Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
RENCANA


__ADS_3

            Sepanjang perjalanan, Yasmin sibuk berkutat dengan pemikirannya sendiri. Bagaimana bisa laki – laki asing yang tidak pernah ditemuinya itu dengan mudah mau membantunya untuk melenyapkan Ajeng istri dari laki - laki yang sangat dicintainya.


            Padahal ini adalah pertamakalinya mereka bertemu dan berbicara. Melihat Setyo yang sangat percaya diri bahwa dirinya mau membantunya untuk membantunya balas dendam membuat Yasmin curiga akan makna dari perbuatan baiknya ini.


" Tidak mungkin kan seseorang akan membantu jika tidak meminta balasan...tapi apa yang diinginkannya dariku...", batin Yasmin penuh tanda tanya.


            Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam mobil tiba – tiba berbelok kearah hutan yang ditumbuhi oleh pohon jati disepanjang jalannya.


“ Kenapa aku dibawa kedalam hutan? apa tujuan sebenarnya? Apa aku akan dibunuh dan dibuang dihutan ini…atau dia ingin memperkosaku...jika iya, kenapa harus di hutan.... ”, banyak pertanyaan yang muncul dikepala Yasmin saat mobil semakin dalam memasuki hutan.


           Tubuhnya seketika merinding saat kedua bola matanya menatap jalan gelap didepan yang hanya ada cahaya sorot lampu mobil yang dinaikinya.


“ Hentikan pikiran konyolmu itu…”, ucap Setyo tersenyum mengejek saat melihat ekspresi wajah Yasmin yang ketakutan.


" Aku tidak tertarik dengan tubuhmu...jadi jangan berpikiran yang aneh - aneh...", ucapnya lagi masih dengan senyum mengejek.


“ Kenapa dia bisa tahu....Apa dia bisa membaca pikiranku…”, batin Yasmin semakin cemas.


            Setyo yang melihat tubuh Yasmin kaku semakin tidak bisa menahan tawanya. Bukannya rileks, mendengar tawa laki – laki yang ada disampingnya tubuh Yasmin semakin kaku seakan membatu sehingga tidak bisa digerakkan.


" Senyum yang menakutkan...", ucapnya sambil memejamkan matanya dan pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya.


               Cukup lama Yasmin menutup mata agar tidak melihat hutan yang menerikan itu. dia baru membuka matanya saat ada sedikit cahaya yang menyorot kearah mobil yang ditumpanginya.


             Akhirnya Yasmin bisa bernafas dengan lega saat mobil keluar dari hutan dan tak jauh dari jalan terlihat sebuah bangunan dengan halaman yang sangat luas.


“ Turunlah….”, perintah Setyo yang langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam bangunan yang terlihat


cukup tua.


            Tidak ingin ditinggal, Yasmin segera berlari menyusul Setyo memasuki bangunan yang terlihat sedikit angker tersebut.


            Sesampainya didalam, Setyo menyuruh Yasmin untuk segera membersihkan diri dan berganti pakaian karena dia sudah sangat jengah melihatnya berpakaian napi sejak tadi.


            Pakaian narapidana itu membuatnya sakit karena mengingatkannya dengan sosok Vera, wanita yang sangat dicintainya.


               Saat tubuh Yasmin menghilang dibalik pintu yang ditunjuknya, Setyo langsung menuju kamar yang ada


didepan kamar Yasmin.


                Dengan langkah gontai dia masuk kedalam kamar mandi dan menguyur tubuhnya dengan air dingin agar otaknya bisa kembali segar dan mendapatkan ide – ide cemerlang untuk memuluskan langkahnya dalam menghancurkan Alfredo.


 “ Kali ini kupastikan semua rencanaku tidak akan gagal…”, batin Setyo yakin.

__ADS_1


“ Kau akan segera hancur Alfredo….hahahaha….”, ucap Setyo tertawa lepas.


            Setelah selesai mandi hanya dengan berbalutkan handuk sebatas pinggang dengan air yang masih menetes dari rambutnya yang masih basah, Setyo berjalan kearah meja yang berada diujung kamar dan menyalakan laptop yang ada diatasnya guna melihat kabar terbaru mengenai aksinya yang melarikan narapidana


dari dalam penjara.


            Cukup lama dia berselancar didunia maya, namun kabar yang ingin dilihatnya tidak juga ditemukan.


“ Tampaknya Alfredo telah menutup rapat – rapat kasus ini. Baiklah….ini akan semakin memudahkanku


untuk bergerak ”, ucap Setyo tertawa terbahak – bahak.


            Yasmin yang berada didalam kamarnya hanya bisa tersenyum getir mendengar tawa Setyo yang membuat bulu kudunya tiba – tiba berdiri.


             Merasa tubuhnya sedikit bau dan lengket, diapun segera beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badan dan berganti pakaian.


            Air dingin yang mengalir dari shower membuat badan dan pikirannya kembali jernih. Kali ini dia tidak akan lengah sedikitpun, semua kesalahan yang telah diperbuatnya selama menjalankan aksinya akan dibuat sebagai pelajaran agar tidak mengulanginya kembali direncananya sekarang.


            Jika semua orang tidak mendukungnya, bahkan keluarganya juga telah membuangnya Yasmin bertekad akan membantu Setyo agar keinginannya melenyapkan Ajeng terwujud.


            dia tidak perduli dengan apa yang akan diminta Setyo sebagai imbalan untuk membantunya menyingkirkan Ajeng.


“ Sudah cukup… selama ini aku hanya berdiam diri…jika misi ini berhasil satu persatu kalian akan merasakan pembalasannku…”, guman Yasmin geram waktu membayangkan tindakan kasar yang telah dilakukan oleh kedua kakak dan orang tuanya terhadapnya.


            Saat dipenjara, Yasmin menunggu pengacara keluarganya datang. Namun setelah menunggu cukup lama orang yang dinanti tidak kunjung datang maka dia mencoba untuk menghubungi pengacara keluarganya agar bisa


membantunya terbebas dari penjara secepatnya.


            Sebagai nona muda yang terbiasa hidup mewah tentunya Yasmin tidak ingin berlama – lama diruangan yang sempit bersama orang – orang yang menjijikkan.


            Apalagi mulai pertamakali dia datang ada beberapa narapidana wanita memandangnya tidak bersahabat.


            Maka dari itu dia ingin secepatnya keluar dari sel agar tidak di bully oleh beberapa orang yang sejak daritadi menatapnya dengan tajam.


            Yasmin sangat optimis bahwa Rudolf, pengacara yang sangat loyal terhadap keluarganya itu akan membantunya terlepas dari semua tuduhan yang mengarah kepadanya seperti beberapa kasus yang dulu sempat menjeratnya.


            Namun tampaknya harapan Yasmin tersebut langsung sirna saat Rudolf dengan entengnya mengatakan bahwa dia tidak akan mengeluarkannya dari penjara karena keluarganya sudah tidak menganggap dirinyanya bagian dari keluarga Ibra.


            Bahkan Rudolf juga menekankan bahwa Ibra sendiri lah yang menginstruksikan hal tersebut. Yasmin sungguh merasa sakit hati terhadap perbuatan papinya itu.


            Kenapa disaat dirinya sangat memerlukan dukungan seperti ini mereka semua malah tidak perduli dan tidak menganggapnya ada.


“ Apakah aku seburuk itu dimata mereka…”, batin Yasmin sedih.

__ADS_1


            Dia cukup sadar bahwa dirinya sering membuat masalah, tapi itu semua dilakukannya hanya demi mendapatkan sedikit perhatian dari keluarganya yang selalu mengabaikannya sejak dia masih kecil.


FLASH BACK OFF


 


 


            Setelah bersih dan rapi Yasmin segera keluar dari dalam kamar dan pergi menemui Setyo untuk mendiskusikan tentang rencana yang telah disusun oleh laki – laki yang duduk dihadapannya itu.


             Yasmin mendengarkan dengan seksama apa yang diutarakan oleh Setyo. Disela – sela  pembicaraan tersebut Yasmin juga mengemukakan pendapatnya mengenai beberapa hal yang selama ini mengagalkan aksinya.


                Diapun mulai mengingat kembali semua hal yang dapat membuatnya gagal dan harus menelan


pil kekecewaan beberapa kali dalam menjalankan aksinya.


            Setyo tersenyum tipis saat melihat Yasmin merespon idenya. Perlahan – lahan dia mulai mengiring wanita itu agar raut keraguan dalam wajahnya menghilang.


“ Tenang saja…aku masih ada plan B dan C yang langsung jalan jika plan A ini gagal ”, ucap Setyo berusaha


menyakinkan.


“ Apa kamu yakin rencana sederhana ini bisa berhasil…”, tanya Yasmin ragu.


“ Tentu saja…”, ucap Setyo penuh percaya diri.


“ Dengan ketatnya penjagaan yang dilakukan Alfredo, tentu bukan hal yang mudah untuk bisa mengambil Rafael tanpa adanya kecurigaan ”, ucap Yasmin mengemukakan pendapat yang diperolehnya dari pengalaman yang selama ini didapatkannya.


“ Dan kau harus berhati – hati dengan Roland….dia cukup jeli melihat bahay yang mengancam keluarga bosnya ”, ucap Yasmin mengingatkan.


“ Tenang…aku sudah menyiapkan rencana tersendiri untuk laki – laki itu ”, ucap Setyo sambil menghisap cerutunya dalam – dalam.


            Ya…Setyo sudah memikirkan cara untuk menyingkirkan Roland yang merupakan salah satu orang kepercayaan Alfredo.


“ Dia adalah target pertama kita sebelum menjalankan rencana ini…”, ucapnya tajam.


“ Baguslah kalau begitu…karena aku gagal berkali – kali semua karena dia ”, ucap Yasmin geram.


            Dia mulai mengingat berapa kali Roland berhasil mengagalkan rencananya. Laki – laki itu juga yang membuatnya harus mendekam dibalik jeruji meski hanya semalam sebelum akhirnya dirinya dibawa kabur oleh


Setyo.


            Roland jugalah yang membuat keluarganya sekarang mengabaikannya dan hendak mencoretnya dari kartu keluarga.

__ADS_1


“ Baiklah…kita habisi laki – laki itu secepatnya ”, ucap Yasmin penuh dendam.


__ADS_2