Lelakiku

Lelakiku
Menunggu dirimu


__ADS_3

"Eh bener kan yang aku bilang Ra, Lukman itu bagaikan super hero kamu." sindir Yasmin sambil melirik Annara.


"Udah ah makin ngaco kamu ini, gih diminum dulu. Maaf ya seadanya." ucap Annara kepada teman kantornya penuh sopan.


Saat mereka sudah meninggalkan rumah Annara, Lukman dan ibunya juga berpamitan padanya.


"Ra, ibu juga pamit dulu ya. Kasihan adek sendiri dirumah. Kalau ada apa-apa cepet telepon Lukman ya, ibu juga sudah siapin makanan buat kamu dimeja. Jaga kesehatan ya." jelas ibu Lukman padanya.


"Balik dulu ya Ra." sahut Lukman sambil tersenyum ramah.


"Makasih banyak ya kalian sudah mau bantu Annara, maafkan Annara sudah merepotkan sekali. Lukman hati-hati dijalan bawa ibu." seru Annara pada ibu dan Lukman.


Annara pun mengantarkan mereka sampai depan pintu rumah, sambil melambaikan tangan. Ia yang tengah sendiri lagi dirumah itu, segera memakan makanan yang sudah disiapkan oleh ibu Lukman. Duduk sendiri dimeja makan, ia sambil menatap kursi milik ibunya. Perlahan ingatnya terselip bayangan ibunya saat itu.


Kali ini, ia hanya tersenyum. Ia tidak ingin menangis lagi, hanya ingin bahagia. Karena ia yakin, ibu dan ayahnya sudah bahagia di alam sana. Hanya alam yang berbeda memisahkan raga mereka, tapi kenangan itu masih milik Annara.


❤️


Pagi itu disambut Annara dengan senyum manis yang mengembang dipipinya. Sambil berlalu dan berjalan menuju kantornya saat itu, ia memilih untuk memutar lagu kesukaannya. Saat itu, ia memang memilih untuk berjalan kaki saja ke kantor. Sambil menikmati indahnya pagi dan embun pagi hari itu.


Dengan kepala tertunduk, ia sibuk memainkan ponsel miliknya. Sampai ia tersadar, bahwa dibelakangnya ada yang sibuk membunyikan klakson untuk Annara. Ia pun segera moleh pada sosok lelaki itu.


"Eh, sejak kapan kamu disana sih?, maaf ya lagunya terlalu keras ditelinga aku. Jadi aku gak tau kamu uda lama disana." ucap Annara.


"Tunggu apalagi, ayo naik buruan. Nanti keburu siang kalau jalan kaki." pinta Lukman sambil memberikan helm milik Annara.


Lukman dengan segera memacu motor miliknya, sambil sesekali melihat kaca spion motornya. Ia merasa sangat bahagia, karena Annara mampu melewati hari itu dengan baik. Baginya, sangat berat hari itu untuk dilalui Annara. Tapi saat melihat senyum yang mengembang dibibirnya, ia yakin Annara adalah wanita yang kuat.


Annara pun segera turun dari atas motor Lukman dan mengucapkan terimakasih. Sesampainya dikantor, ruangan itu masih tampak terlihat sepi.


"Pagi mas." sapa Annara pada office boy didepannya.


"Eh mbak Annara sudah masuk. Saya turut berduka cita ya mbak, maaf saya belum bisa melayat kemarin." ujar Office boy.


"Iya, harus segera masuk biar gak sedih terlalu lama." jawab Annara sambil tersenyum.


Pukul tujuh pagi saat itu, semua karyawan lainnya berdatangan. Dengan penuh semangat, Annara yang saat itu tersenyum dan menyapa semua teman kantornya. Tidak lama kemudian, Baruna juga sudah datang.


"Ra, saya turut berduka cita ya. Maafkan saya belum sempat datang kemarin." ujar Baruna.


"Gak papa kok pak, saya minta do'anya saja buat ibu saya." sahut Annara.

__ADS_1


Baruna yang pagi itu tengah nampak sibuk, berlalu begitu saja dari hadapan Annara. Entah kenapa, rasanya kali ini sikap Baruna kembali dingin seperti sedia kala. Ia pun lalu melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk diatas meja. Terlihat Amar berjalan menuju meja Annara saat itu.


"Ra, yang ini udah beres ya. Udah aku lampirin berkas yang kamu minta. Tinggal minta tanda tangan dari pak Baruna aja." ujar Amar menjelaskan.


"Oh ok, makasih ya. Nanti aku cek lagi sebelum dibawa kedalam." sahut Annara.


Dengan cekatan ia memeriksa semua detail lampiran milik Amar, ia tak ingin ada kekeliruan disana. Lalu ia pun mulai mengetuk pintu kerja Barun.


"Permisi pak, boleh saya masuk?." tanya Annara berdiri depan pintu.


"Masuk." sahut Baruna.


" Maaf saya mau minta tanda tangan sebentar pak." jelas Annara.


"Ok, ada lagi yang bisa saya bantu?." celetuk Baruna.


"Sudah pak hanya ini, saya permisi dulu." ucap Annara.


Annara yang nampak bingung pada Baruna, ia semakin dibuat bertanya-tanya dalam hati.


"Ra, nanti makan siang bareng yuk." pinta Yasmin sambil mengejutkan Annara.


"Kamu ni, gangguin aja." celetuk Annara.


Di tengah obrolan mereka yang asyik, terlihat layar ponsel Annara menyala. Panggilan telepon dari Rehan membuat ponselnya berdering. Lalu dengan cepat ia menyambar ponselnya.


Suara Rehan, dokter ibu Annara.


Ra maafin aku ya, aku baru dengar kabar kalau ibu kamu sudah meninggal kemarin. Maaf aku belum bisa datang waktu itu, aku turut berduka cita ya.


Ucap Rehan.


Suara Annara.


Eh, gak papa kok. Lagian kamu juga pasti sibuk dirumah sakit, aku minta do'anya aja buat ibu ya.


Ucap Annara.


Dari semua teman Annara yang mengucapkan bela sungkawa untuknya, hanya Tomy yang seakan tak mau tau tentang kabar duka itu. Permintaan maaf pun tak terucap dari bibirnya tentang teror pesan berantai yang di buat oleh Tomy untuk Annara.


Saat jam makan siang waktu itu, Yasmin beserta teman kantor Annara lainnya nampak sedang menyeberangi jalan untuk menuju salah satu tukang siomay dekat kantor.

__ADS_1


"Bang siomay dua ya, satu pedes gak pakai kecap. Satunya campur." ucap Annara yang memesankan milik Yasmin juga.


Saat ia mau duduk dikursi sebelah Yasmin, tampak Baruna yang tergesa-gesa segera menaiki mobil dan meninggalkan kantor begitu cepat. Lalu ia pun bertanya pada Yasmin saat itu.


"Yas, kamu perhatiin sikap pak Baruna pagi ini gak sih?. Aneh banget kayaknya." ujar Annara.


"Enggak juga sih, aku lagi sibuk bikin laporan soalnya. Kamu ni, pilih yang mana si Ra. Semua diperhatiin, dipilih satu jangan digantung kayak jemuran semuanya haha." sindir Yasmin menggoda Annara.


"Kamu kira baju kotor dijemur semua." celetuk Annara yang kesal.


"Udah, duduk sini dulu. Keburu dingin ni siomay kamu anggurin juga. Nanti pulang kantor mau barengan sama aku gak?." tanya Yasmin.


"Maaf ya, aku uda janji sama Lukman. Jadi nanti aku dijemput dia." jelas Annara.


"Ceilaaah makin rapet aja si Lukman mepet kamu. Tapi tunggu dulu deh, aku tanya serius ke kamu. Kamu ada perasaan lebih gak si Ra buat Lukman?." tanya Yasmin penasaran.


Annara yang terkejut mendengar pertanyaan itu, ia lalu tersedak dan segera mengambil minuman didekatnya. Sambil mengunyah makanannya, Annara terdiam dan membayangkan. Apa iya selama ini ia suka pada Lukman, perasaan nyaman dan bahagia saat bersama sahabatnya itu apa bisa dibilang cinta.


❤️❤️❤️


**Happy reading guys


Uda penasaran belum, Annara bakal pilih siapa?


terus ikutin kelanjutan kisahnya ya❤️🤗


...----------------...


Jangan lupa mampir kesini juga ya, aku punya rekomendasi novel terbaik buat kalian❤️❤️**



MERUBAH NERAKA MENJADI SURGA


(Azzura)


Pernahkah kamu membayangkan, Hidupmu yang penuh kebahagiaan dalam sekejap mata berganti dengan duka dan nestapa? Bahkan nyaris serasa seperti di neraka!


Sadisnya, penderitaan yang begitu perihnya itu dihadirkan oleh sosok terdekat dalam hati dan hidupmu.


MIRIS. Demikianlah jalan hidup seorang Dara Herlambang yang yatim piatu.

__ADS_1


Lantas, bagaimanakah Dara melalui hari-harinya yang sarat dengan air mata dalam kondisi lumpuh dan diasingkan? Bahkan dipoligami oleh suami yang begitu dicintai.


Akankah, ia yang penuh dengan ketidakberdayaan mampu Merubah Neraka Menjadi Surga?


__ADS_2