Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
RENCANA


__ADS_3

Kaburnya Vera pada saat persidangan dan melukai dua orang petugas pengadilan, telah menjadi pembicaraan publik saat ini.


Foto dan gambar dirinya tersebar dimana mana, baik itu dimedia elektronik, media cetak, maupun media sosial.


Statusnya sebagai buronan menyebabkan dirinya tidak bebas bergerak.


Untungnya keluarga Setyo ada yang memiliki rumah didaerah perkebunan teh. Maka disinilah dirinya danVera berada, didaerah pedesaan yang terpencil jauh dari keramaian.


Sebelum aksinya dijalankan, Setyo sudah memboyong keluarganya keluar negeri. Karena setelah kejadian ini jangankan ke luar negeri, keluar pulau saja nampaknya akan terasa sulit. Karena adanya pencekalan terhadap dirinya dan Vera dari pihak kepolisian.


Disinilah, disebuah rumah minimalis berukuran delapan kali sepuluh meter persegi, Vera dan Setyo mulai menyusun langkah selanjutnya.


Target mereka adalah orang terdekat Alfredo, yaitu mami, Sammy, dan kekasihnya Alfredo, Felicia.


Ya.....Vera sudah mengetahui bahwa Felicia adalah kekasih Alfredo sejak kasus penculikan yang gagal dijalankan anak buahnya.


" Aku juga harus menyingkirkan j*****g ini secepatnya. Akan kubuat kamu bernasib sama dengan Irene ", batin Vera marah.


"vSasaran utama kita adalah gadis ini ", tunjuk Vera pada foto Felicia yang ada diatas meja.


" Cari tahu semua aktivitas gadis ini sehari hari, saat dia lengah kita bisa langsung menyerangnya " , ujar Vera berapi api.


" Itu tidak akan mudah", ucap setyo datar.


" Kamu tahukan, kalau mantan suamimu itu over proktektif banget sama gadis ini. Jadi, tidak mudah bagi kita untuk menyentuhnya " , ucap Setyo menjelaskan.


Mendengar ucapan Setyo membuat darah Vera mendidih oleh rasa marah, benci, dan cemburu.


Selama delapan tahun menikah, Alfredo tidak pernah memperlakukan dirinya seperti yang dia lakukan untuk gadis itu.


" Aku jadi seperti ini semua karena kamu. Untuk itu, aku tidak akan pernah membiarkanmu merasa bahagia Alfredo " , batin Vera penuh amarah.


Sementara itu, disebuah rumah mewah berlantai tiga terlihat dua orang laki - laki dan dua orang perempuan sedang asyik mengobrol sambil sesekali bersenda gurau diruang tamu.


Suasana hangat yang tercipta malam itu tentunya membuat iri semua orang yang melihatnya.


" Rumah ini menjadi hidup sejak nona Felicia ada disini ya", ucap Mirna kepada Ina.


Ina yang mendengar ucapan Mirna hanya bisa tersenyum tipis membenarkan ucapan rekan kerjanya itu.


Memang benar, sejak kekasih majikannya tersebut berada disini, rumah menjadi hangat dan ceria lagi.


Ya....Felicia sekarang tinggal dirumah Alfredo semenjak Vera berhasil kabur. Awalnya Felicia menolak ajakan tersebut karena mengingat statusnya yang masih belum resmi menjadi pendamping Alfredo.


Tapi karena desakan dari Mia dan Sammy akhirnya dia menyetujuinya.


Apalagi kalau mengingat dirinya pernah diculik oleh anak buah Vera yang membuatnya hampir kehilangan nyawa membuat Felicia sedikit ngeri.


FLASH BACK ON


Siang itu, setelah Vera melarikan diri pada saat persidangan, Alfredo segera meluncur ke apartemen Felicia.


Didalam perjalanan, dia menghubungi Alex untuk segera menjemput Sammy disekolah dan membawanya ke apartemen Felicia.


Dengan rasa panik dia masuk kedalam unit apartemen tempat dimana gadisnya itu tinggal.


Alfredo baru bisa bernafas lega saat melihat gadisnya tersebut tertawa lepas bersama maminya sambil menonton televisi.

__ADS_1


Mereka baru berhenti tertawa dan bersama sama menatap Alfredo dengan tatapan aneh.


Alfredo yang ditatap sedemikian rupa oleh mami dan kekasihnya hanya bisa diam kebingungan.


" Kamu darimana mas, kok sampai keringatan begini ", tanya Felicia lembut sambil menghapus keringat diwajah dan leher kekasihnya itu.


" Aku hanya kangen saja sama kamu " , gombal Alfredo sambil memeluk Felicia.


" Ada apa...?" , tanya Felicia sambil menatap tajam Alfredo.


Alfredo yang merasa sudah tidak bisa menyembunyikan fakta yang ada, akhirnya menceritakan semua yang terjadi selama pengadilan berlangsung, termasuk kaburnya Vera.


Mia yang mendengar hal tersebut langsung lemas. Melihat kondisi maminya, Alfredo segera membaringkan maminya diatas sofa dan berusaha untuk menenangkannya.


Ditatapnya Felicia dan Alfredo yang ada dihadapannya secara bergantian. Dengan lembut dia membelai wajah calon menantunya tersebut.


" Kamu tolong jaga Felicia dengan baik. Mami tidak rela kalau calon menantu mami ini sampai terluka" , ucap Mia kepada Alfredo.


" Tentu mi..... Aku janji akan selalu menjaga Felicia dengan baik ", ucap Alfredo sambil mengecup tangan maminya.


" Bagaimana kalau kalian secepatnya menikah ", ucap Mia spontan.


Felicia yang mendengar permintaan Mia hanya terdiam. Bukannya tidak mau menikah dengan kekasihnya itu.


Tapi, jika akan menikah maka Felicia harus menemui kakak kandungnya, karena hanya dialah yang bisa menjadi wali sahnya setelah kedua orang tuanya meninggal.


Seseorang yang selama ini tidak ingin dia ingat apalagi dia temui.


Melihat Felicia yang langsung terdiam membisu dengan wajah sedih membuat Alfredo berangapan bahwa kekasihnya tersebut mungkin belum siap untuk berumah tangga saat ini.


Mia yang mendengar hal tersebut hanya bisa pasrah menerima keputusan anak dan calon menantunya itu.


Dia juga menyadari kalau Felicia masih sangat mudah, tapi dia juga ingin anak dan cucunya bahagia.


Dan sumber kebahagiaan dua orang lelaki yang sangat dia sayangi itu adalah Felicia.


Sammy yang baru datang dari sekolah segera menghambur kedalam pelukan Felicia saat dirinya sudah berada di dalam apartemen kakak cantiknya itu.


" Sammy kangen banget sama kakak cantik ", ucapnya sambil memeluk Felicia dengan sangat erat.


" Bagaimana kalau kakak cantik tinggal bersama kita " , ucap Alfredo spontan.


" Mau....Sammy mau pa..." , ucap Sammy dengan mata berbinar binar.


" Kakak cantik mau kan tinggal dengan Sammy ", ucap Sammy dengan pandangan memohon.


Felicia yang pada awalnya menolak akhirnya menyetujui setelah Sammy terus merengek kepadanya.


Bagi Alfredo hal ini sangatlah bagus jika Felicia bisa tinggal bersama dengannya, artinya dia tidak perlu terlalu cemas akan keselamatan Felicia, mengingat keamanan berlapis yang ada dirumahnya.


FLASH BACK OFF


Sementara itu, Mirna dan Ina yang sedang membereskan dapur sambil ngobrol terus membahas mengenai keberadaan dirumah ini.


" Nona Felicia memang seperti malaikat, dialah yang selama ini selalu menemani tuan muda disaat saat tersulitnya. Tuan muda bisa ceria seperti ini juga berkat dirinya. Meski masih muda, tapi dia sudah punya jiwa keibuan" , cerita bik Ina kepada Mirna.


" Siapa yang keibuan bik ...?", tanya Alfredo yang tiba - tiba sudah berada dibelakang mereka.

__ADS_1


" i...itu tuan, nona Felicia" , ucap bik Ina gagap.


" Kenapa dengan Felicia ?" , tanya Alfredo dengan tatapan tajam.


" Non Felicia meski masih muda tapi sudah punya jiwa keibuan ", ucap bik Ina menjelaskan sambil menunduk.


" ya sudah...., sekarang buatkan saya kopi dan antar keruang kerja " , ucapnya datar.


Mirna dan bik Ina baru bisa bernafas lega setelah majikannya tersebut pergi.


Sementara itu, Alfredo yang berada diruang kerjanya terlihat melamun sambil tersenyum sendiri membayangkan pujian yang dilontarkan pembantunya untuk gadisnya.


Dia cukup bahagia bahwa gadis yang dicintainya itu sangat perhatian dan sayang kepada anak dan maminya tanpa dia minta.


Diusianya yang terbilang masih muda, kekasihnya sudah bisa mengambil peran dirinya sebagai seorang mama dan menantu yang baik.


Setelah Sammy tidur, dengan langkah pelan Felicia keluar kamar. Baru saja dia menutup pintu kamar, dilihatnya wanita paruh baya berjalan menuju ruang kerja kekasihnya.


" Bik...bik Ina ", panggil Felicia menghentikan langkah Ina menuju ruang kerja Alfredo.


" Ini kopi buat Alfredo...? , tanya Felicia sambil menunjuk cangkir yang Ina bawa.


" Iya non, tadi tuan yang minta dibuatkan ", ucap Ina menjelaskan.


" Bibik istirahat saja, biar saya yang antar kedalam " , ucap Felicia sambil tersenyum manis.


Ina yang melihat tingkah kekasih majikannya itu hanya bisa tersenyum. Dia berharap agar Felicia bisa secepatnya menjadi nyonya dirumah ini agar majikannya tersebut tidak kesepian lagi dan membenamkan diri dengan pekerjaannya.


Tok...tok...


" Masuk.." , ucap Alfredo tanpa melihat siapa yang datang.


" Taruh dimeja situ saja bik.." , ucapnya lagi tanpa memperhatikan lawan bicaranya.


Felicia yang melihat kekasihnya tersebut sibuk, timbul niat untuk menjahilinya. Dengan perlahan dia berjalan mendekat dan langsung duduk dipangkuan pria tampan itu.


Alfredo yang kaget dengan tindakan kekasihnya itu langsung menatapnya tajam.


Bukannya turun, Felicia mulai merayu kekasihnya itu dengan sentuhannya yang dibuat sesensual mungkin.


Alfredo yang harus menyelesaikan pekerjaannya tersebut merasa gemas dengan tingkah gadis yang ada dipangkuannya tersebut.


Sekuat tenaga dia menahan hasrat yang mulai bergejolak.


Bagaimanapun juga dia adalah laki laki normal. Tentu tubuhnya akan merespon jika mendapat stimulus seperti itu.


" Aku sibuk sayang....kamu istirahat dulu ya " , ucapnya lembut sambil menahan hasrat yang sudah bergejolak.


Felicia yang ditatap tajam oleh kekasihnya, nyalinya menciut. Dengan perlahan dia turun dari pangkuan dan langsung berjalan keluar ruangan sambil menghentak - hentakkan kakinya karena sebal.


Brakkk.....pintu ditutup dengan keras oleh Felicia.


" waduh....mulai ngambek nich ", ucap Alfredo sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tampaknya besok Alfredo harus memikirkan cara untuk minta maaf kepada gadisnya jika dia tidak ingin di cuekin.


" Nanti aja itu dipikir. Sekarang pekerjaan ini harus beres dulu ", guman Alfredo sambil meneruskan mengetik.

__ADS_1


__ADS_2