Lelakiku

Lelakiku
Menjagamu


__ADS_3

Malam itu, mereka lalui berdua dirumah sakit. Dengan siaga Lukman terus menjaga istrinya tersebut, sambil sesekali mengusap lembut wajah Annara. Dia benar-benar terpukul atas kejadian yang menimpa istrinya kali ini dan berjanji tidak akan pernah membiarkan dirinya terlalu lama jauh dari istrinya.


Jam menunjukkan pukul dua pagi saat itu, dan dia berhasil membuat Annara untuk memejamkan matanya untuk beristirahat. Sementara Lukman bergegas keluar kamar untuk menelpon ibunya, ia yakin kalau ibunya saat ini dalam keadaan cemas memikirkan mereka berdua.


Kring ... Kring ...


Suara telepon rumah berdering.


"Bu, maaf baru telepon dan kasih kabar ke ibu. Malam ini Lukman dan Annara dirumah sakit bu," suara Lukman.


"Astaga, kenapa sama kalian?, semua baik-baik saja kan?," suara ibu bergetar menanyakan keadaan mereka berdua.


"Baik bu," jawab Lukman singkat.


"Baiklah, pagi nanti ibu akan pergi kesana," pungkas ibu.


Lukman sedikit lega karena sudah memberi kabar pada ibunya, tapi hatinya sungguh gelisah apa yang akan dia jelaskan nanti pada ibunya tentang hal yang menimpa istrinya tersebut.


Pagi itu, tepat pukul enam pagi ibunya telah datang bersama adiknya. Dengan langkah yang sedikit gemetar, ibunya mencoba mendekati Lukman yang tengah duduk disebuah kursi panjang tepat berada didepan kamar Annara.


"Ada apa ini nak?, kenapa dengan istri kamu," tanya ibu cemas.


Lukman lalu mulai menceritakan semua kejadian itu dengan detail pada ibunya. Dengan wajah yang pucat ia sedikit terbata-bata saat menceritakan hal keji yang menimpa istrinya saat itu. Ibu yang mendengar hal itu hanya bisa menangisi keadaan menantunya yang tengah terbaring didalam ruangan.


"Tolong ibu temani Ara dulu ya, aku mau tebus obat dulu buat Annara didepan," pinta Lukman pada ibunya.


Dirinya lalu berjalan menuju kasir dan segera menebus obat beserta biaya administrasi untuk istrinya.


Dia juga memutuskan untuk menelpon Abi saat itu, untuk menyampaikan keadaannya saat ini. Dan meminta tolong agar Abi menyampaikan pesan kepada pak Roni, karena dirinya tidak dapat masuk kerja hari ini. Sementara dikantor saat itu, Tomy begitu terlihat sangat bahagia. Hari ini dirinya merasa menang telak dari Lukman, ia mampu mengirim malapetaka yang baru saja dia mainkan.


"Mana Lukman," tanya Tomy cengar-cengir pada Abi.

__ADS_1


"Dia hari ini ijin nggak masuk, Annara lagi dirumah sakit," ujar Abi menjelaskan.


"Oh," sahut Tomy singkat sambil tertawa.


Nih anak kenapa ya, aneh banget. dari tadi gue perhatiin cengar-cengir sendiri nggak jelas banget, gumam Abi.


Sementara itu, Febrian yang tengah duduk dimeja kerjanya dihampiri oleh Tomy. Ia mengeluarkan sejumlah uang yang dibungkus dengan map coklat diatas mejanya.


"Kerja lu bagus, rapi." jelas Tomy didepan Febrian.


"Makasih bro," sahut Febrian singkat.


Secara tidak sengaja Anya mendengar sedikit percakapan mereka berdua, dan Anya juga menyaksikan momen saat Tomy menyodorkan segepok uang tersebut pada Febrian. Anya yang dibuat penasaran dengan apa yang ia saksikan saat itu, lalu menarik tangan Tomy dengan segera.


"Coba jelasin, rencana buruk apa yang bakal kamu rencanain dengan Febrian?, itu tadi uang kan yang kamu kasih ke dia. Untuk apa?," cecar Anya bertubi-tubi pada Tomy.


"Udah kamu nggak perlu bawel kali ini," sahut Tomy singkat sambil cengar-cengir.


Aku bakal awasin kamu kali ini, semoga kali ini kamu nggak akan jatuh dilubang yang sama. kamu harus tau, aku begitu menyayangi kamu. aku mau kamu berubah menjadi baik dan merelakan Annara. gumam Tomy.


Lukman yang tengah berada dirumah sakit saat itu, mencoba menghubungi Yasmin teman kantor Annara.


"Hallo Yas, maaf ya mengganggu sebentar. Ini aku Lukman, bisa nggak nanti ketemu sebentar sama aku didepan kantor kamu," suara Lukman.


"Eh iya, kaget aku. Boleh-boleh nanti kita ketemu ya, oh iya kenapa Annara hari ini nggak masuk?," suara Yasmin.


"Nanti aku jelasin disana ya," suara Lukman.


"Ok, aku tunggu." pungkas Yasmin.


Tanpa berpikir dua kali, dirinya lalu berangkat menuju kantor Annara. Setibanya disana, dirinya sudah ditunggu oleh Yasmin saat itu. Lukman pun turun untuk menghampiri Yasmin yang tengah berdiri di depan kantornya.

__ADS_1


"Hai Man, ada apa ini? kelihatannya penting banget." tanya Yasmin.


"Aku mau minta tolong sama kamu Yas," ujar Lukman dengan wajah yang sangat kusut saat itu. Dirinya memang belum memejamkan mata sama sekali sejak kejadian yang menimpa istrinya.


"Oke, selama aku bisa pasti aku bantu." sahut Yasmin singkat.


"Selain didalam kantor, apa diluar sini juga terpasang cctv Yas?." tanya Lukman.


"Seharusnya ada, kenapa kamu tanya cctv? apa yang sebenarnya terjadi Man?." tanya Yasmin yang mulai terlihat khawatir.


Lukman akhirnya menceritakan sedikit peristiwa yang dialami Annara malam kemarin. Yasmin yang tak percaya dengan cerita Lukman, hanya mampu terdiam. Dirinya tidak menyangka bahwa temanya akan mengalami hal malang seperti itu. Ia lalu mengajak Lukman masuk ke dalam kantor untuk mengecek keadaan cctv pada malam peristiwa itu.


Terlihat beberapa potongan gambar yang menunjukkan Annara di ikuti oleh sosok pria tak dikenal dengan jelas, sampai pada akhirnya cctv tersebut menunjukkan kemana Annara saat itu dibawa pergi. Tapi sayangnya, peristiwa yang keji itu tak dapat terekam oleh cctv dengan baik. Lukman lalu meminta rekaman cctv tersebut untuk dibawa ke kantor polisi. Dirinya ingin menempuh jalur hukum untuk kasus yang menimpa Annara kali ini.


"Makasih ya Yas, sudah mau bantuin aku." ucap Lukman.


"Nggak perlu berterimakasih segala, Ara juga teman aku dan sudah kewajiban aku bantu kalian. Semoga kalian dapat keadilan untuk kasus ini yah, nanti aku jenguk Ara di rumah sakit sekalian pulang kantor," jelas Yasmin.


Dengan segera Lukman meninggalkan kantor dan menuju kantor polisi saat itu juga, setelah sampai disana dirinya lalu menuju ke sebuah ruangan untuk membuat laporan kejadian dan membawa serta bukti rekaman cctv yang diperolehnya dari kantor Annara. Disana ia menceritakan semua kronologi yang dialami oleh Annara kala itu, memang tidak dapat ia ceritakan semua dengan jelas tapi dengan adanya bukti tersebut sudah cukup kuat untuk mempidanakan pelaku yang berada di dalam rekaman cctv.


Setelah semua selesai, dirinya pun lalu mendapatkan surat bukti lapor dari kepolisian. Dan kasus ini akan segera ditindak lanjuti oleh kepolisian dengan segera. Dengan perasaan yang sedikit lega, ia mampu menemukan titik terang untuk kasus yang menimpa istrinya tersebut.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️

__ADS_1


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️


__ADS_2