Lelakiku

Lelakiku
Persiapan kita


__ADS_3

Waktu itu, Anya yang telah tiba dirumah Lukman segera mengetuk pintu dengan cepat.


Tokkk ... Tokkk ...


Suara ketukan pintu Anya.


"Assalamu'alaikum," ucap Anya dibalik pintu.


"Wa'alaikumsalam," ibu Lukman menjawab sambil membuka pintu.


"Tante, Lukmannya ada?." tanya Anya.


"Oh nak Anya, ada kok. Mari silahkan masuk." titah ibu Lukman.


Sementara Anya yang tengah duduk di sofa sedang menunggu Lukman untuk keluar.


"Nya, sendirian aja kamu. Mana Tomy?." tanya Lukman dari arah belakang Anya.


"Iya sendirian aja, Tomy lagi sibuk dikantor. Maaf ya nggak bisa ikut jengukin kamu." ucap Anya yang menutupi Tomy dan dirinya yang tengah bertengkar.


"Nak Anya, ayo silahkan diminum." perintah ibu Lukman.


"Makasih ya tante, maaf Anya jadi ngerepotin. Kamu kok bisa si, jatuh sampai kayak begini Man?." ujar Anya.


"Nggak papa, kepeleset aja jalanan lagi licin waktu itu." sahut Lukman


"Biasa anak muda kalau lagi jatuh cinta emang suka lupa dunia." goda ibu Lukman pada putranya.


Anya yang saat itu hanya mengernyitkan alisnya, seakan tak tahu apa yang dimaksud oleh ucapan ibu Lukman.


"Terus, dirumah sakit kemarin siapa yang jagain Lukman te?." tanya Anya pada ibu Lukman.


"Siapa lagi kalau bukan Annara nak Anya. Ibu kan juga harus urusin adek dirumah." sahut ibu bahagia.


Anya yang hanya bisa terdiam melihat penjelasan ibu Lukman saat itu. Didalam hatinya, betapa beruntungnya mereka berdua ini. Lukman dan Annara mampu melengkapi satu dan lainnya dengan begitu baik. Mereka seolah tak akan membiarkan ada sedikit ruang kosong diantara mereka berdua. Semuanya terisi begitu sempurna oleh mereka, andaikan Tomy mampu melengkapi hal seperti itu betapa beruntungnya juga dirinya.


"Oia, ada sedikit bingkisan buat Lukman tante. Maaf papa dan mama belum bisa jenguk kesini ya tante." ucap Anya.


"Terimakasih ya, sampaikan salam tante pada ke dua orang tua kamu. Lain kali, nggak perlu serepot ini ya." jelas ibu Lukman.


"Kalau begitu, Anya pamit dulu ya tante. Man cepet baikan ya kamu." pamit Anya saat itu.


❤️

__ADS_1


Annara yang tengah dikantor saat itu, terlihat tengah duduk santai disebuah taman kantor sambil memainkan ponselnya. Dengan wajah yang begitu antusias, ia memandangi layar ponsel tersebut. Dirinya tengah memilih sebuah gaun yang akan ia kenakan nanti diacara pernikahannya dengan Lukman.


Jarinya yang tertuju pada gaun putih gading yang bernuansa simpel modern itu, lalu segera ia kirimkan pada Lukman saat itu juga.


Isi pesan singkat Annara pada Lukman.


Aku cocok nggak pakai ini, tanya Annara yang masih sedikit kaku pada Lukman. sambil mengirim sebuah foto gaun tersebut.


Balasan dari Lukman.


Cocok banget, sambil menyematkan emot tersenyum.


Saat itu, Annara memang tengah menyiapkan segala persiapan yang dibutuhkan ke duanya diacara sakral nantinya. Ia yang dipercaya Lukman dalam menyiapkan segalanya nanti. Hatinya begitu senang, bahkan hingga degup jantungnya terus berdegup kencang tanpa henti.


Flashback Lukman dan Annara.


*Karena semua sudah setuju dengan hal baik ini. Ada baiknya kita juga bergerak cepat mempersiapkan segalanya dari sekarang. Kalau aku, pengenya simpel aja nanti. Yang datang hanya kerabat dekat dan beberapa teman aja, karena buat aku penikahan itu bukan untuk dipertontonkan ke khalayak banyak karena sakral menurut aku.


Annara yang disampingnya saat itu hanya mengangguk patuh dengan permintaan Lukman. Mereka berdua satu pemikiran saat itu, jadi apa yang di inginkan oleh Lukman juga di inginkan oleh Annara*.


Ketika baju sudah siap untuk dipesan, Annara juga menyiapkan beberapa bingkisan yang akan dibawa kerabat dekat dan beberapa temanya pulang nanti. Dirinya pun memilih sebuah souvenir berupa tasbih kecil dan sebuah kitab suci Alquran. Ia berharap dengan simbol souvenir ini, rumah tangga mereka berdua kelak akan diberkahi dengan banyak untaian do'a yang tiada henti.


Selain itu, Annara juga telah memilih sebuah tenda yang berukuran sedang bernuansa putih gading dengan hiasan bunga mawar hidup bewarna putih. Dirinya ingin menciptakan suasana simpel tapi elegan, seperti apa yang di inginkan Lukman saat itu.


Dan tema undangan yang bernuansa putih ke emasan juga tidak lupa ia pesan hari itu untuk beberapa teman kantor dirinya dan Lukman. Masih belum banyak yang tau akan hal bahagia ini, ia berharap semua akan berjalan lancar dan baik sampai hari itu tiba.


Nampak Lukman dengan penuh ketrampilan saat itu, membalut sebuah kotak dengan pita bewarna gold yang membaluti setiap ujung kotak tersebut. Semua ia lakukan sampai pada kotak seserahan terakhir. Saat semua kotak sudah berjejer rapi diatas meja, ia pun mulai mengecek kembali semua isi kotak-kotak tersebut.


Perlengkapan alat sholat udah.


Perlengkapan make up udah.


Sepasang sepatu udah.


Satu setel baju udah.


Sebuah tas udah.


Satu set Alquran beserta tasbih udah.


Mahar udah. yang belum cuman ijab kabulnya aja ini, gumam Lukman dalam hati.


Baik Lukman dan Annara, mereka berdua tampak tak sabar menunggu hari bahagia itu tiba.

__ADS_1


Keesokan harinya, semua pesanan Annara yang sudah tiba dirumahnya saat itu dengan segera ia mempersiapkan beberapa undangan yang akan dibagikan pada teman kantor dirinya dan Lukman.


Sesampainya dikantor, dengan wajah merah merona karena menahan malu ia berikan undangan tersebut satu persatu kepada teman kantornya saat itu. Suasana hening saat itu seketika pecah menjadi riuh karena terdengar suara ucapan selamat dari semua teman Annara.


"Akhirnya pecah telur juga ni temen aku. Fix nggak bakal bisa aku langkahin kamu duluan kalau uda ada undangan begini sih. Selamat ya sayang." ucap Yasmin yang begitu antusias bahagia menyambut kabar bahagia tersebut.


"Makasih ya Yas, datang ya jangan sampai nggak datang." pinta Annara.


"Buat pak Baruna enggak ni?." tanya Yasmin mengejek temannya itu.


"Ada, ini uda aku siapin kok." pungkas Annara.


Tok Tok Cekreekk ...


Suara ketukan dan pintu terbuka ruangan Baruna.


"Eh kamu, masuk. Ada apa, ada yang bisa saya bantu?." tanya Baruna yang tengah duduk dikursi.


"Maaf pak, saya menganggu waktunya. Saya mau berikan ini buat bapak." ucap Annara sambil meletakkan sebuah kertas undangan diatas meja Baruna.


Alisnya yang bertaut satu sama lain, mengisyaratkan seolah dirinya terkejut dengan apa yang Annara berikan saat itu, seakan tak percaya dirinya melihat kertas itu bertuliskan nama Annara dan seorang pria disana. Bukan dirinya, melainkan orang lain yang akan bersanding dengan gadis pujaannya itu. Memang tidak pernah salah, jika Annara harus mengambil keputusan ini. Dirinya tidak pernah mengetahui jika Baruna menyimpan rasa untuknya. Bahkan Baruna juga tidak pernah mengutarakan perasaannya pada Annara sekalipun.


Dengan nafas panjang, ia menarik kertas tersebut sambil mengucapkan selamat pada Annara. Hatinya yang di buat remuk hari itu, tak mampu ia tutupi dari hadapan Annara.


"Baik pak, saya permisi dulu ya. Saya harap bapak berkenan untuk datang." pinta Annara sebelum meninggalkan ruangan Baruna.


"Saya usahakan," seru Baruna berpaling dan berlalu dari hadapan Annara.


Saat itu, Annara juga dibuat bingung kembali oleh sikap bosnya tersebut. Mudah sekali mood Baruna berubah-ubah, sampai terkadang dirinya bingung jika berhadapan langsung dengan bos nya tersebut.


Sementara dikantor Lukman saat itu, suasana sudah terlihat ramai dengan suara Abi dan teman sekantor lainnya yang memberi ucapan selamat pada Lukman. Terlihat Tomy yang sedang berada dalam ruangan pun ikut keluar dan memastikan sebenarnya apa yang tengah terjadi diluar.


"Dari Lukman dan Annara buat kita." ujar Anya pada Tomy yang baru saja keluar dari ruangannya.


Tomy yang bergegas mengambil kertas itu, lalu membukanya dengan cepat. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, apa yang selama ini ia takutkan akhirnya terjadi. Dirinya hanya mampu menatap Lukman beserta temannya dari kejauhan, dan lebih memilih pergi meninggalkan tempat itu.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.

__ADS_1


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️


✓ Ditunggu juga kritik dan saran yang membangun buat othor 🌷


__ADS_2