Lelakiku

Lelakiku
Terlambat


__ADS_3

Ketika dirinya mencoba sekuat tenaga untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut, dengan enaknya Tomy menghalangi Lukman agar tidak terburu-buru meninggalkan kantor.


Perasaan penuh curiga terbesit di pikiran Lukman kala itu, ponsel miliknya bergetar dan ia mendapati sebuah pesan singkat yang dikirimkan Annara untuknya.


Mas, kamu dimana?. Kenapa belum jemput aku juga, aku dari tadi tungguin kamu didepan kantor. Aku takut mas, dari tadi aku diawasin sama laki-laki berjaket hitam. isi pesan singkat Annara.


Dirinya yang sudah diselimuti rasa takut dan cemas akan keselamatan istrinya, segera berlalu dan meninggalkan Tomy dengan begitu saja. Ia tak perduli apa yang akan terjadi esok hari, yang terpenting saat ini hanya istrinya.


Ia pun segera menyalakan mobilnya dan berlalu cepat menuju kantor Annara, setibanya disana ia segera turun dari dalam mobil dan tengah mencari-cari keberadaan istrinya. Dirinya sama sekali tak dapat menemukan istrinya didepan kantor saat itu. Sampai pada akhirnya ia menjumpai sejumlah kerumunan orang yang tengah berdiri ditepi jalan. Mereka semua terlihat sedang memperhatikan sosok seorang perempuan yang tergeletak ditepi jalan itu.


Kakinya gemetar saat melangkah pada kerumunan orang itu, dia berharap itu bukanlah istrinya. Sesampainya Lukman di tepi jalan itu, betapa kagetnya ia melihat sosok perempuan yang tergeletak itu adalah istrinya. Dengan cepat ia meraih tubuh Annara, dan menutupi sebagian bajunya yang telah robek di beberapa bagian.


Air matanya pun tak dapat lagi terbendung, dirinya hancur melihat keadaan istrinya saat itu.Terdapat luka lebam di beberapa wajah Annara, dan darah segar mengalir disela bibirnya. Dengan sekuat tenaga, ia menggendong tubuh Annara untuk masuk ke dalam mobil dan menuju rumah sakit.


Ia meletakkan Annara dibangku belakang dan ditutupi oleh jaket miliknya, dengan segera ia memacu kecepatan mobilnya di atas rata-rata. Dirinya berharap, istrinya masih bisa bertahan dan diselamatkan saat tiba dirumah sakit nanti.


Setibanya mereka disana, dengan cepat Lukman meminta bantuan sejumlah perawat untuk membawa istrinya tersebut segera masuk dan mendapat perawatan terbaik. Betapa beruntungnya mereka berdua, dokter jaga saat itu adalah Rehan. Dokter yang dulu menangani ibu Annara dengan begitu baik.


Terlihat Rehan dan sejumlah perawat memasuki ruangan untuk segera menangani Annara didalam, Lukman hanya bisa terduduk lemas dan menyesali perbuatannya pada istrinya hari ini.


Maafkan aku sayang, aku mohon kamu yang kuat didalam sana. Aku yakin kamu bisa lalui semua ini dengan baik. gumam Lukman.


Dengan menutupi wajahnya, ia mencoba untuk sembunyikan kesedihannya saat itu. Setelah satu jam lamanya ia menunggu, akhirnya dokter beserta perawat keluar dari dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"Anda keluarga Annara?," tanya Rehan padanya.


"Saya suaminya dok, bagaimana keadaan istri saya didalam. Apakah semua baik-baik saja?," jawab Lukman yang juga keheranan mengapa dokter tersebut mengenali nama istrinya.


"Oh, jadi anda suami Annara. Perkenalkan saya Rehan teman istri anda. Annara didalam masih dalam keadaan baik-baik saja, dia tadi dibawah pengaruh obat bius. Untuk sejumlah luka juga sudah diobati dengan baik. Saya kira Annara telah mendapat pelecehan seksual hari ini, karena ada beberapa luka memar juga didaerah vitalnya. Dan maaf, sepertinya Annara juga mengalami guncangan yang begitu hebat. Kenapa sampai bisa terjadi seperti itu?," tanya Rehan yang berempati pada keadaan Annara.


"Ini semua salah saya," jawab Lukman singkat setelah mendengar beberapa penjelasan dari Rehan.


"Yasudah, ada baiknya kamu temani dia didalam," ujar Rehan sambil menepuk punggung Lukman.


Dengan tangan yang lemas, ia membuka pintu kamar begitu pelan. Entah apa yang akan ia ucapkan pada istrinya tersebut, saat menatap matanya nanti. Terlihat Annara tengah terbaring dalam keadaan sadar, tatapan matanya yang kosong menatap langit-langit kamar rumah sakit. Membuatnya tak bergerak sedikitpun melihat ke arah Lukman.


Ia pun mendekati istrinya tersebut dan duduk disampingnya, sambil menggenggam tangan Annara Lukman mencoba berinteraksi dengan istrinya saat itu.


"Hai sayang, tolong maafkan suamimu yang bodoh ini yah. Terimakasih kamu masih mau bertahan dan kuat demi aku," ucapnya lirih sambil menci*m lembut tangan Annara.


"Aku janji, akan balas perbuatan keji yang sudah kamu alami ini. Akan aku cari siapa orangnya," ucap Lukman yang terbawa emosi.


Kali ini ternyata kata-kata Lukman mampu membuat Annara untuk memberikan respon. Air matanya jatuh begitu saja, Lukman yang mengetahui respon dari istrinya tersebut segera mengusap air mata itu.


"Terimakasih kamu masih mau percaya denganku," ucapnya bahagia.


Flashback ingatan Annara.

__ADS_1


*Saat itu, terlihat Annara tengah duduk di sebuah bangku panjang tepat berada didepan kantornya. Dirinya yang tengah menunggu Lukman untuk segera menjemputnya tak kunjung datang.


Tanpa ia sadari, dirinya sudah lama diawasi gerak geriknya oleh seorang pria berjaket hitam disebrang jalan. Karena dirinya merasa tempat itu sudah sepi, dan semua teman kantornya juga sudah pulang ia lalu memutuskan untuk berjalan dan menyebrang ke tepi jalan yang terlihat ramai.


Saat ia tengah berjalan, disitulah Annara mulai menyadari bahwa dirinya telah diikuti oleh sosok pria tersebut. Degan cepat jari-jarinya mencoba menghubungi Lukman melalui sebuah pesan singkat saat itu. Tapi na'as baginya, dirinya yang belum sampai di tepi jalan yang begitu ramai orang tiba-tiba tanganya ditarik oleh sosok pria tersebut.


Sekuat tenaga dirinya menjerit minta tolong saat itu, tapi apa daya jeritan itu tak sampai didengar orang yang berada disebrang jalan lainnya. Dengan sigap sosok pria tersebut membungkam mulut Annara dengan sehelai kain bewarna hitam yang telah diberikan obat bius.


Tak butuh waktu lama, obat itu dapat bekerja dengan baik. Dalam hitungan detik, tubuh Annara terkulai lemas dan tak sadarkan diri. Pria tersebut dengan sigap melampiaskan aksi bejatnya itu pada Annara, dengan leluasa ia setubu*i Annara disebuah taman kantor yang tak terlalu jauh dari kantor Annara.


Dirinya yang terus melampiaskan aksi bejatnya itu, membuat Annara mengalami luka pada bagian vitalnya. Setengah jam berlalu, Annara saat itu mulai tersadar dari tidurnya. Matanya mencoba melihat dengan jelas siapa pria dihadapannya itu, belum sampai ia berteriak minta tolong pria tersebut melayangkan pukulan pada wajah Annara dan membiusnya lagi.


Sampai pada akhirnya, ia harus tertidur ke sekian kali dibawah pengaruh bius tersebut*.


Sementara dirumah, ibu yang terlihat cemas sedang menunggu kedatangan Lukman dan Annara yang tak kunjung pulang. Dirinya sangat khawatir, kenapa sampai selarut ini mereka berdua belum juga terlihat kedatangannya.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.

__ADS_1


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️


__ADS_2