Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
TERTANGKAPNYA YASMIN


__ADS_3

            Yasmin merasakan tubuhnya terasa remuk, belum lagi pengaruh alkohol yang masih terasa membuat


kepalanya terasa sangat sakit.


            Dengan tertatih dia berjalan mengambil kotak obat yang ada di laci kaca riasnya. Cukup lama dia mengaduk – aduk laci hingga isinya keluar semua, namun obat yang dicarinya tidak juga ada.


“ Sial…aku kehabisan stock…”, ucapnya mengumpat.


            Sejenak dia duduk agar tidak jatuh, saat ini kepalanya terasa sangat berat sekali. Sambil merangkak dia berusaha untuk naik keatas ranjang dan merebahkan dirinya sejenak hingga rasa sakit itu berkurang.


Braakkk….


“ Bangun pemalas !!!...”, hardik Susi sambil membuang selimut yang menutupi tubuh Yasmin.


            Yasmin yang baru saja memejamkan kedua matannya hanya diam tak menghiraukan ucapan maminya.


“ Apa kamu ingin kuseret kekamar mandi sekarang…”, ucap Susi mengancam.


            Saat tangan Susi menyentuh tubuh Yasmin, gadis itu langsung terbangun dan menghempaskan tangan sang mami dengan kasar.


            Sambil menahan rasa sakit yang ada, Yasminpun segera masuk kedalam  kamar mandi. Dingginnya air


shower membuat rasa sakit yang ada sedikit berkurang.


“ Aku harus secepatnya keluar dari rumah terkutuk ini ”, batin Yasmin geram, diapun mulai menyusun rencana.


            Yasmin mulai keluar dari kamar mandi saat suara Susi tidak terdengar lagi. Pelan – pelan dia membuka pintu kamar mandi sambil melihat kondisi sekitar kamarnya.


“ Aman…”, batin Yasmin senang.


            Dengan cepat dia mulai memakai baju dan celana panjang serta memasukkan beberapa barang kedalam tas ransel yang telah disiapkannya.


“ Ok…sudah semua. waktunya beraksi…”, ucapnya langsung berjalan kearah jendela kamarnya.


Hupp…dengan gerakan cepat Yasmin melompat kearah dahan pohon mangga yang berada dekat kamarnya.


            Dia berjalan mengendap – endap seperti pencuri agar bisa lolos dari beberapa petugas yang berjaga di depan rumahnya.


               Yasmin yang sudah terbiasa kabur dari rumahnya dengan lincah menghindari petugas yang berjaga dan telah melompat pagar keluar dari rumah.


                Susi  yang sudah cukup lama menunggu putrinya keluar dari kamarnya tidak sabar dan segera mengeceknya secara langsung.


tok...tok...tok...tok...tok......


“ Hey…cepat keluar…”, teriak Susi dari luar kamar mandi.


            Tidak ada sahutan membuat Susi segera membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci tersebut. Saat melihat kamar mandi telah kosong, Susi segera menyisir seluruh bagian kamar namun putrinya tersebut telah menghilang bak ditelan bumi.


“ B******k...dasar anak s****n….”\, berbagai sumpah serapa keluar dari mulut Susi saat tidak mendapati Yasmin disemua tempat.


            Beberapa penjaga sudah dikerahkan untuk mencari, namun hasilnya nihil. Wajah Susi seketika merah padam membayangkan apa yang akan terjadi pada dia dan keluarganya jika Yasmin tidak ditemukan.

__ADS_1


            Sementara itu, Yasmin yang sudah berhasil kabur segera menuju gudang tempatnya semalam berada.


“ Untung mobilku kusembunyikan, jika tidak…pasti sudah diambil kakak ”, batin Yasmin dengan wajah riang.


            Diapun segera memacu kendaraannya untuk membeli beberapa peralatan yang dibutuhkannya agar aksinya mengagalkan acara pernikahan antara Ajeng dan Aldo nanti malam berhasil.


            Sementara itu di kediaman Ajeng saat ini terlihat sangat ramai. Meski acara malam ini hanya akad nikah yang sederhana, tapi karena ini adalah pesta pernikahan anak tunggal pak Budi dan Ibu Wati maka semua keluarga


dari orang tua Ajeng dan tetangga pada datang  untuk membantu mempersiapkan acara malam nanti.


            Selama ini keluarga Ajeng cukup banyak membantu saudara dan tetangga jika mereka sedang ada acara tanpa diminta.


             Oleh karena itu, pada pernikahan putri tunggal mereka semua saudara dan tetangga akan membantu agar acara berjalan dengan lancar.


            Rumah Ajeng yang sederhana kini disulap menjadi tempat yang indah dan mewah dengan berbagai macam hiasan, terutama di bagian ruang tamu yang nantinya akan digunakan sebagai tempat akad nikah berlangsung.


            Sedangkan halaman depan rumahnya yang tidak terlalu besar ditutup dengan tenda putih sehingga semua halaman depan tertutup rapat.


            Disana juga telah berjejer kursi yang akan digunakan sebagai tempat duduk para tetangga dan keluarga yang akan menyaksikan jalannya akad nikah.


            Ajeng yang berada dalam kamar seharian merasa sangat gugup. Seharian ini dirinya dilarang untuk keluar dari kamar.


            Berbagai macam perawatan tubuh dan wajah hingga rambut dilakukannya menyambut hari spesialnya. Mulai dari luluran, facial, creambath, sampai perawatan **** ************* juga dilakukan.


            Semua hal itu seharusnya dilakukan di salon tapi untuk menjamin keamanan calon mempelai akhirnya Felicia memanggil orang untuk melakukan perawatan terhadap sahabatnya itu di rumah.


            Sore itu Felicia yang hendak berangkat kerumah Ajeng dibuat sibuk oleh suami dan kedua anaknya. Semua orang ingin didahulukan, padahal tangannya hanya dua.


“ Huffttt….akhirnya selesai juga ”, ucapnya lega saat kedua anaknya dan suami telah rapi dan sudah siap di depan.


“ Sabar…”, ucap Mia sambil mengelus punggungnya dengan lembut.


“ Semoga hal seperti ini tidak terjadi tiap hari….jika tidak, bisa – bisa aku cepet tua nantinya kalau tiap hari harus marah – marah terus ”, curhat Felicia kepada Mia.


            Mia yang mendengar ucapan menantunya hanya terkekeh dan berusaha untuk menenangkan menantu kesayangannya itu dengan memberinya air putih dingin agar kepalanya ikut dingin.


            Setelah semua siap, Alfredo beserta keluarganya segera meluncur kearah rumah Ajeng. Felicia sebenarnya sudah sejak siang ingin kerumah sahabatnya itu tapi karena banyaknya hal yang masih harus diurusi di rumah


akhirnya baru bisa sore ini.


            Sebelum belok kearah rumah Ajeng, dari kejauhan Felicia seperti melihat mobil yang tidak asing baginya.


“ Ada apa yang…”, tanya Alfredo curiga saat mendapati istrinya mengerutkan dahinya.


“ Disana tadi aku seperti melihat mobil Yasmin…”, ucap Felicia sambil menunjuk jalan kecil sebelum mereka belok tadi lewat kaca spion.


“ Aku akan menyuruh Roland mengeceknya…kamu jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan acara hari


ini kacau ”, ucap Alfredo memberi kepastian pada istrinya dengan harapan istrinya bisa kembali tenang.


            Sesampainya di rumah Ajeng, Alfredo segera menghampiri Roland yang kebetulan ada didepan dan mengatakan semua kecurigaan Felicia terhadap sosok Yasmin tidak jauh dari rumah Ajeng.

__ADS_1


            Roland yang mendengar ucapan bosnya segera mengecek lokasi yang ditunjukkan oleh Felicia bersama dua anak buahnya.


            Karena lokasinya tidak jauh, Roland dan anak buahnya pura – pura berjalan untuk membeli sesuatu yang ada di toko tidak jauh dari lokasi yang ditunjukkan Felicia.


“ Ternyata benar, itu mobil gadis yang hampir menabrak istri bos ”, bisik salah satu anak buah Roland.


            Sambil menyalakan sebatang rokok yang baru saja dibelinya, Roland segera menghubungi Martin, salah satu teman Alfredo yang bekerja dikepolisian.


            Sambil menunggu anak buah Martin datang, Roland menyuruh kedua anak buahnya untuk berjaga disana dan memastikan pergerakan Yasmin, sedangkan dirinya balik ke lokasi acara untuk melaporkan semuanya kepada


bosnya.


“ Ternyata benar bos…itu Yasmin. Aku sudah menghubungi Marti untuk segera menangkapnya ”, bisik Roland


pelan.


“ Bagus…pastikan tidak ada masalah selama acara berlangsung ”, ucap Alfredo tajam.


            Kemudian dia segera masuk kedalam rumah untuk memberitahukan istrinya bahwa semuanya telah beres agar Felicia bisa tenang.


“ Jangan gugup….santai saja ya ”, ucap Felicia tersenyum sambil memegang kedua tangan Ajeng.


“ Aku masih takut…bagaimana jika Yasmin datang kemari dan mengacaukan acaraku…atau dia menyerang keluarga Aldo sehingga dia tidak bisa sampai kesini…”, ucap Ajeng dengan wajah panik.


“ Itu semua tidak akan terjadi, aku jamin karena sebentar lagi polisi akan segera memasukkannya kedalam penjara ”, ucap Alfredo yang tiba – tiba sudah berada didalam kamar.


“ Apa itu benar…”, tanya Ajeng ingin kepastian sambil menatap Felicia dan Alfredo secara bergantian.


“ Iya…benar Jeng. Jadi kamu jangan khawatir lagi ya…”, ucap Felicia berusaha menenangkan.


            Mendengar hal itu Ajeng sedikit merasa lega, dia sangat bahagia mempunyai orang – orang yang sangat sayang dan perduli kepadanya.


            Felicia pamit sebentar kepada Ajeng karena Rafael sedang menangis. Sambil menyusui Rafael di kamar orang tua Ajeng, Felicia melirik suaminya untuk kembali menanyakan pernyataannya didalam tadi.


“ Martin sudah mengatasinya, kamu sudah bisa tenang kan sekarang ”, ucap Alfredo sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.


            Selesai minum asi Rafael langsung tertidur pulas digendongan mamanya. Bik Ina segera mengambil alih majikan kecilnya dari dekapan Felicia agar nyonya mudanya tersebut bisa membantu sahabatnya.


            Sementara itu Yasmin yang sedang beristirahat didalam mobilnya sambil menunggu acara berlangsung dikejutkan oleh kehadiran beberapa orang yang mengetuk kaca mobilnya,


            Rencananya untuk kabur saat mengetahui bahwa yang menghampirinya adalah petugas kepolisian sirna saat mobilnya tidak bisa berjalan karena semua ban mobilnya tidak ada.


            Tampaknya selama Ajeng tidur akibat obat yang diminumnya tanpa dia sadari anak buah Roland mendongkrak mobilnya dan mengambil keempat ban mobilnya agar wanita ular tersebut tidak bisa kabur.


            Meski sempat melakukan perlawanan karena Yasmin juga membawa senjata api namun akhirnya dia tertangkap juga setelah kakinya tertembak petugas.


            Aksi penangkapan Yasmin tersebut sempat mendapat perhatian dari warga sekitar. Banyak warga yang ingin tahu siapa orang yang ditanggap oleh petugas kepolisian tersebut mengingat wajah dan mobil Yasmin


tidak dikenali warga.


            Kerumunan tersebut berhasil dibubarkan oleh petugas saat YAsmin sudah dibawah pergi  oleh anak buah Martin.

__ADS_1


__ADS_2