
Krieettt
Suara pintu kamar rumah sakit terdengar dibuka oleh seseorang dengan perlahan.
Tak lain dan bukan, mereka adalah teman sekantor Lukman dan Annara yang mau menyambut keluarga kecil baru.
Karena dikamar juga masih terlihat Roni beserta keluarganya, Abi dan Tyas pun menyapa bos mereka tersebut sambil menyalami satu persatu.
"Haiii" ucap Yasmin berjalan menuju Annara.
"Selamat ya bro, sudah jadi bapak muda. Kamu selangkah lebih maju dariku hahah" seru Abi dan Tyas yang mendekat kepada Lukman.
Terlihat juga Baruna disana, ia sedikit berbeda dengan yang lainnya. Dengan gaya cool-nya, ia hanya melihat keadaan sekitar.
Sementara Yasmin beserta Abi dan Tyas sedikit terkejut melihat kehadiran Tomy disana, dan Anya sudah menggendong seorang anak. Mereka semua hanya saling menatap satu sama lain, seraya menyampaikan isi perasaannya lewat sebuah kode.
Annara yang melihat wajah temanya seketika berubah melihat Tomy dan Anya, lalu ia mencoba mengajak mereka berbincang untuk mengalihkan pikirannya.
"Tante Yasmin, apa itu buat aku?" ucap Annara yang menanyakan kado ditangan Yasmin.
"Eh, iya dong sayang" Yasmin seketika tersadar dari lamunannya dan menaruh kado itu tepat disisi Annara.
"Sebenarnya itu bukan dari Tante Yasmin sayang. Itu dari om, pak de, om bos, gimana ya kamu manggilnya." Yasmin kebingungan memilihkan panggilan untuk Baruna.
"Oh, ini dari om Baruna. Terimakasih banyak ya om" sahut Annara yang segera membenahi ucapan Yasmin.
Baruna yang mendengar ucapan Annara sedikit mendekat ke ranjangnya. Masih sama dengan sebelumnya, ia masih terlihat dengan gaya yang santai disana. Dirinya pun sedikit kesal saat mendapati Tomy disana, pasalnya ke dua lelaki ini pernah adu tonjok demi Annara.
"Hai, ini jagoan mama Annara ternyata. Syukurlah kamu mirip sekali dengan mama mu, sangat tampan" serunya seraya menyindir Lukman.
Lukman yang mendengar celetukan Baruna hanya mendengus kesal, pasalnya hari ini ia adalah korban serangan bully dari semua orang karena anaknya memiliki ketampanan lebih dari dirinya.
"Makasih ya om" pungkas Annara.
"Jagoan tante ini siapa namanya," tanya Tyas
"Panggil aku Cio ya" ucap Lukman yang tidak mau kalah didepan Baruna.
__ADS_1
"Bagus namanya," Tyas mencoba mengambil bayi kecil itu.
Mereka terlihat saling berebut menggendong Cio disana, karena memang Cio sangat menggemaskan. Ia terlahir dengan berat badan 4kg beserta memiliki panjang 53cm, pipinya yang merah merona terlihat sedikit chubby. Itu yang membuat daya tarik dari semua orang yang disana.
Yasmin yang diliputi rasa keingintahuan yang begitu besar, lalu mendekat ke arah Tomy saat itu.
"Kamu Tomy kan?" tunjuknya sambil mencoba mengenali wajah Tomy yang sudah sedikit berubah akibat kumis tipis beserta brewoknya yang tipis.
Tomy hanya mengangguk mendengar suara Yasmin.
"Pangling ya sama Tomy, benar ini Tomy" Anya mencoba melindungi suaminya.
"Iyah, aku tadinya berpikir pernah ketemu dia tapi kok beda gitu. hihih" ucap Yasmin yang asal ngablak.
Anya tersenyum ke arah Yasmin.
"Lalu bayi kecil ini, anak kalian" cecar Yasmin melontarkan pertanyaan bertubi-tubi.
"Iya, ini putri kecil kami" pungkas Anya.
Yasmin hanya mengangguk-anggukan kepalanya saat Anya menjelaskan. Ia masih terlihat sedikit bingung dengan mereka berdua, tapi setelah ia menyadari bahwa ke duanya sudah memakai cincin melingkar dijarinya masing-masing dirinya pun sudah mulai mengerti.
Annara pun lalu mencubit kecil paha Lukman yang berada di dekatnya, suaminya yang mengerti kode itu lantas mencoba untuk menyalip perkataan Baruna disana.
"Pak, terimakasih ya sudah antarkan ibu dan adik saya. Mari saya antarkan keluar pak" sahut Lukman memotong pembicaraan Baruna yang ditujukan pada Tomy dan Anya.
Roni sudah terlanjur kesal disana, ia hanya berlalu dari kamar itu dengan cepat dan mendahului istri beserta anak dan mantunya disana.
"Saya pamit pulang dulu ya Ra" ibu Anya terlihat menghampiri Annara dan menyelipkan amplop putih ke tangan Annara.
"Iya bu, terimakasih banyak sudah mampir kesini" Annara sedikit canggung dengan keadaan dikamar saat ini.
Kemudian mereka bertiga berjalan mengikuti Roni dan Lukman yang sudah jauh berada didepan. Saat mereka semua sudah terlihat masuk ke dalam mobil, Lukman pun melambaikan mobil ke arah mobil tersebut sambil sedikit membungkukkan badannya.
"Nggak sopan betul dia, ucapan saya nggak dihiraukan" Baruna tampak kesal dengan Tomy disana.
"Mungkin mereka terburu-buru pak" ucap Yasmin menenangkan atasannya itu.
__ADS_1
Dengan lembut, mertua Annara itu mencoba mempersilahkan Baruna untuk duduk disebuah sofa agar tidak capek berdiri sedari tadi. Karena ibunya Lukman mengetahui bahwa itu adalah atasan Annara, maka dirinya harus memperlakukan sebaik mungkin majikan menantunya tersebut.
"Pak Baruna sudah punya berapa anak?" tanya ibu Lukman membuat matanya melotot sekejap.
"Saya?" dengan ragu ia menunjuk dirinya sendiri.
"Iya bapak" sahut ibu Lukman.
"Saya istri juga kebetulan belum punya" jawabnya santai.
"Jangan terlalu lama sendiri pak, sekarang gadis sudah bening-bening dan pinter juga. Bapak seganteng ini masak satupun nggak ada yang mau mendekat?, berbeda dengan jaman ibu dulu. Perempuan masih terlihat sederhana dengan riasan wajah dan penampilan. Kami pun satu sama lain, juga menikah karena perjodohan. Tidak ada kata penolakan kalau dijaman ibu, karena waktu itu perintah orang tua nomor satu yang harus dijalankan. lah kalau sekarang, mau dijodohkan juga pada kabur sendiri-sendiri" ibu tetiba memberikan petuahnya panjang lebar.
"Hahahah" Yasmin tertawa terbahak-bahak diujung ranjang Annara, seakan lupa dengan keberadaan Baruna disana.
Annara segera memukul tangan Yasmin segera dan memberikan isyarat melalui matanya. Yasmin yang segera menyadari hal itu, langsung cepat-cepat membungkam mulutnya erat-erat.
Baruna yang duduk disofa hanya memandangi Yasmin penuh kesal. Bagaimana tidak, ia merasa tersudut kali ini.
"Bu, pak Baruna sudah ada jodohnya. Sebentar lagi mungkin bu" sahut Annara yang membela atasanya tersebut dengan segera.
Bagaimana bisa aku punya pasangan Ra, sementara jauh dilubuk hatiku masih terukir namamu dengan jelas. Memang semua ini salahku, rasa yang aku pendam belum sempat aku nyatakan. Tapi, hati ini rasanya enggan sekali beranjak untuk menghapus namamu disana, dia seolah sudah nyaman dengan satu nama yang menduduki disana. Aku harus apa dengan semua dilema ini. gumam Baruna.
Annara melihat Baruna tertunduk lemas saat dirinya berucap sepeti itu, Annara yang sudah mengenal bosnya itu dengan baik lalu menghentikan semua pertanyaan yang ia lontarkan tadi. Karena dirinya menyadari dari gesture Baruna sudah menolak pernyataan itu.
"Yas, apa masih lama disini. Saya harus pulang cepat" ucap Baruna ingin menyudahi kunjungan ia kali ini.
Dengan rasa penuh sesal Annara mencoba meminta maaf kepada Baruna disana. Tanpa ia duga, Baruna membalas permintaan maaf itu dengan manis. Yasmin dan Baruna kemudian berpamitan dari sana, sesampainya didepan pintu Baruna berpapasan dengan Lukman.
"Jaga istri dan anakmu dengan baik,jika tidak maka akan ada seseorang yang mengambilnya dari hidupmu" Ancam Baruna sambil menepuk punggung Lukman.
...----------------...
Happy reading guys 🤗
semoga masih pada betah disini yah❤️
✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.
__ADS_1
✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️
✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️