
Hari sudah malam, tapi pencarian kedua anak kecil itu masih belum membuahkan hasil.
Felicia yang mengkhawatirkan keadaan Sammy dan Alika terlihat sangat sedih dan khawatir, begitu juga dengan yang lainnya.
Aldo yang baru saja datang terlihat sangat marah saat mendengar bahwa sebelum Alika dan Sammy menghilang mereka sempat bertemu dengan kekasihnya yang menyebabkan keponakannya itu menangis.
Dengan kasar Aldo segera membuka pintu ruang rawat dan bergegas pergi untuk mencari keberadaan Yasmin.
" B******k... mau apa lagi wanita ular itu " , ucap Aldo marah.
Dengan kecepatan penuh dia mulai melajukan mobil yang dibawanya.
Dia terlihat sangat marah dan kecewa dengan sikap kekasihnya itu.
" Padahal selama ini aku selalu membelanya didepan kakak dan bunda. Tetapi kenapa dia selalu saja membuat Alika menangis " , batin Aldo geram.
Aldo yang sangat mencintai Yasmin selalu melakukan berbagai cara untuk bisa membuat wanita itu diterima oleh Bunda dan kakaknya.
Awalnya dia tak percaya jika kekasihnya itu sering memberikan kata - kata dan bertindak kasar kepada keponakannya itu.
Selama ini dirinya selalu berpikiran bahwa Yasmin bukanlah sengaja ingin menyakiti Alika, wanita itu hanya merasa cemburu saja karena Aldo lebih perhatian kepada keponakannya itu.
Tapi perkataan Bundanya tersebut terbukti kebenarannya waktu Aldo sibuk mencari Alika yang sempat menghilang disekolahnya.
Kekasihnya itu berkata kasar mengenai Alika dan berharap bahwa keponakannya itu tidak pernah ditemukan, bahkan dia menyumpahi gadis kecil itu agar segera menghilang saja dari dunia.
Perkataan jahat Yasmin tentunya menyulut kemarahan Aldo yang pada saat itu sedang panik mencari keberadaan Alika.
Sejak hari itu, Aldo pun mulai menghindar dari Yasmin. Dan mungkin saja karena hal itu Yasmin akhirnya mencarinya dirumah sakit.
" Tapi bagaimana dia tahu kalau aku berada di rumah sakit ", batin Aldo penasaran.
Sesampainya di rumah Yasmin, Aldo segera mengetuk pintu dengan keras.
Tak lama kemudian keluarlah gadis manis dari dalam rumah munggil itu.
Tanpa basa - basi Aldo langsung menginterogasi Yasmin agar memberitahukan keberadaan Alika.
" Dimana Alika....KATAKAN !!!..." , teriak Aldo marah.
" Aku tidak tahu..kamu salah alamat rupanya ", ucapnya dengan nada mengejek.
Melihat ekspresi kekasihnya yang seakan meremehkan itu, Aldo yang sudah emosi segera mendorongnya ke dinding dan mengunci tubuhnya.
" Katakan sekarang atau kamu akan mendapatkan akibatnya " , ucap Aldo tajam.
Melihat gertakan dari Aldo, bukannya takut, Yasmin malah tertawa terbahak - bahak dengan raut wajah mengejek.
" Aku tidak tahu ", ucapnya cuek sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari kungkungan Aldo.
" Apa yang kau katakana kepada Alika dirumah sakit hingga dia menangis ", ucap Aldo penuh penekanan.
" Aku hanya mengatakan bahwa dia adalah "anak sial ", itu kenyataannya " , ucap Yasmin santai sambil tersenyum mengejek.
" Kau..., ucapan Aldo terputus saat tiba - tiba ponselnya berbunyi.
Karena jarak tubuh Aldo dan Yasmin yang sangat dekat sehingga suara si penelpon dapat terdengar jelas ditelinga wanita itu.
Mendengar suara perempuan, Yasmin yang berada didepan Aldo segera mengambil ponsel yang berada digenggaman kekasihnya itu.
__ADS_1
" Siapa kamu....berani sekali menghubungi pacarku !!!....", hardik Yasmin dengan nada tinggi.
Aldo yang ponselnya direbut oleh Yasmin berusaha untuk mengambilnya kembali, namun hal tersebut tidak berhasil karena Yasmin sudah berlari kearah kamar dan menguncinya dari dalam.
" Keluar kamu...atau kudobrak pintu ini ", ucap Aldo mengancam.
Teriakan Aldo yang cukup keras dari luar tidak dihiraukan oleh Yasmin, dia tetap berbicara dengan perempuan yang menghubungi kekasihnya itu.
A : Kembalikan ponselnya....
A : Aku mau berbicara dengann Aldo (ucap Ajeng ketus)
Y : Siapa kamu... berani memerintahku !!!!... ( jawab Yasmin tak kalah sewotnya)
A : Aku nggak ada urusan denganmu ya...
A : Cepat kasihkan ke Aldo (bentak Ajeng tak sabar)
Y : Berani - beraninya ya...kamu mengoda pacarku (ucap Yasmin marah)
A : Sudah jangan banyak bicara..
A : Kasihkan ke Aldo sekarang...
Y : Dasar j****g k*******n....
Kemudian keluarlah kata - kata kasar dari mulut Yasmin untuk Ajeng.
Semua kata yang diucapkan oleh Yasmin akhirnya menyulut emosi Ajeng hingga menyebabkan keduanya bertengkar hebat ditelepon.
Aldo yang sudah berhasil mendobrak pintu kamar Yasmin segera merebut ponselnya yang berada ditangan kekasihnya itu.
Tapi kali ini Aldo lebih pintar, dengan gesit dia segera berlari keluar menuju mobilnya dan memacunya meninggalkan Yasmin di depan pagar dengan muka merah karena marah.
" Awas kamu do....", ucapnya marah sambil mengepalkan kedua tangannya dan masuk kedalam rumah.
Sementara itu, Aldo yang sudah sedikit menjauh dari rumah Yasmin segera menepikan mobilnya dan menghubungi nomor telepon yang baru saja menghubunginya.
Aj : Hallo do
Al : Iya jeng....ada apa ?
Aj : Aku cuma mau ngabari kalau Alika sama Sammy sudah ketemu
Al : Ketemu dimana?
Aj : Ternyata mereka tadibketemu pak Amir, supirnya Alfredo jadi diajak pulang untuk mengambil bajunya Felicia dan Alfredo.
Aj : Ini sekarang mereka disini lagi makan kue...
Al : Ok. Makasih infonya.
Al : Aku meluncur sekarang....
Kemudian sambungan telepon terputus dan Aldo segera melarikan mobilnya menuju rumah sakit dengan persaan lega karena keponakannya telah kembali dengan selamat.
FLASH BACK ON
Sammy dan Alika yang baru saja selesai makan, saat hendak kembali kerumah sakit langkahnya terhenti saat sebuah mobil berjalan pelan mendekati mereka.
__ADS_1
Dari balik kaca mobil terlihat seorang lelaki paruh baya yang tidak asing bagi Sammy.
"Den Sammy mau kemana ?" , tanya Pak amir, supir keluarga Bramasty.
" Apa mau ikut bapak pulang ? ", ucap Amir menawarkan sambil membukakan pintu penumpang.
Melihat anak majikannya hanya diam membisu, pak Amir segera merangkulnya dan mengajak masuk kedalam mobil.
" Bapak kok mau pulang. Apa mama sudah sadar...", tanya Sammy penasaran.
"Belum den, nyonya belum sadar. Saya hanya disuruh tuan untuk mengambil baju nyonya dan tuan " , ucap pak Amir menjelaskan dan dijawab anggukan Sammy.
Setelah itu Sammy pun ikut dengan Pak Amir pulang kerumahnya untuk mengambil baju dan perlengkapan lainnya kemudian kembali ke rumah sakit.
FLASH BACK OFF
Aldo yang baru memasuki ruang rawat Felicia segera memeluk erat keponakan yang ada dihadapannya.
Alika yang sedang dipeluk merasa sangat heran dengan tingkah omnya itu.
" Om...lepasin....Alika tidak bisa bernafas " , ucapnya sambil memukul - mukul punggung Aldo.
" Maaf sayang....om hanya terlalu bahagia karena Alika sudah kembali dengan selamat ", ucap Aldo penuh haru.
" Apaan sih om....lebay banget ", ucap Alika sambil membuang muka.
Alika bertindak begitu bukan tanpa sebab, dia masih terngiang - ngiang ucapan Yasmin, kekasih omnya itu kepadanya.
Sudah beberapa kali Alika dan omanya meminta agar Aldo putus dengan Yasmin, tapi tak dihiraukan.
Melihat Alika yang tidak menghiraukannya membuat Aldo mulai berjongkok dan memegang bahu keponakannya.
" Om minta maaf ya kalau tante Yasmin sudah berkata kasar pada Alika " , ucap Aldo lembut.
"Wanita itu yang salah, kenapa om yang minta maaf " , ucap Alika sebal.
" Om sudah bertekad akan putus dengan tante Yasmin " , ucap Aldo tersenyum.
" Beneran om...", ucap Alika dengan mata berbinar dan mulai berdiri sambil memeluk Aldo yang ada didepannya.
" Syukurlah jika akhirnya kamu sadar ", ucap Dinda sewot.
Maafin Aldo ya nda...selama ini Aldo tidak pernah mendengarkan perkataan bunda. Tapi hari ini Aldo sadar kalau Yasmin ternyata sangatlah jahat " , ucapnya sedih sambil berlutut dan mencium tangan bundanya berkali - kali.
" Iya...iya...bunda sudah maafin kamu. Sekarang tolong kamu antar Ajeng pulang, kasihan dia kalau harus naik taxi malam - malam begini " , perintah Dinda.
" Siap...", ucapnya singkat.
Setelah berpamitan dengan sahabatnya, Ajengpun pulang dianter oleh Aldo.
Mereka berjalan sambil ngobrol dan sesekali tertawa.
Hari mereka sangat lega karena dua bocah itu sudah ketemu dan Felicia sudah sadar.
Tentunya malam ini mereka sudah bisa tidur dengan nyenyak.
Dari kejauhan, terlihat seorang wanita yang hatinya mulai panas melihat keakraban dua orang itu.
" Lihat saja...aku akan membalas semua perlakuanmu hari ini kepadaku, Aldo...", ucap Yasmin geram.
__ADS_1