Lelakiku

Lelakiku
Mimpi


__ADS_3

"Ra, kamu nggak papa kan?. Itu siomay kamu anggurin gitu aja. Bruan bentar lagi balik kantor."


Suara Yasmin memecah lamunanya saat itu, Annara yang terus memikirkan Lukman saat itu. Serasa dibuat tak nyaman dengan pikirannya sendiri, hati yang berkecamuk penuh kebingungan dan bertanya-tanya belum ia dapatkan jawabannya.


Pukul empat sore saat itu, Annara yang bergegas menunggu Lukman didepan taman kantor sambil memutar musik kesukaannya. Suara lagu yang diputar keras olehnya, seakan memenuhi pikirannya saat itu. Tapi hatinya yang terus dipenuhi oleh kebimbangan tak dapat ia sembunyikan.


Lukman yang sudah lama berdiri dibelakang Annara, hanya menatapi gadis itu dengan penuh rasa sabar. Tak ada niatan ia merusak suasana hati Annara saat itu, ia pun dengan sabar menunggu sampai gadis itu sadar akan kehadirannya.


Annara yang sekilas melihat bayangan di balik punggungnya, ia pun terkejut.


"Astaga, sejak kapan disitu. Kenapa gak bilang-bilang si. Aku jadi merinding sendiri." cecar Annara sambil mencubit Lukman.


Lukman hanya tersenyum, saat melihat ekspresi wajah Annara. Saat Annara berada diatas motor, kembali terselip kata-kata Yasmin dipikirannya. Ia yang memikirkan hal itu terus menerus di buat bingung dengan dirinya sendiri.


Sesampainya dirumah, Annara yang segera turun mengucapkan terimakasih pada Lukman. Ia juga menawari Lukman untuk mampir dan duduk sebentar.


"Man, masuk dulu yuk. Aku bikinin minuman buat kamu." pinta Annara sambil tersenyum.


"Maaf aku gak bisa mampir kali ini, aku langsung pulang ya. Gak enak sama orang-orang, apa kata mereka kalau berduaan didalam rumah dengan status belum suami istri. Besuk aja aku jemput kamu lagi, tadi aku belikan makanan buat kamu. Langsung dimakan ya, jaga kesehatan." ujar Lukman penuh perhatian.


"Eh, iya terimakasih ya." Annara tertegun kagum pada sahabatnya itu.


Dalam hatinya, ia merasa kagum pada lelaki satu ini. Sungguh, ia jauh berbeda dengan Tomy. Ia selalu mementingkan kenyamanan dirinya, dan memikirkan hal terkecil untuk Annara. Senyumnya yang mengembang dibibirnya, membuat harinya sangat bahagia saat itu.


Saat malam tiba, Annara yang terlihat sedang berkemas untuk segera tidur mematikan lampu kamar miliknya. Didalam tidurnya, ia memimpikan sosok lelaki dengan menggendong anak kecil yang berambut ikal. Suara tawa yang ringan dari gadis kecil tersebut, membuat Annara semakin penasaran. Ia pun segera mendatangi gadis kecil itu, benar saja ia menyebut Annara dengan panggilan mama.


Tapi, ia sangat kebingungan didalam mimpi itu. Kenapa sosok lelaki itu, tidak dapat ia lihat dengan detai wajahnya. Sedikit samar wajah lelaki itu, tapi ia sangat mengenali sentuhan tangan lelaki itu. Rasanya seperti tidak asing baginya, mereka pun sambil menatap satu sama lain. Tiba-tiba suara gadis kecil itu semakin dekat, kali ini ia datang untuk menggandeng tangan Annara dan lelaki itu.


Dengan tawa lepas, ia memanggil mama dan papa sambil melihat ke arah wajah Annara dan sosok misterius itu. Annara yang mencoba tersadar dari mimpinya, ia pun dipenuhi dengan keringat. Nafasnya yang sedikit menderu saat terbangun, karena ia bermimpi barlari mengejar mereka berdua.


"Astaga, cuman mimpi." ucap Annara.

__ADS_1


Pagi harinya, tiba-tiba badanya begitu demam. Ia memilih untuk ijin tidak masuk hari itu, dan memutuskan untuk pergi ke dokter saat itu juga. Dengan badan yang sedikit gemetar ia berjalan menuju teras rumah, karena tidak dapat lagi menahan tubuhnya yang panas ia pun segera memesan taxi online.


Entah seperti sebuah keajaiban atau bukan, Lukman selalu datang disaat yang tepat saat Annara butuhkan. Dengan wajah yang pucat, ia menyapa Lukman dari teras depan rumahnya.


"Hai Man, sorry ya aku lupa ngasih kabar ke kamu. Kayaknya hari ini aku gak bisa deh pergi ke kantor, lagi gak enak badan." jelas Annara sambil menggigil.


"Ya ampun, kenapa gak langsung telepon aku aja si Ra. Ayo naik sini, aku anter kamu ke klinik dekat sini aja dulu ya. Biar langsung dapet obat dan bisa istirahat." cecar Lukman cemas.


Saat dikinik, Annara yang sedang menunggu Lukman mengambil nomor antrian ia hanya tertegun kagum dengan sahabatnya itu. Bagaikan seorang suami, ia selalu siap siaga demi Annara. Saat nama Annara disebut, Lukman yang sigap disamping Annara membopong tubuh Annara untuk memasuki ruangan. Terdengar suara seorang dokter perempuan yang mengenakan hijab diruangan itu menyapa mereka.


"Selamat pagi, bapak dan ibu. Mari silahkan duduk." sapa dokter diklinik itu.


"Terimakasih dok." sahut Lukman segera.


"Ini pasangan pengantin baru ya, sudah berapa lama menikah?. Beruntung sekali ibu, punya suami yang selalu siap menemani seperti ini. Jarang-jarang ada lelaki yang mau direpotkan seperti ini." cecar dokter klinik yang menggoda mereka berdua.


Mereka pun hanya saling memandang, saat mendengar perkataan dokter tersebut. Saat semua sudah diperiksa, mereka lalu segera menuju ke kasir dan menebus semua resep obatnya. Saat itu, Lukman yang meminta Annara untuk duduk dibangku pasien ia nampak sibuk dan berlalu dari hadapan Annara.


Benar saja, setibanya Lukman ditempat duduk Annara ia menyodorkan satu kantong obat milik Annara. Dan satu kotak bubur untuk Annara makan sebelum minum obat.


"Udah jangan bilang begitu, aku suka kalau kamu repotin terus menerus." goda Lukman sambil membopong tubuh Annara ke tempat parkir.


Lukman pun menyuruh Annara untuk beristirahat total hari ini. Ia tidak mengizinkan Annara untuk keluar rumah meskipun sekedar mencari makan. Selama ia sakit, Lukman sudah berujar bahwa dirinya yang akan merawat Annara.


Didalam sudut kamar, tubuh Annara yang tengah demam tinggi selalu menyebut nama ibunya. Ia kembali teringat ibunya saat itu, saat ia sakit ibunya tidak pernah beranjak dari sisinya. Kini ia harus berdiam diri sendirian disudut kamar.


Lukman yang telah tiba dikantor karena kesiangan, tidak sengaja melihat Anya yang sedang menangis sesenggukan disamping meja kerjanya. Lukman yang sudah menganggap Anya seperti adik sendiri, ia pun menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi. Selayaknya kakak beradik, seorang kakak yang cemas saat melihat adiknya itu menangis.


"Kamu kenapa?. Ada apa menangis seperti itu." tanya Lukman.


Tanya menjawab, Anya langsung memeluk Lukman saat itu. Lukman yang kaget dengan apa yang dilakukan Anya, ia hanya bisa terdiam tanpa membalas pelukannya itu.

__ADS_1


"Coba tenang dulu, gak enak dilihat teman-teman yang lain. Jelasin dulu ada apa Anya?." jelas Lukman sambil menarik tubuhnya dari pelukan Anya.


"Tomy, pagi tadi marah-marah gak jelas ke aku. Ia nampar aku diruanganya." ujar Anya dengan mata berkaca-kaca.


❤️❤️❤️


**Happy reading guys❤️


Disini ada yang sebel gak sama si Tomy?, kalau iya berarti kita sama 😂😂


terus nantikan bab selanjutnya yah.


✓ Ditunggu vote dan tap ❤️ nya


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun


✓ Ditunggu like dan hadiahnya buat othor🌷


...----------------...


Mampir kesini juga yuk, aku punya rekomendasi novel terbaik untuk kalian baca juga❤️❤️❤️**



LADY DEVIL


(Mom Al)


Bagaimana jadinya jika kamu masuk ke dalam sebuah novel kesukaanmu?


Mikhayla Winata, gadis cantik berusia dua puluh tiga tahun yang setiap harinya suka ugal-ugalan dengan cara balap motor. Kayla mengalami kecelakaan hingga membuat dirinya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Saat terbangun, ternyata Kayla sudah berada disebuah tempat yang sangat asing dimatanya.


"Hah! Ini seperti kerajaan, tapi apa mungkin??" Kayla menebak sembari mengedarkan matanya ke penjuru ruangan.


__ADS_2