
"Anya janji akan merubah Tomy lebih baik lagi pa." Pinta Anya sambil bersujud dikaki Roni.
Dengan segera mamanya menarik tubuh Anya untuk berdiri, tapi Anya yang masih bersikukuh tidak mau melepaskan tangannya dari kaki papanya.
"Coba kamu lihat, ia lebih mirip siapa?. Sikapnya yang keras dalam mempertahankan sesuatu, dan sulit untuk dirubah oleh orang lain. Bukankah semua itu sikap mu, lalu kamu ingin mencoba melawan semua sikapmu yang berada di dalam diri Anya?. Apa kamu mampu melakukannya." celoteh istri Roni.
Roni yang saat itu hanya terdiam, mencoba menarik kakinya dari dekapan Anya. Ia yang tak mampu lagi berkata-kata, memilih untuk pergi meninggalkan Anya beserta mamanya. Roni sadar tidak bisa berbuat banyak jika putri semata wayangnya itu sudah meminta sesuatu pada dirinya. Cerminan sikap Anya adalah dirinya, jadi kerasnya hati Anya dalam menentukan sebuah pilihan juga diturunkan oleh Roni.
Anya yang hanya bisa menangis saat itu, hanya bisa terduduk pasrah melihat keputusan papanya. Ia hanya bisa menangis dan meraung sejadinya kepada mamanya itu.
"Ma, tolong bantu Anya buat bujuk papa untuk kali ini. Anya sudah nggak tau lagi apa yang harus Anya lakukan." pinta Anya sambil memeluk erat tubuh mamanya dengan berlinang air mata.
"Iya, kamu tenang dulu. Biarkan papa untuk sendiri dulu, kita kasih papa waktu untuk berpikir. Mama akan selalu ada disamping kamu, kami juga akan berikan yang terbaik buat kamu sayang. Jangan sedih lagi ya, ada mama disini." tutur mama Anya sambil mengusap air mata dipipi putrinya itu.
❤️
Saat itu, Lukman yang tengah berada dikantor terlihat sedikit berlatih untuk merangkai kata-kata manis untuk wanita pujaannya itu. Ia seakan tak sabar untuk menunggu jam pulang kantor tiba, sambil tersenyum ia pandangi kotak hitam kecil yang berada ditangannya itu.
Ia berharap, kali ini tidak ada satu orangpun yang sanggup menghalangi niat baiknya ini. Karena selama ini, dirinya selalu mengurungkan niat baik ini berkali-kali tanpa sebab yang jelas.
Saat itu, jam pulang kantor pun tiba. Ia yang segera menyambar jaket miliknya dan berlalu penuh semangat ke arah parkiran motor. Dengan penuh percaya diri yang tinggi, ia lalu memakai helm miliknya dan segera memacu motornya.
Karena saat itu, tiba-tiba langit tampak mendung dan hujan lebat beriringan datang membasahi tubuh dan menghalangi pandangannya. Jalanan pun mulai licin, terlihat banyak pengendara untuk berteduh memakai jas hujan. Tetapi tidak dengan Lukman, ia memilih untuk menerobos air hujan yang begitu deras saat itu.
Karena ia tidak mau, sampai terlambat datang ditempat mereka membuat janji. Tanpa sadar ia memacu motor miliknya begitu cepat, di atas jalanan yang licin dan angin yang bertiup kencang.
Na'as, peristiwa yang tidak ia inginkan terjadi menghampiri dirinya saat itu. Sebuah mobil sedan berwarna hitam terlihat muncul tiba-tiba dihadapannya dan memotong laju jalan motor Lukman. Saat itu, Lukman yang terkejut dengan kedatangan sedan hitam yang secara tiba-tiba itu tak dapat menguasai laju motor miliknya.
Ciiiiiittttt Braaaaaakkkkk
Suara decitan rem motor dan hantaman mobil dan motor Lukman.
Tubuhnya yang terpental dari atas motor, membuat helmnya juga ikut pecah. Darah segar nampak mengalir dari hidung bibir dan bagian belakang kepalanya. Orang-orang yang berkerumun saat itu, mencoba memberi pertolongan pertama untuk Lukman. Salah seorang juga tampak terlihat sibuk menghubungi mobil ambulance disana.
Entah karena apa, Lukman selalu dihadang dengan begitu banyak masalah saat ia hendak mengutarakan perasaannya itu. Ditempat lain Annara yang tengah menunggu Lukman tak kunjung datang menjemputnya saat itu, terlihat mulai cemas dan sesekali melihat kearah ponsel miliknya.
__ADS_1
Tidak seperti biasanya Lukman terlambat hingga berjam-jam seperti ini. Ia tidak pernah telat sekalipun dalam membuat janji. Annara yang sibuk menelpon ponsel Lukman, tetapi tidak ada yang menjawab panggilan itu. Lalu iamemutuskan untuk menelpon ke rumah Lukman.
Kriing ... Kriing ...
Suara telepon rumah Lukman.
"Halo, iya ini siapa?." suara tanya ibu Lukman dengan nada gemetar dan menangis.
Perasaan cemas Annara semakin memuncak ketika mendengar suara ibu Lukman diujung telepon.
"Halo bu, ini Annara. Kenapa ibu menangis, ada apa bu?." tanyanya penuh kebingungan.
"Lukman Ra, Lukman kecelakaan. Sekarang ada dirumah sakit, ibu mau kesana. Ibu tutup dulu ya." jelas ibu dengan bergetar.
Annara yang terkejut mendengar hal itu, ia lalu bergegas memesan taxi online dan segera menuju rumah sakit saat itu. Entah sebuah kebetulan atau memang mereka ditakdirkan untuk selalu bersama, taxi online yang ia tumpangi beriringan dengan ambulance yang tengah ditumpamgi oleh Lukman saat itu.
Mereka berdua pun, bersamaan datang di rumah sakit yang tak jauh dari tempat mereka berdua membuat janji untuk bertemu. Annara yang segera berlari menuju mobil ambulance yang tengah dibuka oleh perawat saat itu, seakan tak percaya dengan apa yang dirinya lihat.
Tubuh yang berlumuran darah itu, adalah Lukman. Tangisnya pun pecah saat itu, ia terlihat mengantar Lukman menuju ruang UGD saat itu. Sambil bergetar bibirnya, ia selalu berkata "kamu harus kuat."
"Bu, Lukman." ucapnya dengan terisak-isak.
"Ibu yakin Lukman pasti kuat." seru ibu Lukman sambil memeluk wanita yang sudah lama didambakan oleh putranya itu.
Flashback Lukman dan ibunya.
*Bu, do'akan Lukman hari ini ya. Lukman akan mengutarakan isi hati Lukman pada Annara, dan Lukman juga akan melamarnya hari ini. Semoga Annara juga mempunyai perasaan yang sama seperti Lukman ya bu. Ibu senang kan, kalau calon menantu ibu adalah Annara.
Siapapun pilihan kamu, ibu akan selalu mendukung demi kebahagiaan kamu*.
Ibunya hanya sanggup meneteskan air mata saat mengenang ucapan putranya pagi hari itu. Tetapi ibunya yang sudah mengetahui niat baik sang anak untuk melamar gadis pujaannya ini tak ingin ia utarakan langsung kepada Annara.
Dirinya berharap, sang putra sendiri yang akan menyampaikan hal baik itu pada Annara. Tampak lampu ruang operasi dimatikan, pertanda operasi telah selesai dilakukan. Beberapa dokter dan perawat nampak keluar dari ruangan tersebut, lalu seorang perawat terlihat memegang kertas dan memanggil anggota keluarga Lukman.
"Anggota keluarga saudara Lukman?." ucap perawat.
__ADS_1
"Saya ibunya sus, bagaimana dengan keadaan anak saya didalam. Apa semua baik-baik saja sus?." tanya ibu Lukman dengan cemas.
"Pak Lukman masih dalam keadaan kritis bu, ada benturan keras dibagian belakang kepalanya yang mengakibatkan banyak kehilangan darah saat itu." jelas perawat.
...----------------...
Happy reading guys 🤗
semoga masih pada betah disini yah❤️
✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.
✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️
✓ Ditunggu juga kritik dan saran yang membangun buat othor 🌷
...----------------...
Mampir kesini juga yuk, aku punya rekomendasi novel terbaik buat kalian baca❤️❤️**
PENGANTAR BOX JUTAWAN
(Oktiyan)
Selamat @BramHero, kode akun xxxBRSuperHero! Ayo lanjutkan, permainan kode slot timun emas. Selangkah lagi menuju level tertinggi, ini adalah tahap awal kamu memenangkan hadiah sebesar 1.000.000.000 cek secara berkala dalam 24 jam, tarik dan proses uang akan dikirim ke akun bank dalam waktu 7hari.
Bram, seorang kurir sayuran box fresh! Mendapat sebuah pesan, misi dari sebuah system delivery. Akankah Bram tekuni setelah mendapat pesan misterius atau ia abaikan?!
__ADS_1
Simak kelanjutan, masuk tap love jangan lupa.