
Anya terpaku pada Annara seketika itu, ia tak mampu berkata apapun. Dirinya di buat kagum melihat keputusan Annara saat itu, bibirnya hanya bergetar dan matanya pun terlihat menahan air mata yang sudah tak bisa ia bendung kembali.
Tuhan, begitu baik dan lembut sekali hati wanita ini. Pantas saja banyak hati lelaki yang dibuat berdecak kagum olehnya. Tidak salah jika memang sampai dengan saat ini, Tomy masih belum bisa untuk melupakan dirinya. Ia begitu sempurna dimataku, paras dan hatinya begitu cantik dan sempurna. gumam Anya sambil menatap Annara.
Ia pun langsung memeluk tubuh Annara tanpa bertanya, dirinya hanya bisa berucap terimakasih pada gadis yang sudah di lukai oleh Tomy itu.
"Aku nggak tau lagi harus ngomong apa sama kamu Ra, jika dunia ini bisa dibeli pasti akan aku tukar semuanya dengan kebaikan kamu." ujar Anya yang sesenggukan menahan tangis.
"Tidak perlu seperti itu, aku wanita dan kamu juga wanita. Sudah sepatutnya kita sesama wanita saling mengerti isi hati wanita lain. Apalagi kita dalam kondisi yang sama, aku bisa merasakan jika berada diposisi kamu saat ini. Itu pasti bukanlah hal yang mudah kan?." terlihat Annara menepuk bahu Anya saat itu.
Kata-kata Annara saat itu bagaikan pisau yang begitu tajam hingga terdapat luka yang begitu perih bagi Anya saat mendengarkan pernyataan tersebut. Ia merasa dirinya sudah begitu berdosa merebut Tomy saat itu dari Annara.
"Sekali lagi aku minta maaf ya Ra, untuk semua kecerobohan dan kebodohanku selama ini. Sungguh maafkan aku dari semua kesalahanku yang terdahulu." Anya bersimpuh didepan Annara dengan air mata bercucuran.
"Bangun, yang sudah terjadi biarlah berlalu. Aku juga sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu meminta maaf kok. Sekarang buka lembaran baru kalian berdua." ujar Annara yang mencoba menguatkan Anya saat itu.
Ia kembali memeluknya begitu erat tanpa berkata satu katapun. Dirinya hanya terpaku dengan semua kebaikan gadis cantik tersebut. Sambil mengusap air matanya yang bercucuran, ia mencoba mengatur kembali nafasnya.
"Kamu adalah lelaki yang beruntung Man, tolong jaga Annara dengan baik ya." ucapnya lemah sambil terus mengusap air matanya.
"Baiklah, kamu tunggu saja dengan tenang dirumah. Kami akan segera mengurus semua berkas pencabutan hukuman untuk Tomy." seru Annara.
"Iya Ra." sahut Anya singkat.
"Jaga baik-baik anak itu, semoga kelak ia akan terlahir menjadi anak yang begitu menyayangi ke dua orang tuanya." ujar Annara yang memberikan do'a baik kepada calon anak Anya dan Tomy.
Dengan segera Anya mendekatkan tangannya untuk mengusap perut Annara dan berkata "kamu juga, jaga mama baik-baik ya nak."
Lukman sangat bangga melihat istrinya yang begitu tegar dan berhati besar menghadapi semua situasi ini. Ia pun dengan cepat merangkul tubuh Annara dan melayangkan sebuah ci*man hangat untuknya.
❤️
__ADS_1
Malam itu begitu cepat berlalu dan tak terasa pagi sudah menyambut mereka berdua dengan sentuhan mentari yang hangat menyusupi tubuh.
"Sayang, hari ini aku harus lebih awal berangkat ke kantor. Emmmb," ujar Annara pada Lukman sambil membekap mulutnya yang terlihat menahan rasa mual yang begitu hebat.
Entah dirinya sadar atau tidak, semenjak ia hamil sudah tak segan lagi memanggil Lukman dengan panggilan sayang. Lukman yang menyadari hal itu lalu menghampiri Annara dan memeluk tubuhnya dari belakang.
"Sekali lagi boleh?, aku mau dengar lebih jelas." godanya yang sudah menempel disebelah Annara.
"Apa?." sahut Annara dengan memandangi wajah Lukman yang mencoba untuk mengingat kembali ucapanya tadi.
"Yasudahlah kalau kamu nggak mau," ucapnya dengan nada kesal mencoba memancing istrinya.
"Iya sayang." bisik Annara ditelinganya dengan tiba-tiba.
Jaga dia selalu untukku, dan tolong biarkan senyum itu selalu terpancar diwajahnya selalu. gumam Lukman yang mendo'kan hal baik untuk istrinya.
Sementara mereka sudah bersiap untuk menuju kantor, hari itu juga mereka terlihat untuk check out dari hotel tersebut.
Dipertengahan jalan, Lukman membuka sebuah percakapan untuk Annara. Dirinya saat itu terlihat sangat santai memacu mobil miliknya, karena keadaan jalan memang masih terlihat sangat sepi dari lalu lalang kendaraan lainnya.
"Tentu," sahut Annara yang tengah terlihat serius berdiam diri karena menahan rasa mual sambil berpegangan di sofa mobil.
"Sayang, kamu kenapa?. wajahnya pucat begitu." cemas Lukman yang langsung memilih untuk menepikan kendaraannya.
Tanpa berlama-lama, Annara dengan segera membuka pintu mobil dan keluar diujung mobil. Suara muntahan Annara pun terdengar sampai dalam mobil, Lukman yang terlihat begitu khawatir ia lalu menyusul Annara dengan segera. Ia memberikan sebuah pijatan kecil untuk istrinya tersebut, dirinya berharap itu dapat membuat Annara merasa lebih baik.
"Sayang, minum ini dulu ya." Lukman memberikan sebuah pisang dan membukakan beberapa vitamin yang sudah siap digenggaman tanganya.
Annara langsung mengambil semua itu dari tangan Lukman dan meminumnya. Keringatnya sedikit bercucuran dibalik rambut hitamnya, dengan penuh kasih sayang Lukman mencoba membersihkan peluh Annara sampai kering.
"Maaf ya mas," suaranya terlihat lemah.
__ADS_1
"nggak papa sayang, lain kali bilang ya jadi jangan sampai ditahan begitu. Kasihan kamu sama dedek bayinya, nahan mual sampai begitu." tutur Lukman disamping Annara.
Sepuluh menit kemudian, Annara telah sampai didepan kantornya.
"Mas, tadi mau bilang apa?. tanya Annara yang masih penasaran.
"Aku mau, kamu saat ini berhenti bekerja dulu. Fokus sama kehamilan kamu dulu, aku nggak tega lihat kamu begini tapi masih kerja. Jadi khawatir aku." jelas Lukman menuturkan permintaannya.
"Akan aku pertimbangan terlebih dahulu ya mas. Nanti kalau aku sudah punya jawaban, aku akan beritahu kamu." ujar Annara yang mengutarakan pendapatnya.
"Baiklah, aku nggak mau memaksa kamu. Semua terserah sama kamu sayang, asalkan itu terbaik untuk kamu dan dedek bayi." pungkas Lukman.
Perasaan Annara sangat lega saat mendapati jawaban Lukman yang tidak menyudutkan dirinya. Ia selalu yakin, jika Lukman dapat mengimbangi dirinya dengan baik dalam kondisi apapun. Ia lalu meraih tangan Lukman untuk berpamitan sebelum beranjak masuk kedalam kantor.
Dengan senyum yang merekah, ia keluar dari mobil dan meninggalkan Lukman disana. Lukman pun membuka kaca mobil untuk melambaikan tangan pada Annara dan berlalu.
"Pagi sayang." terdengar suara yang tak asing lagi ditelinganya.
"Masih pagi ni, jangan bikin bete deh." ujar Annara yang menepis rayuan Yasmin.
"Galak bener semenjak menikah, jangan-jangan Lukman pelit ya. Bisa-bisanya bikin temen aku sampai berubah gini. Hahaha." jelas Yasmin yang masih terus menggoda Annara.
Dengan menyipitkan ke dua matanya, Annara menatap kesal Yasmin yang masih terus mencoba mengganggu dirinya.
...----------------...
Happy reading guys 🤗
semoga masih pada betah disini yah❤️
✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.
__ADS_1
✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️
✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️