
"Pa, Tomy mohon dengarkan sekali saja penjelasan Tomy!" teriak Tomy yang sudah tak berkutik karena tubuhnya sudah tertahan oleh dua seorang security disana.
Bagaimana mungkin hal ini bisa kembali membuat dirinya mengulangi kebodohan yang tak pernah berujung. Dia menyia-nyiakan semua kepercayaan yang telah Anya berikan kepada dirinya. Terlebih lagi Roni, ia sangat kecewa mendapati sikap menantunya itu.
Dia bersumpah tidak akan pernah mempertemukan ia kembali dengan putri beserta cucunya.
Dan akan secepatnya mengurus perpisahan putrinya dengan Tomy, agar tak ada lagi waktu bagi dirinya untuk menyangkal setiap perbuatan yang ia lakukan dibelakang Anya.
Dengan langkah penuh keraguan serta mata yang sudah menitihkan air mata semenjak ia diusir secara paksa oleh mertuanya dikantor, Tomy segera menuju rumah Roni sambil menaiki sebuah ojek.
Ia yang tak lagi mendapatkan semua fasilitas dan kenyamanan rumah mewah Roni, kini harus menjalani hidupnya penuh dengan penderitaan kembali. Hanya bisa berharap, bahwa istrinya dirumah dapat mempercayai semua perkataannya dengan baik.
Tapi sayang, kali ini Roni lebih dulu tiba dirumah dari pada dirinya. Roni yang sudah dikuasai oleh amarah, segera menuju kamar Anya dengan cepat. Saat itu, pintu kamar terbuka lebar karena Anya sedang bermain dengan putrinya Nami.
"Pa," Anya terkejut mendapati Roni masuk begitu saja tanpa sepatah katapun.
Tangan Roni terlihat membongkar seluruh isi lemari pakaian Anya tanpa harus bertanya terlebih dahulu. Seluruh baju Tomy ia keluarkan dengan cepat dari dalam lemari baju itu, dan ia pun menarik sebuah koper milik Tomy disana.
Roni terus membuang baju-baju itu tiada henti kedalam koper. Dan segera menyeret koper itu untuk dibawa keluar kamar.
"Ada apa ini pa, tolong jelaskan pada Anya pa." pinta Anya pada Roni sambil membawa putrinya.
Bruukk
Koper itu terlempar seketika, dan seluruh pakaian yang berada didalam koper itu harus berhamburan keluar. Tomy yang baru saja datang, tak mampu lagi berkata apapun. Dan tak dapat lagi bersembunyi dibalik punggung istrinya demi menyelamatkan dirinya dari amarah Roni.
"Pergi kamu dari rumah ini, mulai hari ini dan seterusnya kamu bukan lagi anggota keluarga kami. Dan satu hal, jangan pernah berani lagi menampakkan wajah kamu dihadapan putri beserta cucu saya lagi. Akan saya urus surat perpisahan kalian secepat mungkin!" umpat Roni.
Anya yang masih kebingungan dengan semua amarah Roni disana, hanya bisa menatap penuh kesedihan melihat Tomy saat itu. Pasalnya ia sangat sedih melihat pria yang sangat dicintainya itu dengan keadaan begini, dan dia tak dapat berbuat banyak lagi untuk dirinya.
Tanpa bertanya, Tomy pun meninggalkan rumah mewah itu sambil menyeret koper miliknya. Tak ada kata perpisahan diantara keduanya, hanya saling menatap penuh kesedihan. Nami yang saat itu menangis dengan begitu kencang mengiringi kepergian Tomy tuk yang terakhir kalinya dari rumah itu.
Hatinya begitu hancur dan sedih ketika harus terpisah kembali dengan dua orang belahan hatinya. Mereka terpisahkan tanpa ada harus sebuah kata perpisahan.
__ADS_1
"Kamu, mulai hari ini papa dan mama yang akan menjaga kamu dan Nami,!" ujar Roni.
Sementara istrinya yang tengah memeluk Anya disana juga tak dapat berkutik sedikitpun kali ini. Ia yakin, bahwa kemarahan suaminya kali ini ada sebuah hal yang fatal telah dilakukan oleh menantunya itu. Sambil menangis tersedu-sedu, Anya kembali kedalam kamar dan menceritakan semua tentang kejadian dimalam pesta hari itu.
Mama Anya yang mendengarkan semua penjelasan putrinya tersebut, mencoba menghubungkan dengan semua cerita Tomy waktu itu pada dirinya. Dan mungkin memang benar adanya, jika kemarahan Roni suaminya kepada Tomy didalangi oleh kehadiran seorang wanita disana.
"Kali ini, kamu harus percaya kepada papa kamu ya. Lihat dirinya, betapa besar cinta kasih yang sudah ia curahkan ke kamu. Meskipun kamu sudah melukai hatinya dan bermain api dibelakangnya, ia tetap membuka tangannya dengan lebar dan menerima kalian disini. Dia takkan pernah membiarkan kamu sendirian dengan semua kesusahan diluar sana. Jika memang papa terkesan kasar, itu sudah sangat manusiawi bagi seorang ayah yang memiliki insting untuk melindungi putrinya dari orang-orang tak baik sayang. Dan kali ini mama yakin dengan pilihan papa, pasti ini yang terbaik untuk kamu dan Nami kedepannya" tuturnya.
Anya yang sudah kehabisan kata lagi untuk membela Tomy, hanya bisa tertunduk malu dan meratapi semua nasib buruknya. Dia berharap, ini adalah kebodohan dirinya untuk yang terakhir kalinya disepanjang hidupnya dan takkan terulang kembali.
🖤
Sementara Lukman yang tengah menjemput Annara dikantor, menceritakan semua peristiwa ini pada dirinya.
Annara yang masih terkejut saat mendengar kabar ini, sangat merasa sedih dan terpukul. Dirinya kali ini benar-benar tak bisa lagi membantu menyelamatkan Anya dari semua ulah Tomy. Ia saat itu hanya bisa menitihkan air mata untuk Anya beserta putrinya.
"Kenapa kamu nangis sayang?" tanya Lukman.
"Aku sedih," ungkap Annara.
"Yah, kita memang tak dapat berbuat banyak lagi untuk mereka mas" tutur Annara yang tengah menangis dipundak Lukman.
Sepanjang jalan, Annara hanya bisa meratapi keadaan Anya penuh kesedihan. Ia membayangkan jika semua ini terjadi pada dirinya, mungkin dirinya tidak akan jauh lebih kuat dari pada Anya.
Dia yang menatap Lukman penuh cinta dan kasih sayang yang begitu besar lalu memeluk tubuh lelaki itu sekuat mungkin. Dia sungguh beruntung dapat memiliki lelaki sepertinya, lelaki yang mampu menerima segala kekurangannya dalam setiap keadaan apapun.
Dan mampu menemaninya dalam kondisi terpuruk sekalipun.
"Terimakasih ya mas," ucap Annara sambil berbinar-binar kedua bola matanya.
"Eh, makasih apa dulu nih" goda Lukman yang masih tengah fokus menyetir.
"Semuanyaaaa" sahut Annara penuh dengan bahagia.
__ADS_1
"Kalau gitu, cium dulu" goda Lukman.
"Iih kamu nih," jelas Annara sambil mencubit perut Lukman yang sedikit buncit.
"Aakh,sakit tau" ujar Lukman kesakitan dan tertawa lepas.
......................
...Annara Putri Candrawati...
Pada akhirnya, sebuah cinta akan berlabuh pada tempatnya.
Dan cinta bukanlah sebuah perlombaan yang patut dimenangkan, melainkan hanya patut diperjuangkan.
Sekuat apapun kita pertahankan cinta itu, jika memang bukan berlabuh pada tempatnya pasti akan terlepas juga.
Jangan pernah siakan orang yang sudah hadir dan dikirim oleh Tuhan untukmu.
Karena hanya dia yang akan mampu menjagamu tanpa mengeluh sedikitpun.
Karena jika kamu sudah kehilangan dirinya nanti, hanya sebuah penyesalan yang terlambat datang pada dirimu.
Wanita itu, memiliki dunia yang begitu luas. Saat kamu memberikan sebuah berlian maka ia akan memberikanmu dunianya. Dan jika kamu memberikan dirinya sebuah kekecewaan, ia akan mampu memberikanmu sebuah kesakitan yang begitu dahsyat dalam hidupmu.
...TAMAT...
...----------------...
Happy reading guys 🤗
semoga masih pada betah disini yah❤️
✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.
__ADS_1
✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️
✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️