Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
WASPADA


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan lamanya Felicia berada di ICU. Segala upaya telah dilakukan namun belum mebuahkan hasil. Saat ini yang bisa dilakukan hanya berdoa semoga gadis itu segera sadar dari koma.


Sammy yang masih terus menyalahkan dirinya karena peristiwa tersebut sekarang sedang menjalani perawatan dengan seorang psikiater cukup ternama, pilihan papanya.


Meski kondisi mental anal kecil tersebut belum sepenuhnya pulih, tapi dia sudah bisa menjalani aktivitas seperti biasa.


Jika sebelumnya dia hanya menangis dan mengurung diri di dalam kamarnya. Mimpi buruk yang dialaminya setiap malam juga sudah mulai berkurang.


Sementara itu dirumah sakit, penjagaan terhadap Felicia semakin diperketat selepas Vera yang beberapa kali mencoba untuk masuk kedalam ruang perawatan Felicia disaat anak buahnya lengah.


Untung saja aksinya tersebut selalu berhasil di gagalkan oleh para pengawal yang berjaga.


Sore itu, Sammy akhirnya diperbolehkan menjenguk Felicia setelah dia mogok makan selama dua hari.


Mia yang masih khawatir akan kondisi kejiwaan cucunya, akhirnya merelakan Sammy untuk menemui Felicia.


Sambil berlinangan air mata, Sammy meminta maaf kepada kakak cantiknya itu atas semua yang menimpanya.


Digenggamnya dengan erat tangan Felicia, dikecup lembut tangan tersebut sambil berderai air mata.


Kemudian Sammy mendekat, melihat wajah gadis yang biasanya ceria sekarang terlihat pucat pasi.


Ditelingga gadis itu, dia bisikkan doa - doa penyejuk jiwa sambil terisak - isak.


Tiba - tiba jari Felicia mulai bergerak. Sammy yang awalnya merasa bahwa itu hanya khayalannya saja mulai berteriak memanggil dokter saat tangan Felicia mengenggam erat jemarinya.


Perawat yang mendengar teriakan Sammy segera mendekat dan mengecek kondisi Felicia yang mulai menggerakkan jemari tangannya.


Matanya yang tertutup perlahan - lahan mulai terbuka. Saat melihat Sammy berada disampingnya, air matanya jatuh.


Sammy yang melihat kakak cantiknya telah sadar merasa sangat bahagia. Tangisannya semakin kencang, tangisan kebahagiaan.


Dia sangat bersyukur bahwa doa - doa yang dipanjatkannya untuk kakak cantiknya itu diijabah.

__ADS_1


Tak berselang lama dokter datang bersama perawat untuk mangecek kondisi Felicia.


Sammy yang harus keluar ruangan menemui papa dan neneknya untuk memberitahukan kabar baik tersebut.


Semua orang yang berada di luar ruangan merasa sangat bahagia mendengar kabar baik itu.


Tangis kebahagiaan mewarnai sore itu. Merekapun saling berpelukan satu sama lain.


" Bagaimana dok kondisi istri saya ?" , ucap Alfredo cemas.


" Alhamdulillah, istri anda sudah sadar dan kondisinya juga sudah mulai stabil. Malam ini juga istri Anda akan kami pindahkan ke ruang perawatan " , ucap sang dokter sambil tersenyum.


Mendengar kabar tersebut, baik Alfredo, Sammy dan Mia terlihat sangat bahagia.


Beberapa kali terlihat Alfredo mengucapkan terimakasih kepada dokter dan perawat yang selama ini telah merawat kekasihnya itu dengan baik.


Jika keluarga kecil Alfredo sangat berbahagia mendengar kabar baik atas kembali sadarnya Felicia dari koma, tapi hal tersebut tidak berlaku bagi Vera.


Dendam yang telah mengakar dihatinya semakin berkobar, hatinya memanas.


" TIDAK !!!...tidak akan kubiarkan j****g itu hidup. Akan kubuat kamu menderita sampai mati ", ucap Vera penuh amarah.


"Kamu harus tenang supaya bisa memikirkan langkah yang akan kamu ambil ", ucap Setyo mencoba meredakan amarah Vera.


" Kali ini kamu tidak boleh gegabah. Ingat banyak mata yang mengawasi kita ", ucap Setyo menasehati.


Sementara itu diruaang VVIP, terlihat seorang gadis cantik sedang disuapi makanan oleh sahabat baiknya, sambil sesekali senyum terlihat merekah diwajahnya saat Ajeng melontarkan kalimat lucu.


Sedangkan, disampingnya duduk orang tua Ajeng yang datang membesuk.


Keduanya terlihat sangat bahagia melihat gadis yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri itu sudah mulai membaik dan senyum cerianya telah kembali.


Wajah pucat yang sebulan terakhir menghiasi sekarang telah hilang berganti dengan wajah segar merona.

__ADS_1


" Kamu harus selalu bahagia ya nak ", ucap Ibunda Ajeng dengan lembut.


Dibelainya kepala Felicia yang bersandar dipundaknya dengan lembut, seperti yang biasa dia lakukan jika gadis itu datang ke rumahnya.


Alfredo yang baru saja masuk kedalam ruangan segera mencium tangan kedua orang tua Ajeng.


Dirinya sangat bahagia melihat kekasihnya tersebut tersenyum bahagia bersama keluarga Ajeng.


Meskipun ayah Ajeng terlihat sangat kaku dan galak, tapi setelah mengobrol lama kita akan tahu bahwa beliau adalah orang yang ramah dan hangat.


Pada saat itu, Alfredo memberanikan diri meminta restu untuk menikah dengan Felicia.


" Semua terserah pada Felicia, kami akan selalu mendukung apapun keputusannya, jika itu membuatnya bahagia ", ucap Bekti, ayah Ajeng.


Mendapat lampu hijau dari Bekti membuat Alfredo bahagia. Sedangkan Felicia yang melihat tindakan kekasihnya tersebut hanya tersipu sipu, Pipinya merah merona menahan malu.


" Ahhh...enggak romantis ", ucap Ajeng dengan nada mengejek.


Felicia yang mendengar ucapan sahabatnya itu hanya tersenyum kecil sambil melirik kekasihnya.


Sedangkan Alfredo yang disindir oleh perkataan Ajeng mulai merasa tertantang.


" Tenang saja....ini baru permulaan ", ucap Alfredo sambil menepuk pundak Ajeng.


" Aku percaya...", ucap Ajeng sambil ganti menepuk pundak Alfredo.


" Jangan mengecewakanku ", ucapnya lagi.


Semua yang melihat ekspresi Alfredo hanya tersenyum bahagia.


Mendung yang menyelimuti keluarga Alfredo pelan - pelan mulai menghilang dan diganti datangnya pelangi indah di langit.


Yang perlu dia lakukan hanyalah mencegah mendung iti datang lagi, dan mengantisipasi adanya petir yang datang.

__ADS_1


__ADS_2