
Pagi ini, awan terlihat begitu cerah sinar matahari pun menyinari dedaunan dan rerumputan dengan terangnya.
Saat itu, terlihat Annara tengah terbangun dari tidurnya. Hari ini adalah hari libur kerja, jadi ia bebas untuk bangun sedikit lebih siang. Saat itu, dirinya yang tengah bergegas untuk mandi mendapati ponsel miliknya bergetar. Sebuah pesan singkat muncul dari layar ponselnya. Rupanya itu adalah pesan dari Lukman.
Isi pesan singkat Lukman.
Ra, hari ini ikut aku ya. Aku jemput kamu dua puluh menit lagi.
Dirinya begitu senang mendapati pesan tersebut, ia lalu segera mempersiapkan dirinya dengan baik. Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamarnya.
Tokk ... Tokk ...
Annara yang langsung membuka pintu rumahnya tersenyum lebar. Benar saja, di balik pintu itu adalah Lukman. Dengan cepat ia menyambar tas miliknya dan segera mengunci pintu dengan baik.
"Mau kemana kita hari ini?." tanya Annara penuh semangat.
"Ikut aja dulu, nanti pasti tahu." sahut Lukman.
Saat mereka hendak naik ke atas motor, ada seorang ibu setengah baya menyapa mereka berdua dijalan depan rumah. Beliau adalah tetangga samping rumah Annara, teman almarhum ibunya.
"Ra, buruan nikah. Jangan mau kalau cuma diajak keliling buat ukur panjang jalan ya." sindir ibu Laksmi pada dirinya dan Lukman.
Mereka berdua hanya tersenyum saat mendengar sindiran ibu Laksmi. Saat ibu Laksmi pergi dari hadapan mereka, gantian Lukman yang menggoda Annara kali ini.
"Sudah dapat kode keras kayaknya Ra. Mau nunggu apa lagi?." rayu Lukman.
"Semoga laki-laki itu segera datang ya. Tapi aku yakin nggak akan lama lagi." sahut Annara menggoda Lukman sambil menutup helmnya.
Saat mereka berdua menyusuri jalan yang panjang, akhirnya mereka sampai pada tempat pusat perbelanjaan. Annara yang tengah bingung, kenapa Lukman mengajaknya kemari. Saat mereka memasuki mall tersebut, Lukman yang berjalan lebih dulu didepan Annara terlihat tengah mengecek salah satu toko perhiasan saat itu.
Setibanya ditoko itu, Lukman yang mengajak Annara melihat dan memilih perhiasan langsung memintanya untuk mencoba cincin pilihannya itu. Jantung Annara dibuat berdegup lebih cepat saat itu, tanpa ia sadari jarinya pun sampai gemetar dibuatnya.
"Man, kamu mau belikan buat siapa?." tanya Annara gugup.
"Buat ibu, tolong bantuin pilih ya. Jari tangan ibu kan nggak beda jauh sama kamu." Ucap Lukman.
__ADS_1
Annara rasanya dibuat malu oleh dirinya sendiri. Saat ia begitu yakin bahwa itu untuk dirinya, ternyata tidak. Meskipun dirinya salah mengira, tetapi ia sangat senang karena Lukman percaya kepadanya untuk memilih cincin yang akan diberikan pada ibunya.
Sementara Annara sibuk memilih, Lukman juga tengah sibuk memilih kotak cincin. Akhirnya pilihan ia jatuh pada kotak bewarna hitam kecil, lalu Annara juga memilih cincin putih bermata satu.
"Nih udah aku cobain, pas kok. Semoga ibu suka dengan pilihanku ya." Tegas Annara.
"Bagus ya pilihan kamu aku suka, ibu juga pasti suka." sahut Lukman tersenyum simpul sambil memsukkan cincin itu ke dalam kotak.
Saat mereka hendak membayar, betapa terkejutnya Annara denga harga cincin itu. Tanpa ragu Lukman mengeluarkan sejumlah uang untuk membayarnya. Annara yang terkagum dengan Lukman saat itu hanya bisa memandanginya.
Betapa beruntungnya wanita yang kelak memiliki dirimu. Kamu siap bertaruh apapun demi orang yang tersayang dan kamu mampu berikan bahagia yang sempurna menurutku.
Gumam Annara.
Saat mereka hendak pulang, Lukman mengajak Annara untuk pergi makan makanan kesukaannya. Yah, Annara memang suka sekali dengan bakso. Rasanya hampir semua bakso dirinya suka, tanpa terkecuali. Apalagi bakso yang rasanya pedas level dewa, itu adalah menu terfavorit dirinya.
Disaat mereka sedang asyik menikmati bakso tersebut, nggak sengaja mereka bertemu dengan Yasmin saat itu. Terlihat Yasmin tengah berjalan dengan cowok barunya, mereka berdua pun menghampiri Lukman dan Annara.
"Hai Ra, disini aja kamu." sapa Yasmin sambil mengerlingkan matanya.
"Eh, iya aku lagi makan nih. Kamu mau makan bakso disini juga ya. Kenapa sama mata kamu Yas, kelilipan?." tanya Annara dengan lugu.
"Salam kenal Rey." pungkas Lukman sambil menjabat tangan Rey.
"Hai." sapa Annara menyapa kekasih Yasmin.
"Tuh kan, datar banget hidup kamu Ra. Kamu yakin Man, mau serius sama Annara?." ejek Yasmin pada Annara.
Lukman yang mendengar itu hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Yasmin. Bagi dirinya, Annara adalah wanita yang sangat spesial dihidupnya sampai kapanpun.
"Yaudah kalau gitu, kita cari tempat duduk dulu ya. Kalian lanjut makanya deh." timpal Yasmin segera.
"Ra, kamu mau minum apa. Biar aku pesenin buat kamu juga." tanya Lukman menawari Annara yang terlihat sedikit berkeringat karena memakan bakso yang terlalu pedas.
"Es teh tawar aja aku." jawab Annara sambil menahan rasa pedas.
__ADS_1
Saat mereka sudah selesai dengan makanannya, lalu segera kembali ke rumah.
❤️
Ditempat yang berbeda, Anya yang terlihat memohon kepada papa dan mamanya untuk mendapatkan restu dengan Tomy.
Kegigihan Anya dalam memperjuangkan Tomy buat hari mamanya menagis sedih. Karena papanya begitu bersikukuh dengan pendapatnya sendiri, dengan hati yang begitu lembut mamanya mencoba membantu Anya untuk mendapatkan kepercayaan suaminya itu.
"Pa, tolong dengarkan Anya dahulu. Lihat dirinya begitu mencintai Tomy. Apa papa nggak bisa lihat kegigihannya memperjuangkan Tomy didepan papa. Lembutkan sedikit hati papa untuk Anya kali ini." jelas mama Anya.
"Cukup, kamu selalu membela putri mu ini. Bukankah sudah begitu banyak kesempatan aku berikan pada dirinya. Tapi lihat, ia selalu menyia-nyiakan itu semua. Selalu terjatuh pada lelaki yang salah berulang kali. Lalu, kali ini ia ingin meminta restu untuk menikah dengan lelaki seperti itu?. Mau bagaimana masa depan rumah tangga dirinya dan anak-anaknya nanti ke depan. Apa kamu sebagai mamanya tidak bisa mengkhawatirkan itu semua dengan baik. Jangan hanya kamu pikirkan tentang kebahagiaan Anya untuk saat ini saja." Cecar Roni pada istrinya.
"Masih ada kita kan pa, kita masih bisa bantu mereka pa." ucap istri Roni.
"Kalau kita mati, kamu mau melihat hidup anak semata wayang mu ini sengsara hidup dengan pria itu?." tegas Roni menahan marahnya.
"Pa, untuk kali ini Anya mohon sama papa. Tomy pasti akan berubah, ia berbeda dengan mantan Anya terdahulu pa." Sahut Anya penuh keyakinan.
"Jelaskan dimana bedanya, apa yang bisa disebut berbeda. Ia hanya lelaki brengs*k yang nggak pernah tau caranya berterimakasih dengan baik. Kamu pikirkan dengan benar, apa kamu akan bahagia dengan lelaki seperti itu." cecar Roni dengan nada tinggi.
...----------------...
Happy reading guys, ❤️
terimakasih yang sudah mampir selalu kesini. aku tanpa kalian semua hanya sebutir debu❤️
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir kesini juga yuk, ini karya ke dua othor. Ceritanya juga nggak kalah seru dengan yang pertama❤️❤️. mohon dukungannya yah🤗
Perkenalkan, namaku adalah Novi Heemeka. Aku adalah istri dari Surya Rizanda, putra tertua keluarg ini. Usiaku dua puluh dua tahun saat ini, semenjak menikah aku diminta oleh suamiku untuk menjadi ibu rumah tangga. Tapi, bukan berarti aku hanya wanita yang berpangku tangan kepada suami. Aku juga memiliki usaha online yang bisa dibilang lumayan berkembang.
Suamiku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Dan adiknya bernama Arjuna, panggil saja dia Juna. Surya dan Juna sama-sama memilih untuk menikah muda saat itu. Usia mereka yang hanya terpaut satu tahun, tidak membuat mereka terlihat seperti kakak adik. Mereka berdua terlihat seperti layaknya seorang teman.
__ADS_1
Saat kami berdua memutuskan untuk menikah muda, Bukan perkara yang mudah bagi kami untuk saling menyatukan pikiran kala itu.
Perdebatan diantara kita sering terjadi diawal-awal pernikahan. Tapi dengan tekad yang kuat, aku mampu melalui masa-masa sulit itu. Sampai saat ini, kami belum dikaruniai seorang anak yang mengisi hari-hari kami. Meski begitu, kami selalu optimis untuk segera memiliki momongan. Segala cara kami tempuh, agar mimpi kecil kami segera terwujud.