Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
MINTA MAAF


__ADS_3

Mia dan Ajeng segera membawa Felicia ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya begitu mengetahui hasilnya positif.


Dan disnilah mereka sekarang, ruang tunggu dokter Ranti.


Setelah diukur tensi tekanan darahnya dan timbang badan mereka kembali menunggu.


Setelah menunggu lumayan lama akhirnya giliran mereka untuk masuk sekarang.


Felicia yang sangat lemah terlihat dibantu berjalan oleh Ajeng dan Mia.


Melihat hal itu, Ranti segera menyuruhnya berbaring diranjang untuk diperiksa.


" Apa yang kamu rasakan sekarang ", ucap Ranti tersenyum ramah.


" Mual dan lemas ", ucap Felicia lirih.


" Itu wajar bagi wanita yang lagi hamil muda. Tapi melihat wajahmu yang cukup pucat dan rendahnya tekanan darahmu kurasa hari ini kamu harus bermalam disini dulu ", ucap Ranti menyarankan.


" Tidak bisa ya dok hanya pakai obat saja " , ucap Felicia memohon.


Felicia tidak terlalu senang jika harus opname kembali dirumah sakit. Kalau bisa dirinya mau berobat jalan saja.


" Tidak bisa cantik....karena ada dua nyawa yang harus kamu jaga ", ucap Ranti lembut.


" Dua...", ucap Mia dan Ajeng bersamaan sambil melotot karena terkejut.


" Iya bu...selamat ya, anda akan segera mendapatkan cucu kembar " , ucap Ranti tersenyum manis.


Mendengar kabar gembira tersebut Ajeng dan Mia langsung berpelukan sambil meneteskan air mata bahagia.


" Dan usia janinnya sekarang sudah menginjak sepuluh minggu " , ucap Ranti menjelaskan.


" Tapi dok, bulan kemarin saya masih datang bulan " , ucap Felicia binggung.


" Untuk trimester awal memang kadang ada beberapa wanita yang mengalami pendarahan seperti datang bulan seperti yang kamu alami. Makanya banyak diantara mereka tidak menyadari jika sedang hamil " , ucapnya lagi berusaha menjelaskan.


Setelah mendengarkan semua penjelasan Ranti, Felicia yang masih berbaring diatas ranjang segera dipindahkan keruang rawat inap tanpa harus berjalan, mengingat kondisinya yang sangat lemah.


Mia terus menemani menantunya tersebut dengan rasa bahagia, sedangkan Ajeng mulai mengurus semua administrasi yang diperlukan agar sahabatnya tersebut segera tertangani dengan baik.


Sementara itu Alfredo yang baru saja mendapatkan ucapan selamat dari Ranti sambil mengirimkan hasil usg sikembar terlihat sangat bahagia sampai tak terasa air matanya menetes.


Dengan rasa bahagia, Alfredo keluar dari ruang kerjanya dan memeluk Alex dengan erat.


Cindy yang berada disana hanya bisa melotot karena terkejut dengan tingkah bosnya yang sehari ini sering banget berubah - ubah.


" Akhirnya aku akan jadi seorang papa lex..", ucap Alfredo bahagia.


" Kosongkan semua jadwalku hari ini..." , ucapnya kemudian segera berlari masuk kedalam lift dan meninggalkan kedua asistennya yang kembali dibuat kebinggungan.

__ADS_1


" Benar kan tebakanku...", ucap Cindy tersenyum lebar.


" Kamu jangan senang dulu, jika bos yang ngidam kita nantinya yang repot kaya tadi " , ucap Alex sedih saat kembali membayangkan jika Alfredo meminta mangga muda lagi padanya.


Cindy yang melihat raut sedih rekan kerjanya itu hanya bisa mengelus pundaknya dan berusaha membuatnya sabar.


Dengan tatapan sedih membayangkan jika nantinya bukan hanya Alex yang akan dibuat kerepotan, tentunya dirinya juga akan merasakan hal yang sama.


Alfredo yang sudah sampai didepan ruang rawat istrinya hanya bisa terdiam membeku dibalik pintu.


Ditatapnya dari balik kaca yang ada diatas pintu semua orang yang sangat disayanginya berkumpul disana.


Ceklek....


Semua orang menatap kearah pintu yang baru dibuka tersebut dengan tatapan tajam.


Dengan sedikit canggung Alfredo mulai melangkah maju mendekati istrinya.


Felicia yang masih sakit hati mengalihkan pandangannya kearah Sammy yang ada dihadapannya.


Begitu juga dengan anaknya itu yang terlihat kembali asyik bercengkrama dan sesekali menyuapi mamanya dengan potongan buah yang diberikan oleh Mia.


Semua orang yang apada awalnya tampak terkejut dengan kehadiran Alfredo mulai kembali ceria seperti tadi tanpa memperdulikan kehadiran pria tampan itu.


Alfredo yang merasa tidak dihiraukan oleh semua orang yang berada disana akhirnya membuka suara.


"Aku tahu kalau kalian semua marah dan kecewa sama aku. Untuk itu sekarang aku minta maaf atas semua salah dan khilaf yang aku lakukan terhadap kalian semua. Disini aku hanya ingin memberikan penjelasan terhadap kalian semua bahwa aku telah dijebak oleh wanita yang bernama Michele. Ternyata Michele adalah kaki tangan Setyo, kekasih Vera yang sakit hati padaku dan ingin menghancurkan keluargaku. Jika kalian tidak percaya aku bisa membuktikannya pada kalian ", ucap Alfredo menjelaskan.


Kemudian dia menjukkan video kesaksian Michele yanhg berhasil direkam oleh Bima dan dikirimkan kepadanya.


" Dan sekarang wanita tersebut sudah berada didalam penjara untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya " , ucapnya lagi.


" Lalu untuk video itu bagaimana...", tanya Ajeng sinis.


"Jangan bilang kalau itu hasil editan, karena aku sudah bertanya keapada temanku yang ahli dibidang IT dan dia mengatakan kalau video tersebut asli ", ucap Ajeng tajam.


Ditatap seperti itu oleh sahabat istrinya Alfredo hanya bisa menelan ludah beberapa kali karena tiba - tiba tenggorokannya terasa kering.


Semua orang kini menatapnya dengan tajam menunggu jawaban yang keluar dari mulutnya.


Sekilas dia melirik istrinya yang tiba - tiba mengalihkan pandangan matanya sambil menahan tangisnya.


Melihat hal itu hati Alfredo terasa sakit`sekali, tak terasa air matanya mùlai menètes`.


Diapun `memberanikan dirì untuk berjalan maju mendekati istrinya.


Disamping ranjang istrinya dia bersimpuh memohon ampunan sambil berlinangan air mata.


Dia menjelaskan semua kejadian yang menimpah dirinya selama berada dikota hujan tersebut.

__ADS_1


Felicia yang mendengar hal tersebut menangis terisak.


Karena kehamilan ini membuat hormon dalam dirinya meningkat hingga bisa membuatnya sedih atau senang dalam waktu yang bersamaan.


Ingin hatinya memaafkan suaminya tapi entah kenapa egonya masih belum bisa menerima ini semua.


Dirinya ingin suaminya itu berusaha lebih keras lagi untuk menyembuhkan hatinya yang sudah terlanjur terluka.


Dalam kesempatan itu Alfredo juga bersimpuh dihadapan maminya dan memohon ampunannya karena sudah mengecewakan maminya tersebut untuk kesekian kalinya.


Namun saat dirinya hendak memeluk anak semata wayangnya untuk meminta maaf, tiba - tiba Sammy berlari keluar ruangan sambil menangis.


Alfredo yang hendak berlari menyusul anaknya ditahan oleh Mia karena saat ini Sammy masih perlu waktu untuk bisa menerima semuanya.


Dengan berat hati Alfredo menuruti maminya dan membiarkan Ajeng yang menyusul Sammy keluar.


Sammy yang sangat kecewa dengan papanya terus berlari sambil menangis hingga kemudian langkahnya terhenti saat dia menabrak seseorang.


" Sammy....", ucap Alif terkejut.


Sammy yang sedang bersedih hati segera memeluk Alif dengan erat.


Melihat sahabat putrinya tersebut tidak berhenti menangis, Alif segera mengendong dan membawanya kedalam ruang kerjanya.


Setelah meminum segelas air yang diberikan Alif kepadanya, Sammy mulai menceritakan semuanya kepada papanya Alika itu.


Semua hal tentang kekecewaannya terhadap papanya dan kesedihan yang dirasakan oleh mamanya.


Alif yang mendengar hal tersebut sedikit terkejut dan sama sekali tidak menyangka kalau Alfredo akan menyakiti Felicia seperti itu.


Karena selama ini dia melihat bahwa Alfredo sangat mencintai dan menyayangi Felicia dari bagaiman cara dia merawat dan memanjakan istrinya itu.


Setelah puas bercerita, Sammy pun terlihat mulai lelah dan mengantuk.


Tapi dia masih belum mau kembali kedalam ruang rawat mamanya karena masih ada papanya disana.


Dengan penuh kasih sayaang Alifpun membaringkan Sammy di sofa yang ada ditempat kerjanya dan menyelimutinya dengan jaketnya.


Kemudian dia segera menghubungi Felicia dan memberitahukan keberadaan Sammy agar tidak khawatir.


Mendengar kabar tersebut hatinya yang sempat khawatir karena anaknya tersebut tidak kunjung kembali mulai sedikit tenang dan meminta tolong kepada Alif untuk menjaganya sebentar disana.


Felicia pun segera menghubungi Ajeng dan menyuruhnya untuk kembali kedalam ruangan karena dia tidak mau hanya berdua saja dengan suaminya sebab Mia pamit keluar dengan bik Ina untuk membeli makan.


Alfredo yang masih melihat istrinya diam dan berusaha menghindarinya tersebut tidak marah karena dia sadar telah membuat hati gadis yang sangat disayanginya tersebut terluka.


Dengan lembut Alfredo mengelus perut Felicia yang masih rata dan mengecupnya dengan mesra.


" Maafkan papa ya sayang...kalau papa masih selalu membuat mamamu bersedih. Kalian disana jangan nakal ya...jangan buat mama kesusahan. Papa sayang kalian...", ucapnya kembali mengecup perut Felici cukup lama sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2