
"Hah, ada apa dengan dirinya kali ini. Kenapa ia tidak pernah bisa bersikap halus dengan wanita." ucap Lukman kesal.
Anya yang masih terus menangis, tidak merespon satu katapun yang keluar dari mulut Lukman. Anya yang saat itu terus menatap mata Lukman, ia menemukan sebuah rasa kenyamanan saat bersamanya.
Perasaan macam apa ini.
Gumam Anya dengan terus menatap Lukman.
Saat percakapan mereka berdua selesai, Lukman yang saat itu mencari-cari keberadaan Tomy tidak dapat menemukannya. Rupanya saat itu, Tomy sedang keluar dari kantor.
Abi yang saat itu menghampiri Lukman, mengingatkan temanya itu agar tidak ikut campur masalah Anya dan Tomy. Karena Tomy bisa nekat melakukan apapun untuk membalas Lukman.
"Mending kamu fokus sama kerjaan aja." tutur Abi pada Lukman.
"Laki-laki brengs*k seperti Tomy gak bisa didiemin Bi. Dulu Annara jadi korban, sekarang Anya juga diperlakukan sama." ujar Lukman penuh amarah.
"Kalau begitu, kamu punya alasan kuat kali ini. Untuk kali ini aja, kamu ingat Annara. Jadi kamu gak perlu lagi ikut campur urusan mereka." tegas Abi meyakinkan Lukman.
Lukman yang tengah diselimuti kemarahan saat itu, tiba-tiba tersadar saat Abi mengingatkan tentang Annara. Saat ini, memang tidak ada yang lebih penting dibandingkan Annara.
Dengan menepuk punggung Abi, ia lalu mengucapkan terimakasih. Karena Abi sudah mengingatkan apa yang semestinya menjadi prioritas utama oleh Lukman.
"Makasih ya Bi, buat saranya." ucap Lukman.
"Iya sama-sama, nanti kami ikut ke tempat Annara ya. Mau besuk sekalian." ujar Abi.
"Boleh, nanti kita barengan kesana ya. Sekalian mau anter makanan buat Annara." sambut Lukman penuh dengan gembira.
"Emang paling bisa si Annara, manjur banget mantranya. Setiap kali namanya disebut didepan Lukman, masalah hilang seketika hahah." goda Abi pada Lukman.
Mereka yang tengah itu asyik melanjutkan percakapan, tiba-tiba mendengar suara Tomy dari belakang. Dengan gayanya yang sombong, ia berteriak menanyakan keberadaan Anya pada karyawana lainnya.
Lukman dan Abi yang hanya mampu terdiam dan menatapnya penuh kesal, hanya bisa mendengus kesal saat melihat tingkah lakunya. Entah sejak kapan Tomy mulai arogan seperti ini, membuat orang sekelilingnya merasa sesak dengan sikapnya.
Saat ia sudah menemukan keberadaan Anya, mereka berdua pun nampak tengah berbincang didalam ruangan. Lukman yang saat itu tak tau apa yang sedang mereka bicarakan, karena terhalang oleh pintu ruangan yang tertutup.
Pukul dua belas siang waktu itu, waktunya jam makan siang. Lukman yang teringat Annara, ia segera pergi ke rumahnya. Dengan senyum yang mengembang dipipinya, ia lalu membelikan makanan kesukaan Annara. Ia lalu bergegas menuju rumahnya saat itu.
"Ra ... ini aku Lukman." ucap Lukman sambil mengetuk pintu rumah.
"Kamu ngapain kesini Man, bukanya masih jam kerja?
__ADS_1
." tanya Annara yang masih dalam keadaan lemas.
"Aku bawain ini buat kamu, uda aku pisahin sambalnya. Tapi jangan dimakan juga ya, buang aja. Kamu gak boleh makan yang pedas-pedas dulu sama dokter. Yang berminyak juga jangan dulu." cecar Lukman dengan bawel.
"Makasih ya, maaf sudah ngerepotin kamu." jawab Annara sambil tersenyum manis.
Lukman yang saat itu berpamitan padanya, seketika menaiki motor dan meninggalkan Annara. Dalam hati kecil mereka berdua, saat ini hanyalah rasa bahagia. Entah kapan Annara menyadari bahwa itu adalah perasaan cinta. Lukman tidak pernah lelah menunggu perasaan Annara terbuka untuknya.
Ponsel milik Annara pun bergetar, ada sebuah pesan singkat wa dari Yasmin.
Isi pesan Yasmin.
*Ra, gimana keadaan kamu?. Uda mendingan belum, nanti sore aku mampir kesana ya. Aku juga mau ceritain tentang pak Baruna hari ini Ra.
Jelas Yasmin pada Annara*.
Annara yang nampak kebingungan, dengan isi pesan singkat Yasmin hanya menatap layar ponsel itu. Apa yang sedang terjadi dikantornya hari ini, semoga itu adalah hal yang baik. Annara yang sedang menyiapkan makananya itu, lalu segera memasuki dapur dan mengambil mangkuk.
Dengan cepat ia memakan bakso itu, setelah semua selesai ia pun segera mengambil obat dan meminumnya. Entah apa yang akan terjadi, jika dalam hidupnya tak mengenal Lukman dan keluarganya. Ia sangat beruntung, setelah ayah dan ibunya tiada masih ada orang yang begitu perhatian pada dirinya.
❤️
Lukman yang telah sampai dikantor, lalu melepas jaket miliknya, ia yang tak sadar dengan kehadiran Yasmin disisinya. Sontak membuatnya terkejut.
" Kamu aja yang terlalu sibuk lepasin jaket itu, makanya gak tau kalau aku uda disini." sahut Anya.
"Ada yang bisa aku bantu?, atau mungkin ada laporanku yang salah?." ujar Lukman sambil merapikan kertas yang bertumpuk di atas meja.
"Gak ada si, aku kesini mau ajakin kamu keluar nanti setelah jam pulang kantor. Ada yang pengen aku ceritain ke kamu, gak papa lah sambil ngopi-ngopi gitu. Mau ya please?." rengek Anya pada Lukman.
Lukman nampak berfikir sejenak, ia yang sudah terlanjur janji pada Abi dan Tyas begitu juga Annara dengan segera ia menolak ajakan Anya saat itu.
"Sebelumnya aku minta maaf ya, hari ini aku uda ada janji sama Abi dan Tyas. Kita mau ke rumah Annara, mau jengukin ia lagi sakit. Soalnya semenjak kepergian ibunya, dirinya sendirian dirumah. Jadi kami mau kesana buat nemenin sebentar." jelas Lukman pada Anya.
"Astaga, kenapa kamu gak kasih tau aku kabar sepenting itu?." pungkas Anya dengan segera.
"Maaf ya, aku waktu itu sibuk nemenin Annara disana." ujar Lukman.
Anya hanya bisa terdiam saat mendengar semua cerita Lukman, betapa beruntungnya Annara memiliki lelaki seperti dirinya. Lukman seakan tak mau pergi jauh, saat tau Annara sangat membutuhkan dirinya. Berbeda denga Tomy yang selalu kasar pada dirinya.
Apa ini yang namanya karma, Anya hanya bisa merenungi setiap kesalahannya terdahulu. Terselip rasa sesal jauh dilubuk hatinya, tapi ini sebuah takdir kenyataan yang harus dijalani Anya saat ini.
__ADS_1
Hari mulai sore, semua karyawan nampak meninggalkan kantor dengan segera, Lukman dan Abi beserta Tyas juga nampak segera meninggalkan kantor dan menuju rumah Annara. Anya yang sedari tadi memandangi mereka hanya dapat terdiam.
Rasanya, ia ingin sekali ikut mereka dan pergi ke rumah Annara. Meski hanya sekedar mengucapkan bela sungkawa dan menjenguknya. Tapi ia sadar, Tomy tidak akan pernah memberikan ijin padanya untuk hal itu.
Ia yang segera meninggalkan kantor saat itu, menaiki mobil miliknya dan menuju pada penjual bunga untuk memesan karangan bunga. Lalu ia pun memesan sebuah karangan bunga yang cantik untuk segera dikirimkan secepatnya.
...----------------...
**Happy Reading guys❤️
Gregetan gak sih kira-kira?
kapan Annara mulai sadar akan perasaan Lukman ya.
hihi sama aku juga.
pantengin terus kelanjutan ceritanya yah❤️
✓ Ditunggu vote dan kiriman hadiahnya.
✓ Ditunggu like dan komenya.
✓ Ditunggu juga kritik yang membangun buat othor dari kalian❤️🤗
...----------------...
Sekalian mampir kesini yuk, aku punya rekomendasi novel terbaik buat kalian baca❤️❤️**
**11. LOVE AFTER PARTING
(aYi)
Bagaimana jika dua orang yang sudah tidak memiliki ikatan pernikahan, bersama-sama merawat dan mengurus anak mereka?
Leonard Gladston, seorang dokter spesialis kandungan dan juga CEO sebuah rumah sakit besar. Harus menepati janjinya untuk merawat anak bersama mantan istrinya.
Eleanor Winston, mantan istri Leonard adalah seorang penerus perusahaan milik ayahnya, Robert Winston.
Leonard dan Eleanor menikah karena perjodohan dari kedua orang tua yang sedang melakukan kerjasama bisnis. Pernikahan bisnis itu tidak berhasil karena tidak adanya cinta di antara keduanya.
__ADS_1
Setelah bercerai, Leonard berjanji akan membantu mantan istrinya untuk merawat anak mereka.
Ingin tahu kisah mereka? Ikuti terus kisah Leonard dan Eleanor di Love After Parting**