Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
KEKACAUAN PART 2


__ADS_3

            Jika Felicia sukses dengan kerjasamanya dengan PT. Travelindo Dirgantara Utama, namun hal tersebut tidak dengan Ajeng yang saat ini sedang melakukan fiting  gaun pengantinnya.


            Entah darimana datanganya, tiba – tiba Yasmin mantan kekasih Aldo sudah berada dibelakang Ajeng dengan membawa gunting.


            Yasmin segera mengunting gaun pengantin yang dikenakan oleh Ajeng secara membabi buta. Hal tersebut tentu saja sontak membuat seluruh karyawan terkejut.


            Ajeng bahkan menangis histeris melihat gaun pengantinnya sudah terpotong tak berbentuk akibat guntingan asal yang dilakukan oleh Yasmin.


            Aldo dan satu security yang berjaga disana langsung mengambil gunting yang berada ditangan Yasmin dan menyeretnya keluar dari dalambut ik.


            Tidak terima diperlakukan seperti itu, Yasmin meronta – ronta dan berteriak histeris hingga membuat  Aldo terpaksa harus menamparnya agar diam.


            Aldo juga mengancam akan membawanya kekantor polisi sekarang juga jika Yasmin tidak bersedia pergi dari hadapannya.


            Takut dengan ancaman Aldo, Yasmin pun segera melarikan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan pergi meninggalkan halaman butik.


            Sementara itu didalam butik Ajeng yang tadi sempat menangis histeris sekarang sudah sedikit tenang setelah diberi air putih oleh salah satu karyawan yang bekerja disana.


            Bukan hanya Aldo yang sedih dan menatap miris kearah Ajeng, namun juga pengunjung yang menyaksikan langsung kebrutalan Yasmin memotong gaun pengantin yang sedang dicoba oleh Ajeng.


“ Sudah sayang…jangan menagis lagi…tenangkan dirimu dulu, sebentar lagi tante Maya kesini ”, ucap Aldo menenangkan calon istrinya yang terlihat masih terisak.


            Tak berapa lama akhirnya Maya datang, dia yang sebelumnya sudah diberitahu oleh Aldo mengenai insiden yang baru saja terjadi segera mengajak keponakan dan calon istrinya kedalam ruangannya.


“ Ini baju pengantinmu sayang…yang kamu pakai tadi bukan gaun yang kamu rancang, itu milik orang lain yang memang desainnya sekilas sama. Tapi kalau dilihat lebih teliti akan ada perbedaan di bagian leher dan sekitar dada ”, ucap Maya menjelaskan.


            Ajengpun segera mengamati gaun yang dipakai manekin dihadapannya dan gaun sobek yang ada dalam dekapannya.


“ Memang mirip…tapi detailnya ada sedikit perbedaan ”, guman Ajeng sambil meraba baju pengantinnya.


“ Apa aku boleh menambah hiasan lagi dalam baju ini biar tidak sama dengan yang lain ”, ucap Ajeng sedkit lega karena ternyata yang digunting oleh Yasmin bukanlah gaun pengantinnya.


“ Tentu saja boleh sayang…”, ucap Maya lembut.


            Ajeng pun langsung menjelaskan semua hal yang akan ditambahinya hiasan. Asisten Maya segera mencatat semua ucapan Ajeng agar gaun tersebut bisa selesai tepat waktu.


“ Lalu bagaimana dengan gaun ini…”, ucap Ajeng merasa bersalah.


“ Tenang saja, nanti aku buat lagi yang baru. Gaun itu dipesan untuk acara  fashion show akhir tahun, jadi tidak terlalu mendesak ”, ucap Maya tersenyum ramah.


“ Sebaiknya kamu antisipasi  Yasmin mulai sekarang, aku yakin dia tidak akan berhenti berulah hanya disini melihat dia begitu terobsesi dengan dirimu ”, ucap Maya memperingatkan.


“ Tentu saja tante…aku akan mengawasi gerak – geriknya mulai sekarang ”, ucap Aldo tegas.


“ Apa aku boleh minta rekamn cctv butik hari ini, aku ingin menyimpannya siapa tahu ada hal yang nantinya memerlukan rekaman itu ”, ucap Aldo tajam.

__ADS_1


“ Ok…akan kukirim ke emailmu langsung ”, ucap Maya sambil membuka laptop dan mengirimkan rekama cctv butiknya hari ini kepada keponakannya.


            Sementara itu disebuah rumah mewah, Yasmin membanting semua barang yang bisa digapainya didalam kamarnya.


            Dia sangat marah melihat senyum bahagia Ajeng saat mencoba gaun pengantin tadi. Ingin rasanya dia membunuh Ajeng sekarang juga agar tidak bisa bersanding dengan pujaan hatinya.


“ Kamu adalah milikku….”, ucap Yasmin penuh amarah.


“ Jika aku tidak bisa bersanding denganmu maka jangan harap j****g itu bisa bersanding denganmu…”\, ucap Yasmin marah sambil kembali melempar semua barang yang masih tersisa.


            Yasmin menangis tersedu – sedu dibawah ranjang. Dia tidak menghiraukan darah yang mengucur dari sela – sela jari tangannya akibat terkena pecahan kaca yang dilemparnya menggunakan vas bunga yang ada didalam kamarnya.


            Rasa sakit yang ada ditangannya mengalahkan rasa sakit hati yang saat ini dia rasakan. Dirinya tidak akan pernah terima kalau Aldo, laki – laki yang selama ini dia cintai akhirnya menikah dengan orang lain.


            Yasmin yang sangat terobsesi dengan Aldo selama ini sudah menggunakan segala cara agar bisa dekat dan akhirnya menjadi kekasih laki – laki yang telah mengisi hatinya itu.


            Meski selama menjalin hubungan dengan Aldo, Yasmin sering bertengkar dengan pria itu karena perbedaan pola pikir dan kebiasaan Yasmin yang suka mengatur dan selalu mengekang Aldo membuat pria itu akhirnya mulai


sedikit menjauh darinya.


            Dan puncaknya adalah saat Yasmin secara terang – terangan menunjukkan sikap tidak sukanya terhadap Alika, keponakan kesayangan Aldo.


            Bahkan Yasmin tidak segan untuk membentak Alika tanpa sebab jika hatinya sedang kesal. Hal tersebut tentu saja membuat Aldo marah.


            Awalnya Yasmin masih optimis akan mendapatkan kembali hati Aldo dengan masih berusaha dekat dengannya meski mereka sudah putus.


            Hingga suatu saat yasmin melihat Aldo bersama gadis lain, yaitu Ajeng. Awalnya Yasmin tidak terlalu pusing akan hubungan mereka, karena Yasmin yakin bahwa Ajeng bukanlah tipe idaman mantan kekasihnya itu.


            Yasmin selalu membesarkan hatinya dengan mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa Ajeng hanya pelarian Aldo sementara sejak putus dengannya.


            Namun dia cukup terkejut saat mendengar kabar dari seorang temannya bahwa Aldo dan Ajeng akan menikah.


            Bahkan teman Yasmin tersebut menunjukkan beberapa foto prewed yang mantan kekasihnya itu lakukan bersama calon istrinya.


            Seketika darah dalam tubuh Yasmin mendidih. Namun dalam hati kecilnya dia masih menampik kenyataan itu.


            Hingga sampai pada hari ini, dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri Aldo dan Ajeng mencoba gaun pengantin dibutik Maya.


            Yasmin yang sudah sekian lama menahan amarahnya karena Ajeng berhasil merebut hati Aldo darinya, akhirnya nekat untuk menghancurkan baju pengantin Ajeng saat dia melihat ada sebuah gunting tergeletak di dekat


kasir.


            Dengan langkah perlahan dia mulai mendekati Ajeng dan langsung mengunting gaun pengantinya secara membabi buta.


            Bahkan pelayan yang berusaha untuk menghentikannya akhirnya terkena gunting yang diarahkan Yasmin kepadanya.

__ADS_1


“ Kenapa aku tidak langsung meembunuhnya saja tadi…dengan begitu dia tidak akan punya kesempatan untuk


menikah dengan Aldo….hahaha……”, ucap Yasmin sambil tertawa dengan keras.


            Saat Yasmin sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba – tiba pintu kamarnya terbuka dan sosok wanita cantik paruh baya dengan make up tebal dan pakaian resmi masuk.


Plakkk….


“ Apa yang kamu lakukan…dasar anak tidak tahu diri…”, hardik Susi, maminya Yasmin.


“ Sampai kapan kamu akan mempermalukan keluarga ini dengan tingkah laku liarmu ”, teriak Susi dengan sorot mata tajam penuh amarah.


            Bukannya menjawab Yasmin malah tertawa mendengar omelan sang mami. Melihat putrinya seperti itu membuat Susi semakin berang.


            Ditamparnya berkali – kali wajah Yasmin hingga memerah dan sudut bibirnya terluka serta  mengeluarkan darah segar.


            Setelah melihat Yasmin tersungkur tak berdaya, Susi segera meninggalkan kamar tidur anak bungsunya itu dengan wajah marah.


“ Kunci pintunya, jangan biarkan anak s**l itu keluar dari kamar sampai ada perintah dariku ”, ucap Susi tajam dan berlalu pergi meninggalkan pelayannya yang hanya menunduk terdiam.


            Didalam kamar, Yasmin akhirnya menangis sesengukan. Meski dia selalu diberikan fasilitas mewah dan harta berlimpah, namun hatinya kosong.


            Maka dari itu, saat Aldo datang dalam hidupnya, dia merasakan kehangatan dan perhatian yang selama ini tidak pernah diadapatkan dari kedua orang tua dan kakak - kakaknya.


            Maka dari itu, Yasmin melakukan segala cara agar seseorang yang bisa membuatnya menjadi manusia normal dan merasakan cinta tidak pernah meninggalkannya.


            Namun langkah yang Yasmin lakukan salah, bukannya mempertahankan namun apa yang dilakukannya malah membuat orang yang paling dicintainya itu pergi dari sisinya.


“ Aku tidak boleh lemah….aku harus menggagalkan pernikahan itu, bagaimanapun caranya…”, ucap Yasmin


tersenyum licik.


            Sementara itu, Dinda yang mendengar kabar yang menimpah calon menantunya dari Maya terlihat sangat geram.


            Dia dari dulu sudah yakin kalau Yasmin itu bukanlah gadis baik – baik. Namun dia tidak tahu kalau mantan kekasih putranya itu ternyata juga memiliki gangguan jiwa sehingga begitu terobsesi terhadap anak bungsunya.


            Bukan hanya Dinda yang geram akan perilaku Yasmin. Felicia yang mendengar dari mulut sahabatnya mengenai perilaku Yasmin kepadanya sangat marah.


            Felicia segera meminta suaminya untuk menjaga Ajeng dan Aldo sampai hari pernikahan mereka berlangsung.


            Dia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap sahabat baiknya itu, karena Felicia sangat yakin bahwa Yasmin akan bertindak nekat dan akan melakukan segala cara untuk mengagalkan pernikahan Ajeng dan Aldo.


            Mendengar penjelasan yang disampaikan oleh istrinya, Alfredo yang merasa berhutang budi cukup banyak terhadap Ajeng dan keluarganya akhirnya memerintahkan Roland dan anak buahnya untuk menjaga Ajeng dan Aldo


secara diam – diam.

__ADS_1


__ADS_2