Lelakiku

Lelakiku
Bedak tumpah


__ADS_3

"Duuh mama mohon kali ini aja, kamu diem dulu Nami !," gerutu Anya pada putrinya.


Anya yang tengah kerepotan karena mengurus Nami sendirian mengundang simpati Tomy untuk menghampiri dirinya. Sudah beberapa hari terakhir, keduanya terlihat tak saling tegur sapa.


"Kemarikan Nami, biar aku gendong" bujuk Tomy sambil tersenyum.


Ucapan itu nyatanya tak membuat Anya memberikan bayi kecil itu pada papanya. Ia terus berusaha menenangkan Nami sambil menggendongnya disepanjang aktivitasnya hari ini.


Meskipun ia sendiri terlihat keteteran, dia tak mau jika sampai Tomy membantu dirinya.


Tak Klothak


Bedak Anya jatuh dan tercecer dilantai, kali ini dia benar-benar tidak bisa lagi menggendong Nami sambil membersihkan semua bedak yang telah menempel dibawah sana.


Kemudian ia meletakkan putri kecilnya tersebut diatas kasur. Benar saja, Nami yang baru ditinggal Anya dalam hitungan detik sudah menangis dengan kuat. Anya yang terlihat sibuk dengan dirinya sendiri, ia tak bergeming saat Nami menangis begitu kencang.


Sementara Tomy yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dari ujung pintu, masih ragu untuk mendekat untuk menolong putrinya. Sampai pada akhirnya Nami yang tengah berguling ketepi ranjang membuat hati Tomy begitu nyilu melihatnya.


Sontak ia pun berlarian ke arah Nami yang hampir saja terjatuh dari atas tempat tidur.


"Nami ..." seru Tomy dengan sigap menangkap tubuh Nami yang hampir terjatuh.


Anya yang melihat kejadian itu, sontak mengundang amarahnya. "Lepaskan!".


"Tapi Nami hampir terjatuh, biarkan Nami denganku kali ini sayang" pinta Tomy.


"Selama kamu belum bisa menjelaskan mengenai foto-foto itu dan wanita itu, menjauhlah dari kami !" tegas Anya dengan nada tinggi.


Rupanya ia masih belum bisa melupakan kejadian dipesta ulang tahunnya hari itu. Pesta itu harus mendadak suram dibuatnya, karena kotak kecil yang berisi beberapa lembar foto Tomy dan seorang perempuan.


"Aku janji, akan membawanya kemari untuk menjelaskan semua tentang hal itu sayang" Tomy terus berupaya.


Tapi Anya yang terlanjur sakit hatinya, tak menghiraukan semua itu dan menarik tangan Tomy untuk segera pergi dari dalam kamarnya.


Drrt drrt


Ponsel Tomy bergetar.

__ADS_1


"Pak, kami sudah menemukan targetnya" suara telepon dari seorang pria.


"Bagus, bawa dia secepatnya kemari" perintah Tomy kepada pria tersebut.


Kali ini Tomy yang tak main-main dengan ucapannya, segera mengutus anak buahnya untuk membawa Chyntia kehadapan dirinya beserta istrinya.


Ditempat target, Chyntia yang saat itu tengah berada ditepi jalan sedang menunggu sebuah taxi online yang sedari tadi ia pesan. Tapi niatnya itu harus diurungkan dengan kehadiran sebuah mobil hitam yang tengah berhenti tepat didepannya.


Saat mobil itu terhenti, wajah Nami terlihat menengok ke arah kaca mobil untuk memastikan bahwa mobil itu adalah taxi online yang ia pesan. Malang nasibnya, ketika pintu mobil itu terbuka salah seorang pria menarik tangannya dengan cepat dan membekap dirinya depan sebuah sapu tangan yang sudah diberikan obat bius.


Dalam hitungan detik, Chyntia pun tertidur dan tak sadarkan diri hingga tiba di kediaman Roni saat itu. Tomy kali ini memang sengaja membawa Chyntia langsung ke rumah, karena saat ini papa mertuanya sedang berada diluar.


Tin tin ...


Seorang penjaga rumah mewah milik Roni segera membukakan gerbang pintu dengan cepat.


"Ayo cepat turun!" perintah seorang preman yang bertubuh gempal pada Chyntia.


"Lepaskan kataku, singkirkan tangan kotor kalian itu!" maki Chyntia.


Dasar laki-laki licik, kamu sengaja mengutus mereka untuk menjemputku dengan paksa kali ini. Oke, akan aku berikan kejutan untukmu didalam sana. gumam Chyntia yang sudah dendam kusumat.


"Bawa kemari," perintahnya.


"Aakh," pekik Chyntia yang hampir saja akan terjatuh karena dipaksa berjalan dengan mereka.


Sementara Tomy tengah menjemput Anya yang sedang berada didalam kamar.


"Sayang, tolong buka pintunya. Dia sudah datang" seru Tomy.


Mendengar kata datang, Anya yang saat itu tak perlu pikir panjang lagi segera membuka pintu kamarnya dan meninggalkan Nami yang sudah tertidur pulas berada didalam boxnya.


Dengan wajah kesalnya, ia mencari keberadaan Chyntia diruang tamu. Sampai ketika ia melihat seorang wanita yang sudah duduk disofa dalam kondisi tangan terikat.


"Buka tali itu," ujar Anya yang menyuruh anak buah Tomy.


"Selamat siang nyonya Tomy," sambut Chyntia kepada Anya.

__ADS_1


Dia benar-benar sudah terlihat muak dengan semua basa-basi Chyntia kala itu. Tanpa berkata panjang lebar, Anya pun melayangkan sebuah pertanyaan kepada dirinya.


"Ada hubungan apa kamu dengan suami saya," tanya Anya yang juga menyudutkan posisi Tomy suaminya.


"Hubungan yah,coba kamu tanya pada lelaki itu" seru Chyntia dengan manja dan menatap lekat wajah Tomy.


Dirinya yang sudah tidak bisa menahan lagi emosinya, mencoba mendekati tubuh Chyntia lebih dekat lagi.


Plaakkk


"Hentikan semua sandiwara ini, dia suamiku mana mungkin ia bermain dibelakangku denganmu" tanpa ragu Anya melayangkan sebuah tamparan telak ke pipi Chyntia.


Chyntia yang sudah murka dengan tamparan itu, iapun mencoba membalas rasa sakit itu dengan sebuah kenyataan yang akan mematahkan kepercayaan Anya pada Tomy seketika.


"Kalau kamu nggak percaya denganku, kamu bisa ambil ponsel milik suamimu disana. Coba cek, kapan terakhir kali kita berkomunikasi" Tegas Chyntia penuh kebencian.


Tomy sangat terkejut saat mendengar hal ini, pasalnya ia juga belum menyiapkan diri untuk kemungkinan yang satu ini. Tanganya setengah gemetar saat tengah mengambil ponsel miliknya untuk diberikan kepada istrinya yang sudah menadahkan tangan kepadanya.


Sesuai ucapan Chyntia, kali ini Anya mencoba mengecek seluruh ponsel milik Tomy saat itu. Dia yang sudah membela Tomy mati-matian dihadapan Chyntia harus menelan pahit semua kenyataan yang ia temukan diponsel milik suaminya.


Mereka berdua yang baru bertemu minggu kemarin, membuat ia kehilangan respect lagi terhadap Tomy. Dirinya terlihat meremas ponsel itu, dan memilih untuk mengembalikan pada Tomy.


Tapi jauh didasar hatinya, ia harus membela Tomy dari semua permainan busuk ini demi Nami, walaupun ia memang harus melihat semua kenyataan pahit ini dan merelakan semua sakit hatinya.


"Ternyata, kamu dulu yang menghubungi suamiku kan?. Jadi aku yakin, jika semua ini memang adalah permainan kotormu. Dan aku pastikan sekali lagi, jika kamu masih berani mencoba mendekatinya lagi dan mengusik kehidupan keluarga kami kamu akan tanggung akibatnya" gertak Anya balik.


Gertakan itu rupanya tak membuat nyali Chyntia surut disana, ia malah tertawa lebar saat mendengar hal tersebut. Ia merasa itu hanyalah sebuah gertakan murahan dari orang-orang sekelas mereka yang hanya bisa mengandalkan kekuatan orang lain.


"Baiklah nyonya, aku akan turuti semua perintahmu dengan baik. Tapi jangan cari aku lagi, jika suamimu kelak akan bermain api lagi dengan wanita lain" seru Chyntia yang setengah menyindir ulah Tomy dimasa lalu.


...----------------...


Happy reading guys 🤗


semoga masih pada betah disini yah❤️


✓ Ditunggu Vote dan tap ❤️ nya.

__ADS_1


✓ Ditunggu kiriman hadiah bunga sekebonya yah❤️


✓ Ditunggu kritik dan saran yang membangun buat othor❤️


__ADS_2