Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
CEMBURU


__ADS_3

Selama berada di rumah sakit, keluarga Alfredo dan keluarga Ajeng bergantian untuk menjaga Felicia sehingga gadis itu tidak merasa kesepian.


Berbagai macam kebutuhan Felicia selama di rumah sakit mereka penuhi. Bik Ina dan Mirna yang merasa kehilangan semenjak Felicia koma hampir setiap hari mengiriminya makanan.


Begitu juga dengan Sammy, bocah laki laki itu kondisi mentalnya sekarang berangsur - ansur mulai membaik.


Semua berkat sikap lembut dan sabar yang diberikan oleh Felicia dalam memberikan menjelaskan kepada Sammy agar bocah itu tidak terus - menerus menyalahkan dirinya dan mengambil hikmah dari semua yang telah terjadi.


Untungnya Sammy termasuk anak yang cerdas, sehingga apa yang diucapkan oleh kakak cantiknya itu langsung meresap dihati.


Melihat perubahan yang signifikan terhadap kondisi putra semata wayangnya itu membuat Alfredo semakin mantap untuk secepatnya meresmikan hubungannya dengan Felicia.


Siang itu, disela - sela jadwalnya yang cukup padat antara pekerjaan di kantor dan kampus, Alfredo selalu berusaha untuk menyempatkan waktu makan siang bersama kekasihnya di rumah sakit.


Senyum manis Felicia selalu bisa menjadi moodbooster bagi dirinya. Tapi tampaknya tidak untuk siang ini.


Suntikan semangat yang diharapkannya sirna saat dia melihat dari luar pintu, seorang lelaki tampan sedang bercanda mesra dengan kekasihnya dikamar tempatnya dirawat.


Dia adalah Adrian, teman masa kecil Felicia. Alfredo yang merasa cemburu segera membuka pintu dengan keras.


Hal itu tentu saja membuat Felicia dan Adrian merasa kaget sehingga secara bersamaan mereka melotot kearah sumber suara berasal.


Dengan sikap possesif, Alfredo langsung berjalan kearah kekasihnya tanpa sedikitpun menghiraukan Adrian yang berada disamping Felicia, dan memeluk kekasihnya dengan erat.


" Bagaimana kabarmu hari ini sayang ", ucap Alfredo sambil mengecup kening kekasihnya.


" Aku sudah jauh lebih baik hari ini " , ucap kekasihnya itu sambil tersenyum.


" Oya sayang, kenalkan ini Adrian, teman masa kecilku" , ucap Felicia memperkenalkan.


" Mungkin kamu sudah pernah ketemu dipesta kelulusanku waktu itu " , ucapnya menjelaskan.


" Dan Adrian, ini Alfredo kekasihku " , ucapnya lagi .


" Alfredo, calon suami Felicia ", ucap Alfredo menekankan.


" Adrian , teman dekat Felicia sejak kecil " , ucap Adrian tidak mau kalah.


Tiba - tiba hawa di ruangan tersebut menjadi dingin. Dua orang lelaki tampan yang berada didepannya saling menatap tajam.


Dan keduanya masih betah berjabat tangan dengan eratnya.


" Sampai kapan kalian mau berjabat tangan seperti itu ", ucap Felicia mencairkan suasana.


Karena kaget, sontak mereka berdua melepaskan tangan masing masing dan mengelapnya di celana.


Felicia yang menyaksikan tingkah kekanak - kanakan dari dua pria dewasa didepannya spontan tertawa.

__ADS_1


" Upps....keceplosan " , ucapnya sambil menutup mulut saat kedua pria tersebut menatapnya dengan tajam.


Suasana dingin yang ada sedikit mencair saat Sammy dan Ajeng masuk kedalam ruangan. Tapi hal itu tidak berlangsung lama.


Anak semata wayangnya yang sangat diharapkan oleh Alfredo ternyata lebih memihak kepada Adrian daripada dirinya yang merupakan papa kandungnya


Entah kenapa, dari awal Sammy sangat ingin agar Adrian bisa bersanding dengan kakak cantiknya itu.


Bukannya dia tidak sayang terhadap papanya, tapi bocah laki - laki itu merasa kalau papanya terlalu tua untuk menjadi pendamping hidup Frelicia.


Hal itu tentu saja membuat Alfredo merasa dongkol. Rasa cemburu semakin mengerogoti hatinya saat melihat keakraban yang terjalin diantara mereka dan melibatkan anak kesayangannya.


Felicia yang merasakan gelagat aneh dari kekasihnya yang sedang cemburu, berusaha untuk memberikan perhatian.


Tapi sayangnya, setiap Felicia hendak berduaan dengan kekasihnya itu, Sammy selalu menganggunya dan terus berusaha mendekatkannya dengan Adrian.


Melihat hal itu, hati Alfredo semakin panas oleh rasa cemburu.


Jika tidak mengingat kondisi Felicia saat ini dan memandang putra semata wayangnya yang sangat akrab dengan Adrian, ingin rasanya dia menghajar habis - habisan lelaki tampan yang ada didepannya itu.


Alfredo akhirnya bisa bernafas lega saat sekretarisnya menelepon, sehingga dia bisa terlepas dari situasi yang tidak mengenakkan ini.


" Aku balik dulu ya sayang, ada urusan mendesak di kantor yang harus aku selesaikan ", ucapnya sambil mengelus kepala Felicia lembut.


" Setelah semua urusan beras langsung kesini lagi kan " , ucap Felicia manja.


" Tentu saja aku merindukanmu " , ucap Felicia sambil tersenyum.


" Aku juga pastinya merindukanmu disetiap detik nafasku " , ucap Alfredo sok mendramatisir keadaan.


Ya....dia melakukan itu semua, mengeluarkan kata - kata romantis karena disana ada rivalnya.


Saat dia melirik, sekilas dia melihat muka Adrian menegang melihat adegan mesra dirinya bersama sang kekasih.


Dengan senyum kemenangan, Alfredo segera beranjak meninggalkan ruang rawat untuk segera membereskan permasalahan yang ada agar dirinya bisa segera kembali dan melewati malam bersama kekasihnya.


Tak berapa lama, bik Ina dan pak Amir datang untuk menjemput Sammy.


Bocah kecil itu merengek kepada Felicia karena masih belum ingin pulang.


Setelah dibujuk oleh semua orang, dengan iming - iming bahwa setelah Felicia sembuh mereka akan mengajaknya liburan bersama. Mendengar janji itu, akhirnya Sammy mau juga diajak pulang.


Sekarang tinggal mereka bertiga yang ada dalam ruangan.


Ajeng mulai membuka kotak yang dibawa oleh bik Ina tadi. Dia sungguh senang saat mengetahui didalamnya berisi berbagai macam kue.


Diambilnya satu kue dan dilahapnya dengan habis, sebelum kue pertama habis Ajeng sudah memasukkan kue yang kedua kedalam mulutnya.

__ADS_1


Felicia dan Adrian yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum.


" Apa kamu sangat mencintai Alfredo " , ucap Adrian dengan wajah penasaran.


" Tentu saja dia mencintainya. Lelaki itu bahkan rela mengorbankan nyawanya demi Felicia " , ucap Ajeng antusias.


" Tapi karena dia jugalah sekarang hidup Felicia dalam bahaya ", ucap Adrian sinis.


" Bukankah semua kejadian buruk yang menimpamu dan Felicia adalah karena dia " , ucapnya lagi dengan nada tidak senang.


Ajeng dan Felicia membenarkan semua yang dikatakan oleh Adrian. Tapi mereka menyangkalnya, karena semua yang telah terjadi itu bukanlah sepenuhnya kesalahan Alfredo. Justru laki laki itu beserta keluarganya adalah korban kekejaman Vera.


Adrian yang melihat raut muka keduanya berubah, cukup paham jika apa yang dia katakan sedikit menyinggung perasaan mereka.


Semua ini dia lakukan semata - mata karena tidak ingin melihat gadis yang dicintainya menderita.


" Maaf, jika perkataanku menyingungmu ", ucap Adrian datar.


" Tidak apa, kamu hanya khawatir terhadapku kan, sama seperti dulu ", ucap Felicia sambil tersenyum.


" Cepat sembuh ya. Kapan - kapan kalau ada waktu aku ayo kita bertemu lagi , ucapnya berpamitan.


Dan setelah Adrian sudah menghilang dari balik pintu Ajeng beranjak dari sofa dan duduk di samping Felicia sambil menatap lekat sahabatnya itu.


" Apa yang membuatmu ragu untuk menikah dengan Alfredo ", tanya Ajeng to the point.


" Bukannya kamu sangat mencintainya " , ucapnya lagi.


" Sekarang statusnya sudah jelas, apalagi yang masih membuatmu ragu ", ucap Ajeng gemas karena Felicia sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.


" Itu bukan tentang dirinya, tapi aku ", cicit Felicia pelan sambil meremas selimut yang ada didepannya.


" Apa ini ada hubungannya dengan kak Leon ? " , tanya Ajeng penuh selidik.


Felicia yang mendengar nama itu disebut langsung mengangkat kepala. Dari ekspresi wajah yang ditunjukkan, gadis itu seakan member kode kepada sahabatnya agar pembicaraan ini tidak perlu dilanjutkan.


Ajeng yang melihat perubahan raut muka sahabatnya itu hanya bisa menghela nafas panjang.


Felicia memang selalu menghindar jika hal itu sudah menyangkut kakak kandungnya.


Meski dirinya amat penasaran tentang apa sebenarnya terjadi antara Felicia dengan kakaknya, tapi rasa ingin tahunya tersebut selalu dia tekan dengan kuat.


Dia akan menunggu waktu sampai sahabatnya tersebut lah yang berinisiatif untuk bercerita tanpa dia minta.


Selepas nama Leon terlontar dari mulut Ajeng, meski hanya sekilas sudah berhasil membuat mood Felicia buruk hingga malam hari. Bahkan Alfredo yang baru datang juga terkena imbasnya.


Ajeng yang melihat hal tersebut merasa sedikit bersalah, tapi dia juga tidak ingin mengatakan tentang Leon kepada Alfredo, jika tidak maka persahabatan yang ada diantara mereka pastinya akan berakhir.

__ADS_1


Felicia memang sangat sensitive jika sudah berhubungan dengan kakaknya itu. Meski tidak ada yang tahu apa permasalahan apa yang terjadi diantara mereka.


__ADS_2