
...Hai kesayangan semua, othor kembali nih. kali ini bawa kisah cinta yang sedikit berbeda. kisah 2 remaja SMA yang saling memadu kasih dan terhalang oleh restu. kepoin yuk kisahnya ♥️♥️♥️♥️...
cuplikan bab :
"Apa kau marah dengan ayah, katakan?" tanya Ken.
"Ayah, apa aku punya alasan yang cukup kuat untuk marah padamu?. tidak ayah" tutur Yasmine.
"Baiklah, kau memang putri kesayanganku" seru Ken dengan bangganya.
Ken seolah lupa dengan binar mata sang putri yang tak lagi memiliki semangat. dibalik senyumnya kali ini, dunianya telah runtuh tercerai berai. api cinta yang ia coba pertahankan bersama dengan Andrew harus pupus terhalang restunya.
setelah selesai menyiapkan segala keperluan sang ayah sore hari itu, Yasmine masih terlihat biasa saja masuk ke dalam kamarnya. hanya saja, kali ini terlihat sangat berbeda. Yasmine tiba-tiba telah mengganti pakaian miliknya dengan sebuah gaun pengantin putih lengkap milik peninggalan sang ibu.
malam itu, dia begitu cantik dengan balutan gaun putih meskipun tak ber make-up. dirinya pun berjalan ke arah balkon kamarnya, dan dari sana angin pun bertiup sangat kencang menerpa dirinya dengan keras.
entah apa yang tengah dipikirkan gadis itu hingga ia pun mengakhiri hidupnya dengan begitu sadis. Yasmine yang malang memilih untuk meloncat dari atas lantai kamarnya ke dasar tanah.
setelah dirinya terjatuh ke bawah, sebuah darah segar mengalir begitu deras membasahi tanah yang telah basah diguyur hujan. ia tak lagi terlihat bernafas, denyut nadinya pun perlahan mulai melemah seketika.
"Bugh!" terdengar seperti benda padat dan besar telah terjatuh dari lantai atas.
Ken beranjak ke kamar putrinya dengan cepat, lelaki itu terlihat memanggil nama Yasmine berulang kali tapi Yasmine tak menjawabnya.
"Tuan ... tuan ... tolong !!!" teriak paman Li di luar taman.
saat itu, untuk pertama kali mayat Yasmine ditemukan olehnya. Ken yang gelisah dengan wajah datar dan tegang keluar dari dalam rumah ke arah suara paman Li.
__ADS_1
tak ada ekspresi histeris ataupun terpukul dalam wajahnya saat itu. hanya tatapan kosong yang seolah tak percaya hal itu akan terjadi pada putrinya yang baru saja menemui dirinya beberapa menit yang lalu.
dihadapan jenazah sang anak, Ken bertekuk lutut dan meraih kepala Yasmine yang berlumur darah. ia hanya terlihat mengusap darah yang tak kunjung berhenti. dan meyakini, anaknya masih tetap hidup.
"Cepat panggilkan ambulance!" perintahnya.
Paman Li yang sudah mengetahui tak ada lagi nafas ataupun detak jantung disana, hanya bisa menahan tangisnya dengan menutup bibirnya. baginya, Yasmine sudah seperti anaknya sendiri. gadis itu terlalu baik dan tak pantas direnggut oleh maut dengan cara mengenaskan seperti ini.
setengah jam kemudian.
mobil ambulance pun datang dengan membunyikan sirinenya begitu keras, dan kali ini Ken pun telah masuk kesana untuk menemani Yasmine. masih sama, lelaki tua itu menatap tubuh dingin Yasmine yang telah kaku. dia masih berusaha untuk memberikan kehangatan melalui gosokan tangannya yang lembut.
tapi tetap saja itu tak membuat putrinya tersadar. didalam rumah mewah itu, hanya tinggal paman Li yang akan menjaganya sepanjang malam.
seperti hati yang telah menyatu, malam hari itu Andrew tengah mengumpulkan semua keberanian dirinya untuk menghampiri Yasmine. dia telah nekat untuk menghadapi ha terburuk sekalipun.
"Tok ... tok ..." dirinya mengetuk pintu utama rumah itu dengan tubuh basah kuyup.
"Apa dirimu Andrew?" tanyanya.
pemuda itu masih belum tahu apa yang tengah terjadi, ia masih saja tetap berdiri tepat didepan pintu rumah itu sambil berharap dapat bertemu dengan Yasmine. sementara paman Li tengah masuk ke dalam untuk mengambilkan sebuah titipan dari Yasmine untuk diberikan kepada Andrew jika pemuda itu datang mencarinya.
"Ambilah nak, ini untukmu dari nona Yasmine " ucap Li dengan raut wajah sedih.
Andrew hanya menatap wajah paman Li sambil menatap kembali sebuah amplop kecil bewarna putih bertuliskan namanya diatas sana.
Flashback Li.
"Ada apa nona hingga datang menghampiri saya semalam ini?" tanya Li.
__ADS_1
"Paman, aku titip ayah jaga dia sebaik mungkin. dan tolong berjanjilah padaku, jika ada seorang pemuda datang ke rumah ini mencariku berikan surat ini untuknya" pinta Yasmine.
percakapan keduanya terjadi pada hari yang sama disaat maut merenggut nyawanya.
saat pintu rumah itu kembali ditutup oleh paman Li, Andrew memutuskan untuk berteduh dibawah pohon yang cukup besar dengan sebuah penerang lampu jalan yang tak berada jauh darinya.
sambil membungkuk, ia mencoba membuka kertas itu dan melindunginya dari terpaan air hujan.
..."Surat Yasmine untuk Andrew"...
Hai, aku harap surat ini sudah sampai ditanganmu.
Andrew, maafkan diriku jika harus menyerah dengan takdir hidup yang harus aku jalani ini. aku tidak akan pernah sanggup menggantikan dirimu dalam hatiku, maka aku mengambil jalan ini untukku seorang.
Jangan menangis saat kau membaca ini, atau tidak aku akan sangat bersedih sekali. aku berjanji akan selalu ada dan hadir untukmu, aku pergi dengan busana lengkap khas seorang pengantin dan aku tinggal menunggu dirimu sebagai pengantin lelakiku nantinya.
berjanjilah, untuk tetap tersenyum. jika kau rindu padaku bentangkan kedua tanganmu dan pejamkan matamu maka aku akan segera hadir menemui dirimu.
Salam Yasmine.
*
*
*
...----------------...
BERSAMBUNG 🍁
__ADS_1
BAGI LIKE DAN KOMENTAR KALIAN YAH, TEKAN FAVORIT JUGA AGAR KALIAN TIDAK KETINGGILAN UPDATE SETIAP HARINYA.
RAMAIKAN DIBAWAH SINI YAH!, SUPAYA AKU SELALU SEMANGAT UP SETIAP HARINYA ♥