
Saat suami, anak dan mertuanya datang, Felicia segera menyambut dan membawa mereka masuk kedalam
ruang kerjanya sambil menunggu acara dimulai.
Semua orang terlihat sangat bahagia, tapi tidak dengan anak sulungnya yang mulai turun dari atas mobil sudah mengerucutkan bibirnya.
“ Kenapa manyun begitu…nanti cakepnya ilang lho….”, goda Felicia saat melihat anak sulungnya yang sejak dari
tadi cemberut.
“ Kenapa mama ninggalin Sammy…”, ucap Sammy sebal dengan bibir yang masih mengerucut.
“ Maafin mama ya sayang…mama harus menyiapkan tempat untuk pernikahan tante Ajeng, makanya mama pergi lebih pagi tadi ”, ucap Felicia lembut.
“ Gara – gara mama berangkat duluan aku jadi kaya gini…”, ucapnya dengan wajah sebal sambil mengacak –aacak rambutnya yang terlihat klemis.
Mengetahui apa yang menjadi akar permasalahan putra sulungnya, Felicia segera mengambil tasnya dan mengeluarkan sisir serta pomade andalan yang selalu ada ditasnya mengingat itu adalah barang wajib yang harus dibawa saat bepergian dengan Sammy.
Dengan lembut dia mulai menyisir dan merapikan rambut sang anak dengan gaya yang lagi trend saat ini.
“ Nach…ini baru keren…”, ucap Sammy puas dengan hasil kinerja mamanya.
“ Mama memang yang paling hebat nggak kaya papa…kuno…”, ucap Sammy sambil mencium pipi sang mama berulang - ulang.
Jleb…hati Alfredo serasa ditusuk sebuah pisau tajam, sakit tapi tak berdarah mendengar ucapan dari putra sulungnya itu.
“ Kuno…apa aku sudah setua itu hingga dikata kuno ”, batin Alfredo tak terima dengan ucapan sang anak.
Dia hanya bisa menatap nanar putra kecilnya yang sedang bergelayut manja dilengan sang mama sambil tertawa riang.
Mendengar ucapan Sammy semua orang yang berada didalam ruangan seketika tertawa dan tawa
mereka meledak saat melihat raut masam dari wajah Alfredo.
Suara tawa yang cukup keras dan berisik akhirnya membangunkan baby Rafael yang baru saja tertidur.
“ Hoam…...", Rafael menguap sambil mengedipkan kedua matanya beberapa kali.
" pa…pa…pa…pa…”, celoteh Rafael sambil berdiri didalam box bayinya sambil melihat kearah Alfredo.
“ Eh…anak papa sudah bangun…”, ucap Alfredo gembira dan langsung mengangkat tubuh anak kecil itu dan
mengeluarkannya dari dalam box.
Untuk menghilangkan rasa sebalnya Alfredo mulai bemain dan bercanda dengan Rafael. Sedangkan Sammy, jangan ditanya lagi, anak itu sudah mengekori sang mama berjalan keluar untuk menyambut tamu yang mulai berdatangan.
Para tamu undangan segera berdiri dari tempat duduknya saat mobil pengantin tiba. Ajeng yang memakai gaun putih press body dengan ekor panjang yang menjuntai panjang kebelakang dengan rambut digelung dan dihiasi bunga serta menyisakan sedikit rambut disisi kanan dan kiri menambah kesan anggun untuk tampilannya siang ini.
__ADS_1
Tak lupa ada mahkota kecil diatas kepalanya sebagai pertanda bahwa dirinya adalah ratu hari ini. Aldo juga terlihat gagah dengan tuxedo warna putih dengan pinggiran berwarna perak mengkilat terlihat sangat tampan.
Mereka berdua berjalan beriringan diatas jalan setapak yang dipenuhi kelopak bunga mawar merah dan putih menuju panggung yang sudah disediakan.
Selama acara prosesi lagi – lagi Felicia tidak bisa menahan luapan kebahagiaan yang dirasakannya membuatnya kembali meneteskan air mata.
Satu persatu rangkaian acara telah dilalui dan sekarang waktunya para undangan untuk menikmati hidangan yang telah tersaji disana.
“ Yang…aku keluar sebentar ya…”, bisik Alfredo pelan.
“ Mas mau kemana…”, tanya Felicia cemas melihat raut wajah suaminya yang terlihat serius.
“ Ada urusan sebentar…”, ucapnya sambil melangkah pergi.
“ Iya…hati – hati di jalan ”, ucap Felicia sedikit heran melihat suaminya yang berjalan tergesa – gesa keluar dari café.
“ Ada apa ya…kok perasaanku nggak enak…”, batin Felicia cemas.
Namun rasa cemas yang Felicia rasakan teralihkan oleh banyaknya tamu undangan yang harus dia sambut, terutama klien setia cafenya.
Sementara itu Alfredo yang baru saja mendengar kabar dari Martin bahwa Yasmin kabur dari penjara.Dan
yang membuat terkejut, hasil dari rekaman cctv yang terlihat bahwa sosok yang membantu Yasmin kabur adalah Setyo, orang kepercayaan Vera, mantan istri Alfredo yang telah meninggal karena hukuman mati.
Untuk itu Martin menghubungi Alfredo agar datang dan memastikan bahwa sosok tersebut adalah Setyo.
Mengingat Setyo dan Yasmin sama – sama orang gila yang memiliki dendam terhadap dia dan
orang – orang terkasihnya.
Sementara itu Yasmin masih binggung dengan munculnya lelaki asing yang membawanya kabur
dari penjara.
Bukan hanya tidak kenal, bahkan Yasmin sama sekali belum pernah bertemu sosok yang menjadi pahlawan kesiangannya itu.
“ Aku tahu kalau aku tampan…tapi jangan menatapku seperti itu juga…”, ucap Setyo terkekeh.
“ Aku masih penasaran…siapa kamu…apa tujuanmu membawaku kabur…”, tanya Yasmin curiga.
“ Kita bicara saat sudah sampai di lokasi…”, ucap Setyo datar.
Kemudian dia kembali fokus untuk mengemudi dan membawa Yasmin kemarkas persembunyiannya untuk melancarkan aksinya.
FLASH BACK ON
Siang itu Setyo yang sedang duduk santai bersama keluarganya tiba – tiba dikejutkan oleh suatu pemberitaan tentang kemalangan seorang wanita yang gaun pengantinnya digunting oleh seseorang akibat cemburu mantan kekasihnya menikah dengan orang lain.
__ADS_1
Awalnya Setyo cuek dan tidak tertarik dengan video yang dikirimkan kepadanya. Namun wajahnya berubah menjadi penasaran temannya itu menyuruhnya untuk fokus pada calon pengantin perempuannya.
Karena penasaran, Setyo mengamati kembali video tersebut dengan seksama. Saat itu juga seringai licik tercetak jelas diwajahnya.
“ Ajeng…sahabat Felicia…menarik…”, batin Setyo tersenyum licik.
Segera dia menghubungi anak buahnya yang berada di tanah air agar mencari info mengenai siap gadis yang mengunting gaun Ajeng tersebut.
Setyo kembali tersenyum lebar saat mendengar bahwa Alfredo telah melindungi Ajeng dari serangan wanita yang merupakan mantan dari calon suaminya itu.
Setelah gagal menjebak Alfredo melalui wanita yang mirip dengan Irene, Setyo berdiam diri sejenak.
Namun saat melihat Yasmin, ide liciknya untuk menghancurkan kebahagiaan Alfredo dan membalaskan dendam kekasih hatinya Vera kembali mencuat.
Dia ingin membantu Yasmin untuk melenyapkan Ajeng. Jika Ajeng terbunuh maka bisa dipastikan kondisi Felicia tidak akan baik – baik saja.
Dan disaat itu terjadi maka Setyo akan bergerak cepat untuk menyingkirkan satu persatu orang yang disayangi Alfredo dari kehidupannya.
Maka dari itu, saat tiba ditanah air dia cukup terkejut saat mendapat berita bahwa Yasmin telah tertangkap dan saat ini sedang mendekam didalam penjara menuggu sidang perdananya.
Tidak ingin membuang waktu lagi, tanpa berpikir panjang Setyo segera berencana untuk membawa kabur Yasmin dari dalam penjara agar rencananya bisa segera dijalankan.
FLASHBACK OFF
Alfredo terlihat geram saat melihat rekaman cctv yang berada didepannya dan melihat sosok Setyo, salah satu orang yang mempunyai peran paling utama dalam kehancuran rumah tangga dan keluarganya.
Dari semua peristiwa yang terjadi Alfredo sangat yakin bahwa otak dibalik semua itu adalah Setyo dengan menggunakan Vera sebagai bonekanya demi memuluskan aksi kotornya selama ini dalam menghancurkannya.
“ Kurang ajar…tidak akan kubiarkan kamu lolos kali ini…”, batin Alfredo geram.
Diapun lalu menjelaskan secara detail siapa itu Setyo dan bagaimana cara kinerja laki – laki tersebut.
Meski tidak sempat akrab, dari serangan yang dilakukan Setyo selama ini, Alfredo
sedikit banyak bisa membaca pergerakannya.
Dan dia sangat yakin bahwa saat ini Setyo akan menggunakan Yasmin sebagai boneka dalam aksi kotornya dengan menggunakan emosi Yasmin yang sedang tidak stabil itu.
Martin segera memanggil timnya untuk membahas mengenai rencana penangkapan Setyo dan Yasmin.
Karena Setyo merupakan penjahat kelas kakap, maka mereka harus benar – benar menyusun rencana yang sangat matang agar pelaku tidak berhasil lolos.
Setiap langkah dan tindakan cepat dan akurat sangat dibutuhkan disini. Mengingat waktu mereka tidaklah banyak.
Alfredo sangat yakin bahwa mereka berdua akan segera melakukan aksinya secepatnya. Untuk itu dia juga harus bergerak cepat sebelum langkah mereka didahului dan menyebabkan orang yang disayanginya kembali
menjadi korban.
__ADS_1