Lelakiku

Lelakiku
Pesta Anya


__ADS_3

"Kejutan ..." sambut keluarga, teman dekat dan beberapa rekan kerja Anya dikediamannya.


Hari ini Anya tepat berumur 28 tahun, di pertambahan usianya kali ini, dirinya telah menyandang status status baru sebagai seorang istri dan ibu. Rasanya sudah begitu lengkap hidupnya dengan kehadiran Tomy dan Nami.


Gemerlapnya lampu ditaman rumahnya, menjadikan suasana pesta terkesan mewah. Para tamu undangan juga memakai dress code yang telah ditentukan. Sementara Anya malam itu terlihat begitu anggun seperti layaknya seorang putri, dengan mengenakan gaun putih gading. Yang berjalan dengan penuh kepastian sambil menggandeng tangan Tomy.


Anya yang menebar senyum manisnya ke semua para tamu undangan, membuat banyak mata orang tersihir dengan kecantikan dirinya malam itu.


"Terimakasih untuk seluruh tamu undangan yang sudah hadir malam ini, terkhusus untuk orang-orang yang paling aku cintai dihidupku. Papa,mama,suami dan putri kecilku." sambut Anya pada para tamu undangan.


Tak berselang lama, sebuah kue tart yang menjulang tinggi dengan aksen keemasan telah dibawa ke hadapan Anya. Dirinya yang terkejut dengan kue itu, bahagia bukan kepalang. Yah, pesta ini memang sudah lama Tomy persiapkan untuk dirinya. Bagi Tomy dirinya ingin menebus setiap kesalahan yang telah ia lakukan pada Anya di masa lalu.


Setelah itu, kue pun dipotong dan dibagikan kepada seluruh tamu undangan. Dan kue pertama yang ia potong dia berikan kepada kedua orang tua beserta suaminya.


"Terimakasih yah kesayangan mama," ucap Anya yang mngecup manis Nami dan juga Tomy.


"Selamat ya Anya" sapa Annara beserta Lukman yang tak ketinggalan hadir di pesta malam itu.


Dirinya yang mengenakan gaun putih malam itu, tak kalah cantik dengan penampilan Anya. Dengan riasan wajah yang tipis, dan tidak terlalu mencolok membuat dirinya semakin terlihat anggun.


"Eh, kalian. Makasih ya sudah datang" sambut Anya penuh kebahagiaan pada Lukman dan Annara disana.


Saat mereka berlalu dari tempat itu, mata Tomy yang tak sengaja mengikuti kemana arah langkah kaki Annara berlalu tertangkap basah oleh Anya.


Dukkk


Anya menyikut perut suaminya disana. Dan sikutan itu cukup keras untuk membuat lamunan Tomy tersadar dengan cepat.


"Auww" Tomy mengerang.


"Diih, uda cantik begini masih aja lihatin sang mantan kamu" Anya terlihat menggerutu.


"Bukan sayang, kan mereka berpamitan. Jadi aku cuman mau membalas aja" kikuk Tomy yang tak bisa mengelak terlalu jauh dari Anya.

__ADS_1


Pesta malam itu cukup berjalan lancar sampai selesai.


Didalam kamar, Anya yang tengah membersihkan sisa-sisa make up-nya melontarkan sebuah pertanyaan jahil pada Tomy. "Apa aku tidak lebih cantik dari Annara?".


Tomy yang tengah bercanda dengan Nami terlihat cukup geli mendengar pertanyaan istrinya tersebut. Tak elak, ucapan itupun membuat hati Tomy merasa geli karena istrinya masih saja memcemburui Annara yang sudah sah menjadi istri orang.


"Eits, kenapa malah ketawa coba." ia kembali terlihat melipat ke dua tanganya sambil menekuk wajahnya.


"Liat deh Nami, mama kayak anak kecil ya. Suka ngambek" seru Tomy yang mengajak putri kecilnya menggoda dirinya.


Anya yang masih saja kesal melihat tingkah Tomy beranjak ke sebuah sofa dan meja panjang didalam kamarnya. Disana terlihat kado tengah bertumpuk menunggu untuk dibuka satu persatu. Dirinya pun membuka kado-kado itu dengan penuh antusias.


Kado pertama, terlihat terbungkus rapi dengan kertas kado bewarna gold. Terdapat kartu ucapan yang bertuliskan nama Abi dan Tyas saat itu, dan kado tersebut berisi sebuah piyama lengkap dengan sandal bulu kesukaan Anya.


"Iiih, makasih Tyas. Tau betul kesukaanku" ujar Anya yang tengah berbicara sendiri.


Sampai dengan kado-kado berikutnya, kali ini tanganya berhenti dan membuka sebuah kotak yang berukuran paling kecil disana. Kado tersebut paling mengundang perhatian dirinya.


Anya dengan cepat merobek kertas kado yang membalut kotak kecil tersebut, betapa terkejut dirinya menemukan sebuah foto dalam kotak kecil itu. Foto-foto itu membuat darahnya seketika berhenti mengalir, dan deru nafasnya terpacu lebih cepat.


"Jelaskan semua ini padaku," Anya yang sudah menangis sambil tertunduk.


Tomy yang melihat ke arah dirinya pun, cukup terlihat bingung. Pasalnya baru saja ia beserta istrinya itu tengah bersenda gurau. Karena panik, Tomy lalu beranjak berdiri dan meninggalkan Nami diatas tempat tidur.


Foto itupun dilempar ke arah Tomy sebelum dirinya sampai ditempat duduk Anya. Dirinya juga begitu terkejut mendapati foto-foto mesra bersama dengan Chyntia dahulu kala bisa sampai ke rumah ini.


Bukan hanya sebuah foto mesra saja, foto saat dirinya tengah tidur dengan Chyntia pun terpampang disana.


"Itu siapa?!, apa kamu masih bermain-main diluar sana!" umpat Anya yang tengah menahan tangisnya.


"Tidak, iniiii" kata-katanya terhenti karena Anya memilih untuk mendorong tubuh Tomy keluar kamar saat itu.


Anya pun terlihat mengunci rapat kamarnya dan tidak ingin melihat wajah Tomy lagi malam itu. Disaat yang bersamaan, ponsel miliknya yang berada disaku pun bergetar.

__ADS_1


"Gimana, bagus nggak fotonya sayang" sebuah pesan singkat Chyntia menggoda Tomy.


Tomy yang begitu kesal dengan ulah Chyntia saat itu, memilih untuk membalas pesan itu dengan nada sedikit mengancam.


"Hentikan ulahmu, atau aku akan melakukan sebuah tindakan untuk dirimu" balas Tomy.


"Tenang sayang, masih ada babak baru untuk kalian," sebuah balasan pesan Chyntia yang terlihat menantang balik Tomy.


Karena Tomy pun tak tahu dimana keberadaan Chyntia saat ini, ia pun tak bisa melakukan apapun untuk memperjelas semuanya pada Anya. Ia yang harus menerima tidur sendirian di ruang tamu saat itu, hanya bisa menghela nafas panjang. Sambil merenungkan, bagaimana hari esok dirinya akan menghadapi istrinya.


Dirinya yang susah tidur akibat gelisah, sampai pukul 3 dini hari ia pun masih terlihat belum terpejam sedikitpun. Sampai akhirnya ia pun membuat sebuah kopi didapur untuk dirinya sendiri.


"Tom, tumben jam segini kamu sudah bangun?" tanya mama mertuanya.


"Eh ma, iya nih Tomy lagi pengen bikin kopi." ujar Tomy menutupi masalah yang tengah terjadi diantara dirinya dengan Anya.


Mama yang masih saja penasaran disana, menunggui Tomy sampai selesai membuat minuman. Saat Tomy hendak menuju meja makan, mama pun menghentikan langkahnya sambil bertanya " apa kalian lagi bertengkar?".


Sontak pertanyaan itu membuat langkah kakinya terhenti.


"Mama tau betul, dulu mama dan papa juga sering seperti ini. Dan istri kamu persis seperti mama, saat sedang marah. Mama dulu juga tidak ingin dekat dengan papa jika masih dalam keadaan marah. Mungkin terkesan buruk ya, tapi bagi mama saat itu hanya ingin sendiri dan lebih memilih untuk menjernihkan pikiran dahulu ketimbang harus ribut besar dan lainnya." tutur mama.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️

__ADS_1


__ADS_2