borgol khusus untuk menekan kekuatan yang berada dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Keuukk... Dari kapan kau menyadarinya?" tanya Leonard sambil menatap Tatsuya dari bawah ke atas.
"Tidak ada yang perlu kau ketahui pak tua, nikmatilah waktu sisa hidupmu selagi bisa. " jawab Tatsuya tanpa memberitahu alasannya, lalu melambaikan tangannya sambil berjalan mendekati Khilar yang belum sadarkan diri, di dekat ketiga ketua guild, dan menyerahkan semuanya pada petinggi akademi.
Dengan perlahan-lahan, Tatsuya berjalan melewati Mozark tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dan menganggap hal ini terjadi karena sebuah kebetulan. Namun Mikha yang mengikuti Tatsuya langsung menundukkan sebagian kepalanya, yang menandakan kalau mereka berdua permisi untuk pergi.
"Apakah kau tidak ingin membersihkan namamu di depan masyarakat?" tanya Mozark pada Tatsuya yang telah melewatinya.
Seketika Tatsuya berhenti dalam jarak beberapa langkah dari hadapan Mozark, lalu dia menolehnya, sambil sedikit tersenyum. "Hal seperti itu tidak perlu kulakukan, aku akan melakukannya dengan caraku sendiri. Dan juga lebih baik dengan tindakan, daripada terus berbicara." jawab Tatsuya sambil berjalan menjauh.
Seketika Leonard tertawa terbahak-bahak setelah mendengar percakapan Tatsuya seperti itu, hingga membuatnya menghentikan kembali langkah kakinya. Melihat Tatsuya berhenti, Leonard memanggil Tatsuya dengan expresi seperti orang gila.
"Heeyyy bocah, mungkin saat ini kau bisa menghentikan rencanaku, tapi tidak dengan rencana dewa itu! Sekuat apapun berusaha keras, kau bukanlah apa-apa di matanya! Hahahaha..." ucap Leonard sambil tertawa kembali. "Melihat aku diperlakukan seperti ini sebagai bawahannya, dewaku tidak akan tinggal diam dan akan menolongku secepatnya." lanjutnya dengan harapan besar.
"Menolongmu? Dengan cara seperti apa dia melakukanya? Satu langkahpun dia tidak bisa menginjakkan kakinya di tempat ini! Namun perlu kau ketahui, aku akan memusnahkannya sebelum dia menginjakkan kakinya di tempat ini." ucap Tatsuya sambil menoleh kepadanya.
"Hahaha... Kau sama hanyalah bocah polos yang tidak tau apa-apa mengenai kekuatannya. Tidak lama lagi rencananya akan terwujud, dan aku sebagai bawahannya akan dijadikan seorang raja dari manusia di dunia. Hahahah..." ucap Leonard sambil tertawa seperti orang gila.
Setelah pembicaraan itu, Mozark meminta bawahannya untuk memasukkan Leonard ke dalam mobil dan akan melanjutkan proses hukumannya setelah di interogasi di tempat yang sudah di tentukan.
Kemudian, mereka semua langsung pergi pada tujuannya masing-masing, akan tetapi Tatsuya merasakan ada sesuatu yang tidak biasa sehingga dia terdiam sejenak sambil mendeteksi keberadaan disekitarnya.
"Jdakk"
"Tatsuya? Kenapa kamu tiba-tiba berhenti lagi?" tanya Mikha yang tidak sengaja menabrak Tatsuya.
Perasaan yang aneh, mulai dirasakan oleh Mikha dan semua orang yang masih berada di tempat tersebut. Meskipun Tatsuya sudah melakukan deteksi dengan jarak lebih dari 1 km, tetap saja tidak menemukan apapapun selain orang-orang yang berada di dekatnya.
"Entah mengapa, perasaanku mendadak tidak enak. Padahal sebelumnya terasa biasa-biasa saja." ucap Mikha sambil berjalan duluan mendekati ayahnya.
"Tap... Tap... Tap..."
Secara tiba-tiba, Tatsuya merasakan sesuatu dari atas langit yang datang menghampirinya dengan sangat cepat. Perasaan seperti ini sangat mirip dengan sebuah serangan telak yang mengakibatkan kematian.
"Bila deteksi ini tidak berfungsi, kemungkinan besar berasal dari atas langit." gumam Tatsuya sambil melihat ke atas. Dan benar saja, sebuah titik cahaya muncul dengan cepat mengarah kepadanya. "Semuanya cepat pergi dari tempat ini!" teriak Tatsuya pada semua orang, yang baru menyadari kalau ada serangan dengan skala besar di sekitar dirinya.
Mendengar perkataan seperti itu, semua orang yang berada di tempat tersebut sangat terkejut, kecual Leonard yang sudah mengetahui hal ini bakalan terjadi. Tanpa berpikir panjang, semua orang berlari menjauh dari tempat tersebut, akan tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi terhadap Tatsuya.
"Tatsuya! Apa yang sedang kamu lakukan? Bukankah kamu mengatakan untuk pergi dari tempat ini!" tanya Mikha pada Tatsuya yang masih terdiam di tempatnya.
"Aku juga ingin pergi dari tempat ini, namun ada sesuatu yang menyegel pergerakanku!" jawab Tatsuya dengan nada tinggi, lalu dia melihat ke bawah dan ternyata ada sebuah lingkaran sihir aktif yang mencakup dirinya sendiri. "Apa? Sejak kapan aku terkena lingkaran sihir ini? Daritadi kewaspadaanku tetap terjaga, ataukah semenjak pak tua itu berbicara seperti itu tadi?" lanjut dalam hatinya.
Tak lama, sebuah sinar cahaya berwarna kuning emas terlihat dari atas langit dan semua orang yang berada di tempat tersebut menyadarinya. Mikha yang hendak pergi mendekati Tatsuya untuk membantunya, dia di cegat oleh Kazima.
"Mau kemana lagi kamu!?" tanya Kazima sambil menggenggam erat salah satu tangannya.
__ADS_1
"Tentu saja untuk menolong Tatsuya, jadi biarkan aku pergi kesana dan lepaskan tanganmu ayah." jawab Mikha dengan memohon.
"Tidak, aku tidak ingin kehilanganmu lagi putriku! Meskipun hanya sesat, tapi itu sungguh menyakitkan bila hal itu terjadi lagi. Aku sudah berniat untuk pensiun dari pekerjaanku dan memilih menikmati masa tuaku bersama satu-satunya putriku demi memenuhi janji dari mendiang ibumu." jawab Kazima dengan sangat memohon pada Mikha supaya berhenti melakukan hal ceroboh yang mengakibatkan nyawanya ke dalam bahaya.
Mikha terdiam, setelah mendengar perkataan dari ayahnya seperti itu. Namun dia juga berpikir kalau dirinya itu punya hutang nyawa pada Tatsuya, dan harus dibayarkan untuk memenuhi janji ketika dimasa kecil dulu.
Disisi, lain Mozark yang sudah mengetahui hal tersebut tidak tinggal diam dan menyuruh sebagian dari bawahannya untuk membantu Tatsuya sedangkan dirinya mencoba untuk menghentikan serangan tersebut.
"Aku menyuruh kalian untuk pergi ke tempat ini, tapi kenapa malah kembali?" tanya Tatsuya pada beberapa orang yang mendekatinya.
"Dari dalam lubuk hati kami, anda adalah sosok yang sangat kami kagumi." jawab salah seorang tersebut.
"Anda juga telah melindungi keluarga kami pada saat kejadian di taman ibukota." sambung yang lainnya sambil membantu menghancurkan segel yang berada di sekitarnya.
"Itu bukanlah suatu hal yang besar dan sudah seharusnya aku melakukan hal seperti itu, jadi cepat pergi darisini sebelum terlambat!" pinta Tatsuya pada mereka.
"Juatru karena itulah, kami sangat senang membantu anda meski harus mengorbankan nyawa kami, bahkan anak-anakku juga ingin seperti anda bila sudah dewasa nanti." jawab orang tersebut sambil berusaha menghancurkan lingkaran sihir tersebut sampai menghabiskan mana poin miliknya.
"Hahahaha, tidak ada gunanya kalian melawan dewaku. Pasrahkan saja dirimu bocah sialan dan renungkan kesalahanmu akibat melawannya." sambung Leonard sambil melihat kejadian tersebut dari dalam mobil yang pintunya masih terbuka.
Mendengar perkataan seperti itu terus yang keluar dari mulutnya, salah satu bawahan Mozark merobek bajunya lalu membungkam mulutnya, supaya tidak berbicara sembarangan.
Sementara itu, Mozark mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghentikan serangan tersebut menggunakan serangan miliknya dari jobs machine. Beberapa kali lingkaran sihir yang memunculkan sebuah roket dengan daya ledak tinggi terus dilakukan untuk menghambat pergerakan serangan tersebut, akan tetapi tidak ada satupun yang berhasil menahan serangan itu.
Pada akhirnya, dia berencana untuk membuat sebuah serangan nuklir yang dapat menguras mana poinnya hingga ke titik 0, akan tetapi Tatsuya segera memanggil semua roh miliknya untuk datang ke tempatnya, kecuali Mysha yang sedang menjaga Tasya.
"Kalian semua datanglah!" pinta Tatsuya pada semua roh yang sudah ditentukan.
Respon yang sangat cepat diterima oleh semua roh miliknya, sehingga mereka datang dengan cepat dihadapan Tatsuya.
"Kalian pasti sudah merasakannya dan aku tidak punya waktu menjelaskannya. Jadi aku hanya akan memberi kalian perintah untuk melindungi semua orang yang berada di tempat ini." pinta Tatsuya pada semua roh yang berkumpul di hadapannya.
"Tapi tuan..." ucap Viola, namun perkataan disela oleh Tatsuya.
"Bukankah kalian sudah bersumpah setia padaku dan akan menjalankan semua perintah yang aku berikan tanpa menolak. Jadi tunjukanlah padaku sumpah setia kalian!" pinta Tatsuya dengan tegas. Lalu semua roh terdiam dan mengikuti apa yang diperintahkan olehnya.
Semua orang yang berada di tempat tersebut dipindahkan secara paksa oleh roh milik Tatsuya ke tempat aman yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi roh milik Tatsuya, karena mereka menggunakan seluruh kekuatannya demi memenuhi perintahnya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru masih belum bisa ditentukan.)...
...Jika berkenan jangan lupa untuk dukung author dengan menekan jempol ke arah Like, Komen, Vote, Rate novel ini. ...
__ADS_1
...Terimakasih. ...
...🙏...