Lelakiku

Lelakiku
Bersiap


__ADS_3

"Aku beneran boleh ikut?." sahut Annara dengan matanya yang berbinar-binar karena bahagia.


"Iya Ra gak papa, temenin aku malam ini. Tapi kamu harus siap bertemu Tomy ya. Karena Anya juga ajakin Tomy malam ini." tegas Lukman.


"Ah, ada orang itu disana?." ucap Annara terkaget.


"Iya, kenapa emangnya?. Gak perlu canggung, kan ada aku disana." ujar Lukman meyakinkan.


Mereka berdua memutuskan untuk pulang sore itu. Setibanya dirumah Annara, Lukman mengingatkan Annara untuk segera bersiap dan akan dijemput pukul enam sore.


Hatinya begitu gembira, jantungnya berpacu lebih cepat. Tidak dapat dipungkiri, ada rasa kesal juga didalam hatinya yang akan bertemu Tomy untuk malam ini. Tapi dirinya yakin, Lukman pasti bisa menjaganya dengan baik.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul lima sore, ia lalu bersiap untuk mandi dan segera mengganti pakaian. Sore itu, ia lebih memilih untuk memakai pakaian casual. Celana jeans panjang yang dipadukan dengan kemeja biru langit, serta memakai aksesoris jam tangan dan rambut yang di kepang memanjang.


Penampilannya yang selalu sederhana tetapi menawan, membuat Lukman selalu kagum pada dirinya. Ia gadis yang sederhana tapi bernilai milyaran bagi Lukman. Saat pukul enam sore, Lukman yang sudah tiba tapi tanpa mengetuk pintu dan lebih memilih menunggu di kursi teras. Annara yang sudah siap, terlihat keluar dari dalam rumah dan bergegas mengunci pintu rumahnya.


Ia terkejut dengan kehadiran Lukman yang tiba-tiba sudah berdiri disana.


"Astaga, aku kira kamu bakalan telat. Jadi aku panik sendiri." jelas Annara.


"Enggak kok, aku gak pengen ganggu kamu aja waktu siap-siap." sahut Lukman dengan senyuman.


Annara yang hanya terdiam saat mendengar penjelasan Lukman, berbeda sekali saat dirinya bersama Tomy. Ia selalu tak sabaran, jika ingin mengajak Annara untuk bepergian. Tetapi, sungguh sangat berbeda dengan Lukman.


Mereka pun lalu menaiki motor, dan segera pergi ke rumah Anya. Lukman yang sesekali mencuri pandangan pada Annara pada kaca spion miliknya, tersenyum tersipu malu. Ia selalu terpesona dengan kecantikan Annara.


Mereka telah tiba dirumah Anya, mata Annara yang terbelalak melihat rumah bak istana itu segera turun dari atas motor. Hatinya berdecak kagum dengan rumah Anya saat itu, sungguh jauh jika dibandingkan dengan rumahnya. Pantas saja, Tomy lebih memilih untuk berselingkuh dengan Anya saat itu.


Lukman lalu mempersilahkan Annara untuk segera masuk ke dalam rumah, aksesoris rumah yang begitu mewah. Lampu rumah yang begitu megah memancarkan sinar yang tak biasa Annara lihat. Pembantu rumah Roni mempersilahkan mereka berdua untuk menunggu disofa ruang tamu.


Saat itu, Roni dan istrinya nampak berjalan menuruni anak tangga dengan bersamaan. Sementara Anya yang menggandeng Tomy keluar dari ruang tv. Betapa terkejutnya Tomy melihat Annara saat itu, Anya yang saat itu melihat wajah Tomy memerah padam lalu mengencangkan tangannya untuk memegang Tomy.


"Malam Man." ucap istri Roni mama Anya.


"Eh, udah bawa calon menantu Lukman ma." sahut Roni dengan tersenyum kecil.


Lukman hanya tersipu malu, saat mendengar ucapan Roni saat itu. Annara pun berjalan menuju Roni dan istrinya saat itu, untuk memperkenalkan diri.


"Selamat malam om dan tante. Perkenalkan nama saya Annara." ucap Annara lirih dengan sopan.


"Selamat malam, Tante panggil Ara saja ya." ujar istri Roni.

__ADS_1


"Kebetulan nama panggilannya itu ma." celetuk Anya disamping Tomy.


"Ahhh jadi kalian sudah saling kenal ya. Baguslah kalau begitu." pungkas Roni.


"Mari, kita langsung ke meja makan aja. Sudah Tante siapkan makan malam kita." ajak mama Anya.


Semua orang terlihat mengambil tempat duduknya masing-masing. Di meja paling ujung, terlihat Lukman tengah menarik kursi untuk Annara tempati. Mereka pun segera menyantap makan malam saat itu. Annara yang tak percaya dengan sikap Tomy saat itu, membuat dirinya sesekali melirik ke arah Tomy. Seakan tak percaya, Tomy yang ia jumpai saat itu lebih arogan dibandingkan Tomy dahulu.


Setelah makan malam usai, mereka semua terlihat berbincang di atas meja makan. Roni yang saat itu, membuka topik pembicaraan terlebih dahulu.


"Kapan rencana kalian buat ke jenjang lebih serius Man?." tanya Roni padanya.


"Hm, soal itu masih belum om." sahut Lukman singkat.


"Buruan dinikahi si Ara, nanti nyesel diambil orang Lo." sindir mama Anya pada Lukman.


Mereka berdua hanya memandangi satu sama lain, dan tersenyum malu.


"Kalau kita kapan ya sayang?." ujar Anya pada Tomy.


"Segera." sahut Tomy.


"Coba semua dipikirkan dengan matang dulu, jangan mengambil keputusan dengan gegabah." ujar Roni kesal, hubungan mereka berdua memang ditentang oleh Roni. Tetapi, Roni terpaksa memberikan restu untuk ke duanya demi putrinya Anya.


Karena Anya adalah putri semata wayang dikeluarga itu, semua yang di minta dirinya pasti akan terwujud.


"Kalau begitu, kita tunggu kabar baik dari kalian berdua ya Ra." Jelas Lukman sambil memegang tangan Annara.


"Eh, iya. Kita tunggu ya." sahut Annara lirih.


Hari berganti malam, jam menunjukkan pukul sembilan malam saat itu. Lukman dan Annara segera berpamitan pada semua anggota keluarga disana, dan mereka bergegas untuk pulang. Saat hendak menaiki motor, Lukman yang baru menyadari bahwa Annara tidak memakai jaket dari tadi. Langsung ia lepas jaket miliknya, untuk di kenakan pada Annara.


Annara hanya memandangi wajah Lukman saat itu, terkesima dirinya dengan semua perlakuan Lukman hari ini. Dirinya merubah mendung menjadi pelangi dihidup Annara.


Mereka yang segera meninggalkan rumah Roni, lalu memacu motornya dengan segera untuk pulang ke rumah.


"Ayuk turun Ra. Sudah sampai." ucap Lukman.


Ia yang mendapati Annara tengah tertidur dipundaknya, mencoba membangunkan Annara dengan perlahan tanpa membuatnya kaget terbangun dari tidurnya.


"Maaf ya, aku ketiduran tadi diatas motor. Abisnya enak banget tidur diatas motor, anginya adem." ucap Annara.

__ADS_1


"Lain kali kalau mau tidur bilang ya, biar aku bisa menepi dulu dan cari tempat istirahat buat kamu. Takutnya nanti terjatuh kalau kamu ketiduran tanpa pegangan." Jelas Lukman.


"Iya, lain kali aku bakal bilang. Maaf ya." ucap Annara yang sudah mengantuk berat.


"Gak perlu minta maaf Ra, aku cuma ingetin kamu aja." sahut lukman.


"Hati-hati dijalan ya, terimakasih buat hari yang begitu menyenangkan hari ini." ujar Annara.


"Sama-sama, aku balik dulu ya. Jangan lupa minum vitaminnya sebelum tidur." suruh Lukman.


Ia lalu meninggalkan Annara didepan rumahnya, dengan mengendarai motor miliknya ia memacu dengan cepat. Langit malam saat itu terlihat sangat cerah, penuh sinar bintang yang gemerlap diatas langit hitam. Dan pancaran sinar rembulan terlihat jelas dikaca spion motor Lukman.


...----------------...


*Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️


✓ Ditunggu juga kritik dan saran yang membangun buat othor 🌷


----------------


Mampir kesini juga yuk, aku punya rekomendasi novel terbaik buat kalian baca❤️❤️**




JANGAN HINA KEKURANGANKU


(Ocybasoaci)



Cyra adalah gadis yang terlahir dengan kelainan genetik, kebotakan sejak lahir. Dia dipaksa menggunakan hijab untuk menutupi kekuranganya. Keluarganya menganggap bahwa Cyra adalah pembuat malu. Dia juga sering mendapatkan kekerasan dari orang tuanya.


Karena bisnis keluarga terancam bangkrut, Cyra dijodohkan dengan Naqi (cucu pengusaha kaya) dengan perjanjian keluarga Naqi akan mengucurkan dana untuk bisnis orang tua Cyra.

__ADS_1


Di malam pertama, Naqi terkejut dengan kebotakan Cyra. Naqi marah karena merasa dibohongi. Bagaimana nasib Cyra? Akankah ia kembali mengalami kekerasan seperti yang dulu pernah dialami?


__ADS_2