Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
UJIAN


__ADS_3

Semua orang merasa senang melihat hubungan Alfredo dan Felicia yang semakin hari terlihat semakin mesra, kecuali Willy dan Cecillia tentunya.


Mereka berdua sangat berambisi untuk memisahkan pasangan tersebut, terutama Cecillia.


Alfredo adalah cinta pertama Cecillia, tapi karena pria tampan itu lebih memilih Irene, akhirnya dia harus rela untuk mencoba melupakan perasaannya dan menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.


Setelah sepuluh tahun berlalu, tanpa sengaja dia bertemu kembali dengan cinta pertamanya itu disebuah restoran.


Mengetahui bahwa pria tampan itu sekarang sudah menyandang status duda, Cecillia mencoba untuk mendekati Alfredo kembali.


Apalagi kini perusahaan suaminya berada diambang kehancuran. Dengan menggunakan alasan itu dia mencoba menarik simpati Alfredo, dan berhasil.


Cinta pertamanya itu mau membantu perusahaan suaminya.Tidak mau menyia - nyiakan kesempatan yang datang, Cecillia terus mencoba lebih dekat dengan Alfredo dengan berbagai cara.


Mulai dari sekedar berkirim pesan, telepon, bahkan datang kekantornya.


Alfredo yang tidak mengetahui maksud tersembunyi Cecillia menanggapinya dengan wajar.


Karena selama ini Cecillia tidak menunjukkan gelagat yang buruk dimatanya. Cecillia yang merasa ditanggapi semakin berada diatas angin.


Apalagi dia tahu jika hubungan Alfredo dengan kekasihnya sedikit renggang. Dengan perlahan dia mulai menciptakan beberapa percikan api yang membuat hubungan sepasang kekasih tersebut mulai bermasalah.


Bahkan dia juga membuat beberapa trik kotor yang menyebabkan Alfredo bertengkar hebat dengan Felicia.


Mengetahui bahwa triknya berhasil, wanita licik itu terus melancarkan aksi - aksi kotornya.


Bahkan dia sengaja menyebarkan rumor bahwa dirinya adalah calon istri barunya Alfredo didalam kantor.


Dan disaat seperti itu, dia akan datang sebagai sahabat yang akan mendengarkan keluh kesah pria beranak satu itu.


Tapi untungnya Alfredo bukanlah tipe orang yang mudah mengumbar permasalahan yang sedang dialaminya.


Cecillia yang tidak pantang menyerah terus melancarkan aksinya. Setiap ada kesempatan dia akan selalu menempel pada Alfredo, entah itu memeluk, bergandengan tangan, ataupun mencium Alfredo dengan mesra yang dilakukannya didepan umum.


Bahkan pada hari itu, di café saat melihat Felicia masuk, dengan sengaja dia mengenggam tangan Alfredo dan membuat keadaan sedikit memanas.


Padahal saat itu mereka bertemu karena Alfredo meminta Cecillia agar menjelaskan tentang hubungan mereka yang tidak lebih dari sekedar teman biasa.


Untuk mendapatkan kepercayaan yang lebih dari Alfredo, dengan malas Cecilliapun memberikan penjelasan kepada Felicia bahwa mereka tidak ada hubungan apa - apa selain sebagai teman dan rekan kerja.


Semua itu dilakukannya agar Alfredo percaya dan masuk kedalam perangkap yang telah dibuatnya.


Tapi satu hal yang lolos dari prediksinya, dia sama sekali tidak menyangka kalau pada akhirnya Alfredo tidak mau bertemu lagi dengannya sejak petistiwa di café itu, dan menyuruh kedua asistennya untuk menghandle semua hal yang berhubungan dengannya setelah dia berbaikan dengan kekasihnya.


"Jika dulu aku gagal. Kali ini, aku pastikan bahwa kamu akan menjadi milikku" , ucap Cecillia tersenyum lebar.


Semua nomor telepon Cecillia diblokir oleh Alfredo agar ketenangan bersama kekasihnya tidak terusik.


Hal itu tentu saja membuat wanita itu semakin geram. Apalagi sekarang setiap datang kekantor dia selalu tidak bisa masuk kedalam ruangan pria beranak satu itu. Hanya bisa sebatas ruangan asistennya, Alex dan Cindy.


Alex yang melihat gelagat aneh dari Cecillia segera memperingatkan bosnya untuk berhati - hati terhadap wanita itu.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan Alex memberi peringatan kepada bosnya. Sejak rumor aneh yang berkembang dikantor tentang hubungan bosnya dengan Cecillia, Alex mencoba menyelidiki masalah itu tanpa sepengetahuan Alfredo.


Dan fakta yang didapatkannya sungguh diluar dugaan, selain menyebarkan rumor tentang hubungan dirinya dengan sang bos, ternyata wanita itu juga bekerja sama dengan Willy untuk menghancurkan hubungan antara Alfredo dengan Felicia.


Alfredo yang mendengar penjelasan dari asistennya terlihat sangat geram. Dia sama sekali tidak menyangka jika niat baiknya untuk menolong wanita itu justru dibalas dengan tindakan seperti ini.


"Tidak akan kubiarkan siapapun menyentuh gadisku ", Guman Alfredo geram


Dia harus bisa mencegah semuanya sebelum Cecillia dan Willy bertindak lebih jauh.


Meski hubungannya dengan Felicia telah membaik, namun dirinya belum mengantongi kata setuju dari kekasihnya itu untuk membawanya kejenjang selanjutnya.


Entah apa yang membuat Felicia masih ragu untuk bersanding dan menjalani hidup bersamanya.


"Sammy....ya, aku harus bicara dengan anakku agar mau membujuk kakak cantiknya itu ", ucap Alfredo penuh semangat.


Dilihatnya kalender yang ada didepannya dengan seksama. Ada lingkaran merah pada tanggal dua puluh, hari dimana anak tersayangnya itu berulang tahun.


Tiba - tiba Alfredo tersenyum gembira karena sudah mendapatkan ide dalam kepalanya.


Dia akan menyiapkan semuanya dengan sempurna tanpa cela sedikitpun agar rencananya tersebut berhasil.


Malam itu, Alfredo yang baru saja kembali dari kantor terlihat sangat bahagia melihat seluruh keluarganya berkumpul dan bercanda dengan riang gembira.


Felicia yang melihat kekasihnya menaiki tangga, segera berdiri dan menyusulnya. Didalam kamar, dia melihat wajah letih yang tergambar jelas diwajah kekasihnya itu.


Melihat kedatangan Felicia, Alfredo segera menarik tangan gadis itu dan mengecupnya. Kecupan itu pun berakhir dengan c****n p***s yang bergairah.


" Mas mandi dulu sana....biar seger ", ucap Felicia sambil membantu melepaskan kancing baju kekasihnya.


"Mandiin...", rengek Alfredo manja.


" Nanti malam aja ya..." , ucap Felicia sambil mengecup bibir Alfredo sekilas kemudian pergi untuk menyiapkan makan malam buat kekasihnya.


Ajeng yang melihat Felicia berjalan kearah dapur segera mengikutinya.


Diambilnya apel dan dikupasnya sambil menunggu sahabatnya itu memanaskan makanan untuk Alfredo.


" Kenapa sih kamu nggak nikah aja dengan Alfredo ", ucap Ajeng penasaran.


" Udah deh...jangan mulai lagi " , ucap Felicia sambil memutar bola matanya dengan malas.


" Keberadaanmu disini sudah seperti seorang istri. Bahkan kamu sudah melayaninya secara lahir dan batin. Kenapa nggak sekalian diresmikan saja, dengan begitu kan kalau sewaktu - waktu kamu hamil nggak binggung " , ucap Ajeng mengingatkan.


" Entahlah Jeng...aku masih belum yakin aja" , ucap Felicia sedih.


"Apa yang membuat kamu ragu...", tanya Ajeng penasaran.


" Bukankah kamu sangat mencintainya ", tanyanya lagi.


" A..aku takut Jeng...", ucap Felicia dengan mata berkaca - kaca.

__ADS_1


"Apa yang membuat kamu takut...apa orang - orang itu masih menerormu ?" , tanya Ajeng pelan, sambil mengusap airmata yang mulai menetes dipipi sahabatnya.


Alfredo yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan kedua sahabat itu dari balik tembok akhirnya keluar menampakkan diri setelah mendengar ada yang meneror kekasihnya.


" Siapa yang menerormu ? sudah berapa lama ini terjadi ? katakan sayang...", tanya Alfredo sambil mengangkat wajah Felicia yang masih terus menunduk dengan air mata yang terus mengalir.


"Tolong.....katakan sayang. Jangan buat aku cemas seperti ini ", ucap Alfredo sedih sambil memeluk Felicia dengan erat.


" Aku juga tidak tahu, karena nomor ponselnya bergati - ganti setiap mengirim pesan. Dan nomor tersebut tidak bisa dihubungi, jadi aku tidak bisa melacaknya " , ucap Felicia menangis sesengukan dalam dekapan Alfredo.


"Sejak kapan hal itu terjadi ", tanyanya geram.


" Sekitar enam bulan yang lalu ", ucap Felicia dengan suara parau.


" Enam bulan yang lalu, bukankah itu bertepatan dengan kasus penculikan Felicia di Jogja ", batin Alfredo cemas.


Setelah kekasihnya tersebut agak tenang, dibawanya Felicia kedalam kamar. Alfredo menyuruh Ajeng untuk menjaga gadisnya.


Sedangkan dia sendiri mulai menelusuri semua pesan terror yang diterima oleh kekasihnya itu.


Untungnya, Felicia sama sekali belum menghapus pesan - pesan itu.


Bahkan mulai saat itu, semua pesan yang masuk kedalam ponselnya sudah dia back up kedalam emailnya, jadi seandainya ponselnya hilang data tersebut masih ada.


Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi jika nantinya ada sesuatu yang buruk menimpa dirinya.


Karena mempunyai hubungan khusus dengan Alfredo membuatnya harus ekstra waspada, mengingat banyaknya musuh yang mengincar kekasihnya itu.


Sementara itu disuatu tempat, terlihat Willy dan Cecillia bertemu dengan dua orang temannya disebuah rumah makan.


Merekapun mulai menyusun rencana untuk memisahkan dua sejoli itu.


Willy akan menggunakan kedekatan emosional antara keluarganya dengan Leon, kakak Felicia untuk membuat gadis itu menerimanya.


Sedangkan Cecillia akan menggunakan kondisi suaminya menarik simpati Alfredo.


Anak buah Alfredo yang mendengar rencana tersebut segera melaporkan semua yang telah didengarnya.


" Baiklah...aku akan ikuti permainanmu. Kita lihat, siapa yang akan menang " , ucap Alfredo tersenyum licik.


Alex yang melihat raut muka bos nya seperti itu merasa merinding. Dia sangat tahu, apa arti senyum itu.


" Kenapa aku jadi kasian sama Willy dan Cecillia ya ", batin Alex takut.


Kali ini, dia akan benar benar membereskan semua hal yang akan membahayakan kekasihnya, karena ini sebagai jaminan kepada Leon bahwa dirinya layak untuk bersanding dengan sang adik.


" kurang satu minggu...", batin Alfredo sambil melihat kalender diatas mejanya.


" Kali ini aku harus memastikan semuanya beres secepat mungkin sebelum hari ulang tahun Sammy ", batin Alfredo cemas.


Ya....dirinya tidak mau rencana yang disiapkannya untuk melamar Felicia pada saat ulang tahun Sammy gagal karena dua orang ini.

__ADS_1


Untuk itu dia harus sesegera mungkin membereskan semua batu sandungan yang ada.


__ADS_2