Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
LEMAH


__ADS_3

Kondisi kehamilan Felicia yang cukup lemah membuatnya harus beristirahat ditempat tidur dalam jangka waktu yang cukup lama.


Di usia kandungan yang sudah menginjak lima bulan ini Felicia masih belum bisa makan makanan tanpa memuntahkannya kembali.


Hanya sedikit makanan yang bisa masuk kedalam perut sang ibu, dan makanan yang bisa dikonsumsinya itu hanya makanan yang dimasak langsung oleh Dinda, Ibunda Alif.


Karena hal itu maka Felicia akhirnya hanya mengandalkan cairan infuse yang setia menancap di pergelangan tangannya sebagai asupan nutrisinya.


Untuk mengatasi rasa mual yang berlebih Felicia juga mengkonsumsi vitamin setiap hari.


Munculnya flek setiap dia mulai banyak melakukan aktivitas membuatnya harus benar - benar berada ditempat tidur agar tidak terjadi sesuatu yang dapat membahayakan bayi yang ada dalam kandungannya.


Felicia yang biasanya sangat aktiv dan sekarang harus diam tanpa melakukan apapun merasa sangat stress dengan kondisinya saat ini.


Dia merasa seperti orang yang tidak berguna karena tidak bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala.


Disaat kondisi mentalnya sedang jatuh seperti sekarang, dia sangat bersyukur karena keluarga dan orang - orang yang berada didekatnya selalu memberinya semangat agar tidak larut dalam kondisi yang ada.


Semua orang selalu mengingatkan bahwa sekarang ada nyawa yang tumbuh didalam tubuhnya, sehingga dia harus memperhatikan kondisi tubuhnya.


Maka dari itu, Felicia berusaha untuk menjaga moodnya yang sangat mudah naik turun selama kehamilan ini.


Leon dan Ira yang mendengar kabar mengenai kehamilan Felicia merasa sangat bahagia karena sebentar lagi ada tambahan anggota keluarga ditengah - tengah keluarga besar mereka, meski kondisi kehamilan adiknya tersebut sedikit bermasalah.


Dirinya dan istri selalu memberikan semangat dan kekuatan kepada sang adik lewat pesan ataupun kata - kata saat Leon dan istrinya menghubungi Felicia.


Jika kondisi Felicia sangat lemah, lain halnya dengan suaminya Alfredo, meski ngidam yang aneh - aneh tapi laki - laki tersebut bisa makan apapun yang diinginkannya tanpa merasa mual sama sekali.


Nafsu makan bosnya yang cukup besar dengan aneka macam makanan yang terbilang aneh itu sering membuat Alex dan Cindy berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.


Mereka harus siap mencari dan membelikan apapun yang bosnya tersebut inginkan.


Bahkan tidak jarang untuk mendapatkan hal tersebut Alex dan Cindy harus melakukan pengorbanan yang cukup besar.


Semua mereka lakukan agar sang bos tidak terus memarahi mereka.


Alfredo akan sangat marah jika apa yang dia ingin makan tidak bisa disediakan oleh kedua asistennya itu.


Keinginan Felicia yang hanya bisa makan masakan dari Dinda membuat rumor yang berkembang dirumah sakit semakin santer terdengar.


Hal tersebut tentunya membuat Alfredo sedikit geram.

__ADS_1


Perasaan cemburu terhadap dokter bedah tersebut semakin kuat.


Apalagi Alif yang sering menemani istrinya dirumah sakit pada saat dirinya sedang bekerja dan memberikan perhatian yang sangat berlebihan membuat emosi Alfredo tersulut.


Alfredo merasa status Alif yang hanya sebatas teman biasa tidak seharusnya memberikan perhatian yang sangat berlebihan terhadap istrinya.


Meski Alfredo mengetahui jika dokter bedah tampan itu memang memiliki perasaan terhadap istrinya, namun dia tidak bisa melarangnya untuk mendekati sang istri karena Felicia terlihat sangat nyaman saat berada didekat Alif.


Apalagi istrinya tersebut hanya bisa makan masakan Dinda, ibunda Alif membuat Alfredo semakin tidak bisa berkutik.


Demi anak yang ada dalam kandungan Felicia, Alfredo terpaksa harus menelan pil pahit tersebut setiap hari saat melihat kedekatan istrinya tersebut dengan Alif beserta keluarganya.


Dia membiarkan hal tersebut terjadi dan hanya mampu menyimpan semuanya dalam hati.


Dirinya tidak ingin berdebat dengan istrinya mengenai masalah tersebut, mengingat nasehat dari Ranti bahwa Felicia tidak boleh terlalu banyak pikiran dan stress karena hal tersebut akan mempengaruhi kondisi kandungannya yang tergolong lemah tersebut.


Tidak ingin menambah permasalahan yang ada, dengan sangat terpaksa akhirnya dia mengambil tindakan sepihak untuk memindahkan perawatan istrinya ke apartemen milik Felicia karena anak dan maminya masih belum mau kembali kerumah keluarga Brahmasty.


Keputusan Alfredo yang terbilang sangat frontal tersebut pada awalnya mendapat penolakan dari Felicia dan Mia yang menganggap hal tersebut dapat membahayakan kondisi ibu dan bayi dalam kandungannya.


Mengingat lengkapnya peralatan yang ada di rumah sakit dan banyaknya tenaga medis yang selalu siap siaga jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan terjadi membuat Mia tetap mempertahankan agar menantunya tersebut di rawat di rumah sakit.


Alfredo cukup kesulitan dengan teguhnya pendirian maminya tersebut.


Setelah mendengar langsung penjelasan dari dokter Ranti bahwa hal tersebut tidak membahayakan bagi calon cucu dan menantunya, serta adanya jaminan keselamatan yang diberikan dokter cantik itu pada ibu dan bayinya asal Felicia mematuhi semua nasehat darinya serta tidak melanggar larangan yang tidak boleh dilakukan, akhirnya Miapun setuju.


Karena kedua wanita tersebut beserta Sammy masih belum sepenuhnya memaafkan Alfredo, maka segala macam peralatan yang diperlukan Felicia selama menjalani perawatan dirumah telah disiapkan oleh Alfredo didalam apartemen sang istri.


Untuk menjaga sang istri, Alfredo memperkerjakan satu orang perawat untuk memantau kondisi istri dan anaknya serta membawa dua pembantu yang ada di rumahnya untuk mengurusi apartemen dan menyiapkan segala macam keperluan yang dibutuhkan oleh keluarganya selama dirinya sedang bekerja.


Malam itu, saat baru saja tertidur Alfredo terbangun saat Felicia mulai bergerak.


Dia mulai membetulkan posisi tidur istrinya yang terlihat sangat tidak nyaman.


Jika begini, biasanya Alfredo akan terus terjaga hingga pagi. Dipandanginya wajah pucat sang istri.


" Jika bisa....aku ingin semua yang kamu rasakan berpindah padaku agar kamu tidak tersiksa seperti ini ", batin Alfredo sedih.


Diusapnya pipi yang mulai terlihat tirus tersebut dengan perlahan dan penuh kelembutan.


Cukup lama dia memandangai wajah sang istri yang sesekali tersentak dalam tidurnya sambil mengusap perutnya yang semakin membuncit.

__ADS_1


Perlahan Fellicia mulai membuka matanya, meski belum sepenuhnya memaafkan suaminya namun dia cukup bersyukur karena sampai detik ini suaminya tersebut masih setia menemani dan merawatnya.


Dipandangi cukup lama oleh istrinya, Alfredo segera memberikan senyum termanisnya agar suasa hati istrinya cukup baik dipagi ini.


" Selamat pagi sayang....bagimana kabarmu pagi ini ", ucap Alfredo sambil mengecup kening Felicia dengan lembut dan penuh cinta.


" Masih lemas...", ucap Felicia sedih.


Diciuminya seluruh wajah sang istri hingga senyum kecil mulai terbit diwajah istrinya itu.


Perlahan Alfredo mengusap dan mencium perut istrinya yang sudah terlihat membuncit tersebut dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Dedek jangan nakal ya....dedek harus jadi anak yang pintar...jangan membuat mama sedih seperti ini ", ucapnya sambil mengusap perut Felicia dengan lembut.


Tak terasa air matanya menetes setiap kali dia mengusap perut buncit istrinya itu.


Dipandanginya tubuh sang istri yang semakin hari semakin kurus karena hanya sedikit makanan yang bisa masuk kedalam tubuhnya.


Meski dirinya tidak bisa selalu menemani sang istri selama dua puluh empat jam karena Sammy tidak mau melihat papanya berada dekat - dekat mama dan calon dedek bayinya membuat Alfredo harus kucing - kucingan dengan anaknya itu.


Dia akan datang pada malam hari saat Sammy sudah terlelap, dan berangkat kerja sebelum anaknya itu bangun.


Disela - sela kesibukannya disiang hari, sebelum anaknya pulang sekolah dia akan menyempatkan diri untuk datang ke apartemen dan melihat kondisi istri dan bayi dalam kandungannya.


Meski harus repot kesana - kemari namun Alfredo sama sekali tidak mengeluh.


Semua ini adalah hasil dari perbuatannya yang sempat menyakiti istri, anak, dan maminya.


Untungnya Ranti sebagai seorang teman yang perduli dengannya selalu membantunya untuk memantau kondisi istri dan calon anaknya.


Sehari dua kali Ranti akan datang untuk mengecek kondisi istri temannya itu.


Dia akan datang ke apartemen Felicia setiap pagi dan malam hari.


Sementara itu, dibalik jeruji besi Michele yang sudah divonis hukuman penjara selama dua tahun dan denda karena pencemaran nama baik, penipuan, dan penyebaran video asusilanya.


Karena stress dan tertekan selama berada didalam penjara serta pola makan yang tidak teratur membuatnya harus kehilangan bayi yang ada didalam kandungannya.


Melalui orang kepercayaannya, Setyo yang mendengar Michele keguguran sedikit merasa lega karena bayi tersebut sekarang tidak akan menjadi batu sandungan baginya dikemudian hari.


Michele tidak berani menyeret Setyo kedalam kasus yang menimpahnya karena orang tua dan anaknya berada dalam genggaman laki - laki jahat itu.

__ADS_1


Setyo yang masih sakit akibat kehilangan Vera, wanita yang sangat dicintainya terus mencari celah untuk menghancurkan Alfredo dengan berbagai cara.


Dia bertekad akan membalaskan dendam Vera agar kematian kekasih hatinya tersebut tidak sia - sia.


__ADS_2