
Annara yang merasa penasaran, ia pun segera menoleh ke arah kaca spion mobil. Baruna yang sudah terpancing emosi, karena pengendara motor yang mengikutinya tak kunjung berhenti. Ia pun lalu menginjak rem mobil dengan cepat.
Daaak ...
Suara miniatur mobil yang terpental akibat ulah Baruna yang menginjak rem dengan mendadak.
Tubuh Annara juga sedikit terpental dari kursi, dengan kesal ia lalu membuka pintu mobil dengan segara. Lalu ia menuju ke pengendara motor yang ada dibelakangnya itu. Setelah helm pengendara motor itu dibuka oleh Baruna, betapa terkejutnya Annara melihat orang dibalik helm itu. Yah, itu adalah Tomy. Dengan perasaan kesal dan bercampur bingung ia lalu mendekati Tomy.
"Ada apa kamu ikutin kami kayak begitu sih?, ada perlu apa emang." tanya Annara penuh kesal.
"Kamu kenal sama orang ini?." seru Baruna.
"Iya pak, ia mantan saya." ketus Annara sambil melihat ke arah Tomy.
"Ini siapa Ra, tolong jelasin ke aku!." tanya Tomy dengan kesal dan menarik tangan Annara.
"Lepasin, kenapa kamu gak jelas gini sih." pekik Annara sambil menahan sakit cengkraman tangan Tomy.
"Eh, lepasin gak. Kalau emang kalian gak ada hubungan lagi, kamu Uda gak ada hak buat atur Annara." jelas Baruna dengan menunjuk Tomy, dan menarik Annara.
"Loe siapa atur-atur kita. Emang kamu siapanya Annara berani ikut campur kayak gini. Baiknya kamu yang pergi dari sini." cela Tomy dengan nada menantang.
Dengan segera ia menarik kemeja Tomy dan memukul wajahnya. Marahnya yang memuncak tidak dapat lagi ia tahan, saat melihat Annara disakiti oleh Tomy. Perkelahian mereka pun tak bisa dihentikan, sampai akhirnya mereka berhenti saling memukul saat Annara berteriak sambil menangis ketakutan.
"Ayo pak kita pergi dari sini." ajak Annara sambil memapah tubuh Baruna.
"Maafkan saya ya pak. Bapak terluka karena saya." ucap Annara sambil menangis.
"Kamu ngomong apa sih, ini semua salah cowok rese itu tadi. Dasar gak punya otak emang." gerutu Baruna.
Mereka segera berlalu dari tempat itu dan menuju rumah Annara.
❤️
Ditempat lain, Lukman yang saat itu tengah sendiri dikantor nampak dengan muka yang lesu dan tak bersemangat ia memilih menidurkan wajahnya diatas meja kerja. Dan saat itu, ia lebih memilih menghabiskan waktu dikantor, karena terlalu memikirkan Annara ia sampai lupa bagaimana cara menghilangkan pikiran itu.
Ia yang nampak suntuk waktu itu, terkejut saat melihat kedatangan Tomy kembali kekantor. Penuh curiga ia saat itu melihat Tomy, karena dikantor pun Anya sudah tidak ada. Dengan pelan ia mengikuti Tomy dari belakang, dan sesekali ia mencoba melihat Tomy dalam ruangannya. Muka Tomy yang penuh dengan lebam memancing tanya dihatinya.
Gumam Tomy dalam ruangan.
__ADS_1
Sial*n brengs*k banget laki-laki itu, siapa ia beraninya ngelarang aku buat deketin Annara.
Punya hubungan apa mereka sebenarnya, apa iya Annara sudah ngelupain aku begitu saja.
Aku yakin Annara masih ada hati denganku.
Aku gak bakal lepasin Annara gitu aja dalam hidupku, kali ini aku pastikan ia akan masuk dalam perangkapku.
Lukman yang telah mengetahui semua niat busuk Tomy, ia pun segera beranjak keluar dari kantor. Tanpa berfikir dua kali, ia lalu segera pergi ke rumah Annara. Ia hanya ingin memastikan wanita yang ia sukai itu baik-baik saja.
" Ra ... assalamu'alaikum." teriak Lukman didepan pintu rumah Annara.
Annara yang tengah itu berada dalam kamar, segera melompat saat mendengar teriakan suara Lukman.
"Ada apa, kenapa teriak-teriak?. Kamu baik-baik aja kan." tanya Annara cemas.
"Maaf ya kalau uda bikin kamu kaget, aku cuman panik." sahut Lukman.
"Kenapa emangnya?, aku dari tadi baik-baik aja." tanya Annara dengan kebingungan.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja, aku pamit pulang dulu ya. Salam buat ibu." pungkas Lukman yang segera pergi tanpa memberikan penjelasan.
Keesokan harinya, saat ia tengah ingin berangkat ke kantor. Tiba-tiba ibunya menghampiri dirinya didalam kamar yang tengah berkemas untuk berangkat kerja. Dengan wajah yang pucat, dan tangan yang sedikit bergetar Putri berjalan ke arah Annara.
"Nak, udah siap mau berangkat kerja ya?." tanya ibunya.
"Eh Bu, iya ini Annara mau berangkat. Tapi tunggu dulu, kenapa wajah ibu pucat begitu. Ada yang sakit bu, ayo kita pergi ke rumah sakit. Tunggu Annara telepon taxi online dulu ya." cecar Annara dengan cepat.
"Sudah gak perlu, cepat berangkat. Ibu cuman perlu istirahat aja, nanti habis minum obat juga Uda mendingan. Gak papa kok." jawab ibunya dengan nada meyakinkan.
"Tapi bu ... Annara cemas dengan keadaan ibu. Nanti Annara gak tenang dikantor bu. Aku libur aja kalau gitu ya, buat nemenin ibu dirumah." rengek Annara pada ibunya.
"Jangan nak, cepat pergi kerja. Kalau Annara gak kerja, siapa nanti yang akan cari uang. Ibu udah gak bisa bantu Annara cari uang lagi, cuman bisa nyusahin Annara aja saat ini. Maafkan ibu ya nak." tutur ibu sambil meneteskan air mata.
"Ibu ... udah cukup. Gak boleh lagi ngomong kayak gitu ya, ibu itu duniaku dan bahagiaku." seru Annara dengan memeluk sambil menci*m tangan ibunya.
Dengan perasaan cemas saat itu ia meninggalkan ibunya sendiri. Tapi ia tidak bisa menolak pinta ibunya, dengan langkah kaki yang penuh keraguan ia segera berangkat kerja.
Setibanya dikantor, ia merasa ada yang salah pada dirinya saat ini. Semua teman kantornya saat itu, memandangi dirinya dengan sinis. Entah salah apa yang ia lakukan, sampai semua orang nampak ingin menghakimi dirinya.
__ADS_1
Yasmin yang tengah duduk dikursinya, kala itu hanya memandangi Annara penuh kesedihan. Sampai pada akhirnya, Annara memutuskan untuk menghampiri Yasmin.
"Pagi Yas ... ada apa dengan kalian, rasanya aneh banget. Apa ada yang salah denganku, please kasih tau aku." pinta Annara dengan muka memelas.
Tidak satu katapun yang keluar dari bibir Yasmin saat itu, ia hanya menyodorkan ponsel miliknya ke hadapan Annara saat itu. Dengan ponsel yang menyala, tertera sebuah pesan singkat dilayar ponsel milik Yasmin.
Yasmin yang kala itu hanya bisa memandangi wajah Annara yang membaca pesan singkat itu.
Isi teror Tomy.
*Buat kalian yang mengenal Annara Putri Candrawati. Kalian gak perlu lagi berteman dengan wanita itu, ia adalah wanita simpanan lelaki hidung belang. Dan ia juga sudah pernah tidur dengan saya. Jauhi ia, jangan sampai menyesal kalian berteman dengan dirinya.
❤️❤️❤️*
**Happy reading guys🤗
jangan bosan-bosan buat nungguin kelanjutan kisahnya yah❤️🤗
...----------------...
Sekalian mampir kesini yuk, aku rekomendasikan salah satu novel terbaik buat kalian!!❤️❤️**
**ISTRI RASA SIMPANAN
(Sendi Andriyani)
"Pernikahan kita terjadi karena kesalahan, jadi jangan berharap aku akan mencintaimu!" Dimas Fahrian.
"Aku memang bukan istri Dimas, tapi akulah yang selalu Dimas prioritaskan!" Sila Derkain.
"Akulah istri rasa simpanan." Renata Lusiana.
"Dan aku yang akan meratukan mu, Renata!" Reza Argantara.
Pernikahan yang terjadi karena kesalahan satu malam yang mengharuskan Dimas menikahi Renata tanpa rasa cinta, karena hati nya telah berpaut pada wanita lain.
Apakah Renata bisa mempertahankan rumah tangga nya bersama Dimas atau memilih pergi dan membangun hidup baru dengan orang baru**?
__ADS_1