Lelakiku

Lelakiku
Jagoan kecilku


__ADS_3

"Pak, tolong bantu istrinya" seru salah seorang perawat kepada Lukman, agar membantu membenarkan posisi bayinya saat di sus*i.


Lukman beranjak dari tempat duduk yang tak begitu jauh dari Annara. Ia pun dengan sigap membetulkan posisi kepala baby boy menghadap persis ke dada Annara.


"Terimakasih pa" ucap Annara menirukan suara khas seperti anak kecil.


Senyum Lukman mengembang sempurna melihat istrinya masih saja bisa menjaili dirinya. Ia begitu bangga dengan istrinya, selain hatinya yang begitu lembut ternyata ia adalah seorang wanita yang kuat. Mungkin inilah yang disebut sebagai pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya.


"Sayang, kamu belum mengadzani anak kita" jelas Annara yang masih sibuk dengan bayi kecil itu.


Lukman yang tersadar akan hal itu, dengan cepat ia menarik sebuah kursi untuk didekatkan pada ranjang Annara. Dan ia terlihat mulai duduk dibangku itu, seraya menunggu anaknya selesai menyu*u pada mamanya.


"Sudah belum ni, boleh nggak ikut papa sebentar" rayu Lukman pada bayi kecil tersebut, ia masih terlihat sibuk dengan aktivitasnya.


Tak berapa lama kemudian, Annara sudah mulai menjauhkan wajah bayi kecil itu dari dadanya. Ia pun memberikan bayi tersebut kepada Lukman yang sudah menunggu dengan sabar disana.


"Bismillah" ucapnya saat mengangkat tubuh bayi kecil tersebut dari pangkuannya, ia pun mulai terlihat mendekatkan bibirnya ke arah telinga kecil itu dan segera mengumandangkan adzan.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)


Hayya 'alashshalaah (2x)


Hayya 'alalfalaah. (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)


Laa ilaaha illallaah (1x)


Terdengar lantunan adzan yang cukup merdu dibacakn oleh Lukman. Ia sangat mendalami hal ini, baginya ini adalah momen paling penting dihidupnya. Begitu pun juga anaknya, ini adalah momen terpenting di awal kehidupannya.


Sesaat adzan tersebut dilantunkan, ia pun mengusap lembut rambut anaknya sambil meniup dengan lirih ke arah ubun-ubun putranya sebanyak 3x. Hal ini sudah jauh hari ia siapkan dengan baik dengan bertanya kepada ibunya. Dan semua hal yang ia lakukan sekarang ini, adalah hal yang sama persis dengan ayah Lukman lakukan dulu kepada dirinya dan Chia adiknya.


"Alhamdulillah, sekarang siapa namaku pa" dengan gemas Annara masih menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


"Kita kasih nama siapa yah" Lukman terlihat berpikir sejenak.


Kali ini Annara ingin jika putranya mendapatkan nama penuh dari papanya.


"Baiklah, jagoan kecil papa mulai hari ini bernama Abercio. Sebuah nama sederhana dan memiliki arti yang mendalam. Papa dan mama berharap nama yang sederhana ini kelak dapat menghantarkanmu menjadi pribadi yang baik di masa hadapan" ujar Lukman menyematkan sebuah nama untuk puta kecilnya.


"Aamiin pa, Cio sangat suka dengan nama ini" sahut Annara mewakili isi hati putranya.


"Betul, kita panggil kamu Cio ya sayang" pungkas Lukman.


Cekleek Krieet


Beberapa orang memasuki ruangan kamar Annara, terlihat keluarga Roni yang kala itu juga mengantar ibu beserta adik Lukman kesana.


Mereka semua memancarkan wajah yang begitu bahagia menyambut anggota baru. Dengan penuh antusias, bayi kecil tersebut menjadi rebutan. Semua orang ingin sekali menggendongnya, dan menci*nnya.


"Yang paling bener, ya omah resminya dulu dong ma yang gendong. Mama belakangan abis ini Anya" terdengar Anya menggoda manja mamanya yang juga berebut ingin menggendong lelaki kecil tampan itu.


Mamanya hanya tersipu malu dan menutupi mulutnya yang tengah tersenyum.


"Alah alah sayang, cucu omah sudah lahir. Ganteng sekali kamu le ... anak siapa nak?" seruan khas orang tua jika baru pertama kali menjumpai cucunya.


"Loh iya, tapi kamu gantengnya kelewatan le. Melebihi ayahmu ini." goda ibu Lukman.


Annara hanya tersenyum lepas mendapati godaan dari ibu mertuanya tersebut. Sementara Lukman yang berdiri tepat disamping Annara terlihat cemberut dengan kidungan ibunya.


"Sekarang, sama nenek sini. Coba liat gantengnya kelewatan banget ini, namanya siapa sayang. Kok bisa Lukman dapetin anak cowok secakep ini. Hahah" sindir mama Anya yang meledek habis-habisan Lukman hari ini.


Sepertinya hari ini memang harinya Lukman, dia jadi bahan ejekan dari orang-orang sekitarnya yang menyambut bahagia pangeran kecil tersebut.


"Namanya Abercio panggil saja aku Cio nenek" sahut Annara ditempat tidurnya sambil duduk dan bersandar.


"Namanya bagus sekali, apa artinya Man" Roni juga terlihat nimbrung dalam suasana kala itu.


"Artinya anak lelaki pertama pak" dengan santun ia menjelaskan nama yang sederhana itu.


"Wah bagus, simpel tapi memiliki makna yang begitu bagus" ujar Anya yang berdiri tepat disamping mamanya sambil menggendong putri kecilnya.

__ADS_1


Mereka semua terlihat berbaur dan hanyut dalam suasana saat itu, tapi tidak dengan Tomy. Ia tampak sedikit menjauh dari keberadaan mereka, dan memilih diam sambil memandangi dari kejauhan. Dirinya masih ragu saat ingin mendekat, ragu untuk mulai membuka percakapan. Ragu jika Annara masih tak menginginkan dirinya berada disana. Hatinya diselimuti kebingungan yang teramat dalam.


"Tom, ngapain lu diem dipojokan sana. Ayo sini, kamu nggak mau nyambut anggota baru ini. Paling enggak dia sudah bisa manggil kamu paman lo ini" ujar Lukman yang mencoba merayu menantu Roni tersebut.


Tomy yang mendengar sambutan Lukman kepada dirinya, memutuskan untuk berdiri dan berjalan mendekat pada mereka. Masih dengan muka yang sedikit datar dan canggung, ia coba untuk berbaur disana.


Anya menyadari, bahwasanya Tomy masih memiliki rasa takut saat bertemu Annara. Dirinya yang mendapati hal itu, dengan cepat berusaha menarik tangan Tomy untuk di ulurkan ke depan Annara.


"Selamat ya Ra" tangan Anya membetulkan tangan Tomy dan Annara untuk saling berjabat. Dan dia mewakili Tomy untuk berbicara disana.


Annara mengernyit sambil tersenyum ke arah Anya, ia sangat tahu apa yang sedang dilakukan Anya saat ini. Dengan santai Annara pun menjawab pernyataan tersebut "Makasih ya Tom".


Ia memosisikan bahwa yang berbicara barusan adalah Tomy.


"Maaf ya Ra, ya begini ini. Semenjak dia lama nggak ketemu sama aku jadi pendiam dan pemalu begini coba.Tapi aku tetap cinta sama dia ini" goda Anya yang meledek setengah mati pada Tomy.


Tomy pun akhirnya tersenyum ketika mendengar semua ocehan istrinya tanpa henti. Dia pun merasa bangga terhadap Anya yang sudah jauh berbeda selama ia tinggal. Kini wanita itu lebih dewasa dan dapat mengendalikan keadaan sekitar dengan baik. Jauh sekali dengan diri Anya yang dahulu.


"Oek Oek Oek" tiba-tiba Cio menangis dengan kencang.


"Eh, yank Cio nangis. Coba gendong gih, kayaknya dia mau kenalan sama kamu tuh" bujuk Anya.


Tomy yang berdiri disamping Anya, dengan wajah yang masih sedikit kaku. Mencoba menerima uluran tangan mertuanya untuk memberikan Cio.


Saat menatap bayi kecil itu, tak terasa matanya menitihkan air mata. Karena saat menatap wajah Cio untuk pertama kalinya, ia sangat melihat wajah Annara penuh dalam wajah Cio. Yang membedakan mereka hanya jenis kelamin saja, Annara perempuan dan Cio adalah lelaki.


Rasa harunya tak dapat lagi terbendung dengan baik, tanpa berkata ia pun segera mengusap air mata itu. Dan lebih memberikan Cio kepada ibunya untuk segera disus*i.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️

__ADS_1


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️


__ADS_2