Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies
#39 Saran Dari Wakil Ketua Guild Balck Water


__ADS_3

...*Selamat Membaca*...


Mengetahui Leonard sudah berada dekat dengan tempatnya itu, Tatsuya langsung berjalan ke arah pintu gerbang depan untuk menyambut kedatangan orang tersebut, lalu di ikuti oleh 500 unit robot dalam mode siap menyerang.


"Drap... Drap... Drap..."


Dalam jarak kurang lebih dari 100 meter di depan, Tatsuya melihat Leonard beserta semua bawahannya sedang berdiri sambil mempersiapkan serangan selanjutnya. Namun karena Tatsuya sudah menampakkan dirinya, Leonard langsung berjalan untuk memperdekat jaraknya.


Disaat itu juga, Leonard telah mengucapkan kata kunci untuk menyerang Tatsuya, ketika jarak dari serangannya menjangkau area yang sudah ditentukan. Perlahan-lahan mereka berdua saling mendekat dan tentunya diikuti oleh bawahannya masing-masing dengan waspada akan serangan mendadak.


Secara tiba-tiba, Tatsuya menghentikan langkah kakinya karena dari awal sudah menyadari kalai Leonard akan melakukan serangan secara diam-diam dari atas langit.


"Sepertinya kau sama sekali tidak akan berbicara terlebih dahulu sebelum kita bertarung." ucap Tatsuya, sambil mengucapkan salah satu kata kunci dari jobs Mage dan di arahkan ke atas langit oleh tangan kanannya.


"Lighting Dragon"


Setelah mengucapkan kata kunci tersebut, sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk, lalu sambaran petir yang berbentuk naga keliar dari dalamnya dan mengarah tepat pada suatu benda yang akan terbentuk di atas langit.


"Zreeezzzz"


Seketika ledakan yang cukup besar kembali terjadi di atas langit, dan awan yang berada di sekitarnya lenyap seperti terbawa hembusan angin yang sangat kencang.


"Boooommmm"


Semua orang yang mengikuti Leonard sangat terkejut, karena Tatsuya menyadari Serangan yang akan dilancarkan secara diam-diam. Hal ini tentu saja membuat Leonard sendiri sangat terkejut dan tidak menyangka kalau Tatsuya akan menyadarinya.


"Sepertinya hal yang kulakukan barusan sama sekali tidak berguna ketika sedang berhadapan denganmu bocah sialan!" ucap Leonard dengan sangat kesal atas kewaspadaan yang dimiliki oleh Tatsuya. "Bila seperti itu, serang dia sekarang dengan kekuatan penuh kalian!" lanjutnya dengan memberi perintah pada bawahannya.


Semua bawahannya, langsung mengikuti perintah yang diberikan oleh Leonard sambil menunjuk kalau mereka itu lebih hebat dibandingkan dengan robot-robotnya. Disisi lain, Tatsuya juga memberikan perintah pada semua unit robot untuk menyerang semua orang dan tentunya tanpa membunuh siapapun.


Serangan demi serangan terus dilesatkan tanpa memperdulikan area sekitar, karena mereka yakin kalau semua orang biasa sudah di evakuasi ke tempat yang aman. Namun pertempuran tersebut terasa berat sebelah, soalnya Tatsuya harus menahan diri supaya tidak membunuh seorangpun meski kelemahan terbesarnya adalah hal tersebut.


Satu persatu unit robot yang berada dalam perintah Tatsuya hancur, dikarenakan lawan yang di hadapinya berada dalam level berbeda. Akan tetapi Tatsuya masih bersikap tenang sambil melihat sejauh mana robot-robot tersebut berkembang.


Pertempuran tersebut sudah memakan waktu lebih dari setengah jam, dan hanya tersisa 100 unit robot yang masih utuh. Melihat hal ini, Leonard tersenyum lebar karena bawahannya telah menghancurkan lebih dari setengahnya.


"Lihatlah baik-baik bocah sialan, robotmu tidak apa-apanya dibandingkan dengan bawahanku, hahaha!" ucap Leonard dengan tertawa.


"Namun, apakah kau tidak melihat kondisi dari bawahanmu saat ini?" tanya Tatsuya untuk menanggapi perkataan dari Leonard.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Jelas-jelas kekuatan dari bawahanku itu lebih baik dari semua robot sampah milikmu, dan mereka masih bisa bertarung denganmu! " jawab Leonard dengan membanggakan bawahannya.


"Benarkah? Aku perhatikan stamina dari semua bawanmu terkuras habis, jadi kupikir merasa saat ini terlalu lemah untuk melawanku." ucap Tatsuya sambil mengucapkan salah satu kata kunci dari jobs Assassin.


"Dual Knife Poison"


Dalam sekejap, lingkaran sihir terbentuk di antara kedua tangan Tatsuya, lalu keluar dua buah pisau dengan dilumuri racun pelumpuh dan di genggam erat oleh Tatsuya.


"Kebetulan sekali aku ingin melakukan pemanasan sebelum melawan dirimu pak tua!" ucap Tatsuya sambil melesat ke depan dan menyerang salah satu orang dari bawahan Leonard.


"Sreeettt"


Serangan langsung yang mengenai salah satu bagian tangan orang tersebut tidak mengalami luka yang begitu dalam, dan hanya meninggalkan goresan kecil saja dengan mengeluarkan sedikit darahnya.


Hal ini membuat orang tersebut tidak terlalu khawatir dengan serangan yang diberikan oleh Tatsuya, terlebih lagi dia percaya kalau pertahanannya jauh lebih kuat serta bisa meminimalkan luka dari serangan fisik.


"Hanya luka sekecil ini mana mungkin bisa membuatku tumbang, dasar bocah sialan!" teriak orang tersebut sambil membalas serangan menggunakan pedangnya.


"Whoosss"


Namun ketika orang tersebut menghunuskan pedangnya pada leher Tatsuya, tiba-tiba dia berhenti karena merasakan kalau seluruh tubuhnya kaku, lalu terjatuh dan tidak berdaya untuk berdiri kembali.


"Bruuukk"


"Hah... Ternyata cukup lama juga racunnya menyebar ke seluruh tubuhnya. Tapi meskipun begitu selanjutnya giliran kalian yang akan merasakannya!" ucap Tatsuya sambil melesat dan menyerang semua bawahan Leonard dimulai dari orang yang terdekat.


Disisi lain tepatnya di bagian barat...


Pertarungan sengit juga terjadi dengan para bawahan yang dipimpin oleh Steven. Namun pertarungan tersebut tidak menguntungkannya karena jumlah pasukan berbeda jauh dengan yang dimiliki oleh roh Tatsuya (Nolly, Zyrex, Giro dan Viola).


Ditambah lagi Giro yang haus akan pertarungan, dia menyerang semua bawahannya dengan kekuatan penuh, dan pastinya tidak membunuh satupun manusia yang dia lawan.


"Hahahahaha... Apakah cuma segini kekuatan yang dimiliki oleh kalian?" tanya Giro dengan tertawa sambil mengejek mereka yang telah berhasil dikalahkan olehnya. "Seharusnya kalian menyadari posisi sebagai manusia yang paling lemah, menghadapiku saja sudah seperti ini apalagi menghadapi tuanku. Kalian bagaikan seekor semut hadapan tuanku! Hahahaha..." lanjutnya dengan membanggakan kekuatan Tatsuya.


Hal yang di ucapkan Giro, membuat semua bawahan Steven merasa ketakutan dan berpikir kalau apa yang dikatakannya itu adalah benar. Sebagian dari mereka mencoba untuk melarikan diri dari pertarungan, namun di setiap sudut gang sempit dijaga oleh pasukan roh, sehingga mereka semua tidak bisa kabur semudah itu dan harus membayar atas apa yang dilakukannya.


Steven yang masih berada di bagian belakang, mulai berpikir kalau pertarungan yang dihadapinya malah membuat situasi semakin buruk, terlebih lagi hal ini hanya membuang banyak waktu.


"Dilihat dari situasinya, sepertinya aku harus turun tangan untuk mengatasi roh dari bocah sialan itu!" ucap Steven dengan beranjak maju ke garis depan.

__ADS_1


"Ketua tunggu dulu! Sebaiknya ada jangan pergi ke garis depan." pinta wakil ketua.


"Atas dasar apa kau berani menghentikanku!?" ucap Steven sambil mengucapkan salah satu kata kuncinya.


"Sword Of Death"


Seketika sebuah lingkaran sihir terbentuk, dan mengeluarkan pedang dengan aura kematian yang cukup mengerikan. Dia langsung mengarahkan pedang tersebut kepada leher wakil kaptennya.


"Swoosshhh"


"To-tolong tenang dulu ketua, aku berbicara seperti itu karena memiliki saran bagi anda." pinta wakil ketua dengan memohon.


"Cepat katakan sekarang, kalau saranmu tidak membuatku puas aku tidak akan segan untuk membunuhmu!" pinta Steven dengan ancaman.


Kemudian, wakil ketua tersebut menjelaskan kalau pada saat ini Guild Red Viver sedang berhadapan langsung dengan Tatsuya dan 500 unit robot miliknya. Namun karena bawahan Leonard sudah menghancurkan lebih dari setengahnya, Tatsuya langsung turun tangan untuk menghadapi semua bawahan Leonard.


Wakil ketua tersebut mengusulkan saran pada Steven untuk segera pergi ke tempat Leonard dan bekerja sama dengannya dalam menghadapi Tatsuya. Dia juga meminta untuk percaya dalam penyerangan di wilayah Barat, serta akan memberikan waktu bagi Steven pergi dari wilayah tersebut.


"Apa kau sedang mengejekku hah? Kata-katamu itu seolah-olah aku lemah dibandingkan makhluk sialan itu!" ucap Steven dengan marah karena dia tidak suka mundur dari pertarungan yang berada dihadapannya.


"Bukan ketua, bukan itu yang aku maksud dan aku percaya kalau ketua bisa mengalahkan makhluk itu dengan sangat mudah." jawab wakil ketua tersebut.


"Lalu apa?" tanya Steven yang masih belum mengerti akan sarannya.


"Melihat situasinya, kemungkinan besar sudah direncanakan oleh orang itu dengan menguras mana bahkan stamina setiap orang termasuk diri anda. Jadi bila kondisi ketua lelah, dia bisa dengan mudah mengalahkan anda." jawab wakil ketua dengan memberi penjelasan kembali.


Mendengar penjelasan seperti itu dari wakil ketua tersebut, Steven akhirnya menyadari kalau pertarungan ini hanyalah sebagai umpan untuk memeras kekuatannya.


"Cihh... Ternyata aku telah masuk ke dalam jebakannya. Kalau begitu aku percayakan semuanya padamu di wilayah ini dan jangan sampai kalah melawan makhluk sialan itu!" ucap Steven dengan memberikan perintah pada wakil ketua atas semua bawahannya.


"Baik ketua, aku tidak akan pernah mengecewakan anda." jawab wakil ketua dengan lantang.


Tidak lama setelah itu, Steven langsung pergi menuju tempat dimana Leonard berada, lalu dia juga berniat menghubungi Tommy dan Kazima supaya ikut bersamanya menghadapi Tatsuya.


"Dasar bocah sialan, beraninya dia mempermainkanku dengan cara seperti ini. Sebentar lagi aku pasti akan menghancurkanmu hingga memohon untuk mati kepadaku!" gumam Steven dalam hatinya dengan sangat kesal, lalu dia bergegas pergi ke tempat Leonard.


...Bersambung......


...{Pemberitahuan Update}...

__ADS_1


...(Untuk sementara update episode terbaru akan hadir dalam waktu 3 hari sekali pada pukul 21.00 WIB. Besar keinginan setiap hari, namun Author juga memiliki kesibukan tersendiri di RL, jadi tolong dimaklumi. 🙏)...


...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....


__ADS_2