
Setelah puas melampiaskan amarahnya pada putri bungsunya, Susi berjalan – jalan ke mall ditemani
oleh asisstennya.
Setelah sesampainya di mall , mulai dari parkiran dai sudah mendengar kasak – kusuk tentang kelakuan gila putrinya yang mengunting gaun pengantin seorang wanita di butik salah satu desainer muda berbakat di negeri ini.
Diapun segera membuka ponselnya dan mencari video yang sedang viral tersebut. Susi segera membulatkan matanya melihat tingkah laku putrinya yang secara kasar mengunting gaun seorang wanita dan menjambak rambutnya hingga berantakan.
“ Liat saja…sesampainya di rumah akan aku kasih pelajaran lagi dia…”, batin Susi geram.
Susi sendiri heran kenapa putri bungsunya itu tidak seperti kedua kakaknya, baik itu dari segi akademis maupun perilakunya.
Bukan saja tidak pintar, perilaku putrinya tersebut jauh dari kata sopan bahkan terkesan bar – bar. Susi dan suaminya sering dibuat pusing dengan segala macam perbuatannya yang diluar batas.
Jika sudah seperti itu, bukan hanya dirinya dan suami yang dibuat sibuk namun kedua kakaknya juga akan dibuat sibuk membereskan semua kekacauan yang telah dibuatnya.
Sudah banyak cara Susi lakukan agar Yasmin berubah dan tidak berbuat ulah lagi. Namun bukannya berubah, hukuman yang diberikan kepadanya justru membuatnya semakin berulah.
“ Semoga kekacauan yang dibuat kali ini tidak mempunyai dampak ”, guman Susi cemas, entah kenapa sejak
melihat video tersebut Susi merasakan perasaan yang tidak enak.
Untuk menghilangkan kecemasan yang ada, Susipun segera menghubungi putra sulungnya agar menghapus video yang lagi viral setelah diupload oleh salah satu pengunjung butik yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Ibra, papi Yasmin yang masih belum mengetahui masalah video viral putrinya sedikit bertanya – tanya kenapa dari tadi banyak yang menatapnya dengan wajah aneh.
Bahkan tadi di acara peresmian kantor cabang sahabatnya, dia juga mendengarkan bisik – bisik aneh dari rekan kerjanya yang membicarakan tindakan putrinya.
“ Bikin masalah apa lagi Yasmin…”, ucap Ibra tajam pada sekretarisnya saat sudah sampai di kantor.
“ Maaf pak, mungkin bapak bisa lihat sendiri…”, ucap sekretaris Ibra gemetar sambil menyerahkan ponselnya yang menayangkan video viral Yasmin.
Dia cukup tahu bahwa jika anak bosnya tersebut membuat ulah maka dia juga akan terkena imbas kemarahan si bos.
Raut muka Ibra seketika merah padam menahan amarah. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal melihat tingkah laku putrinya yang terlihat bar – bar itu.
Ini bukan pertamakalinya Ibra mendapatkan masalah atas kelakuan putrinya. Meski begitu dia masih saja tidak bisa menahan amarahnya setiap kali Yasmin berulah.
Sambil melangkah masuk kedalam ruang kerjanya, Ibra menghubungi anak sulungnya untuk menghapus video yang beredar.
“ Aku sudah mencoba segala cara tapi tidak bisa pi…, tadi mami juga menyuruhku untuk segera menghapusnya ”, ucap Raka putus asa.
“ Bukankah kita punya orang yang terbaik yang sudah biasa melakukan itu. Kalau tidak cari hacker yang lebih ahli agar video tersebut segera hilang ”, ucap Ibra marah.
“ Sepertinya keluarga Bramasty menutup semua akses kita untuk menghapusnya…”, ucap Raka pasrah.
“ Apa hubungannya video ini dengan keluarga Brahmasty…”, tanya Ibra cemas.
__ADS_1
Semua orang didunia bisnis tentunya tahu siapa Bramasty, sejak perusahaan itu dipegang anaknya yang bernama Alfredo tidak ada yang berani melawan mereka.
Sifat dingin dan kekejaman Alfredo terhadap siapa saja yang berani mengusik dia dan keluarganya tentu tidak akan selamat.
Selama ini tidak ada yang bisa selamat jika berurusan dengan mereka. Dan kali ini putrinya tampaknya telah menyingung keluarga Bramasty, salah satu keluarga yang paling dia hindari.
“ Gaun pengantin yang digunting oleh Yasmin adalah milik sahabat istri Alfredo ”, ucap Raka menjelaskan.
“ Semoga apa yang dilakukan Yasmin tidak berimbas pada perusahaan kita pi…jujur saja Raka ngeri kalau membayangkan hal itu ”, ucap Raka lemas.
Ibra hanya bisa mengertakkan giginya menahan amarah yang mulai memuncak. Tiba- tiba dadanya terasa sesak dan sakit. Dalam hitungan detik Ibra jatuh tidak sadarkan diri.
Raka yang mendengar suara yang cukup keras terlihat sangat panik. Segera dihubunginya sekretaris sang papi untuk mengecek langsung kondisi papinya.
Tak butuh waktu lama, sekretaris Ibra mengabarkan bahwa bosnya tersebut jatuh pingsan dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit.
Mendengar hal itu, Raka segera keluar dari kantornya dan menuju rumah sakit tempat papinya dilarikan.
Dalam perjalanan kerumah sakit, Raka menghubungi maminya dan Daniel adiknya. Susi sangat terkejut mendengar suaminya pingsan dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit.
Dengan panik Susi segera berlari ke ruang unit gawat darurat tempat suaminya dibawa. Sesampainya disana, dia melihat suaminya masih belum sadarkan diri.
“ Bagaimana dok kondisi suami saya…”, tanya Susi dengan nada cemas.
“ Apa bapak punya riwayat sakit jantung…”, tanya sang dokter.
“ Tidak dok…”, ucap Susi dengan tatapan penasaran.
ucap sang dokter sambil memindahkan Ibra kedalam ruangan periksa.
“ Baik dok…lakukan yang terbaik bagi suami saya…”, ucap Susi memohon.
“ Kami akan berusaha yang terbaik…”, ucap dokter sambil berlalu membawa tubuh Ibra masuk kedalam ruangan untuk diperiksa lebih lanjut.
Raka dan Daniel segera menyusul sang mami yang sedang duduk sambil menangis menunggu suaminya selesai diperiksa.
Tak berapa lama, Yasmin terlihat berlari kearah keluarganya dengan wajah legam akibat pukulan maminya.
Plakkk….
Raka langsung menampar pipi adiknya saat Yasmin baru saja tiba dihadapan mereka. Yasmin yang menerima tamparan dari kakaknya hanya diam membisu.
“ Untuk apa kamu kemari…”, ucap Raka tajam.
“ Kalau ada apa – apa dengan papimu, mama tidak akan pernah memaafkanmu…”, ucap Susi histeris.
Melihat maminya histeris, Daniel segera memeluk erat tubuh sang mami berusaha untuk menenangkannya. Yasmin yang mendapatkan tatapan tajam dari mami dan dua orang kakaknya hanya bisa diam membisu.
__ADS_1
Diapun berjalan menjauh dari keluarganya sambil menunggu hasil dari dokter yang memeriksa kondisi papinya.
“ Apakah benar aku anak kandung mereka ”, guman Yasmin pelan.
Meski dia akui bahwa kali ini yang terjadi adalah murni karena kesalahannya, tapi dia tidak menyangka bila seluruh anggota keluarganya akan bereaksi seperti itu.
Tiba – tiba pintu ruangan terbuka, salah satu dokter datang dan mengatakan bahwa Ibra membutuhkan operasi secepatnya karena ada penyumbatan dipembuluh darahnya.
Mendengarkan penjelasan dari dokter tiba – tiba lutut Susi terasa lemas dan tubuhnya tanpa terasa merosot kebawah.
“ Lakukan apapun yang menurut dokter bisa dilakukan agar papi saya bisa sembuh ”, ucap Raka memohon.
“ Kami akan lakukan yang terbaik untuk pasien. Sekarang bapak tolong selesaikan urusan administrasi yang ada agar pasien bisa segera dioperasi ”, ucap sang dokter dan segera berlalu untuk menyiapkan ruang operasi.
Tanpa membuang banyak waktu, Raka segera menandatangani semua berkas yang ada agar papinya bisa segera dioperasi.
Sementara Daniel terus memeluk maminya dikursi ruang tunggu agar tabah dan terus berdoa buat kesembuhan papinya.
Yasmin yang mendengar semua yang dokter katakana pada keluarganya hanya bisa menangis sesengukan sambil membenamkan wajahnya dikedua kakinya sambil terduduk di lantai.
“ Ini semua gara – gara j****g itu….awas saya aku tidak akan pernah melepaskannya ”\, batin Yasmin penuh
dendam.
Diapun segera mengusap air mata yang menetes dipipinya dan segera pergi meninggalkan rumah sakit. Dia harus segera menyusun rencana yang matang untuk mengagalkan pernikahan antara Ajeng dan Aldo.
Malam itu Felicia yang tidak bisa tidur memikirkan nasib sahabatnya akhirnya masuk kedalam ruang kerja suaminya sambil membawakan secangkir coklat hangat.
“ Minum ini dulu mas biar tubuh mas hangat ”, ucap Felicia lembut.
“ Apa kamu sedang mengodaku sayang…”, ucap Alfredo yang langsung menarik tubuh istrinya dan menguncinya di dalam pangkuannya.
“ Aku tidak sedang mengodamu…aku ini mengkhawatirkanmu ”, cicit Felicia kesal.
“ Ada apa…”, ucap Alfredo sambil mennyembunyikan wajahnya diceruk leher sang istri dan menghirup aroma tubuh Felicia dalam – dalam.
“ Kenapa video itu tidak mas hapus saja…aku cemas dengan kondisi psikis Ajeng ”, ucap Felicia sedih sambil memainkan rambut suami yang ada dipelukannya.
“ Aku memang sengaja tidak mengahpusnya dan tidak membiarkan siapapun mencoba menghapusnya. Aku ingin
Yasmin kena sanksi social karena perbuatannya. Dan aku juga sudah berdiskusi mengenai hal ini dengan Ajeng dan Aldo, jadi kamu jangan khawatir lagi ya ”, ucap Alfredo yang mulai mengecup dan mengigit leher sang istri hingga membuat tubuh Felicia mengejang seketika.
“ Seharusnya yang kamu khawatirkan adalah aku…”, ucap Alfredo dengan suara seraknya karena nafsunya
sudah menguasai tubuhnya.
Felicia yang sudah mengetahui arah pembicaraan suaminya hanya bisa menghela nafas pelan. Saat Alfredo m*****t bibirnya\, dia hanya menikmati tanpa perlawanan.
__ADS_1
Pergulatan panaspun terjadi didalam ruang kerja Alfredo. Setelah melakukan beberapa kali pelepasan, dia segera memakaian baju sang istri dan mengendongnya masuk ke dalam kamar untuk melakukan pelepasan selanjutnya.
Felicia hanya bisa pasrah dan memenuhi keingginan suaminya yang tidak akan pernah habisnya itu.