
...*Selamat Membaca*...
Suasana pertarungan di depan gedung semakin memanas, terlebih lagi para ketua guild terbesar negara sudah tiba di tempat tersebut, kecuali Cecilia. Mereka berempat sudah sepakat untuk bertarung melawan Tatsuya, namun Kazima akan berjuang keras supaya tidak terjadi saling membunuh antar sesama warga negara.
Tatsuya yang tadinya hanya bermain-main dalam pertarungan, kini dia sudah mengatakan akan keseriusannya dalam menghadapi mereka. Secara tiba-tiba, aura berwarna hitam keluar dan melapisi setiap bagian dari tubuhnya.
Begitu pula dengan hasrat membunuh Tatsuya semakin terasa, dan mengakibatkan sebuah tekanan besar bagi orang-orang yang berada di tempat tersebut, terutama bagi orang yang ada di hadapannya.
"Kughh... Sungguh hal yang di luar nalar, dan tingkatan ini sangat berbeda dengan usianya. Apakah ini kekuatan yang dimiliki oleh master of all craft? Hah... Meskipun begitu, hal ini malah membuatku bersemangat untuk menghadapinya." gumam Kazima dalam hatinya dengan niat menguji kekuatannya.
Tekanan seperti ini juga dirasakan oleh orang-orang yang masih bertarung di berbagai arah, dan akibatnya mereka merasakan rasa takut disertai sesak nafas kecuali anggota Tatsuya yang berada di sekitar gedung.
"Kugghhh... Apa-apaan dengan suasana seperti ini? Aku merasa leherku tercekik." ucap salah satu anggota guild, yang sedang melakukan penyerangan.
"Ya benar, hal ini membuatku tidak fokus dalam bertarung." sambung anggota guild yang lainnya.
Pergerakan dari orang-orang yang menyerang gedung tersebut sangat aneh, dan hal ini sangat menguntungkan pihak Tatsuya terus menyerang sampai mereka memutuskan untuk menyerah.
Di dalam ruang bawah tanah...
Semua orang masih terdiam, dan menunggu keadaan di permukaan aman sebelum mereka keluar. Begitu pula dengan Muzan yang duduk di sebelah Tasya, dan menunggunya terbangun. Namun karena merasakan Tatsuya yang menggunakan kekuatan dari penguasa kegelapan, seketika Tasya mulai tersadar lalu membuka kedua matanya secara perlahan-lahan.
"Mmm, ada dimana aku sekarang?" tanya Tasya sambil bangun dari tempat tidurnya yang beralas baju kakaknya, lalu memegang kepalanya karena masih terasa pusing.
"Akhirnya kamu bangun juga Tasya, kita masih berada di dalam gedung ini, namun berbeda tempat dengan yang sebelumnya." jawab Muzan tanpa memberitahukan yang sebenarnya.
"Ughh, kenapa banyak sekali orang disini, dan yang mereka lakukan hanya duduk terdiam seperti sedang menunggu sesuatu?" tanya Tasya dengan menoleh ke kiri dan ke kanan.
"Ah... Ya... Itu..." ucap Muzan dengan perkataan terputus karena bingun harus bagaimana menjelaskannya pada adiknya. "Hah... Bila aku menjelaskan semuanya pada adikku, sudah pasti dia akan terkejut dan bertindak sesuka hatinya." lanjut dalam hatinya.
__ADS_1
"Hah, sepertinya aku terlalu banyak minum, jadi akhirnya seperti ini." ucap Tasya sambil memegang dahinya.
Sepintas Tasya berpikir seperti itu, namun dia mencoba mengingat kembali apa yang sedang dilakukan pada terakhir kalinya. Lalu pada akhirnya dia mengingat ketika sedang berbicara, ada seseorang yang sengaja membuat dirinya pingsan.
"Tunggu dulu..." sambung Tasya dengan kembali menengok ke kiri dan ke kanan untuk mencari beberapa orang yang tidak berada di dalam ruangan tersebut. Hanya kakaknya, Shaman, Antonio dan beberapa tamu undangan yang berada di tempat ini. "Dimana yang lainnya? Kenapa mereka tidak berada di tempat ini terutama Tatsuya?" lanjutnya dengan bertanya.
"Mereka sedang berada di luar, karena ada sedikit pekerjaan yang harus dilakukan. Ya itu untuk membuat kejutan lain untukmu." jawab Muzan dengan tersenyum dan berusaha merahasiakan apa yang sedang terjadi.
"Kejutan? Bukannya hal seperti itu harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi, dan bila itu untukku kenapa kakak membocorkan apa yang sedang mereka lakukan?" tanya Tasya dengan raut wajah serius, karena mengetahui kalau kakaknya telah berbohong.
"Ah itu, itu hanya..." jawab Muzan namun perkataannya disela oleh Tasya.
"Tidak perlu lagi membuat alasan lain kak, aku tahu kalau kakak sedang berbohong kepadaku. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Dan dimana Tatsuya sekarang?" sela Tasya dengan mengajukan pertanyaan.
"Hah... Sepertinya aku sudah tidak dapat menyembunyikan hal itu kepadanya." gumam Muzan dalam hatinya. "Baiklah aku akan beritahu semuanya, namun kamu harus berjanji untuk tetap tenang dan diam disini!" lanjutnya dengan sebuah permintaan.
"Baik, aku berjanji akan memenuhi hal itu." jawab Tasya dengan tegas.
Baru saja mendengar penjelasan dari Muzan seperti itu, seketika Tasya merasa kesal akan perintah yang diberikan oleh petinggi akademi. dia berpikir kalau apa yang dilakukan oleh Tatsuya masih berada di jalan yang benar, terlebih lagi wilayah selatan sudah terbebas dari ancaman kemunculan portal.
"Mengapa? Mengapa petinggi akademi memberikan perintah seperti itu? Harusnya mereka bangga pada Tatsuya dan memberikan penghargaan atas tindakannya ini!" sela Tasya dengan nada tinggi dan di dengar oleh semua orang yang berada di dalam ruangan.
"Maaf bila saya lancang nona." ucap Alex yang tiba-tiba datang menghampiri Tasya dari belakang. "Ada satu alasan yang membuat petinggi akademi bertindak seperti itu, yaitu larangan terhadap pembuatan robot dan digunakan sebagai pengganti pekerjaan manusia." lanjutnya dengan menjawab pertanyaan Tasya.
"Peraturan macam apa itu? Padahal sudah jelas kalau Tatsuya mengendalikan semua robot hanya untuk menghadapi monster yang berada di dalam portal, dan tidak digunakan untuk menyerang manusia. Harusnya petinggi akademi berterima kasih padanya, karena Tatsuya sudah menemukan solusi untuk meminimalkan korban dalam pembasmian portal." ucap Tasya dengan nada tinggi, karena kesal akan keputusan petinggi akademi.
"Kemungkinan besar, petinggi akademi masih terpaku pada aturan lama. Dulu ada juga kejadian seperti ini, ketika petinggi akademi masih muda dan hal ini dilakukan oleh kedua orang tua Cecilia." jawab Alex, lalu dia menceritakan sedikit mengenai keluarga Cecilia.
Beberapa tahun yang lalu, meskipun manusia memiliki gelang khusus yang dapat meningkatkan kemampuannya. Korban yang berjatuhan terus berlanjut dan tiap harinya mencapai ratusan orang.
__ADS_1
Orang tua Cecilia yang menjadi salah satu ilmuan dalam pembuatan gelang khusus, memikirkan cara untuk mengantisipasi hal tersebut. Sampai akhirnya mereka berdua mencoba membuat sebuah robot yang kekuatannya setara dengan monster di dalam portal.
Beberapa kali pengujian terus dilakukan oleh mereka berdua secara rahasia, dan hasilnya sangat memuaskan. 1 unit robot tersebut berhasil menaklukkan 1 portal kelas pemula, dan mereka berpikir untuk membuat robot lebih banyak lagi. Mereka berdua langsung memberi kabar berita tersebut pada petinggi akademi, serta memperlihatkan kemampuan yang dimiliki oleh 1 unit robot.
Setelah melihat beberapa kemampuan dari robot tersebut, Mozark mendukung kedua orang tua Cecilia untuk membuat robot sebanyak yang mereka bisa, dan semua biayanya akan ditanggung oleh negara.
Dalam waktu 5 tahun, mereka berdua berhasil membuat 2500 unit robot yang dilengkapi persenjataan berat, serta ditanamkan batu dari tubuh monster sebagai penopang kekuatan utamanya. Semua unit robot tersebut dipamerkan dihadapan semua orang, dan di masukkan ke dalam berita utama di media sosial.
Bertepatan dengan hari itu, Mozark sudah mempersiapkan ribuan pasukan untuk berpartisipasi dalam pembasmian portal dengan skala besar, yang ada di seluruh wilayah negaranya. Tanpa berpikir panjang, Mozark langsung memberikan perintah untuk segera memasuki portal dari kelas bawah sampai kelas atas.
Pembasmian portal sampai kelas menengah telah berhasil dilakukan tanpa adanya korban dari manusia, dan hanya kehilangan lebih dari 500 unit robot. Hal ini membuat Mozark sangat senang, dan berpikir kalau apa yang dilakukan oleh orang tua Cecilia sangat menguntungkan bagi negara, terutama keamanan bagi manusia.
Namun hal yang tidak terduga telah terjadi, ketika semua orang memasuki portal selanjutnya dari kelas menengah ke atas. Seharusnya portal tersebut cukup mudah ditaklukkan, akan tetapi salah satu jendral nomor 10 dari para monster yang bernama Kuzzak datang secara khusus di hadapan mereka.
Rasa takut pun mulai dirasakan oleh semua orang, dan salah satu dari mereka melaporkannya pada Mozark lewat alat komunikasi yang di desain khusus untuk berkomunikasi di dalam portal. Mngetahui hal tersebut, Mozark sangat terkejut dan dia segera pergi menuju portal dimana Kuzzak berada.
Setibanya di dalam portal, Mozark melihat pandangan yang begitu menyeramkan. Semua orang tergeletak tanpa nyawa, dan hanya tersisa 2000 unit robot yang masih utuh. Tanpa terduga, ada satu orang yang masih hidup, namun dengan cepat salah satu unit robot tersebut menembaknya berkali-kali sampai benar-benar mati.
"Jadi seperti itulah, mengapa Mozark sangat membenci penggunaan robot yang dipakai untuk membasmi setiap portal. Dan kabar yang pernah saya dengar, kedua orang tua Cecilia dijatuhi hukuman mati dan ditembak tepat di hadapannya." ucap Alex dengan mengakhiri cerita kedua orang tua Cecilia.
Mendengar cerita mengenai latar belakang kedua orang tua Cecilia, membuat Tasya terdiam sambil memikirkan banyak hal negatif mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya pada Tatsuya.
"Apakah nantinya akan terjadi seperti itu pada Tatsuya?" gumam Tasya dengan sangat gugup, dan mulai mengeluarkan keringat dingin.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...(Untuk sementara update episode terbaru akan hadir dalam waktu 2 hari sekali pada pukul 21.00 WIB. Besar keinginan setiap hari, namun Author juga memiliki kesibukan tersendiri di RL, jadi tolong dimaklumi. 🙏)...
__ADS_1
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....