Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
SAMMY DAN ALIKA MENGHILANG


__ADS_3

Disebuah mall terlihat seorang wanita yang terlihat sangat kesal saat semua panggilannya tidak direspon oleh kekasihnya.


Bukan hanya panggilan yang diabaikan, bahkan semua chat yang dikirimnya mulai semalam sama sekali tidak ada yang dibaca.


" Untung saja aku pasang gps diponselnya " , batin Yasmin lega sambil mulai mengecek keberadaan sang kekasih.


Setelah mengetahui keberadaan kekasihnya, Yasmin yang terlihat sangat sebal segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit dimana kekasihnya itu berada.


Setelah keluar dari mobil, kaki jenjangnya segera melangkah memasuki rumah sakit.


Langkah kakinya terhenti saat dari jauh dia melihat kekasihnya itu sedang berjalan bersama seorang perempuan.


Dengan perlahan diikutinya sang kekasih hingga masuk kedalam ruang rawat seseorang.


Dari balik pintu yang sedikit terbuka, dia bisa melihat ada bundanya Aldo dan Alika disana, sedangkan sisa orang yang lainnya dia sama sekali tidak mengenalnya.


Cukup lama Yasmin berada disana dan mendengar percakapan semua orang yang berada dalam ruangan.


Suasana sedih yang menyelimuti ruang rawat itu sempat dirasakan oleh Yasmin.


"Jadi gara - gara gadis kecil itu lagi dia mengabaikanku seperti ini ", ucap Yasmin geram.


" Aha...aku punya ide. Kuharap ini berhasil ", batinnya sambil tersenyum licik.


Dari kejauhan dia melihat bundanya Aldo berjalan menuju pintu keluar, dengan gerak cepat Yasmin segera bersembunyi di balik dinding diujung lorong.


Beberapa kali dia mengintip kearah ruang rawat inap tersebut, menunggu ada kesempatan untuk menemui gadis kecil itu.


Tampaknya dewi fortuna sedang berpihak kepadanya, dari balik pintu terlihat dua anak kecil sedang berjalan keluar kamar.


" Alika...", panggil Yasmin.


" Siapa?" , tanya Sammy sambil menoleh kearah wanita yang berjalan cepat kearah mereka.


" Nggak tahu, aku nggak kenal. Ayo pergi ", ucap Alika segera menarik tangan Sammy.


Melihat Alika cuek terhadapnya, Yasmin sedikit geram. Dihampirinya dua anak kecil tersebut.


Tapi lagi - lagi Alika sama sekali tidak merespon segala ucapan kekasih om nya itu.


Yasmin yang melihat tingkah keponakan kekasihnya itu sangat marah karena Alika menganggap Yasmin seperti angin lalu.


" Kurang ajar, dia sama sekali tidak menganggapku ", batinnya marah.


Tapi Yasmin tidak kehilangan akal, dengan langkah cepat dia menghadang langkah dua bocah kecil itu.


Sambil berjalan memutar dia mulai mengeluarkan kata - katanya yang mengandung racun.


" Mamamu meninggal setelah melahirkanmu. Kakekmu juga meninggal karena kesalahanmu. Banyak teman - temanmu yang terluka saat membantumu. Dan sekarang perempuan yang ada di ruangan tersebut juga akan meninggal karenamu....Dasar anak pembawa sial " , ucap Yasmin sambil tersenyum meledek.

__ADS_1


"Tutup mulutmu..." , ucap Sammy marah menatap wanita itu dengan tajam.


Hey bocah, kenapa kamu membela dia. Karena dialah mama mu juga sebentar lagi akan mati " , ucap Yasmin tersenyum lebar.


" Dasar anak pembawa sial....sampai kapanpun orang yang berada didekatmu pasti tidak akan selamat ", bisik Yasmin pelan dan kemudian pergi sambil tertawa terbahak - bahak.


Alika yang sudah sejak tadi menahan diri agar air matanya tidak tumpah, akhirnya menangis tersedu - sedu.


" Cup....cup....cup....jangan menangis lagi " , ucap Sammy menenangkan sambil menghapus air mata Alika.


Kita cari mushollah yuk, kita berdoa disana agar mama cepat sadar dan bisa bersama kita lagi " , ucap Sammy lembut dan berusaha menenangkan sahabatnya itu.


" Tapi bagaiman kalau yang diucapkan kak Yasmin itu benar, bahwa aku adalah anak pembawa sial ", ucapnya sesengukan.


" Sudahlah...kamu jangan dengarkan omongan wanita jahat itu " , ucap Sammy lembut.


Kemudian Sammy segera mengajak Alika untuk mencari mushola.


Sudah cukup lama mereka berputar - putar tetapi tidak menemukan tempat yang dituju. Akhirnya mereka berinisiatif untuk bertanya kepada security yang berjaga di depan.


" Permisi pak, musholanya ada disebelah mana ya pak ?" , tanya Sammy sopan.


" Musholanya ada disana dik ", ucap Security sambil menunjuk posisi diujung rumah sakit.


" Tapi saat ini musholanya lagi dalam tahap renovasi. Kalau mau sholat di masjid yang ada diseberang jalan itu. Tapi hati - hati ya kalau menyeberang jalan ", ucap Security menjelaskan.


Mereka berharap jika dengan sholat dan berdoa disana, mamanya akan segera sadar.


Didalam masjid mereka berdua berdoa dengan hikmat, tak terasa air matanya meneteskan di pipi.


Setelah cukup lama berdoa, akhirnya mereka berdua segera meninggalkan masjid.


" Aku lapar Alika, bagaimana kalau kita cari makanan disana ", ucap Sammy sambil menunjuk pujasera yang tidak jauh letaknya dari masjid.


" Ayo...kebetulan aku juga sudah lapar , ucap Alika yang langsung menggandeng tangan Sammy menuju tempat yang ditunjuk tadi.


Sementara itu, Felicia yang baru saja sadar segera diperiksa oleh Alif.


Dokter tampan itu terlihat bahagia melihat kondisi gadis cantik yang ada didepannya mulai membaik.


" Sammy sama Alika kemana ya, kok hanya ada tasnya diatas sofa ", ucap Felicia sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang didominasi warna putih itu, tapi kedua anak yang dicarinya sama sekali tidak terlihat.


Semua orang terlihat sedikit panik mendengar pertanyaan Felicia. Dinda dan Mia yang berada disana segera mencari kedua anak itu di kamar mandi dan diluar ruangan, tapi hasilnya nihil.


Alfredo pun terlihat sedang berbicara dengan Ajeng di ponsel, siapa tahu kedua anak itu diajak Ajeng dan Aldo ke apotik untuk mengambil obat.


Tapi hasilnya juga nihil, kedua anak kecil itu tidak bersama mereka.


Saat semua sedang sibuk mencari, Alif segera keluar untuk mengecek cctv yang ada dirumah sakit.

__ADS_1


Melihat Alif keluar, Alftredopun bergegas mengikutinya. Dia sangat cemas dan ingin segera tahu keberadaan kedua bocah itu.


" Semoga belum terlalu jauh ", batin Alfredo cemas sambil mulai berlari kecil mengikuti kemana Alif pergi.


Sesampainya diruang pengawas, Alif segera meminta untuk menayangkan rekaman cctv tiga puluh menit yang lalu.


Alfredo dan Alif sama sama menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskannya dengan kasar saat tidak ditemukan adanya dua bocah tersebut.


Namun di sepuluh menit terakhir, mereka melihat dua orang bocah yang mereka yakini sebagai Sammy dan Alika yang keluar dari ruang rawat Felicia, dan tak lama kemudian terihat ada seorang wanita yang mendekatinya.


Tampaknya wanita tersebut mulai mengatakan hal - hal yang tidak terdengar.


Hanya saja jika dilihat setelah wanita itu pergi Alika menangis dan berusaha ditenangkan Sammy.


" Yasmin...", guman Alif pelan tapi masih bisa didengar oleh yang lainnya.


" Siapa dia? ", tanya Alfredo penasaran.


" Kekasih adikku, Aldo " , ucap Alif cemas


" Kira - kira apa yang dikatakannya hingga putrimu menangis ", ucap Alfredo penasaran.


" Entahlah....karena kita tidak bisa mendengar percakapan mereka ", ucap Alif sedih melihat putri kesayangannya menangis.


Kemudian mereka melanjutkan melihat rekaman di depan rumah sakit karena tampaknya dua bocah tersebut melangkah kesana.


Dan benar saja, mereka terlihat sedang berbicara dengan seorang security yang bertugas disana.


"Pak Bambang ", guman Alif senang.


"Terimakasih ya pak " , ucapnya sopan kepada petugas yang ada disana.


Alifpun segera bergegas menuju loby rumah sakit untuk menemui pak Bambang. Begitu juga dengan Alfredo yang masih membuntutinya dari belakang.


" Pak Bambang, apa bapak tadi melihat putri saya " , ucap Alif sambil memperlihatkan foto Alika di ponselnya.


" Benar dok, tadi saya melihat anak kecil ini bersama temannya mau sholat dimasjid yang ada di seberang rumah sakit " , ucap Pak Bambang sambil menunjuk arah masjid.


" Terimaksih pak , ucap Alif yang langsung bergegas menuju masjid.


Sesampainya di masjid, Alif dan Alfredo mulai mencari kedua anak tersebut kesemua sisi yang ada di masjid.


Cukup lama mereka berkeliling masjid tapi kedua anak kecil tersebut sama sekali tidak terlihat.


Bahkan orang - orang yang berada disanapun tidak ada yang mengetahui keberadaan dua bocah itu.


Ditengah kepanikan yang ada, Alfredo segera menghubungi anak buahnya agar segera mencari Sammy disekitar rumah sakit.


" Kamu tenang dulu, aku sudah menghubungi anak buahku untuk mencari mereka. Dan aku rasa mereka masih belum terlalu jauh " , ucap Alfredo berusaha menenangkan Alif yang terlihat sangat frustasi kehilangan putrinya.

__ADS_1


__ADS_2