
Lukman menyambut ajakan Annara dengan senyuman hangat. Saat itu, mereka berdua menuju tempat makan favorit mereka sejak dulu. Sesampainya mereka ditempat itu, Lukman dengan segera melepaskan helm milik Annara. Betapa terkesimanya Annara saat itu, bak seorang putri ia diperlakukan seperti itu. Sebelumnya, tidak ia jumpai sikap seperti itu pada Tomy.
Semakin lekat ia memandang Lukman yang tengah sibuk menata helm diatas motor. Entah, rasanya saat itu Annara ingin memastikan tentang perasaanya. Apa benar ia memiliki perasaan cinta pada sahabatnya itu, atau sekedar perasaan sayang.
Saat mereka mendekati gerobak bakso, Lukman segera memesankan untuk mereka berdua.
"Mang, bakso dua porsi makan sini ya. Dua duanya campur, yang satu pakai sumsum dan tetelan. Tolong dipisah sambalnya ya, makasih bang." jelas Lukman memesan makanan.
"Ra, kita minum air kelapa aja ya. Baik buat kesehatan kamu juga." pinta Lukman pada Annara.
"Eh iya deh, apa kata kamu aja. Aku ngikut aja kali ini." patuh Annara.
Lukman yang terlihat mondar mandir didepannya, membuat Annara memiliki kesempatan lebih untuk makin menatap lelaki yang sudah membuat hatinya tak karuan.
Semua pesanan sudah siap didepan mereka, Lukman yang tengah duduk di sebelah Annara dengan sigap menuangkan kecap dan saos ke dalam mangkuk milik Annara. Dengan teliti ia menakar semua saos dengan baik.
Entah kenapa aku tak pernah menyadari kedatangannya dihidupku.
Apa diriku terlalu sibuk dengan duniaku, hingga aku tak mampu melihatnya dengan jelas.
Kamu, lelaki yang selama ini aku sebut dengan sahabat.
Mampu memberikan kenyamanan, ketenangan, keceriaan dalam hidupku.
Terimakasih untuk semuanya, semoga memang kamu orangnya.
Gumam Annara.
"Ra, ada apa?. Buruan di makan, nanti keburu dingin." tanya Lukman.
"Oh iya, maaf terlalu sibuk ngelamun. Rasanya masih sama ya, gak pernah berubah dari dulu." ujar Annara pada makanan yang ada dihadapannya.
"Oia, aku mau bilang sama kamu dadi tadi. Kelupaan terus akunya." sahut Lukman dengan mulut yang penuh mengunyah makanan.
"Coba makan dulu yang bener, pada belepotan kan." ucap Annara sambil membersihkan pipi Lukman yang terkena kuah bakso. Saat menyentuh pipi Lukman, dadanya berdegup kencang. Perasaan ini belum pernah ia rasakan selama ini. Ia yang canggung, seketika menurunkan tangannya.
"Makasih ya Ra." ungkap Lukman.
"Tadi mau cerita apa, maaf jadi kepotong." sahut Annara untuk mengalihkan topik. Agar kecanggunganya saat itu tak terlihat oleh Lukman.
"Tentang karangan bunga, aku sudah tau siapa yang mengirimnya ke rumah." jawab Lukman.
"Serius, siapa?." tanya Annara penasaran.
"Anya, tapi ia mengatasnamakan dirinya dan Tomy." pungkas Lukman.
__ADS_1
Wajahnya yang berubah muram, ketika mendengar nama Tomy disebut. Bagi Annara, nama itu sudah hilang dari hidupnya. Sungguh, sedikitpun ia tak mau berhubungan dengan Tomy.
Tanganya meremas sendok yang ada pada genggaman tangannya. Seakan tak ingin Lukman melanjutkan pembicaraannya, ia pun memilih diam.
Lukman seakan mengerti dengan bahasa tubuh Annara, ia pun memilih topik baru untuk di bicarakan.
"Nanti sepulang dari sini, kita ke taman ya. Mau nggak?." ajak Lukman sambil memandang wajah Annara.
"Iya." jawab Annara singkat.
Mereka yang berlalu dari tempat itu, lalu memulai perjalanan ke taman kota. Sepanjang jalan, Annara yang terlihat lesu tidak berbicara satupun. Lukman yang mengetahui itu, lalu mengajak Annara untuk berbicara.
"Ra, bentar lagi sampai nih. Mau langsung ke tengah taman atau jalan-jalan dulu aja bentar." rayu Lukman.
Karena sepanjang jalan ia melamun, jadi tidak begitu melihat kemana arah Lukman membawanya pergi. Saat ia turun dari motor, sedikit senyum terlihat diwajahnya. Itu adalah taman dimana kenangan Annara dan ke dua orang tuanya semasa hidup.
Dalam hati Annara merasa bangga pada sosok lelaki yang ada disampingnya ini, ia merekam semua cerita tentang dirinya dengan baik. Dari hal terkecil tentang Annara, ia mampu mengingatnya dengan detail. Hari itu, dirinya merasa sangat dihargai oleh lelaki. Hal terindah yang tidak pernah ia dapatkan pada diri Tomy.
Sambil berjalan, Annara melihat sekeliling taman penuh dengan perasaan gembira. Perasaan yang mengganjal hatinya tadi, seolah sirna dalam sekejap. Terlihat bapak tua yang sedang menjajahkan permen gulali miliknya mendekat kepadanya. Pikiran Annara pun merekam masa kecilnya dulu, dimana ia selalu merengek kepada ayah ibunya untuk dibelikan permen ini.
Sedih dan bahagia ia rasakan, sedikit kenangan masa lalunya dapat ia jumpai ditempat ini. Lalu Lukman segera membelikan permen itu untuk Annara, tanpa banyak bertanya.
"Eh, buat aku?." tanya Annara terkejut.
Annara yang merasa tidak pernah bercerita tentang hal ini padanya, kenapa Lukman seakan tahu kalau ini permen kesukaan dirinya semasa kecil.
Flash back Lukman dengan Putri ibu Annara.
Kamu tau Man, Annara itu adalah gadis yang manja bagi ibu.
Dirinya hanya pura-pura terlihat kuat saat diluar sana, tetapi sesungguhnya ia rapuh.
Semenjak kehilangan ayahnya, ia tak begitu banyak memiliki kenangan.
Ada salah satu tempat kesukaan Annara saat ia merasa sedih dan rindu pada ayahnya.
Ditaman kota, sewaktu dirinya kecil kami sering membawanya kesana.
Ternyata dirinya mengingat dengan baik, semua hal yang ada ditaman kota itu.
Ia selalu merengek meminta permen gulali kesukaannya kepada kami, dirinya juga begitu suka dengan burung-burung yang ada disana.
Baginya, tempat itu adalah kenangan paling indah dihidupnya.
Kekagumanya pada Lukman terus bertambah saat itu, rasanya ingin sekali ia memel*k Lukman dan mengatakan beribu terimakasih untuk semua hal hebat ini. Entah, apakah benih perasaan ini sudah mulai tumbuh perlahan atau memang sudah lama ada direlung hatinya.
__ADS_1
Mereka yang saat itu tengah asyik berjalan ditaman kota, lalu terhenti sejenak. Karena ponsel milik Lukman bergetar. Layar ponsel Lukman menyala, dan ada sebuah pesan singkat disana. Annara yang begitu penasaran dengan isi pesan itu, dirinya pun melihat ke arah ponsel Lukman.
Pesan singkat Anya.
Man, nanti jangan lupa datang ke rumah ya. Makan malamnya diganti hari ini sama papa. Kita tunggu kamu dirumah ya.
Dengan jengkel ia melirik ke arah Lukman.
"Jadi, lagi deket sama Anya juga ternyata." umpat Annara.
"Eh, enggak kok. Ini dirumahnya ada acara makan malam. Acara pak Roni, hari ini beliau ulang tahun. Jadi tadi dikantor aku diminta untuk datang kesana." jelas Lukman.
"Oh , aku kira yang lain." sahut Annara dengan ketus, tetapi ia sangat merasa lega mendengar jawaban dari Lukman.
"Kamu mau ikut gak malam ini?, kalau iya nanti aku jemput. Sekarang pulang dulu buat siap-siap." ajak Lukman.
...----------------...
*Happy reading guys 🤗
semoga masih pada betah disini yah❤️
✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.
✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️
✓ Ditunggu juga kritik dan saran yang membangun buat othor 🌷
...----------------...
Mampir kesini juga yuk, aku punya rekomendasi novel terbaik buat kalian baca❤️❤️**
DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM
(Anisyah S)
Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya.
Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya? Lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung?
__ADS_1