Lelakiku

Lelakiku
Penyesalan yang terlambat


__ADS_3

Annara hanya mendengarkan ocehan Yasmin yang tengah berdiri disampingnya. Sambil memikirkan apakah benar semua yang dikatakan oleh temanya itu. Jika memang benar adanya, mengapa Tomy begitu tega untuk tidak datang langsung ke rumahnya, walaupun hanya sekedar mengucapkan turut berduka cita. Karena dulu ia begitu dekat dengan ibu, apa hanya sampai disitu rasa hormatnya untuk ibuku. Kenang Annara.


"Tuh kan, diem lagi. Lama-lama kesambet deh Ra." celetuk Yasmin.


"Bisa gak kalau ngomong yang bener dikit Yas. Gak papa deh aku kesambet, asal kamu masih disini nemenin aku." sindir Annara kesal.


"Dih makin ngaco ni anak. Makin merinding aku." ucap Yasmin ambil tertawa.


"Kamu gak pulang Yas, uda malam gini. Gak baik juga anak gadis pulang malam-malam. Nanti aku kena omel sama ibu kamu." ujar Annara.


"Iya ini aku mau pamit sama kamu. Sampaikan maaf aku ke Lukman yah, gak bisa nemenin tuan putrinya sampai tertidur pulas." goda Yasmin sambil tertawa.


Sampai larut malam, Annara tetap terjaga dari tidurnya. Ia terus memikirkan kata-kata Yasmin, jika memang ia memiliki perasaan pada Lukman sejak dulu kenapa ia tidak pernah menyadarinya. Annara kali ini tak ingin sampai kehilangan untuk yang ke dua kalinya.


❤️


Pagi itu, suasana dikantor Lukman nampak berjalan seperti biasanya. Sampai pada akhirnya, Anya dan Tomy datang dari arah bersamaan. Semua mata tertuju pada mereka berdua dan menyapanya.


Gaya Tomy yang begitu arogan berjalan menuju meja Lukman, dan menanyakan tentang keadaan Annara.


"Man, gimana Annara." celetuk Tomy.


"Hah, apnya yang gimana?." jawab Lukman santai.


"Aku denger Annara lagi sakit dari Anya." ucap Tomy.


"Oh, iya emang. Lagi kurang enak badan aja, tapi sudah mendingan sekarang." pungkas Lukman.


"Anya juga bilang sama aku, kalau ibunya baru aja mati." celetuk Tomy sedikit arogan.


Baaaaagh ... Buuuuugh


Tanpa berfikir dua kali, Lukman melayangkan pukulan ke arah Tomy. Semua mata tertuju pada mereka saat itu, tak ada satu orang pun yang berani melerai mereka berdua. Sampai akhirnya Anya berlari menghampiri mereka berdua untuk memisah. Tomy yang hanya terdiam sambil memegangi bibirnya yang mengeluarkan darah. Sambil menatap Lukman penuh dendam.


"Jaga mulut kamu ya, meski kamu dan Annara sudah tidak ada lagi hubungan. Setidaknya ada rasa empati kamu buat orang tuanya." cecar Lukman sambil menahan marah.


"Udah stop!. Aku mohon kalian jangan bertengkar lagi karena Annara. Buat kamu Man, tolong maafin sikap Tomy ya. Mungkin akhir-akhir ini ia terlalu banyak pikiran, jadi gak bisa kontrol emosi dengan baik. Tentang Annara, kami sudah kirimkan karangan bunga untuk ibunya kemarin." jelas Anya panjang lebar.


"Oh, jadi karangan bunga itu dari kalian?." seru Lukman dengan menatap mereka berdua.


Abi dan Tyas yang tengah duduk dimejanya masing-masing, sontak mengangkat kepala mereka dan saling menatap saat mengetahui tentang karangan bunga itu. Tomy yang juga terkejut mendengar ucapan Anya saat itu, hanya memandang kekasihnya itu dengan amarah.


"Apa?, sejak kapan kamu memutuskan sesuatu tanpa sepengetahuanku." ucap Tomy dengan menatap mata Anya penuh dengan curiga.

__ADS_1


"Maaf ya, aku pikir kemarin kamu lagi banyak kerjaan. Jadi aku lupa kasih kabar ke kamu, buat kiriman bunga itu. Lagi pula kamu juga pasti setuju dengan ide ku kan?." tutur Anya pada Tomy sambil mengusap darah Tomy dengan tisu.


"Akh ... banyak alesan. Lepasin tangan aku." pungkas Tomy dengan melepaskan tangan Anya.


Tomy lalu pergi meninggalkan Anya dan Lukman. Dengan perasaan kesal ia menuju ke ruangannya, saat itu Lukman yang merasa kasihan pada Anya lalu menyuruhnya untuk kembali ke dalam ruangannya.


"Sekali lagi tolong maafin Tomy ya." pinta Anya sambil menyeka air matanya yang hampir saja menetes.


"Aku maafkan Tomy demi kamu. Lain kali, kamu harus lebih berhati-hati dengan Tomy ya. Kamu gak bisa hanya diam dibawah tekanan Tomy, Anya." ucap Lukman sambil memegangi pundak Anya.


"Iya, makasih ya sudah mau ingetin aku. Betapa beruntungnya Annara punya kamu Man." sahut Anya lirih.


"Kamu juga jauh lebih beruntung dari pada Annara, kamu masih memiliki keluarga yang utuh. Orang tua yang sangat menyayangi kamu, dan menjaga kamu dengan baik. Semua itu tak dimiliki lagi oleh Annara saat ini." tutur Lukman.


Dengan menarik nafas yang dalam, ia lalu mengembangkan senyuman dihadapan Lukman. Ia tersadar dengan perkataan Lukman barusan, harusnya ia mampu lebih bersyukur dibandingkan Annara saat ini. Keluarga itu adalah hal terpenting dari apapun didunia ini.


Ditengah perbincangan mereka berdua, tiba-tiba Roni datang dari arah berlawanan. Ia pun menghampiri mereka berdua.


"Pagi pa." sapa Anya kepada Roni.


"Pagi pak." sapa Lukman dengan segera.


"Pagi semua, kamu kenapa Anya. Kelihatannya habis nangis gitu, emang ada apa?." tanya Roni keheranan.


"Ah, emang dasar kamu aja yang gak bisaan. Hatinya terlalu lembut seperti mamanya." jelas Roni pada Lukman.


Saat itu, Lukman yang hanya tersenyum melihat penjelasan Anya kepada papanya. Hatinya yang terlalu pemaaf dan lembut itu, selalu disalah gunakan oleh Tomy. Ia selalu menutupi kesalahan demi kesalahan Tomy didepan papanya.


"Eh iya, besuk tolong datang ke rumah ya Man. Kita makan malam bareng dirumah." ajak Roni.


"Ciye, Anya lupa. Besuk kan hari ulang tahun papa." rayu Anya pada Roni.


"Baik pak, akan saya usahakan untuk datang ke rumah." pungkas Lukman.


"Jangan diusahakan ya, tapi wajib datang." ujar Roni dengan tegas.


"Tomy gak diajak pa besuk?." tanya Anya sambil merengek.


"Kamu atur sendirilah." jawabnya enggan.


Lukman yang menyadari bahwa Roni masih marah pada Tomy, ia pun lalu mencari alasan untuk segera pergi menghindar dari mereka berdua.


"Maaf pak, saya ijin ke belakang dulu ya." seru Lukman.

__ADS_1


"Silahkan." sahut Roni.


Sore hari itu, Annara yang memutuskan untuk menghampiri Lukman ke kantornya ia segera bergegas untuk berangkat. Ia pun menunggu tepat disebelah motor milik Lukman saat itu.


Lukman yang saat itu keluar dari kantor, dengan mata yang menyipit ia mencoba melihat siapa gerangan wanita yang ada disebelah motornya saat itu. Saat Lukman sudah mulai dekat, Annara lalu menoleh ke arahnya.


"Hai, uda pulang ya. Jalan yuk cari makan sama aku." seru Annara dengan wajah gembira.


"Sudah sehat kamu Ra?, kok kesini gak bilang-bilang. Kan bisa aku jemput aja dirumah." cecar Lukman.


"Sehat dong, makanya ini mau ajakin kamu makan diluar. Bosen dirumah sendirian." rengek Annara pada Lukman.


❤️❤️❤️


**Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️


✓ Ditunggu juga kritik dan saran yang membangun buat othor 🌷


...----------------...


Mampir kesini juga yuk, aku punya rekomendasi novel terbaik buat kalian baca❤️❤️**




JERATAN ISTRI YANG TERHINA


(Siti Fatimah)



Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.


Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.


Bagaikan tertimpa seribu tangga. Ia juga harus menerima kepahitan hidup gimana ia terjebak dalam sebuah pernikahan yang dimana Pria yang ia nikahi adalah Suami dari sahabat terbaiknya sendiri. Kehancuran, kecewakan hinga dendam membuat sahabatnya berbalik menjadi membencinya bertekad untuk menghancurkan kebahagiaannya. Akankah persahabatan mereka yang dulunya terbilang akur akan berubah menjadi dendam?"

__ADS_1


__ADS_2