Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
SIAPA DIA...


__ADS_3

Felicia yang telah keluar dari rumah sakit mulai beraktiivitas seperti biasanya.


Mengurus café miliknya dan menyelesaikan tesisnya agar bisa segera lulus tahun ini.


Disela - sela kesibukan istrinya, Alfredo tidak pernah lupa untuk selalu mengingatkan istrinya makan secara teratur dengan makanan sehat yang telah dia siapkan sebagai bekal istrinya setiap hari.


Meski awalnya Felicia menolak dibuatkan bekal oleh suaminya karena padatnya jadwal yang ada, tapi karena Alfredo terus memaksa akhirnya dia menyetujuinya.


Semenjak bertemu dengan Ranti, Alfredo sering berkonsultasi dengan teman wanitanya itu mengenai semua hal agar istrinya bisa segera hamil.


Bahkan sekarang dia sendiri yang selalu mengawasi makanan apa saja yang dikonsumsi oleh istrinya.


Mengatur waktu istirahatnya hingga terus mengingatkannya agar tidak lupa minum vitamin yang telah diresepkan oleh Ranti.


Dan untuk mencapai tujuannya tersebut, Alfredo bahkan sudah mengantongi tanggal berapa saja yang masuk waktu subur istrinya.


Ditanggal - tanggal tersebut dia akan melakukan kewajibannya dengan memberikan nafkah batin kepada istrinya secara maksimal.


Felicia yang tidak mengetahui rencana suaminya, akhirnya bisa sedikit bernafas lega karena Alfredo sekarang tidak setiap hari memintah hak nya sebagai suami seperti sebelum - sebelumnya.


Hingga tak terasa sudah satu bulan lamanya Felicia menjalani rutinitas baru yang telah diterapkan oleh suaminya itu.


Namun tanda - tanda bahwa Felicia hamil tidak kunjung tiba.


Hal tersebut tentunya membuat Alfredo mulai merasa cemas, kira - kira apa yang salah dalam metode yang dia terapkan.


"Semua perintah Ranti sudah aku jalankan, tapi kenapa Felicia belum juga hamil ", batin Alfredo cemas.


" Apa mungkin ada yang terlewat...", batinnya mulai menerka - nerka bagian mana yang telah lalai dia jalankan.


Mia yang sedari tadi melihat putra semata wayangnya komat - kamit sambil memegang kalender ditangannya akhirnya datang menghampiri.


" Ada apa...kenapa kamu gelisah begitu ? ", tanya Mia penasaran.


" Ini mi...semua saran yang dianjurkan oleh Ranti sudah aku jalankan. Tapi kenapa sampai sekarang Felicia belum juga hamil ?" , ucap Alfredo binggung.


Mia yang mendengar jawaban dari putranya tersebut hanya bisa tersenyum kecil sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Kehamilan seseorang itu bukan dilihat dari kalender ini, tapi kalender jadwal menstruasi istrimu " , ucap Mia menjelaskan.


" Jadi beda ya mi...", ucap Alfredo polos.


" Ya tentu saja beda...", ucap Mia tersenyum.


" Kamu ini, sudah tiga kali menikah masih saja tidak pintar ", ucap Mia tersenyum mengejek.

__ADS_1


Alfredo yang mendapatkan ejekan dari maminya hanya tersenyum masam.


Bagaimanapun dirinya sudah tidak sabar mendengar berita bahwa dirinya akan segera menjadi seorang papa dan Sammy mendapatkan seorang adik.


" Kamu sabar dulu aja, jika sudah waktunyaFelicia pasti hamil ", ucap Mia berusaha menenangkan putranya.


" Siapa yang hamil mi...", tiba - tiba Felicia nonggol dari balik pintu.


" Ya kamulah sayang....siapa lagi ", ucap Alfredo yang langsung menarik Felicia agar duduk dipangkuannya.


Dihirupnya dalam - dalam aroma vanilla yang menenangkan dari tubuh istrinya.


Sikap manja Alfredo yang tidak tahu waktu dan tempat ini kadang sedikit membuat Felicia merasa risih.


Sedangkan Mia yang sudah terbiasa dengan kelakuan anaknya tersebut sejak menikah dengan Felicia segera pergi meninggalkan dua sejoli yang sedang dimabuk asmara.


Jika Mia menyadari dan memahami sikap anaknya itu namun tidak dengan Sammy, cucunya.


Dia sangat tidak rela jika mamanya dimonopoli oleh papanya seperti itu.


Saat melihat papanya yang menempel terus ke mamanya, Sammy selalu punya cara untuk membuat Felicia beranjak dari dekapan Alfredo dan beralih untuk menemani anak tirinya itu.


Alfredo seringkali merasa kesal dengan kelakuan anaknya itu, tapi setiap dirinya berusaha menegur, Felicia selalu menjadi pahlawan yang akan dengan sigap melindungi dan membela Sammy.


Seperti malam ini, niatnya untuk bermanja - manja dengan sang istri gagal lantaran Sammy merengek minta ditemani tidur sambil dibacakan cerita oleh mamanya.


Untuk menghilangkan kekesalannya, dia mulai menyalakan televisi dan menonton acara komedi yang lumayan menghibur.


Drt....drt....drt....


" Alex...", guman Alfredo sambil mengerutkan dahinya.


" Iya, ada apa Lex..?" , ucap Alfredo datar.


" Ada sedikit masalah pak dengan proyek yang ada di Bogor ", ucap Alex panik.


" Ada masalah apa ? ", batin Alfredo heran.


Seingatnya proyek yang berada di Bogor itu adalah proyek yang paling aman.


Dan selama ini selalu berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun.


Dengan panik Alex menceritakan semua detail laporan yang dia terima dari pimpinan proyek disana.


Rahang Alfredo mengeras, dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang - orang yang selama ini dia percayai bisa mengkhianatinya seperti ini.

__ADS_1


" Urus semuanya. Jangan biarkan satupun dari mereka keluar dari Bogor malam ini..." , ucap Alfredo penuh penekanan.


Kemudian di segera bergegas naik kedalam kamarnya untuk mempersiapkan diri berangkat ke Bogor.


Felicia yang baru saja menidurkan Sammy melihat suaminya masuk kedalam kamar dengan raut muka marah dan tergesa - gesa akhirnya berjalan menyusulnya.


" Ada masalah apa ? ", ucap Felicia pelan saat sudah berada didalam kamar.


" Proyek yang di Bogor bermasalah dan malam ini aku harus terbang kesana ", ucapnya sambil mulai menyiapkan berkas - berkas yang akan di bawahnya.


Dengan sigap, Feliciapun langsung menyiapkan semua keperluan suaminya selama disana dalam satu koper.


Setelah semua berkas dan perlengkapan selesai, Felicia segera mengantar Alfredo turun.


" Baik - baik dirumah ya. Jaga mami dan Sammy. Kalau ada apa - apa segera hubugi aku...ok sayang ", ucap Alfredo tersenyum lembut dan mencium kening istrinya cukup lama.


" Mas juga hati - hati disana. Jangan terbawa emosi, semua keputusan yang akan diambil selalu gunakan kepala yang dingin " , ucap Felicia lembut dan mencium punggung tangan suaminya.


Kemudian mobil yang membawa suminya itu pergi meninggalkan halaman rumah dan Feliciapun segera masuk dan beristirahat di dalam kamar.


Selama perjalanan, Alfredo tidak bisa diam. Dia terus mempelajari semua dokumen bersama Alex dengan sangat teliti dan jeli.


" Bagaimana bisa kita kecolongan sebanyak ini " , guman Alfredo sambil terus menandai bagian - bagian yang terlihat mencurigakan.


" Maafkan saya pak karena kurang teliti ", ucap Alex merasa bersalah.


" Sudahlah...sekarang yang harus kita lakukan adalah memotongnya seperti ini agar kerugian kita tidak semakin besar ", ucapnya sambil menunjukkan point - point penting kepada asistennya itu.


Rapat personal yang dilakukan didalam pesawat tersebut terus berlangsung hingga pesawat pribadi yang mereka tumpangi mendarat di bandara *************.


Setelah sampai dibandara, Ahmad pimpinan proyek di Bogor menyambut sendiri kedatangan Alfredo dan Alex.


Didalam mobil, sepanjang perjalanan ke kota hujan tersebut mereka bertiga mulai mendiskusikan langkah apa saja yang akan mereka ambil secepatnya agar kepercayaan klien tidak hilang dan kerugian yang diderita tidak terlalu besar.


"Cari tau siapa orang dibalik masalah ini. Aku yakin mereka tidak bisa bergerak sendiri melihat fakta yang ada " , ucap Alfredo sambil melempar berkas yang tadi dia teliti bersama Alex kepada Ahmad.


Sementara itu dibalkon sebuah vila yang berada di daerah puncak bogor terlihat seorang laki - laki dengan luka dibagian wajah dan seorang wanita cantik sedang bercengkrama sambil menikmati makan malam yang romantis.


" Besok kamu sudah bisa mulai menjalankan rencana yang sudah kubuat. Ingat...proyek itu hanyalah umpan, sasaranmu adalah pria ini " , ucap pria tersebut sambil menunjukkan foto Alfredo.


" Baik. Aku pastikan kamu tidak akan menyesal telah bekerjasama denganku" , ucap wanita itu tersenyum manis.


" Kuharapa kamu tidak mengecewakanku ", ucapnya tajam.


"Tentu saja....Aku akan selalu membuatmu puas dengan semua kinerjaku...", ucap wanita tersebut menggoda.

__ADS_1


Kemudian pasangan tersebut masuk kedalam vila dan menghabiskan malam yang panas bersama.


__ADS_2