Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
DEBARAN HATI


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Alif segera meluncur ke jalan Kartini dimana rumah Sammy berada.


" Beneran nih bang, aku nggak perlu jemput Alika? " , ucap Aldo tak percaya.


" Iya, Alika minta aku yang jemput. Ini aku sudah dijalan dan bentar lagi sampai " , ucap Alif mulai berbelok ke jalan Kartini.


" Ya udah, aku tutup dulu teleponnya. Bilang ke Bunda kalau Alika baik - baik saja " ,ucap Alif kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Disebuah rumah mewah berlantai tiga, dihalaman rumah terlihat Alika bersama seorang anak kecil seusianya dan seorang gadis cantik terlihat sedang bermain dengan riang gembira.


" Papa....", teriak Alika yang langsung berlari dan memeluk papanya yang sedang berjalan menuju kearahnya.


" Ini bajunya siapa?", tanya Alif sambil menatap baju yang dipakai Alika.


" Ini kaosnya mama pa....trus dikasih pita ini, cantik kan... ", tanya Alika sambil berputar - putar memerkan kaos yang disulap jadi gaun cantik oleh Felicia.


" Tentu saja cantik, kan yang memakai putri papa tersayang " , ucap Alif sambil mengusap kepala putrinya dengan lembut.


Karena keasyikan mengobrol dengan anaknya, Alif tak menyadari jika Felicia dan Sammy sudah berdiri di depan mereka.


Alika pun segera memperkenalkan Sammy dan mama Felicia kepada papanya.


Deg...


Deg....


Deg...


Jantung Alif kembali berdetak kencang saat tangan lembut mamanya Sammy berada dalam genggamannya.


Cukup lama dia terpaku diam membisu sampai akhirnya tatapannya tersebut teralihkan oleh Suara Alika.


" Udah dong pa jabat tangannya...Ayo kita pulang sekarang ", ucap Alika yang langsung menarik tangan papanya.


Felicia yang melihat hal itu hanya tersenyum heran. Tidak lama kemudian Alika dan papanya segera pamit untuk undur diri.


" Ma...kapan - kapan Alika boleh main kesini lagi kan..? ", tanyanya dari dalam mobil.


" Tentu saja sayang...Alika boleh main kesini kapanpun Alika mau " , ucap Felicia lembut.


"Kamu hari minggu besok main kesini lagi ya, kita nanti berenang bareng..." , ucap Sammy menawarkan.


"Tentu saja aku mau...", ucap Alika kegirangan.


"Kalau begitu kami permisi dulu bu...dan terimakasih untuk semuanya " , ucap Alif tersenyum dan langsung memacu mobilnya meninggalkan halaman rumah Sammy.


Saat mobil Alif hendak keluar, mobil Alfredo masuk kedalam halaman rumah mewah itu.Sekilas mereka berdua saling bertatapan.

__ADS_1


"Barusan ada tamu?", tanya Alfredo saat sudah sampai didalam rumah.


"Iya, temannya Sammy tadi main kesini. Namanya Alika. Cantik dan lucu lho mas anaknya ", ucap Felicia dengan mata berbinar.


"Kita juga nanti akan punya kalau yang didalam sini sudah berkembang ", ucap Alfredo sambil mengelus - elus perut Felicia dengan lembut.


Deg....tiba - tiba jantung Felicia seakan berhenti berdetak sejenak saat mendengar ucapan suaminya.


"Untuk saat ini hal itu tidak akan terjadi, maaf ya mas ", batin Felicia sedih.


Dirinya sebenarnya tidak ingin membohongi suaminya, tapi bagaimanapun Felicia merasa masih belum siap untuk memiliki anak sekarang.


Melihat perubahan ekspresi istrinya yang tiba - tiba menjadi muram, Alfredopun segera memeluknya.


" Maaf ya.. jika aku terlalu memaksa dan membuatmu tertekan seperti ini " , bisik Alfredo pelan.


"Aku yang minta maaf mas...aku masih belum bisa memberi apa yang kamu inginkan ", ucap Felicia sedih.


" Tidak apa - apa, yang penting kita tetap berusaha setiap hari " , ucap Alfredo tersenyum nakal.


"Dasar....", ucap Felicia gemas sambil mencubit perut suaminya.


"Awww.....sakit yang...", ucapnya meringis dan berusaha untuk menghalau tangan istrinya yang masih ingin mencubitnya.


Alfredo yang melihat senyum diwajah sang istri merasa bahagia.


Dia berjanji untuk selalu membuat wajah tersebut tersenyum tanpa ada kesedihan disana.


Setelah menyiapkan air hangat dan pakaian untuk suaminya, Felicia segera turun untuk mempersiapkan makan malam.


Sementara itu disebuh rumah mewah bergaya klasik malam ini terlihat satu orang perempuan paruh baya, satu anak kecil, dan dua orang lelaki sedang duduk bersama di ruang keluarga dan bercengkrama dengan akrab.


Alika yang cerewet segera menceritakan semua kegiatannya hari ini dan keseruannya bermain bersama Sammy dan mamanya.


"Mama...?" , tanya Dinda, ibunda Alif binggung karena beberapa kali cucunya tersebut menyebut kata " mama " dalam ceritanya.


" Itu mamanya Sammy, tapi Alika juga boleh manggil tante cantik dengan sebutan Mama... Jadi sekarang Alika punya mama oma " , ucapnya dengan wajah gembira.


"Mama itu cantik, baik, dan masakannya sangat enak ", ucap Alika sambil menunjukkan dua jempol tangannya.


Tiba - tiba hati Dinda menghangat melihat wajah ceria cucunya.


Begitu juga dengan Alif yang merasakan hatinya mulai berdebar saat membayangkan wajah cantik gadis yang dibicarakan oleh putri kesayangannya itu.


" Memang cantik banget ya bang...", bisik Aldo pelan dengan wajah penasaran.


"Cantik....apalagi kalau lagi tersenyum ", ucap Alif pelan

__ADS_1


" Abang suka ya...", ucap Aldo tersenyum jail.


" Apaan sih do....dia itu istrinya orang.." , ucap Alif sewot dan langsung pergi meninggalkan adiknya yang masih tersenyum jail kearahnya.


"Udah....jangan ganggu abangmu ", ucap Dinda sambil menepuk pundak Aldo.


" Habis lucu nda....aku belum pernah liat muka abang bisa semerah itu karena malu " , ucapnya sambil cekikikan.


Dinda yang melihat tingkah anak bungsunya itu hanya bisa geleng - geleng kepala.


Kemudian dia segera mengajak cucunya untuk kembali kedalam kamarnya karena hari sudah semakin malam dan sekarang sudah waktunya Alika untuk tidur.


Sedangkan Alif yang sudah lebih dulu masuk keadalam kamarnya hanya berbaring terdiam sambil melihat langit - langit kamarnya.


" Tidak....ini bukan seperti itu. Mungkin aku hanya terpesona dengan kecantikan dan tutur katanya yang lembut saja. Ya...mungkin begitu. Lagipula perasaan ini nantinya juga akan hilang seiring berjalannya waktu " , batin Alif galau.


Kegalauan Alif membuatnya semalaman tidak bisa tertidur dan pagi ini dia menuju meja makan dengan wajah kusut.


" Tumben tu muka lecek, lupa disetrika ya bang ", ucap Aldo tersenyum jail.


"Wooo....Mata papa kaya mata panda...", ucap Alika tersenyum.


Jika anak dan cucunya menganggap prenampilan Alif pagi ini lucu dan sedikit menghibur, namun tidak bagi Dinda yang terlihat cemas melihat kondisi putra sulungnya itu.


Melihat tatapan cemas dari sang Bunda, Alifpun berusaha untuk tersenyum dan bersikap seperti biasanya.


Akhirnya canda tawapun terdengar pagi itu, memecah kesunyian yang sempat tercipta.


" Hey... apa yang kamu pikirkan. Ayo semangat ", batin Alif menyemangati dirinya sendiri saat melihat pantulan wajahnya dicermin.


Setelah semua sudah beres, Alif segera berangkat menuju rumah sakit. Sedangkan Aldo mengantar Alika kesekolah dan dirinya berangkat kekampus.


Dinda menatap kepergian kedua anak dan cucunya dengan perasaan tidak menentu. Dia tidak tahu kenapa perasaannya tiba - tiba merasa tidak enak.


" Mungkin aku terlalu cemas dengan Alif " , batin Dinda langsung menutup pagar dan masuk kedalam rumah.


Sementara itu diruang kerjanya terlihat Alif sedang menatap ponsel yang berada ditangannya sambil menarik nafas yang cukup dalam beberapa kali.


Dokter Robert, rekan setimnya yang duduk didepannya mulai penasaran dengan sikap Alif yang tidak biasa itu.


Tiba - tiba pintu ruangan dibuka dengan kasar oleh seorang perawat membuat dua orang yang berada disana menatap tajam kearahnya.


" Ada kecelakaan beruntun yang memerlukan penanganan cepat " , ucap suster tersebut sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan akibat panik dan berlari dengan cepat tadi.


" Ada berapa orang korban yang kritis ", tanya Alif sambil mulai berjalan menuju ruang unit gawat darurat.


" Kurang lebih delapan orang kritis, dan dua puluh sisanya kondisinya masih stabil meski keadaan mereka cukup parah juga " , ucap Suster sambil berlari kecil mengimbangi langkah Alif.

__ADS_1


" Siapkan ruang operasi sekarang dan panggil beberapa dokter untuk bersiap disana, aku akan memeriksa keadaan pasien dulu " , ucap Alif tegas dan langsung masuk kedalam ruang unit darurat.


Hari itu Alif disibukkan oleh beberapa operasi sehingga dia tidak memikirkan hal lainnya, karena saat ini banyak nyawa yang menunggu untuk diselamatkan.


__ADS_2