Lelakiku

Lelakiku
Habis kau


__ADS_3

Dengan perasaan mendidih, ia saat itu menuju kantor dengan secepat mungkin. Karena sebentar lagi, jam kantor akan usai. Sangat kencang ia kemudikan mobil putih tersebut, dengan menggunakan kecepatan di atas rata-rata. Mata dan hatinya saat ini tengah gelap hingga dirinya juga tak mampu mengendalikan kendaraan dengan baik.


Ciiittt ...


Terdengar suara gesekan aspal jalan dan ban mobil milik Lukman yang di rem dengan mendadak.


Lukman segera turun dari mobil tersebut, ia lalu segera masuk menuju kantor saat itu juga. Terlihat disana semua orang tengah merayakan sesuatu sambil memegang segelas minuman ditangan mereka masing-masing. Rupanya hari ini adalah, hari pertunangan antara Tomy dan Anya yang digelar dikantor. Tanpa hiasan mewah, acara itu terlihat digelar dengan mendadak.


Disana juga terlihat Roni beserta istrinya tengah mendampingi Anya, tetapi Lukman tidak perdulikan dengan semua acara yang ada didepan matanya saat itu. Ia hanya ingin menghabisi Tomy saat itu juga rasanya. Langkah kakinya yang begitu cepat menyibak kerumunan yang ada dihadapannya, membuat dia tak membutuhkan waktu lama untuk sampai menjangkau Tomy.


Bagh ... Bugh ... Bagh ... Bugh ...


Suara pukulan Lukman bertubi-tubi menghantam ke wajah Tomy tanpa basa basi.


Darah mengalir segar dari ujung bibir Tomy dan ke dua hidungnya. Semua orang di buat terkejut dengan apa yang dilakukan Lukman kala itu, apalagi dengan Anya dirinya hanya bisa histeris menangis mendapati Tomy diperlukan seperti itu.


"Lukman, ada apa ini? tolong jelaskan pada kamu." suara istri Roni bertanya kebingungan.


Roni tak mengeluarkan sepatah pertanyaan sedikitpun saat itu, dirinya meyakini bahwa apa yang dilakukan Lukman kali ini pasti ulah Tomy sendiri. Ia hanya berdiri dan tak berkomentar satupun. Sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana miliknya.


"Maafkan saya tante, semua ini saya lakukan untuk istri saya. Kalau saya mau, saya bisa bun*h sekarang juga calon menantu tante ini. Dia ini sudah berani melecehkan istri saya dengan mengirimkan Febrian untuk memperko*anya." ujar Lukman yang sedikit sengal saat menjelaskan.


Dengan wajah murka Roni segera menoleh ke arah Tomy yang sedang dipangku oleh Anya saat itu.


"Berdiri kamu!, ucap Roni sambil menunjuk putrinya.


"Pa, tolong jangan main percaya begitu aja pada Lukman kali ini," sahut Anya membela Tomy.


"Cukup papa bilang!, berdiri sekarang juga." tegas Roni.


Wajahnya sembab karena terus menerus menangisi Tomy saat itu, dirinya juga tak bergeming sedikitpun dari sisi Tomy saat itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, tapi ini adalah kebenaran yang sebenarnya Nya," tutur Lukman pada Anya.


Semua ruangan saat itu, dibuat membisu dengan kenyataan getir ini. Terlebih Abi dan Tyas yang baru saja mengetahui hal keji ini terjadi pada Annara. Mereka berdua sungguh dibuat tidak menyangka jika Tomy bisa berbuat seperti itu. Tak lama kemudian, terlihat sebuah mobil polisi yang terparkir tepat didepan halaman kantor. Dengan segera beberapa polisi tersebut masuk ke dalam kantor dengan membawa surat penangkapan untuk Tomy saat itu juga.


"Selamat sore, saya sedang mencari saudara Tomy." ucap salah satu petugas kepolisian.


"Ada apa ini pak?, apa salah Tomy." ucap Anya yang kebingungan.


"Kedatangan kami kesini, karena ingin menangkap saudara Tomy. Saudara terbukti bersalah dalam kasus tindakan pelecehan yang dialami oleh saudari Annara," jelas petugas.


"Tidak, seumua itu pasti salah pak. Tomy nggak mungkin melakukan hal itu," ujar Anya yang membela mati-matian Tomy.


"Maaf bu, menurut kesaksian saudara FN yang kami peroleh semua penuturanya tertuju pada pak Tomy. Jadi untuk pembelaan selanjutnya, bisa diberikan dikantor polisi nanti." tegas petugas kepolisian sambil mengangkat tubuh Tomy dan segera memborgol tangannya saat itu.


"Pak, anda salah orang." ujar Anya menangis sejadi-jadinya.


Plaakkk ...


Terdengar suara tamparan Roni yang mendarat di pipi Anya saat itu, Roni berharap tamparanya kali ini membuat putrinya sadar. Sementara mamanya yang shock melihat semua kebenaran ini, tak bisa berbuat banyak untuk putrinya kali ini.


Ditarik tangan Anya oleh Roni saat itu juga, dirinya sangat malu pada ulah putrinya itu. Dan sementara istrinya hanya bisa mengikuti dengan wajah tertunduk meninggalkan kantor.


Lukman juga tidak bisa berkata banyak dihadapan Roni beserta istrinya saat itu, mungkin hal ini sangat memalukan bagi keluarga mereka. Tapi ini adalah keputusan yang terbaik. Dan semoga ini adalah kali terakhir Tomy dengan semua ide gilanya dapat berubah baik.


"Man, maaf ya kami nggak tau soal ini." ucap Abi dan Tyas prihatin terhadap kasus ini.


"Nggak papa kok, setidaknya aku sudah bisa dapatin keadilan buat Annara." sahutny singkat.


"Apa Annara sekarang dirumah?," tanya Tyas.


"Iya, hari ini baru keluar dari rumah sakit." ujar Lukman.

__ADS_1


"Nanti kita kesana ya," jelas Tyas.


"Silahkan," ucap Lukman mempersilahkan Abi dan Tyas.


Sedangkan Anya yang tengah berdebat dengan papanya dirumah masih tidak bisa menghasilkan titik terang.


"Papa tidak pernah melihat kamu gila seperti ini, dimana pikiran kamu apalagi hati nurani kamu. Apa semua itu sudah mati hanya untuk lelaki yang tak bermoral seperti Tomy?," umpat Roni kesal.


"Pa, aku yakin ini semua hanya karena rasa cemburu Tomy yang berlebihan. Bukan maksud dia untuk melakukan hal picik seperti ini, tolong bantu bebaskan dia pa. Berikan dia jaminan," pinta Anya yang masih terus berusaha untuk Tomy.


"Kamu lihat ini ma, hasil dari didikan manja kamu. Lihat putri semata wayang kebanggaan kamu ini, sampai detik ini dirinya masih dibutakan dengan laki-laki tak tau diri itu. Kalau sudah seperti ini, apa kamu masih bisa mengelak lagi kalau selama ini ajaran kamu menyesatkan dia?," umpat Roni bertubi-tubi yang ditujukan pada istrinya.


"Ma, ayolah bantu Anya kali ini. Anya mohon mama jangan diam aja," pinta Anya pada mamanya sambil menggoyangkan tubuh mamanya.


Roni yang sudah kehabisan kata melihat sikap putrinya itu hanya berlalu dan memilih masuk ke dalam kamar saat itu juga.


Flashback penangkapan Febrian.


Saat itu terlihat Febrian tengah berjalan pulang dari kantor sambil memegang map coklat yang berisi uang dari Tomy. Dirinya yang memutuskan untuk pergi ke sebuah cafe yang tak begitu jauh dari kantor, memilih duduk dan memesan sebuah minuman dan menikmatinya sore hari itu.


Sedangkan polisi yang tengah mengantongi semua ciri-ciri wajahnya dengan lengkap, saat itu juga sudah bergerak menyisir lokasi kediaman Febrian tapi tidak diketemukan. Sialnya Febrian tertangkap basah oleh polisi yang tengah berpatroli didaerah tersebut.


Tanpa perlawanan, dirinya ditangkap pihak kepolisian sekitar pukul lima sore itu.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.

__ADS_1


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️


__ADS_2