Lelakiku

Lelakiku
2 minggu


__ADS_3

Semenjak kejadian hari itu, sekarang tepat dua minggu berlalu. Baik Tomy dan Febrian, keduanya mendapatkan hukuman yang setimpal dengan apa yang mereka perbuat. Dengan kesaksian Annara pada sidang waktu itu, juga sudah menjadi bukti yang cukup kuat untuk tindak kejahatan mereka.


Kali ini, Tomy benar-benar sudah tidak berkutik melawan Annara dan Lukman. Wajahnya yang memerah hanya tertunduk malu saat pertemuan sidang putusan diantara mereka. Sikapnya yang arogan pun mendadak hilang dalam sekejap.


🖤


Saat ini, Annara yang sudah terlihat mulai ceria kembali ia lebih memilih untuk menyibukkan dirinya dikantor. Ia menjalani rutinitas pekerjaan seperti biasanya, hingga jam kantor pulang tiba.


Kali ini, Lukman yang belajar dari kejadian hari itu sekarang ia menjadi lelaki yang paling siaga di mata Annara. Dirinya selalu berupaya datang tepat pada waktunya.


"Hai sayang," sapanya lembut dari dalam mobil.


Annara hanya tersenyum dan mengerlingkan matanya memasuki mobil. Mereka lalu meninggalkan kantor Annara dengan segera, kali ini Lukman ingin mengajak istrinya untuk bermalam disebuah hotel. Karena besuk adalah hari libur, ia ingin mengajak istrinya untuk melepaskan penat sejenak.


Mereka berdua terjebak dikemacetan jam pulang kerja, terlihat begitu padat merayap jalanan saat itu. Untuk menghilangkan penat, ditengah padatnya jalanan Lukman lebih memilih untuk memutar sebuah lagu kenangan mereka berdua.


Diputar lagu itu dan terlihat keduanya melantunkan secara bersamaan. Annara yang sambil bergelayutan di pundak Lukman membuat suasana saat itu menjadi semakin syahdu.


Setengah jam berlalu, mereka berdua akhirnya sampai di tempat penginapan tersebut. Lukman sengaja memesan sebuah kamar yang berada di lantai atas. Ia memilih kamar tersebut, karena pemandangan kota saat malam hari terlihat sangat cantik dengan berbagai warna lampu dari balik jendela kaca kamar. Suasana lampu yang temaram dan hawa yang sedikit sejuk, membuat malam itu terlihat semakin indah.


Terlihat sebuah makan malam yang sudah siap dipesan oleh Lukman tiba dikamar mereka, dirinya lalu meminta tolong pada pegawai hotel tersebut untuk menatakan makan malam tersebut dengan rapi diatas meja yang sudah disusun sebuah lilin. Saat semua sudah siap, ia pun lalu dengan segera memberikan kejutan pada istrinya.


"Eh, mas kok gelap." tanya Annara yang melirik ke sebuah meja degan cahaya lilin temaram.


"Kejutan, hehe maaf ya sayang. Semoga kamu suka untuk semua ini, aku nggak pandai dalam berkata ataupun memberikan kejutan. Tapi aku akan selalu berusaha yang terbaik untuk kamu," ujar Lukman sambil menyambut tangan Annara.


"Aku tau itu, terimakasih untuk semua kasih sayang yang kamu berikan mas." sahut Annara bahagia.


Mereka berdua nampak terlihat menikmati hidangan tersebut, sambil menatap kemerlipnya lampu kota dan terangnya bintang serta rembulan malam itu. Bagi Annara, Lukman adalah lelaki terbaik dalam hidupnya. Begitupun sebaliknya, Annara adalah perempuan yang terbaik bagi dirinya.

__ADS_1


Kekurangan mereka saling ditutupi dengan kelebihan mereka masing-masing. Dan cinta mereka saling menguat sejalannya waktu.


"Emmmbbb," terlihat Annara menutupi mulutnya saat mengunyah makanan.


"Kenapa sayang?, coba minum dulu." sahut Lukman segera melihat keadaan istrinya.


Namun Annara yang tak tahan menahan rasa mual yang begitu hebat ia hanya berlari ke arah kamar mandi tanpa menghiraukan suara Lukman. Sementara Lukman yang sangat khawatir tentang keadaan Annara, ia segera mengikuti istrinya ke dalam kamar mandi.


"Hooeeek hooeeek," suara muntahan Annara.


Lukman hanya bisa memberikan pijitan ringan untuk Annara yang tengah berdiri sambil menunduk menuntaskan semua isi dalam perutnya.


Dengan wajah yang sedikit berkeringat, ia lalu membersihkan sisa-sisa air yang menempel diwajahnya.


"Aku akan buatin teh panas buat kamu sayang," ujar Lukman yang segera mengambil sebuah gelas dan membuat minuman panas untuk Annara.


Annara hanya mengangguk patuh.


"Terimakasih ya mas, maaf jadi menyusahkan kamu." serunya sedih pada Lukman.


"Sayang, sudah kewajiban aku sebagai suami kamu. Gimana apa sudah enakan?, atau kita ke rumah sakit aja. Aku takut kamu kenapa-napa." ucapnya cemas.


"Mungkin aku cuman masuk angin dan kelelahan aja mas, cuma butuh istirahat aja kayaknya." jelas Annara meyakinkan Lukman yang terlihat cemas.


"Baiklah, sekarang kamu istirahat dulu ya. Kalau besuk masih belum enakan kita pergi ke dokter untuk periksa keadaan kamu ya," ujar Lukman yang masih terdengar cemas.


"Iya mas," sahut Annara lesu.


Malam itu pun dilewati Lukman dengan menjaga istrinya sepanjang malam. Ia memijat ringan kaki Annara sampai tertidur pulas, dirinya pun memakaikan sebuah selimut pada tubuh Annara. Dan mendaratkan sebuah ciu*an hangat dipipinya.

__ADS_1


Tanpa disadari, Lukman tertidur dengan posisi duduk diatas tempat tidur sambil menghadap tubuh Annara. Pagi itu, Annara yang terlihat bangun lebih awal dari Lukman memilih untuk tidak membangunkan suaminya itu. Dirinya menyadari, bahwa Lukman pasti telah berjaga sepanjang malam untuk dirinya. Tetapi dia sangat kasihan melihat posisi tidur suaminya yang kurang nyenyak untuk tidur. Dengan lembut ia menitah tubuh Lukman untuk berbaring diatas tempat tidur.


Karena kantuk yang begitu berat, membuat Lukman saat itu hanya mengikuti tangan Annara. Tanpa membuatnya terbangun dari tidurnya, sementara Annara pagi itu terlihat sibuk memainkan ponsel miliknya untuk membuka sebuah artikel tentang kondisinya yang dialami saat ini.


Lalu dia menemukan sebuah artikel untuk dibaca dan artikel tersebut menunjukkan hal yang sama dengan kondisi dirinya saat ini. Dengan sedikit ragu, ia segera memesan kurir untuk menuju ke apotik. Tidak berselang lama, kurir tersebut membunyikan bel kamar Annara.


Annara yang terlihat membuka pintu kamar dengan segera, lalu mengambil sebuah kantong putih yang berisi pesanan dirinya. Terlihat sebuah alat test pack tengah diambil Annara dari sebuah kantong tersebut. Dengan hati yang sedikit berdebar, jantungnya di buat tak karuan saat pertama kali memegang alat tersebut.


Karena ini adalah hal pertama yang ia lakukan, jadi dirinya sangat begitu berhati-hati dan membaca setiap petunjuk yang tertera pada kemasan alat tersebut. Ia menyiapkan segala alat yang ia perlukan dikamar mandi, dengan perasaan sedikit canggung ia lalu memulai tes tersebut dengan baik.


Dirinya lalu, memulai mencelupkan alat test pack tersebut ke sebuah wadah kecil bening yang diletakkan diatas wastafel kamar mandi. Dirinya lalu menunggui alat tersebut dengan wajah yang penuh harap, tiba-tiba dari luar terdengar sayup suara Lukman memanggil dirinya.


"Sayang, kamu dimana?," pekik Lukman yang setengah sadar dari tidurnya sambil mengucek ke dua matanya.


"Sebentar mas, aku disini." Teriak Lukman dari arah kamar mandi yang tengah tertutup.


"Kamu kenapa lagi didalam?, boleh aku masuk." tanya Lukman dengan segera.


"Nggak papa, anu jangan masuk. Aku anu, pokoknya jangan masuk." jawab Annara kebingungan mencari alasan.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️

__ADS_1


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️


__ADS_2