Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
BERHASIL


__ADS_3

Sedikit demi sedikit Alfredo sudah mulai menjalankan rencananya. Langkah awal yang akan diambilnya adalah berbicara dengan anak tersayangnya, Sammy.


Meski baru berusia delapan tahun, karena keadaan yang dialaminya selama ini membuat Sammy lebih dewasa dibandingkan dengan anak seusianya. Sehingga Alfredo lebih mudah menjelaskan tentang rencana yang telah disusunya.


Dengan wajah serius, bocah kecil itu mendengarkan semua penjelasan yang keluar dari mulut papanya.


Sammy tidak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya karena sebentar lagi kakak cantiknya akan segera menjadi mamanya.


" Itu artinya kakak cantik tidak akan pernah pergi lagi ya pa ", tanya Sammy polos.


" Iya sayang, setelah jadi mamanya Sammy, kakak cantik akan selalu ada buat Sammy ", ucap Alfredo lembut sambil membelai rambut putra kesayangannya.


" Akhirnya, kamu akan mendapatkan keluarga yang lengkap dan sayang padamu nak" , batin Alfredo dengan mata berkaca - kaca.


Sammy yang sangat bahagia segera memeluk papanya dengan erat. Alfredo yang tak kuasa menahan rasa bahagianya akhirnya meneteskan air mata, tapi dengan cepat dihapusnya karena tidak ingin dilihat oleh anaknya. Kemudian mereka berdua beranjak turun untuk sarapan.


Meski pekerjaan yang ada cukup banyak, mulai dari undangan sebagai dosen tamu dibeberapa kampus dan bertemu dengan beberapa klien, tidak mampu mengalihkan kecemasan yang Alfredo rasakan.


Setelah dipikirkan selama seharian, akhirnya Alfredo memutuskan untuk melibatkan kekasihnya dalam rencana yang akan dijalankannya bersama Alex.


Hubungan yang telah membaik ini tidak ingin dia rusak kembali dengan adanya kebohongan.


Untuk itu dia akan mulai untuk jujur terhadap kekasihnya terhadap setiap permasalahan yang ada dan mencari solusinya bersama sama.


Karena permasalahan ini bukan hanya melibatkan dirinya saja, tapi juga kekasihnya. Dimana setiap keputusan yang akan diambil tentunya akan melibatkan mereka berdua sebagai objeck yang dituju.


Malam itu, sepulang kerja Alfredo mengajak Felicia kedalam kamar untuk berdiskusi mengenai temuannya tentang siapa si peneror yang selama ini menganggunya.


Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan bukti bahwa dalang dibalik semuanya itu adalah Willy, dosen tampannya yang baik hati dibantu dengan Cecillia. Mereka bekerja sama karena memiliki tujuan yang sama.


Felicia yang mendengar hal itu, pada awalmya tidak percaya dengan semua hal yang diucapkan oleh kekasihnya itu.


Dia hanya beranggapan bahwa Alfredo hanya cemburu melihat kedekatan dirinya dengan dosennya itu.


Tapi akhirnya perlahan Felicia mulai percaya saat melihat semua bukti yang diberikan kepadanya.


Ditambah lagi, pada malam itu Leon, kakaknya menghubunginya.


Agar semuanya menjadi jelas dan apa yang telah dituduhkan kekasihnya terbukti kebenarannya, telepon sengaja diloudspecker agar Alfredo bisa ikut mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


Tampaknya Willy dan keluarganya sudah berhasil mempengaruhi Leon agar membujuk Felicia untuk menikah dengan dosen tampan itu dan memutuskan hubungannya dengan Alfredo.


Berbagai macam bukti ditunjukkan oleh sang kakak melalui sambungan video call tersebut.

__ADS_1


Mulai dari foto - foto mesra Alfredo dengan Cecillia, hingga beberapa fakta tentang trik yang digunakan oleh Alfredo untuk menjebaknya Felicia agar mau bersamanya.


Bahkan kakaknya tersebut mempunyai foto Felicia keluar dari club dalam keadaan mabuk dan dibawa ke apartemennya oleh Alfredo, pada saat pertama kali mereka bertemu.


Leon juga mengatakan bahwa selama ini Alfredo selalu menggunakan anak dan maminya untuk menarik simpati Felicia.


Felicia sempat terbawa emosi saat mendengar apa yang disampaikan oleh sang kakak karena hal tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada.


Dia sangat yakin bahwa pikiran kakaknya tersebut telah diracuni oleh perkataan Willy.


Setelah mengalami perdebatan kecil yang cukup lama, dengan tegas Felicia mengatakan kepada Leon bahwa dirinya akan tetap menikah dengan Alfredo, dengan atau tanpa restu dari kakaknya itu.


Mendengar keputusan adiknya tersebut, Leon hanya bisa menghela nafas panjang.


Bagaimanapun juga, dia baru saja berbaikan dan berkomunikasi lagi dengan adiknya setealh sekian lama hilang kontak.


Tidak mungkin karena masalah ini dia bermusuhan lagi dengan adik kandungnya.


Dengan berat hati dia mulai menghargai semua keputusan yang diambil oleh adiknya tersebut dan berusaha untuk tetap mendukungnya.


" Kakak tidak ingin memaksa. Hanya saja, coba kamu pikirkan sekali lagi tentang keputusanmu itu. Menikah hanya sekali....kakak tidak ingin kamu kecewa nantinya" , ucap Leon berusaha membujuk.


"Terimakasih atas semua perhatian kakak terhadapku ", ucap Felicia sambil tersenyum.


" Tapi, Aku sudah mengambil keputusan kak. Aku akan tetap menikah dengan Alfredo. Apapun keburukan Alfredo, aku akan menerimanya ", ucap Felicia mantap.


" Kakak akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu ", ucapnya lagi.


" Kapan rencananya Alfredo akan melamarmu ? ", tanya Leon berusaha untuk tersenyum meski sedikit berat.


"Kurasa dalam waktu dekat ini. Nanti aku hubungi kakak lagi kalau sudah tiba waktunya " , ucap Felicia bahagia mendengar restu dari sang kakak.


" Ini sudah malam. Kamu istirahat....salam buat semuanya ya, terutama Ajeng, sampaikan ucapan terimakasihku karena sudah bersamamu selama ini ", ucap Leon berkaca - kaca.


" Kakak juga, jaga kondisi disana. I Miss U kak", ucap Felicia sambil menitikkan air mata.


" I Miss U too adik kecilku " , ucap Leon dan langsung menutup sambungan telepon karena tidak kuat membendung airmata yang hampir menetes.


Alfredo yang melihat kekasihnya menangis segera memeluknya dengan erat. Bukannya terdiam, Felicia semakin menangis dengan kencang dipelukannya.


Alfredopun segera melepas pelukannya dan menghapus air mata kekasihnya yang mengalir dengan derasnya.


" Kenapa...", tanya Alfredo cemas.

__ADS_1


" Aku sangat bahagia....akhirnya kakak merestui kita " , ucap Felicia masih dengan berlinangan air mata.


Sammy yang baru saja masuk kedalam kamar papanya sangat terkejut melihat kakak cantiknya menangis sesengukan. Dipukulnya tubuh Alfredo berulang kali dengan tangan mungilnya.


" Papa jahat...papa sudah membuat kakak cantik menangis ", ucap Sammy sambil terus memukul dan menendang papanya.


" Sudah cukup sayang....bukan papa yang buat kakak menangis " , ucap Felicia lembut sambil memeluk tubuh Sammy dari belakang.


"Terus kenapa kakak cantik menangis ", ucap Sammy sambil menghapus air mata Felicia yang jatuh.


" Kakak sangat bahagia" , ucap Felicia tersenyum.


" Sebentar lagi kakak cantik akan resmi menjadi mama Sammy" , ucap Alfredo sambil memeluk Felicia dan Sammy dalam dekapannya.


"Benarkah itu ", ucap Mia dan Ajeng berbarengan.


Iya mi...minggu depan kita akan ke B********n untuk melamar Felicia " , ucap Alfredo bahagia.


" Mii....minggu depan", ucap Felicia kaget.


" Terlalu lama ya....apa besok saja kita berangkat ke B********n ", tanya Alfredo dengan tatapan mengoda.


" Terserah mas aja", ucap Felicia malas.


" Ayo sayang kita tidur sekarang" , ucap Felicia membawa Sammy kedalam kamarnya dan menemaninya hingga tertidur.


Sedangkan Alfredo, Mia, dan Ajeng segera berjalan menuju ruang keluarga untuk mendiskusikan masalah tersebut.


Mereka bertiga terlihat sangat bersemangat menyiapkan segala sesuatu yang akan dibawanya melamar Felicia.


Alfredo ingin acara tersebut secepatnya dijalankan, kalau bisa dalam minggu ini.


Saat disana, bukan hanya sekedar melamar, Alfredo menginginkan langsung mengadakan acara pernikahan secara sederhana, sedangkan untuk acara resepsi bisa menyusul belakangan.


Yang diinginkan Alfredo adalah membuat Felisia secepatnya menjadi istrinya yang sah secara hukum dan agama.


Dengan banyaknya pihak yang ingin memisahkan dirinya dengan sang kekasih, membuatnya harus bergerak dengan cepat.


Selanjutnya Alfredo segera menghubungi Alex agar mempersiapkan semuanya sehingga pernikahannya bisa dilaksanakan di B********n.


Alfredo harus segera mengurus Cecillia, langkah yang dia ambil adalah dengan membuat kesepakatan dengan suaminya.


Jika masih ingin mendapatkan bantuan darinya, maka Alfredo menginginkan agar wanita itu dibawa kembali keluar negeri dan dilarang untuk kembali kenegara ini.

__ADS_1


Jika tidak, maka seluruh bantuan dan klien yang telah diberikan akan ditariknya kembali.


Alfredo hanya memberikan waktu dua hari untuk suaminya Cecillia segera melakukan hal itu. Dan hal tersebut tidak ada kata negosiasi, karena semua ini menyangkut masa depan dan kebahagiaanya.


__ADS_2