Lelakiku

Lelakiku
Karangan bunga


__ADS_3

Sesampainya Lukman dan Abi beserta Tyas dirumah Annara, mereka segera masuk ke dalam rumah. Annara yang terlihat sibuk menyiapkan minuman, dihampiri Lukman yang membawakan sekotak kue untuk disuguhkan pada Abi dan Tyas.


"Aku tadi mampir beli ini, tolong siapin juga ya buat mereka." pinta Lukman dengan lembut.


"Iya aku siapin habis ini ya." sahut Annara sambil mengaduk teh dalam gelas.


Lukman yang saat itu tengah membawa nampan berisi air minuman, di ikuti oleh Annara yang membawa sepiring kue untuk Tyas dan Abi. Terlihat meraka berdua tengah tersenyum jahil memandang Lukman dan Annara yang berjalan berdampingan.


"Ngapain repot-repot segala si Ra." ucap Tyas sambil membantu Annara.


"Eh, gak kok. Ini yang nyiapin Lukman." sahut Annara dengan senyuman.


"Udah deh, yang ada saling muji satu sama lain nanti. Yang ada kami dicuekin, dan serasa dunia milik berdua entar." goda Abi pada mereka berdua.


"Apaan si." ucap Lukman pada Abi sambil melempar bantal sofa.


"Udahan berantemnya, silahkan diminum dan dinikmatin kuenya. Maaf ya gak bisa nyiapin apa-apa buat kalian." jelas Annara.


"Justru kita yang repotin kalian Ra, kami kesini cuma mau jenguk kamu dan mau ucapin bela sungkawa sedalam-dalamnya." ujar Abi sambil memberikan buah tangan, satu keranjang buah.


"Makasih ya, sudah repot-repot begini. Minta do'anya buat ibu juga ya." pinta Annara.


"Iya, pasti Ra." sahut Tyas.


Mereka semua terlihat menikmati perbincangan dan hidangan yang disuguhkan oleh Annara. Tak terasa hari sudah mulai gelap, pukul enam sore waktu itu. Abi dan Tyas juga bergegas untuk berpamitan pada Annara dan Lukman. Disaat yang bersamaan, Lukman juga ikut berpamitan pada Annara. Sontak memancing Abi untuk menggoda mereka berdua.


"Nah, kamu ngapain ikut pamitan segala Man. Bukanya ini rumah kamu juga." sindir Abi bertubi-tubi.


"Sial*an loe." pekik Lukman lirih.


Annara dan Tyas hanya mampu tersenyum melihat mereka berdua yang selalu bertengkar layaknya kucing dan seekor tikus. Saat mereka berjalan ke arah teras rumah Annara, berhenti sebuah mobil box yang menurunkan sebuah karangan bunga didepan halaman rumahnya.


Annara yang mencoba menyipitkan ke dua matanya, seakan ingin membaca tulisan pada karangan bunga tersebut. Nampak seorang wanita yang berjalan menuju ke arah mereka dari balik mobil box. Ternyata itu Yasmin.


"Yasmin, kamu yang kirim karangan bunga ini?." tanya Annara pada temanya itu.


"Hah, aku gak mampu beli beginian Ra." sahut Yasmin.


Mereka semua saling menatap penuh tanya, sampai akhirnya kurir menghampiri mereka untuk menanda tangani nota kiriman bunga tersebut. Dengan segera Annara menanda tangani itu, dan bertanya pada kurir tersebut.


"Mas maaf, nama pengirim bunga ini siapa ya?." tanya Annara.

__ADS_1


"Maaf mba, disini tidak tertulis namanya." ucap kurir karangan bunga tersebut.


Kurir tersebut lalu berpamitan pada mereka semua, disusul Abi dan Tyas juga berpamitan. Saat itu, Lukman yang nampak mendekati karangan bunga tersebut tidak menemukan siapa nama pengirim bunga itu. Ia pun lalu menghampiri Annara yang berdiri dengan Yasmin, untuk berpamitan dan berkata ia akan mencari tahu siapa pemilik karangan bunga ini.


"Balik dulu semua. Titip Annara ya Yas." ucap Lukman.


Yasmin yang mengerlingkan mata ke arah Annara saat itu, segera menggoda temannya itu.


"Kedip dong Ra, betah amat liatinya. Gak di ambil ambil si, keburu di ambil orang. Apa aku aja yang ambil gimana?.goda Yasmin.


"Enak aja, cari yang lain. Masih banyak stok kan kamu?." ledek Annara pada Yasmin.


Annara lalu mengajak Yasmin untuk segera masuk ke dalam rumah. Dengan mata penuh curiga pada Yasmin, ia pun mencecar Yasmin dengan banyak pertanyaan.


"Ada kabar apa dikantor?, kayaknya penting banget. Sampai-sampai kamu sempetin dateng kemari cuman mau bahas soal itu." pungkas Annara.


"Ini soal pak Baruna, kemarin lusa pak Baruna keliatan bawa seorang wanita gitu masuk ke dalam ruangannya." jelas Yasmin.


"Lalu, apa yang aneh kalau gitu?. Bagus dong, kesempatan kamu buat genit sama pak Baruna pupus juga akhirnya." tukas Annara sambil tertawa kecil.


"Loh, justru aku kesini tuh buat ngadu ke kamu Ra. Emang kalian berdua gak ada hubungan?, kamu gak cemburu dengar kabar ini." tanya Yasmin penuh curiga.


Annara hanya ingin menjaga privasi bosnya itu, meski didepan temanya sendiri. Ia menganggap, apa yang belakangan dilakukan ia dengan pak Baruna bukan untuk konsumsi publik.


"Tunggu ya, aku bikinin minum dulu. Makan aja dulu itu kuenya Yas." jelas Annara.


"Eh gak perlu repot-repot Ra." sahut Yasmin sambil mengunyah kue yang ada didalam mulutnya.


"Gak repot kok, makan yang bener jangan kayak anak kecil. Mulut masih penuh, masih aja banyak omong." celetuk Annara.


Saat Annara tengah sibuk membuatkan minuman untuk Yasmin, ponselnya pun menyala. Sebuah pesan singkat dari nomor misterius yang tidak ia kenal muncul dilayar ponselnya.


Isi pesan singkat wa.


Sorry ya Ra, kami gak bisa datang di pemakaman ibu kamu waktu itu. Hanya karangan bunga yang bisa kami kirimkan untuk kamu.


Dengan memegang gelas yang berisi air teh hangat, ia pun mulai berfikir keras siapa orang yang tengah mengirimkan pesan tersebut. Ia tidak pernah melihat nomor itu sebelumnya.


"Kenapa Ra?." tanya Yasmin disebelahnya.


"Anu ini, pesan wa si tapi aku gak tau nomor siapa ini Yas." jelas singkat Annara.

__ADS_1


"Yaudah kali, kenapa terlalu dipikirin si Ra." celetuk Yasmin ketus


"Bukan begitu, ini nomor yang ngirim karangan bunga didepan itu. Tapi tetep sama si, gak bilang namanya siapa. Aku kan penasaran, siapa yang kirim itu sebenarnya." jelas Annara.


"Kalau dilihat dari kata-katanya si, itu dua orang kan. mereka pake kata kami, berarti lebih dari satu orang. Gak mungkin kalau pak Baruna, siapa lagi orang yang sekiranya deket sama kamu atau gak suka sama kamu." celoteh Yasmin panjang lebar.


" Siapa ya, dokter Rehan gak mungkin. Karena ia uda ngucapin kemarin, temen kantor gak mungkin. Kemarin kan uda dateng bareng kamu, temen kantor Lukman cuman Abi sama Tyas doang yang aku kenal. Jangan-jangan." jelas Annara


Dengan bersamaan mereka berdua menyebut nama Tomy dan Anya.


"Yah, sudah pasti mereka berdua si Ra. Kalau mereka kesini, juga gak bakalan mungkin kan. Mau ditaruh mana tuh muka iya kan?. Jadi mereka kirim diam-diam kayak begini." ujar Yasmin menggebu.


...----------------...


**Happy reading guys❤️❤️


terus dukung karya aku yah, jangan pernah bosen mampir kesini.


Aku tanpa kalian bagai butiran debu😂


✓ Ditunggu vote dan tap ❤️ nya


✓ Ditunggu like dan komenya


✓ Ditunggu komen yang membangun buat karya othor yah🌷


...----------------...


Sekalian mampir sini yuk guys, rekomendasi novel terbaik buat kalian baca❤️❤️❤️**



**12. COMPLICATED MISSION


(AdindaRa)


BrigPol Rychelle Olyvia harus menjalankan misi khusus yang memang dipersiapkan bersama kakaknya selama 6 tahun yang lalu saat ia kehilangan ayahnya (Iptu Ryan One). Ayahnya menghilang saat hendak menguak perjudian dan perdagangan narkoba terbesar di Kota Metropolitan.


Kini ia memutuskan untuk mengubah identitasnya agar dapat masuk di Kantor Besar Bank One Point yang mana dulunya adalah gedung tua yang digunakan sebagai tempat untuk berjudi dan perdagangan narkoba.


Misinya kali ini membuat Rychelle harus berhadapan dengan CEO Bank One Point, Alarick Berwyn yang dikenal berdarah dingin dan kejam. Rychelle juga harus berhadapan dengan Molly, tunangan Alarick yang juga menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) Bank One Point**.

__ADS_1


__ADS_2