
Saat hari menjelang malam Alfredo segera beranjak dari ruang rawat istrinya itu atas permintaan Felicia.
Sammy tidak mau kembali keruang rawat mamanya jika papanya masih berada disana.
Tidak ingin membuat istrinya kembali marah, Alfredo pun menuruti semua keinginannya.
Dengan lembut dia mengecup kening Felicia dan mengelus perutnya sebelum pergi untuk mandi dan berganti pakaian di rumah.
Di luar ruangan Alfredo yang berpapasan dengan Mia mengatakan bahwa malam ini dirinyalah yang akan menemani Felicia dirumah sakit, sehingga Mia dan Sammy bisa beristirahat diapartemen Felicia.
Mia dan Sammy yang masih marah dengan kelakuan Alfredo memilih untuk tinggal di apartemen Felicia sampai semuanya kembali normal.
Setelah Alfredo pergi, Sammy datang bersama Alif kedalam ruang rawat inap mamanya.
" Terimakasih ya dok sudah menjaga anak saya " , ucap Felicia ramah
" Sama-sama...saya cukup senang ada Sammy sehingga ada yang menghibur saya ", ucap Alif tersenyum.
" Ma...Sammy makan dulu di depan sama nenek " , pamitnya sambil mengecup pipi Felicia
" Mama ingin makan apa, nanti Sammy belikan" , ucapnya sebelum keluar dari ruangan.
" Tidak usah sayang, mama lagi tidak ingin apa - apa ", ucap Felicia sambil tersenyum.
Setelah Sammy keluar, Alif mendekat menuju ranjang dimana Felicia berbaring.
Ditatapnya gadis yang telah mencuri hatinya itu dengan lembut.
" Kamu yang kuat ya....sabar dan ikhlas menghadapi semuanya. Ingat...ada nyawa disini yang harus kamu perhatikan ", ucap Alif sambil mengusap perut Felicia dengan lembut.
Tok....tok....tok....
" Permisi dok...bu..., saya mau menyuntikkan obat ", ucap perawat dengan sopan.
Perawat yang memasukkan obat kedalam infus itu tidak bisa konsentrasi saat melihat tangan Alif dengan lembut mengusap perut Felicia berulang kali.
" Jadi benar gossip yang beredar bahwa bayi yang dikandung gadis ini adalah anak dokter Alif itu benar ", batin perawat tersebut mulai merasa yakin saat melihat tatapan lembut Alif kepada Felicia.
Bahkan sekarang dirinya melihat Alif menyuapi Felicia makanan yang ada diatas nakas dengan sabar.
" Fix...gossip itu benar adanya" , batinnya yakin.
Tidak ingin menganggu keromantisan yang ada, maka perawat tersebut segera pamit undur diri.
Dia ingin segera mengabarkan semua hal yang baru saja dia saksikan kepada rekan - rekannya yang lain.
" Ini pasti akan jadi berita besar ", batinnya gembira.
Saat pagi hingga siang Alif menjaga Felicia saat diruangan tersebut tidak ada yang menungguinya.
Alfredo yang tiap malam selalu menginap disana, namun saat pagi harinya sibuk bekerja.
Begitu juga Ajeng yang sibuk mengantar jemput Sammy serta mengurus café.
__ADS_1
Sedangkan Mia, kondisinya kembali memburuk pasca pertengkaran yang terjadi antara anak dan menantunya itu.
Sehingga sejak pagi hingga sore Felicia sendiri tidak ada yang menemani.
Alif dengan penuh perhatian merawat Felicia dan membelikan apapun yang gadis itu minta.
Hal tersebut membuat isu tentang Alif dan Felicia semakin santer terdengar.
"Wah...dokter Alif sekarang menjadi suami siaga ya " , ucap salah satu perawat diruang ganti.
" Benar itu, kemarin saja aku lihat dokter Alif membawa sekeranjang besar mangga muda bersama sambalnya. Dan malam harinya dia terlihat kebingungan mencari rujak uleg khas Surabaya, mana ada yang jualan rujak uleg malam - malam begitu" , Ucap perawat satunya.
" Tapi akhirnya dapat juga lho setelah meminta tolong bu Lastri, Ob kantor untuk mengantarnya ke tempat orang yang biasa jualan rujak uleg dan meminta tolong untuk dibuatkan sekarang, katanya istrinya lagi ngidam " , ucap yang lainnya.
" Jadi memang benar ya bayi itu memang anaknya dokter Alif ...", ucap yang lainnya meyahuti.
" Aku rasa benar lah....dokter Alif pernah kepergok sedang mencium perut gadis itu dan setiap ke ruangan tidak pernah absen untuk mengelusnya" , ucap yang lainnya menimpali.
Semua yang berada disitu langsung terdiam setelah mendengar hal tersebut.
Obrolan mereka terhenti saat kepala perawat datang dan menyuruh mereka bubar.
" Sudah sana kembali bekerja jangan ngegosip terus" , usir kepala perawat.
Semua orang langsung bubar dan kembali keperjaan masing - masing.
Sedangkan yang selesai tugas langsung beranjak pulang.
" Mau menemani bunda jenguk teman " , ucap Alif datar.
" Apakah temanmu yang ingin kamu jenguk berada di ruang VVIP itu ", ucap Tina dengan nada tidak senang.
" Iya...", ucap Alif singkat.
Lalu diapun segera meninggalkan ruang kerjanya. Tina yang kembali mendapat sikap dingin dari rekan sejawatnya itu terlihat sangat kesal.
" Apa sih kurangnya aku...kenapa dia sama sekali tidak mau melirikku" , guman Tina sebal.
"Kalau dibandingkan gadis itu, dimana - mana aku jauh lebih baik ", gerutunya pelan.
Alifpun segera menjemput mamanya di area parikir rumah sakit.
Dinda yang berjalan dengan putra sulungnya itu segera masuk ruang rawat Felicia, sedangkan Alika sudah duluan sampai disana.
" Alika seneng deh...sebentar lagi punya dedek bayi ", ucapnya gembira.
" Dedek bayinya cowok apa cewek ma ", tanya Alika antusias.
" Saat ini masih belum kelihatan sayang...Nanti kalau mama sudah tahu, Alika akan mama kabari ", ucap Felicia lembut.
"Aduh....cucu nenek ini cerewet banget. Maaf ya Sayang sudah menganggu istirahatmu " , ucap Dinda tidak enak.
" Tidak apa - apa bu....justru saya senang Alika ada disini ", ucap Felicia sambil mencium punggung tangan Dinda.
__ADS_1
Keakraban yang mereka tampilakan membuat perawat yang kebetulan mengantarkan makan sore kedalam kamar Felicia tersenyum tipis.
" Maaf menganggu, ini makanannya bu" , ucap perawat tersebut sopan.
" Mama maem yang banyak ya, supaya dedeknya Alika bisa sehat dan kuat kaya Alika " , ucapnya bangga.
" Tentu saja sayang..", ucap Felicia mengusap kepala Alika dengan lembut.
" Kamu mau makan sekarang...", tanya Alif dengan lembut.
" Iya...", ucap Felicia.
Alif denga cekatan langsung mengambil makanan yang ada di meja dan menyuapi Felicia.
" Tambah lauk ini Lif supaya babynya makin sehat " , ucap Dinda sambil membukakan lauk yang dibawanya.
" Makasih bu...", ucap Felicia sopan.
" Tidak apa - apa, ibu senang jika kamu suka. Kamu juga tidak perlu sungkan ingin makan apa, nanti ibu masakin " , ucap Dinda tersenyum hangat.
Perawat yang mengantar makanan tadi ternyata tidak pergi melainkan masih berada di depan pintu sambil melihat keharmonisan keluarga Alif dengan Felicia.
" Hey...kamu ngapain masih disini" , tegur salah satu temannya.
" Aku nggak menyangka ternyata gadis itu istrinya dokter Alif ya ", guman perawat itu.
" Mana...", ucap temannya.
" Ternyata lebih cantik dari pada yang aku lihat di foto " , ucapnya kagum.
Kemudian mereka segera pergi dan menyelesaikan tugasnya sebelum ada yang datang menegurnya.
Rumor yang berkembang semakin hari semakin santer terdengar, hal itu tentu saja mulai membuat Ranti sedikit gerah dan ingin menyakan kebenarannya langsung kepada Felicia, kebetulan sore ini dia ada jadwal keruangan Felicia.
Felicia yang mendapat pertanyaan dari dokter Ranti cukup terkejut dengan adanya rumor yang beredar di rumah sakit.
Karena dia sama sekali tidak mempunyai hubungan yang khusus selain karena dua anak mereka yang merupakan sahabat karib.
"Untuk persoalan anak dokter Alif yang memanggilnya mama itu memang benar dan seluruh keluarga Bramasty dan juga teman terdekatnya tahu. Bahkan Alfredo juga mengetahui hal tersebut ", ucap Felicia menjelaskan.
" Tapi kenapa isu yang berkembang seperti itu ya ", ucap Ranti masih penasaran.
" Tidak akan ada asap kalau tidak ada api ", ucap Ranti serius
" Ya mungkin mereka melihat dokter Alif yang sering menjaga saya disini dok ketimbang suami saya yang kebetulan lagi dinas di luar kota, jadi mereka menyimpulkan yang tidak - tidak " , ucap Felicia menjelaskan.
" Saya sih dan keluarga tidak terlalu terganggu dengan kabar itu, tapi mungkin saya tanyakan ke dokter Alif untuk lebih jelasnya bagaimana rumor tersebut bisa berkembang " , ucap Felicia berusaha menenangkan temas suaminya itu.
" Baiklah kalau begitu. Yang jelas, demi pertumbuhan bayi yang ada didalam kandunganmu, kamu jangan terlalu stress dan banyak pikiran dulu ", ucap Ranti menasehati.
" Terimakasih dok atas nasehatnya" , ucap Felicia ramah.
" Sama - sama. Kalau tidak ada yang ingin ditanyakan lagi, saya lanjutkan memeriksa yang lainnya ya ", ucap Ranti tersenyum dan segera melangkah pergi untuk melihat kondisi pasiennya yang lain.
__ADS_1