
Karena banyaknya urusan yang harus segera ditangani, Felicia beserta keluarga barunya langsung meninggalkan kota B********n sehari setelah acara pernikahan berlangsung.
Leon beserta keluarga sebenarnya masih berat untuk melepas Felicia pergi karena sudah sangat lama mereka tidak berkumpul seperti itu.
Tapi melihat jadwal pekerjaan Alfredo yang padat, sehingga dengan berat hati mereka harus melepaskan Felicia untuk kembali ke j**a.
.
.
.
Jika sebelumnya semua orang sibuk dengan acara Felicia dan Alfredo, tapi kali ini mereka sibuk mempersiapkan acara ulang tahun Sammy, anak semata wayang mereka.
Karena Felicia sudah resmi menjadi mama Sammy, maka apa yang sudah direncanakan sebelumnya berubah total.
Untuk ulang tahunnya kali ini, bocah kecil tersebut ingin merayakannya di café milik mamanya dengan mengusung tema garden party, agar teman - teman Sammy bisa leluasa bergerak kesana - kemari.
Dalam acara tersebut Sammy ingin mengundang anak yatim piatu yang pernah dia kunjungi dalam acara bakti sosialnya disekolah tempo hari.
Melihat anak - anak seusianya yang sudah ditinggal kedua orang tuanya, membuat Sammy ingin membagi kebahagiaannya dengan mereka.
Karena tempatnya yang sedikit terpelosok, maka Alfredo harus menyiapkan armada untuk menjemput dan mengantar mereka pulang.
Kebetulan ulang tahun Sammy bertepatan dengan hari minggu, maka pesta akan diadakan jam sepuluh pagi agar bisa selesai pada siang harinya.
Mengingat kalau setiap sore menjelang malam selalu hujan, jadi acara akan aman dilaksanakan pada pagi hari.
Malam ini sepulang berbelanja berbagai macam keperluan pesta, keluarga kecil Alfredo terlihat menikmati makan malam disebuah rumah makan yang menyajikan berbagai macam olahan ikan bakar.
Mereka memilih untuk duduk disebuah gazebo yang dibawahnya terdapat kolam ikan.
Saat hidangan datang, Sammy yang berada disamping Felicia dengan manja minta disuapin mamanya.
" Ma...Sammy suapin dong ", ucap Sammy manja.
" Sammy kan sudah besar, makan sendiri ya sayang...mama kan juga harus makan " , ucap Mia lembut.
" Sammy nggak bisa makan ikan nek, takut kena duri ", renggeknya manja.
" Ya sudah, sini mama suapin " , ucap Felicia sambil tersenyum.
Alfredo yang melihat pemandangan tersebut merasa sangat bahagia, begitu juga dengan Mia.
Dengan telaten Felicia menyuapi anak tirinya tersebut hingga makanan habis.
" Nambah lagi boleh ma ?", ucap Sammy merajuk.
" Tentu boleh sayang..." , ucap Felicia lembut sambil mengambilkan lagi nasi dan lauk yang ada didepannya.
__ADS_1
Melihat Felicia sibuk menyuapi anaknya, Alfredopun segera beranjak dan duduk disamping istrinya.
"Aaaaa....", ucap Alfredo mulai menyuapi Felicia.
" Yeahhh.....aku disupin mama....mama disupin papa..." , ucap Sammy gembira.
Beberapa orang yang berada di gazebo lain mulai melihat kearah mereka karena kerasnya suara Sammy.
Semua orang yang melihat keharmonisan keluarga tersebut tersenyum bahagia. Tapi tidak dengan seorang pria yang duduk tidak jauh dari mereka.
Dia adalah Willy, yang kebetulan berada disana bersama tiga orang temannya.
Sejak awal Felicia masuk, Willy sudah memperhatikan dari kejauhan. Tangannya mengepal saat melihat Alfredo mengenggam tangan gadis yang dicintainya itu dengan mesra.
Ingin rasanya dia pergi kearah mereka dan menghajar wajah tampan Alfredo. Tapi hal tersebut tidak mungkin dia lakukan jika tidak ingin apa yang sudah didapatkannya selama ini lepas begitu saja.
Alfredo yang mengetahui bisnis gelap Willy mulai mencari celah. Saat dia sudah memegang kartu As, maka hal itu dia gunakan untuk menekan dosen tampan istrinya itu agar jangan pernah menganggu dan mengusik Felicia dalam bentuk apapun.
Felicia yang sadar jika suaminya tidak suka jika dia berdekatan dengan Willy memilih untuk mengundurkan diri dari posisi asisten Willy dan keluar dari tim pengembangan.
Semua dilakukannya agar pernikahannya bisa harmonis, tanpa ada kesalahpahaman.
" Memang aku tidak salah memilih gadis ini ", batin Mia bahagia.
Ditatapnya anak, menantu, dan cucu kesanyangannya itu bergantian dengan senyum yang selalu mengembang dibibirnya.
Entah kenapa sejak kakak cantiknya itu telah resmi menjadi mamanya, Sammy menjadi sangat manja.
Felicia menyadari jika selama ini Sammy tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu.
Maka dari itu, sejak dirinya resmi menjadi istri Alfredo, sebisa mungkin Felicia mengisi kekosongan yang ada dihati anak tirinya itu dengan limpahan kasih sayang.
Setelah selesai makan, merekapun mulai meninggalkan rumah makan untuk kembali kerumah karena besok adalah hari yang sangat sibuk.
Keesokan harinya, mulai pagi Sammy sudah membuat semua orang pusing. Pasalnya bocah tersebut mengomentari semua hal yang dipakai oleh anggota keluarganya, terutama mamanya.
Dihari spesialnya ini, bocah kecil itu ingin semuanya terlihat sempurna.
Dia tidak ingin ada sesuatu hal yang merusak apa yang sudah direncanakannya.
Bahkan bik Ina pun dibikin bolak - balik berganti pakaian karena baju yang dipakainya masih belum pas menurut pandangan Sammy.
" Ayo sayang kita berangkat, nanti terlambat ", ucap Felicia lembut.
" Bentar ma...., ucap Sammy menyuruh Felicia menunduk dan mulai merapikan rambut mamanya yang diikat sebagian kebelakang.
" Nach....sekarang mama sudah cantik ", ucap Sammy bahagia.
" Berarti mama selama ini jelek dong...", ucap Felicia pura - pura cemberut.
__ADS_1
" Mama Sammy adalah wanita tercantik didunia....cup...", ucap Sammy sambil mencium pipi mamanya.
Sambil bergandengan tangan Sammy membawa Felicia masuk kedalam mobil. Begitu juga dengan semua orang yang ada dibelakangnya.
Mobilpun melaju ke café Felicia yang berada di jalan kaliurang. Didalam mobil Sammy juga masih belum bisa diam, terus berkomentar dan membenahi baju atau asesoris yang dipakai semua orang.
Alfredo yang melihat tingkah anaknya tersebut hanya bisa geleng - geleng kepala.
" Sudahlah mas, hari ini adalah harinya... biarkan dia bahagia" , ucap Felicia sambil mengelus paha suaminya saat pria tampan itu hendak menegur anaknya.
" Kamu juga jangan terlalu memanjakannya... jika tidak mau kerepotan nantinya ", ucap Alfredo menasehati.
" Aku sama sekali tidak merasa direpotkan....justru aku senang bisa membahagiakan dua anakku " , ucap Felicia tersenyum.
" Dua....", ucap Alfredo sambil mengerutkan keningnya.
" Iya dua...ini anak pertamaku..." , ucapnya sambil menepuk paha suaminya.
" Yang dibelakang itu anak keduaku...,ucapnya lagi sambil melirik Sammy.
Alfredo yang sudah mengerti ucapan sang istri akhirnya tersenyum tersipu - sipu.
Digenggamnya tangan sang istri dan dikecupnya dengan lembut.
" Terimakasih ya sayang, sudah mau menerimaku apa adanya dan mau menghabiskan waktu menua bersamaku ", ucap Alfredo dengan pandangan penuh cinta.
Sesampainya dicafe, terlihat dua minibus yang digunakan untuk menjemput anak yatim piatu sudah ada, itu tandanya mereka sudah berada dilokasi pesta.
Di halaman aamping cafe, terlihat sekitar enam puluh anak yatim dan delapan pengurus panti sedang menikmati hidangan yang telah disediakan.
" Itu pa..., ibu pantinya ", tunjuk Sammy pada wanita paruh baya yang menggunakan gamis biru tua dengan jilbab senada.
Melihat siapa yang ditunjuk oleh anaknya, Alfredo dan Felicia segera mengampiri ibu panti yang terlihat sedang asyik berbincang dengan temannya sambil menikmati hidangan yang ada.
" Selamat pagi bu....saya papanya Sammy. Ini istri saya, mamanya Sammy ", ucap Alfredo memperkenalkan diri.
" Selamat pagi pak....saya bu Diah selaku kepala panti dan ini bu Ajeng yang mengurusi bagian dapur dan logistik " , ucap Diah memperkenalkan diri.
" Terimakasih banyak atas undangan yang bapak ibu berikan. Anak - anak sangat bahagia " , ucap Diah tersenyum.
" Kami seharusnya yang berterima kasih karena ibu dan anak - anak bersedia meluangkan waktu untuk datang kemari ", ucap Afredo bahagia.
Kemudian merekapun mulai berbincang bincang dengan akrab. Felicia yang mendengar bahwa banyak dari mereka yang hanya bersekolah sampai tamat sekolah dasar karena tidak adanya biaya dan terbatasnya donatur yang ada mebuat hatinya merasa sedih.
Alfredo yang mengerti akan maksud dari pandangan sang istri akhirnya menawarkan diri sebagai donator tetap dipanti agar anak - anak yang telah putus sekolah dapat melanjutkan pendidikannya.
Mendengar hal tersebut, Diah dan para pengurus panti yang lainnya merasa sangat bahagia. Akhirnya masa depan anak anak tersebut bisa kembali cerah.
Setelah semua tamu undangan datang, acarapun segera dimulai. Suasana pesta semakin ceria saat badut dan pesulap tampil dihadapan mereka.
__ADS_1
Sammy yang selama ini selalu bersedih hati sering diejek oleh teman- temannya karena tidak punya mama akhirnya sekarang bisa dengan bangga menunjukkan Felicia dihadapan teman temannya.