
...“Saya terima nikah dan kawinnya Annara Putri Candrawati binti Candra dengan maskawin uang senilai dua juta rupiah dibayar tunai.”...
Suara Lukman menggema saat mengucapkan kabul dengan lantang, saat itu semua orang menyaksikan dengan penuh khidmat. Setelah ia selesai mengucapkan, penghulu dan para saksi dalam ruangan itu seketika mengucap "Sah,"
Keheningan diruangan itu seketika pecah, semua orang yang berada diruangan itu lalu memanjatkan do'a untuk ke dua mempelai.
Sementara itu, sesaat ijab sudah dilakukan Annara sudah mulai terlihat masuk dalam ruangan untuk menemui mempelai pria. Dengan mengenakan gaun putih yang cantik, dan riasan wajah yang sangat simpel tetapi elegan ia di tuntun dengan pelan oleh temannya Yasmin saat itu.
Semua mata orang diruangan itu tertuju pada kecantikan Annara saat itu, sinar wajahnya yang memancarkan kebahagiaan dan senyumnya yang begitu menawan pada hari itu. Dengan riasan bunga melati yang menjuntai panjang pada sisi rambutnya, membuat wangi bunga itu semerbak pada saat itu. Pelan tapi pasti, langkah kakinya menuju pada Lukman saat itu.
Disisi yang lain, Lukman yang sudah menunggu dirinya dengan senyuman termanis miliknya saat itu sudah berdiri tegap untuk menyambut dirinya. Ia memandangi istrinya itu dengan begitu lekat, bagaimana tidak mereka berdua dirias ditempat yang berbeda. Dan sudah dipingit oleh ibunya untuk tidak bertemu sebelum akad, dan baru kali ini mereka dipertemukan di altar pernikahan.
Annara sudah tiba disamping Lukman, dengan tangan sedikit gemetar ia meraih tangan sahabatnya itu yang kini telah menjadi suaminya untuk di ci*m. Lalu mereka berdua saling memasangkan cincin di masing-masing jari manis mereka. Setelah itu, Lukman yang meraih tubuh Annara untuk lebih mendekat pada dirinya segera menci*m kening istrinya itu.
Suara tepuk tangan bersahutan didalam ruangan kala itu, mereka berdua hanya tersipu malu saat itu. Saat itu acara berlanjut pada tamu undangan yang dipersilahkan untuk mencicipi makanan yang sudah disediakan. Dibawah tenda putih dengan hiasan bunga mawar putih yang begitu banyak beserta hiasan lampu yang menyoroti setiap ruangan tersebut. Seakan memberikan kesan mewah tapi sederhana pada acara tersebut.
Terlihat berjejer semua makanan diatas meja tertata dengan rapi, semua kursi juga di dibalut dengan kain bewarna putih dan pita gold. Para tamu undangan saat itu terlihat sangat menikmati makanan yang sudah disediakan. Mereka semua tampak terlihat bahagia pada hari itu, tetapi saat mata Annara mencari-cari seseorang dibalik kerumunan itu ia tidak menemukannya.
Ia telah mencari keberadaan Baruna saat itu, Annara sangat berharap bos nya itu bisa datang menghadiri pernikahannya kali ini. Karena bagi Annara, Baruna sudah berjasa besar dalam kehidupannya. Tidak berselang lama, semua teman mereka yang sudah mencicipi suguhan makanan saat itu menghampiri dan memberi ucapan selamat pada mereka berdua.
"Weh, sudah sah akhirnya. Selamat ya bro, jaga wanita kesayanganmu ini melebihi apapun." ucap Abi memberi selamat.
"Selamat ya Ra, semoga pernikahan kalian diberikan berlipat ganda kebahagiaan dan cepet dapat momongan." sahut Tyas.
__ADS_1
"Aku juga mau ngucapin selamat buat kalian berdua ya, nggak papa deh aku disalip. Ikhlas lahir batin, dari pada aku harus nungguin Annara ngejomblo lama banget kan kasihan." goda Yasmin pada Annara.
Semua teman mereka, terlihat antri memanjang dibelakang untuk saling bergantian mengucapkan selamat. Setelah itu, mereka semua pun diajak untuk berfoto dengan ke dua mempelai. Sikap Yasmin yang begitu dikenal ceria, sontak membuat heboh saat mereka melakukan pengambilan gambar untuk difoto. Mereka semua bahagia atas pernikahan Lukman dan Annara.
Sebagian dari mereka sudah pulang meninggalkan tempat itu, dan sebagian lainnya masih asyik menyantap hidangan prasmanan yang sudah disediakan. Sesosok pria memakai kemeja polos bewarna hitam dengan aksen silver, berjalan dari kejauhan menghampiri Lukman dan Annara saat itu.
Rupanya itu adalah Baruna, semua karyawan kantor yang memandang ketampanan Baruna saat itu mengundang mereka untuk berdecak kagum. Tanpa pasangan saat itu ia datang, dengan langkah pasti ia datang sendirian pada acara itu.
"Ra, selamat ya. Maaf saya datang telat." ucap Baruna pada Annara.
"Buat kamu juga, selamat ya. Tolong jaga Annara dengan baik." ucap Baruna kepada Lukman sambil berjabat tangan.
"Terimakasih ya pak, sudah mau datang diacara kami berdua." sahut Annara.
"Nggak masalah." jawabnya singkat.
Dirinya seakan belum rela melepas Annara bersama lelaki lain saat itu, tetapi ia dengan baik menyimpan dan menutup semua rasa kecewa pada hari itu.
"Terimakasih pak." ucap Annara setelah berfoto.
Hanya sebuah senyuman yang menjadi balasan dari perkataan Annara. Dan segera berlalu meninggalkan tempat itu.
Selanjutnya, datang sebuah keluarga yang menghampiri mereka berdua. Mereka semua terlihat begitu kompak, dengan mengenakan pakaian bewarna senada. Kali ini mereka adalah keluarga dari atasan Lukman bekerja, Roni bersama istri dan beserta anaknya datang. Tidak lupa terlihat sosok Tomy disana mendampingi Anya saat itu, dengan senyum manis Lukman menyambut kedatangan mereka bersama.
__ADS_1
"Waduh, om sudah punya menantu akhirnya ya." ucap Roni.
Sementara Anya beserta ibunya memberikan selamat pada Annara saat itu.
"Selamat ya Ra, kami turut berbahagia." ucap ibu Anya beserta Anya.
"Selamat." ucap Tomy pada Annara dengan singkat dan jutek.
"Semoga kalian berdua segera menyusul ya." seru Lukman dihadapan Tomy dan Anya.
Tidak ada jawaban yang keluar dari ke duanya, hanya pandangan mata yang saling menatap saat itu. Setelah itu, orang tua Anya yang menghampiri ibu Lukman yang tengah terduduk sendiri disebuah kursi memutuskan untuk mengobrol sejenak dengan istri sahabatnya itu. Mereka bertiga nampak berbincang dengan sesekali melemparkan senyuman.
Lain halnya dengan Tomy dan Anya, mereka berdua terlihat sedikit menghindar dari perbincangan orang tua mereka. Anya yang tengah sibuk membuat Tomy agar merasa nyaman saat itu sedikit kesusahan. Pasalnya, Tomy saat itu memang enggan untuk datang pada acara mereka tetapi terpaksa harus ikut karena mengikuti kemauan Anya.
Dengan membawakan beberapa makanan dan minuman untuk Tomy, Anya yang begitu terlihat antusias saat itu harus tertunduk lemas ketika semua makanannya ditolak oleh Tomy. Tujuan Anya membawa Tomy pada acara Lukman adalah agar Tomy tersadarkan dengan kenyataan apa yang ada dihadapannya. Ia sangat ingin Tomy segera melupakan Annara yang sejatinya sudah menjadi istri orang saat ini.
...----------------...
Happy reading guys 🤗
semoga masih pada betah disini yah❤️
✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.
__ADS_1
✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️
✓ Ditunggu juga kritik dan saran yang membangun buat othor 🌷