
Bagaimana mungkin semua ini terjadi lagi pada diriku, betapa bodohnya diriku ini. Dan sekarang, semua sesal ini takkan mungkin lagi dapat menyelamatkan diriku lagi. gumam Tomy.
Hari ini, dirinya kini resmi bercerai dengan Anya putri Roni.
Perpisahan ini membuat dirinya jauh lebih dewasa lagi dalam menyikapi berbagai hal, ia adalah lelaki dengan satu anak dan sekarang harus menjadi seorang duda di usia yang masih muda. Karena semua kebodohan yang tak dapat ia hindari.
Dirinya tak mau, jika suatu hari nanti putrinya melihat dan bertemu kembali dengan dirinya akan ada sebuah rasa penyesalan dalam hati Nami. Ia boleh gagal menjadi seorang suami yang baik, tapi tidak untuk menjadi seorang ayah yang baik untuk buah hatinya.
Karena, tidak pernah akan ada sebuah nama mantan anak dalam pernikahan. Anak tetaplah anak, sampai kapanpun walah harus terpisah dengan selembar kertas.
"Gimana sayang, hadiah ini terlalu berkesan bukan untuk kamu?. Terimakasih karena masih memberikan waktu untuk diriku membalas semua dendam ini" sebuah pesan singkat muncul dilayar ponsel miliknya.
Disana tertera dengan jelas nama Chyntia, dan Tomy yang mendapati pesan tersebut tak lagi marah ataupun dendam. Karena dirinya yakin, jika semakin ia meladeni ulah Chyntia dirinya semakin tidak akan pernah lepas dari semua jerat dan tipu muslihatnya.
Ia hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya sedikitpun, Chyntia yang sudah mengetahui tentang perceraian dirinya dengan Anya tersenyum penuh kemenangan. Dirinya yang merasa menang jauh didepan Tomy, merasa lega bisa menyalurkan rasa dendam dihatinya.
Dirinya kini harus terus menatap kedepan tanpa harus melihat kembali kebelakang dengan penuh kesedihan. Meskipun ia tak lagi di ijinkan untuk menafkahi Nami lagi, tapi dalam setiap bulannya ia bekerja akan selalu menyisihkan uang dan mengirimkan sejumlah uang ke rekening mantan istrinya tersebut.
Tak pernah ada lagi komunikasi diantara keduanya, tapi selama ini hubungan mereka berdua cukup baik. Anya tak pernah menolak sedikitpun semua uang pemberian dari Tomy untuk Anya. Karena mau bagaimanapun, dia tetaplah ayah kandung Nami putrinya.
π€
beberapa bulan kemudian.
Sementara Anya, yang juga menyandang status barunya sebagai orang tua tunggal dan juga harus menjadi seorang janda di usianya yang masih muda menjalani hari-harinya penuh dengan keyakinan.
Ia yang tak lagi menatap semua bayang masa lalunya, hanya menginginkan semua yang terbaik bagi putri semata wayangnya itu.
"Nami, ayo di makan sayang. Dihabiskan yah nak" tutur Anya pada Nami.
Kini putrinya itu tengah belajar makan untuk pertama kalinya. Nami begitu senang memasukkan semua benda kedalam mulutnya dan mengunyah sesuka hatinya. Anya kali ini harus lebih ekstra waspada lagi untuk menjaga buah hatinya itu.
__ADS_1
"Anya, coba haluskan buahnya lebih lembut lagi. Agar Nami bisa dengan mudah mengunyah saat berada dalam mulutnya. jelas mamanya.
"Iya ma, ini sudah Anya saring juga. Jadi nggak bakalan ada yang menggerindil didalam sana." tegas Anya.
"Nyanyanya," suara Nami.
Dengan suara kecilnya, ia sudah mulai pintar mengoceh dan hampir menirukan setiap kosa kata yang menurutnya ia mudah diucapkan.
"Mama datang sayang, kali ini mama bawain buah kesukaan Nami loh. Sekarang buka mulut kecilnya itu, aaaaakkkk" ujar Anya.
Nami pun menyambut gembira sebuah suapan pertama yang dilayangkan oleh mamanya itu. Tangan kecilnya mencoba meraih sendok tersebut sampai berhasil, sementara Anya yang memang menginginkan Nami mandiri. Dirinya pun menyodorkan semua makanan Nami yang berada disebuah mangkuk kecil.
Ia memberikan waktu bagi putrinya itu untuk belajar memakan makanannya sendiri dengan baik, meskipun masih berantakan setiap suapan yang masuk kedalam mulut kecilnya ia tetap berusaha sekeras mungkin untuk memasukkan itu dengan gigih.
"Cucu opah ini memang pintar" ujar Roni.
Dirinya begitu bahagia melihat perkembangan cucunya yang begitu baik.
Sementara putri kecilnya itu digendong oleh Roni dan menuju ke taman rumah, keduanya begitu terlihat akrab. Nami pun tertawa lepas didalam gendongan Roni kala itu. Seperti tak dapat terpisahkan keduanya saling memberikan kebahagiaan satu dengan lainnya.
"Lihat dia, semakin tua umurnya dia begitu menyayangi Nami. Seolah tak akan mengijinkan satu orang pun yang dapat merenggut cucunya dari pelukannya saat ini." ucap mama Anya.
Anya hanya tersenyum mendengar ucapan mamanya itu sambil terus membersihkan seluruh isi meja makan saat itu.
π€
Lain halnya dengan Annara dan Lukman yang begitu baik mendampingi pertumbuhan Cio sampai dengan saat ini. Cio juga tak jauh berbeda usianya dengan Nami, ia pun sekarang lebih aktif dari sebelumnya.
Sedikit berbeda dengan Nami, ia lebih aktif merangkak dan mengejar benda yang berada disekelilingnya dengan cepat.
Pertumbuhan Cio ini pun membuat keduanya harus saling siaga dan bergantian untuk menjaganya. Lukman dan Annara tak ingin jika sampai Cio terjatuh ataupun jauh berada dalam pantauan dirinya.
__ADS_1
"Sayang, coba ini apa nak?" tutur Annara yang tengah memegang sebuah mainan bola lembut berwarna-warni.
Dengan cepat Cio pun merespon ucapan Annara dengan begitu cepat merangkak ke arah dirinya dan meraih bola itu.
"Pinter ..." ucap Annara.
"Iya dong, ini kan jagoan papa yah kan sayang" ujar Lukman sambil meraih tubuh kecil Cio dan memangkunya.
π€
Sementara ditengah kebahagiaan Lukman dan Annara, mereka juga mendapati kabar bahagia dari Abi dan Tyas. Abi kali ini memberikan sebuah kabar bahagia untuk dirinya beserta Annara.
Abi memberitahukan bahwa Tyas istrinya kali ini sudah positif hamil, perasaan Abi yang bahagia dan haru biru itu disambut bahagia oleh keduanya. Pasalnya tak lama lagi Abi akan menyandang status sebagai seorang ayah.
Kehamilan Tyas ini, memang sudah lama ditunggu oleh keduanya. Dengan segala upaya di lakukan oleh keduanya dalam menjalani program kehamilan kali ini. Mulai dari rutin meminum ramuan herbal dan juga sering konsultasi kepada dokter tak pernah mereka tinggalkan sedikitpun demi untuk mendapatkan seorang momongan.
Abi yang selalu setia mendukung Tyas dan mendampingi dirinya dalam kondisi apapun, membuat semangat Tyas tak pernah padam sedikitpun. Kekuatan itu selalu ia dapatkan dari Abi dengan begitu baik setiap harinya.
Karena memang tak banyak lelaki seperti Abi yang selalu setia menemani hingga mendampingi pasangannya hingga sampai memiliki keturunan keduanya.
Dan semua itu dilakukan Abi karena begitu besar rasa sayang dan cintanya pada wanita tersebut, karena keduanya memang sudah menjalin hubungan cukup lama sebelum mereka berdua memutuskan untuk membawa hubungan ini ke jenjang lebih serius dalam biduk rumah tangga.
*
*
*
*
Mereka semua pun hidup berbahagia dengan jalanya masing-masing. β€οΈ
__ADS_1