
Pagi itu Alfredo cukup terkejut saat dirinya bangun ada seorang wanita didalam pelukannya.
Perlahan - lahan dia mulai mengingat semua tentang kejadian yang semalam dia lalui.
" Bodoh...bagaimana aku bisa bertindak sejauh itu " , batinnya frustasi memikirkan semua kebodohan yang telah dilakukannya.
" Setelah dilihat cukup dekat dia berbeda dengan Irene " , batin Alfredo mengamati dengan seksama wajah Michele yang make upnya mulai luntur.
Dengan perlahan dia mulai melepaskan tangan yang memeluknya agar wanita tersebut tidak bangun.
Setelah itu dengan cepat dirinya keluar dari kamar dan segera membersihkan diri di kamar mandi luar yang berada didekat dapur.
Alex yang baru bangun melihat bosnya yang sudah rapi dengan koper yang ada disampingnya memandang dengan heran.
" Cepat kemasi pakaianmu, kita pulang sekarang " , ucap Alfredo tajam.
" Dan jangan berisik agar wanita itu tidak bangun ", ucap Alfredo mengingatlkan.
Alex yang mendengar perintah tersebut segera masuk kedalam kamar untuk membereskan pakaiannya.
Kemudian mereka berdua segera keluar dan naik kedalam mobil menuju bandara untuk kembali kekota tempat tinggal mereka.
Michele yang baru saja terbangun dan tidak melihat keberadaan pria tampan tersebut disampingnya segera mencari keberadaan Alfredo disetiap sisi apartemen, namun hasilnya nihil.
" Apa mungkin dia sudah berangkat kekantor ya..." , guman Michele acuh.
Kemudian diapun segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dengan perasaan yang teramat bahagia.
Sesampainya di rumah, Mia yang cukup kecewa dengan putranya tersebut langsung menampar pipi Alfredo dengan keras.
Alfredo yang sudah tahu dimana letak kesalahannya hanya bisa diam membisu.
" Mami tidak menyangka kalau memiliki anak b***h seperti kamu " , ucap Mia marah.
" Sebaiknya kamu selesaikan semua masalahmu sebelum istrimu tahu ", ucap Mia dengan muka merah padam akibat marah.
Dengan langkah gontai Alfredo berjalan memasuki kamarnya.
Dilihatnya foto pernikahan dirinya dengan Felicia yang terpasang rapi didinding kamarnya.
"Benar kata mami, aku harus segera membereskannya sebelum Felicia tahu", ucap Alfredo yang bergegas menghubungi Alex.
Dia tidak mau sampai mengecewakan dan membuat marah istrinya itu.
Karena dia sangat yakin bahwa Felicia akan benar -benar meninggalkannya jika tahu bahwa dirinya sudah tidur dengan wanita lain.
Alex yang dihubungi oleh bosnya itu segera mengirimkan semua berkas - berkas yang telah didapatkannya.
Alfredo begitu murka mengetahui bahwa yang membuat proyeknya di Bogor hampir bangkrut adalah Michele.
Tapi Alfredo cukup penasaran kenapa Michele mengincar dirinya bahkan sampai melakukan operasi plastik demi menyerupai Irene.
" Apa cuma ini saja data yang bisa kamu gali " , ucap Alfredo tajam.
" Benar bos....sementara masih itu saja hasil yang saya dapat. Tampaknya orang yang memerintahkannya bekerja sangat rapi sehingga sulit terlacak ", ucap Alex menjelaskan.
" Gali terus dan temukan segera siapa dalang dibalik semua ini ", ucap Alfredo geram.
Dia melihat semua foto dan data yang dikirim oleh asistennya tersebut dengan wajah penuh amarah.
" Bagaimana aku bisa masuk dalam jebakan seorang p*****r seperti dia" , ucap Alfredo jijik.
Tiba - tiba dirinya merasa sangat kotor saat melihat foto Michele yang bermesraan dengan banyak lelaki.
Dia merasa sangat bersalah terhadap istrinya yang begitu setia menunggunya.
__ADS_1
Bahkan gadis itu sudah merawat keluarga dan anak semata wayangnya dengan tulus.
Namun semuanya dibalas pengkhianatan oleh dirinya.
Alfredo mulai mengacak - acak rambutnya dengan frustasi membayangkan bahwa istrinya akan meninggalkannya jika sampai masalah ini terungkap.
Sementara itu Michele yang mendapat kabar bahwa Alfredo tidak berada dikantornya begitu juga dengan Alex merasa cemas.
Apalagi nomor ponsel lelaki tersebut seharian ini tidak bisa dihubungi membuat dirinya semakin frustasi.
Setyo yang mendengar bahwa Alfredo telah meninggalkan kota Bogor segera menghubungi Michele dan memarahinya.
Namun amarah Setyo mereda saat Michele mengatakan bahwa dirinya semalam sempat tidur dengan Alfredo setelah memberinya obat perangsang.
" Aku puny ide ", ucap Setyo tersenyum licik.
" Sekarang biarkan saja dulu...", ucap Setyo tersenyum.
Meski merasa cukup binggung, namun Michele akhirnya menuruti apa yang Setyo perintahkan sebab sekarang dia tidak punya pilihan lain.
" Nikmatilah waktu berhargamu sekarang...karena sebentar lagi waktu kehancuranmu akan segera datang ", ucap setyo tertawa keras.
Alfredo akhirnya bisa bernafas dengan lega saat dirinya sudah memutuskan semua hal yang berhubungan dengan Michele termasuk kontrak kerjasama dengannya.
Semua itu juga tidak luput dengan kerja keras Alex yang selalu setia mendampinginya.
Bahkan hubungannya dengan istrinya kian hari kian romantis.
Namun kebahagiaan Alfredo tampaknya tidak bertahan lama karena badai besar akan segera menimpanya.
Felicai yang sedang sibuk menyelesaikan tesisnya dan pembukaan cabang keempat cafenya sedikit terganggu dengan adanya nomor tak dikenal yang mengiriminya chat mesra antara wanita tersebut dengan suaminya.
Awalnya Felicia tidak terlalu merespon chat tersebut, namun akhirnya dia merasa gerah juga dengan foto - foto mesra suaminya dengan wanita tersebut.
Untuk semakin memanaskan suasana Michele juga mengirim hasil testpack yang menyatakan dirinya hamil.
Ajeng yang melihat ekspresi sedih dari wajah sahabatnya tersebut langsung duduk disebelahnya dan mengintip ponsel yang dipegang Felicia.
" Siapa yang hamil ? ", tanya Ajeng penasaran.
" Selingkuhan Alfredo " , ucap Felicia berurai air mata.
Ajeng yang cukup terkejut dengan perkataan sahanatnya itu segera memeluknya dengan erat untuk menenangkannya.
" Apa kamu sudah menanyakan hal tersebut kepada suamimu ", tanya Ajeng cemas dan hanya dijawab gelengan kepala oleh Felicia.
" Kamu harus positif thingking, mungkin ini hanya kesalah pahaman saja ", ucap Ajeng berusaha menenangkan.
" Ini nyata...lihat..." , ucap Felicia sambil memperlihatkan video panas Alfredo dengan wanita tersebut.
Ajeng yang melihat jelas wajah Alfredo disana tidak bisa berkata apa - apa.
Dia cukup syok dan sama sekali tidak percaya bahwa suami sahabatnya itu mampu melakukan hal seremdah itu dibelakang Felicia.
" Kurang ajar, aku tidak akan memaafkannya..." , ucap Aldo yang tiba - tiba sudah berada di belakang Felicia dan Ajeng.
Hati Aldo cukup panas melihat Alfredo mengkhianati Felicia seperti itu.
Dia tidak terima Felicia yang selama ini selalu setia dan mengurus keluarganya malah diperlakukan seperti itu oleh Alfredo.
" Aku akan membuat perhitungan dengannya ...", ucap Aldo penuh amarah.
Diapun kemudian pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor dimana Alfredo bekerja.
Teriakan Ajeng yang memanggil namanya tidak dia hiraukan.
__ADS_1
Bahkan panggilan telepon dari kekasihnya tersebut juga diabaikannya.
" Kuharap Aldo tidak berbuat hal yang nekat ", batin Ajeng cemas.
Sebenarnya dia ingin menyusul Aldo, tapi dirinya tidak mungkin meninggalkan Felicia sendirian dalam kondisi seperti ini.
" Jeng...antar aku pulang ke apartemen. Aku butuh menenangkan diri " , ucap Felicia yang dianggukin kepala oleh Ajeng.
Kemudian Ajengpun segera mengantar Felicia ke apartemennya.
Setelah memastikan sahabatnya tersebut beristirahat dia turun ke bawah agar tidak ada siapapun yang bisa masuk ke unit apartemen Felicia.
Karena apartemen Felicia termasuk apartemen mewah jadi disana juga menyiapkan berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan pemiliknya, termasuk privasi bagi penghuninya.
Yaitu batasan atau tidak menerima tamu siapapun yang dikehendaki oleh pemilik apartemen.
Saat ini Felicia hanya ingin menangkan diri sebelum bertemu dengan suaminya.
Hatinya terasa sangat sakit, mungkin jika hanya foto dan chat mesrah dirinya masih bisa tidak perduli.
Tapi video tersebut, benar - benar membuat hatinya hancur.
Aldo yang sudah tiba di kantor Alfredo segera menuju keruang kerjanya.
Meski sudah dilarang tapi dirinya tetap memaksa masuk hingga terpaksa harus kejar - kejaran dengan petugas keamanan yang ada disana.
Sesampainya diruang kerja Alfredo, Aldo segera menghajar pria beranak satu tersebut dengan membabi buta.
Bahkan semua orang yang berusaha untuk melerai merekapun terpental jatuh kebelakang.
"Apa kamu sudah gila...", teriak Alfredo marah.
" Dasar b*****n...", ucap Aldo penuh amarah.
Alfredo yang terus dipukul secara membabi buta tanpa mengetahui apa keaalahannya akhirnya balik memukul Aldo, dan perkelahianpun tidak dapat terelakkan.
Empat orang petugas keamanan yang berhasil memegangi Aldo akhirnya bisa menghentikan perkelahian yang sedang berlangsung.
" Ceraikan Felicia jika kamu tidak bisa membuatnya bahagia ", ucap Aldo lantang.
" Apa maksudmu..?", ucap Alfredo binggung.
" Nggak usah sok b**o. Dasar munafik...", cibir Aldo sinis.
Alfredo yang memang tidak tahu permasalahan yang ada hanya bisa menatap Aldo dengan tatapan heran.
" Lihat ini...", ucap Aldo menunjukkan video yang ada di ponsel Felicia yang berhasil direbutnya tadi agar gadis tersebut tidak terus melihat rekaman video tersebut.
Melihat rekaman video panas dirinya muka Alfredo langsung merah padam dan rahangnya mengeras menahan amarah.
" Darimana kamu dapatkan ini ", ucap Alfredo penuh emosi.
"Wanitamu yang mengirimnya ke istrimu ", ucap Aldo tajam.
Saat dirinya hendak merebut kembali ponsel Felicia dari tangan Alfredo tiba - tiba tangannya dicekal.
" Ini ponsel istriku, kamu tidak berhak membawanya " , ucap Alfredo marah.
" Ok. Jika kamu tidak bisa membahagiakannya, sebaiknya lepaskan saja..." , ucap Aldo penuh penekanan.
" Kurasa kakakku bisa membuatnya bahagia dibandingkan dirimu ", ucapnya sinis.
Alfredo hanya bisa mengertakkan giginya marah melihat kepergian Aldo.
Meski dirinya sudah membuat istrinya terluka, tapi dia tidak akan membiarkan siapapun untuk merebut Felicia dari sisinya.
__ADS_1