Lelakiku

Lelakiku
Mantan masa laluku


__ADS_3

"Hai Tom, masih ingat diriku?" sebuah isi pesan singkat muncul dilayar hpnya ketika menggendong Nami putrinya.


Tepatnya 2 tahun silam, Tomy dan perempuan ini pernah memadu kasih. Keduanya sudah saling sepakat untuk menutup rapat hubungan mereka. Saat itu, Tomy yang masih menjadi kekasih Annara dirinya pun berjuang mendekati Anya yang sekarang menjadi istrinya.


Jadi dalam waktu yang bersamaan, dirinya bisa jalan dengan 3 wanita sekaligus. Karena waktu itu keduanya begitu lihai menutupi segala ulah mereka, sosoknya pun tak pernah dijumpai oleh Annara ataupun Anya.


Siapa dia. gumam Tomy, dahinya terlihat berkerut halus.


Dia pun lalu membalas pesan itu tanpa basa-basi lagi. " Siapa kamu".


"Temui aku sekarang dicafetaria, atau aku akan menemui dirimu dirumah" gertak isi pesan tersebut.


Tomy pun mulai tersudut dengan isi pesan tersebut, matanya mulai menengok kiri dan kanan. Seolah ingin memastikan bahwa hanya dirinyalah yang membaca pesan itu. Dirinya pun meletakkan Nami dengan penuh kehati-hatian, karena ia sudah tertidur pulas semenjak dalam gendongan Tomy.


"Mau kemana kamu malam begini sayang," tanya Anya yang baru saja memasuki kamar.


"Tunggu ya, aku mau ketemu sama Febrian sebentar." kelit Tomy mencoba mencari alasan.


Anya tak menghiraukan perkataan Tomy lagi saat itu, ia justru terlihat sibuk menyeruput susu hangat yang sudah ia buat untuk dirinya sendiri sambil membaca majalah.


"Aku pergi ya sayang," pamit Tomy sambil mengecup kening istrinya.


"Hmm" sahut Anya yang setengah kesal, karena Tomy masih saja keluyuran saat sudah dirumah seperti ini.


Dirinya yang saat itu diliputi rasa penasaran dengan siapa gerangan pengirim pesan tersebut, melesat begitu cepat ke tempat yang sudah ditentukan oleh orang misterius tersebut.


"Aku duduk dikursi paling ujung dekat jendela, mengenakan baju warna merah" isi pesan singkat dari orang tersebut.


Setibanya disana, Tomy yang sudah tiba di cafetaria tengah menelisik satu persatu setiap bangku disana. Terlihat sosok perempuan, berambut hitam sebahu dengan mengenakan kacamata tengah duduk sendirian disana sambil mengaduk isi gelas minuman miliknya.


"Tom," tebak wanita tersebut, ia pun sudah hafal betul dengan aroma tubuh Tomy. Hingga kehadiran Tomy pun dengan mudah ia tebak disana.


Dalam hitungan detik, wanita itu pun menoleh ke arah Tomy dengan senyuman.

__ADS_1


"Chyntia?" ekspresi Tomy begitu kaget saat menjumpai wanita tersebut adalah salah satu mantannya terdahulu.


Yah, ia masih sama dengan dahulu. Senyumnya yang manis, dengan suara khasnya yang begitu manja. Sejak Tomy memutuskan Chyntia begitu saja tanpa kepastian, sampai detik ini dirinya belum mampu menggantikan posisi Tomy dihatinya.


"Masih ingat diriku ternyata, aku kira kamu sudah lupain aku selamanya" ujar Chyntia manja.


"Kamu sudah punya anak berapa?" pungkas Tomy.


Wanita yang memiliki darah blasteran itu pun hanya tertawa lebar disana, ia tak percaya Tomy bertanya tentang seorang anak pada dirinya.


"Lucu ya kamu, gimana mau punya anak. Setiap main bareng kamu selalu pakai pengaman, gimana bisa jadi anak?" godanya.


Tomy pun mulai terlihat berpikir keras dengan ucapan Chyntia disana, keduanya saat itu memang sering melakukan hubungan sek* ketika masih berpacaran. Dan Chyntia selalu menjadi tempat pelampiasan setiap amarah dan kecewa dirinya pada kedua wanita lainnya.


Chyntia yang kala itu tengah bucin dengan Tomy, selalu menuruti semua nafsu bejatnya. Tak pernah terlintas dipikiran Chyntia bahwa dirinya akan mudah tersingkir oleh kedua wanita yang Tomy sendiri tak pernah mencintai mereka.


"Jadi kamu belum menikah?" ujar Tomy terselip nada penyesalan.


"Bagaimana mungkin aku bisa menikah, jika nama kamu masih melekat dengan begitu baik disana," celetuk Chyntia dengan menunjuk dada Tomy.


"Mau sampai kapan kamu berdiri disana, duduk dulu jangan tergesa-gesa" rayu Cynthia kepada Tomy yang semenjak tadi terus saja berdiri.


Tomy pun mengiyakan permintaan Chyntia disana.


"Aku tidak bisa terlalu lama disini" ujar Tomy.


"Untukku sudah tidak bisa lagi?," tangan nakal Chyntia mulai meremas tangan Tomy.


"Tidak Chyntia, jangan lagi. Kali ini aku sudah berkeluarga dengan Anya" jelas Tomy mencoba menolak tangan Chyntia.


"Oh, jadi tipu muslihat dirimu sudah tepat pada sasaran dong." Chyntia coba mengingatkan kembali ingatan Tomy.


Ucapan Chyntia saat itu dapat membuat Tomy terbungkam dengan sempurna, pikirannya yang teringat kembali dengan ucapan dirinya pada Chyntia saat itu terputar jelas dimemori ingatanya.

__ADS_1


"Bagaimana, pastinya kamu masih mengingat betul perkataan itu. Kamu mengucapkan hal itu tepat saat berada dalam kamar hotel denganku" tutur Chyntia yang semakin menyudutkan pikiran Tomy.


Dirinya yang tak mampu lagi membendung rasa bersalahnya itu kepada Anya, ia pun berdiri dari tempat duduknya bersama Chyntia disana. Dan lebih memilih untuk meninggalkan Chyntia sendirian.


"Pergi saja, kejadian ini sama persis dengan 2 tahun silam. Kamu lebih memilih pergi meninggalkan aku begitu saja, demi perempuan yang sama sekali tak pernah kamu cintai itu." jelas Chyntia menghentikan langkah kaki Tomy.


Dengan nada tegas penuh keyakinan, Tomy mematahkan ucapn Chyntia saat itu. "Aku sudah mencintainya".


"Aku pastikan cinta itu takkan bertahan lebih lama lagi, akan aku kirimkan sebuah cinta baru untukmu" gertak Chyntia sambil tersenyum licik.


Tomy yang tak menggubris perkataan itu, memilih berlalu dari tempat tersebut. Ia tidak mau jika lebih lama lagi berada ditempat itu, dan dirinya tak menginginkan jika Chyntia akan hadir dalam hidupnya kembali dan merusak bahtera rumah tangga dirinya bersama Anya.


Aku akan buktikan ucapanku kali ini, diriku tidak pernah main-main dalam hal percintaan Tom. Jadi sudah cukup kamu tikam semua perasaanku selama bertahun-tahun lamanya. gumam Chyntia.


Tepat pukul sepuluh malam, Tomy yang baru saja tiba dirumah. Saat membuka pintu rumah, tengah mendapati Roni yang terduduk dikursi kayu kesukaannya. Duduk sambil membelakangi Tomy disana, dirinya menanyakan dari mana gerangan mantunya tersebut hingga pulang larut malam begini.


Tomy pun hanya menjawab seperlunya pertanyaan Roni saat itu, ia tidak ingin jika sampai menggiring opini papa mertuanya lebih jauh lagi. Dirinya yang sudah berhasil mengelabui Roni segera masuk ke dalam kamar menyusul Anya dan Nami yang sudah tertidur lebih dahulu.


Saat mendapati istrinya yang tengah tertidur disofa sambil memangku Nami yang juga tengah tertidur pulas, Tomy mendekat pada keduanya dan memberikan ciuman dikening kedua wanita tersebut.


Saat ini, prioritas dirinya hanyalah mereka berdua.


Jadi sejauh apapun Chyntia berusaha dan berulah, Tomy akan selalu siap menghadapinya demi Anya. Ia akan siap menerima segala konsekuensinya nanti. Karena bagi dirinya, masa lalu itu tak pernah salah. Yang salah hanyalah waktu, mereka dipertemukan kembali dalam keadaan yang tak tepat.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️

__ADS_1


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️


__ADS_2