Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
ROLAND


__ADS_3

            Setelah kaburnya Yasmin dari dalam penjara sampai dengan hari ini Roland dibuat sibuk mencari


keberadaan gadis yang ingin mencelakai Ajeng itu.


            Meski begitu, dia sama sekali tidak mengeluh dengan semua pekerjaan yang diberikan oleh Alfredo kepadanya.


“ Apa hubungan Setyo dengan Yasmin…kenapa sampai saat ini aku masih belum bisa menemukan korelasi


hubungan antara mereka meski semua data sudah aku pegang ”, batin Roland berkecamuk.


            Di berpikir keras untuk mengabungkan kepingan puzzle yang ada. Karena baginya Setyo tidak akan melibatkan seseorang yang tidak akan membawa keuntungan lebih pada dirinya.


“ Tapi…kenapa harus Yasmin…”, kata inilah yang sedari tadi terus berputar diotaknya.


            Saat sedang fokus memikirkan hal itu sambil menunggu kabar terbaru dari anak buahnya, Roland dikejutkan oleh kehadiran Alfredo yang tiba – tiba sudah ada didepannya.


“ Bagaimana…apa sudah ada hasil ”, tanya Alfredo datar.


“ Masih abu – abu bos…”, jawab Roland singkat.


“ Kurasa kali ini dia benar – benar memikirkannya secara matang…”, ucap Alfredo sambil mengerutkan dahinya.


“ Sepertinya begitu bos…tapi kenapa harus Yasmin…”, Roland berusaha untuk mengutarakan apa yang ada dalam


pikirannya saat ini.


“ Dia hanya pion untuk mengecoh kita saja…kalau aku tidak salah prediksi, justru target utamanya adalah kamu…untuk saat ini ”, ucap Alfredo menatap Roland sambil tersenyum.


“ Saya bos…”, ucap Roland dengan wajah binggung.


“ cukup lama berurusan dengan Setyo membuatku mulai bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya ”, ucap


Alfredo menerawang.


“ Tenang saja…aku dan Martin sudah menyiapkan semuanya. Kamu hanya perlu jadi umpan yang baik ”, ucap


Alfredo sambil menepuk bahu Roland sebelum berlalu.


“ Kapan waktunya bos…”, tanya Roland sambil berjalan menyusul Alfredo yang sudah masuk kedalam mobilnya.


“ Kalau aku dan Martin tidak salah prediksi, malam ini mereka akan bergerak. Persiapkan dirimu mulai sekarang…”, ucap Alfredo mengingatkan.


“ Baik bos…”, ucap Roland dengan posisi siap.

__ADS_1


            Alfredo pun kemudian meninggalkan rumah Roland dengan kecepatan tinggi karena tidak ingin terlambat untuk menjemput Sammy disekolah.


“ Aku pastikan kali ini Setyo tidak akan lolos…”, ucap Roland sambil mempersiapkan diri untuk nanti malam.


             Semua perlengkapan yang akan dia pakai dipersiapkan secara rinci dan teliti. Mengingat Setyo adalah penjahat kelas kakap, maka dirinya harus hati – hati untuk membawa perlengkapan dan senjata yang akan dipakai dalam melakukan aksinya.


            Untuk menunjang aksinya kali ini Roland juga akan mengunakan kamera yang terdapat dalam kontak lens yang digunakan  matanya.


             Hal tersebut untuk mengantisipasi jika pelacak yang digunakannya terdeteksi. Selain sebagai gps, lensa kontak tersebut juga bisa merekam semua aktivitasnya  yang nantinya bisa dijadikan bukti untuk menjebloskan Setyo kedalam jeruji besi.


            Selama ini Roland tidak pernah sekalipun gagal melaksanakan tugas yang diberikan oleh Alfredo kepadanya. Begitu juga dengan tugas kali ini, dia harus berhasil.


            Bukan hanya karena janji yang pernah diucapkannya dahulu sebagai balas budi karena berhasil diselamatkan oleh Alfredo.  Namun hal ini juga dilakukannya demi melindungi seseorang yang sangat dicintainya, Ajeng.


            Dia tidak ingin terjadi apa – apa pada gadis yang sangat disayanginya itu, mengingat Yasmin begitu menginginkan kematian Ajeng.


“ Kali ini aku tidak boleh lengah….”, batinnya geram mengingat begitu berambisinya Yasmin untuk melenyapkan Ajeng.


FLASH BACK ON


            Pagi itu, Roland yang baru tiba ditanah air ditugaskan oleh Alfredo untuk melindungiseorang gadis bernama Felicia dari kekejaman Vera, istrinya.


            Roland yang sudah lama bekerja dengan Alfredo sedikit terkejut dengan tugas yang diberikan kepadanya.


              Berbagai pertanyaan muncul dibenak Roland pada saat itu. Namun sebagai seorang yang loyal dan tidak banyak bicara, Roland menjalankan semua perintah sang bos dalam diam.


                Hal itulah yang sangat disukai oleh Alfredo dari dalam diri Roland. Sedikit bicara banyak bekerja dan hasilnya selalu memuaskan.


                Roland cukup bersyukur telah dipercaya sebagai tangan kanan sang bos mengingat masa lalunya yang cukup kelam dan menyedihkan.


                Setelah satu minggu membuntuti Felicia kemanapun dia pergi dan dengan siapa dia bergaul membuat Roland akhirnya paham bagaimana sang bos bisa jatuh hati pada gadis belia tersebut.


“ Pantas saja si bos jatuh hati, bukan hanya cantik dan ramah, nona Felicia juga tipe gadis yang mandiri dan cerdas ”, batin Roland penuh kekaguman setelah melihat keseharian Felicia selama satu minggu terakhir ini.


            Ternyata bukan hanya Felicia yang diincar oleh Vera, namun Ajeng sahabat Felicia juga menjadi incaran keposesifan Vera terhadap suaminya.


            Bahkan beberapa kali aksi anak buah Vera yang ingin mencelakai Ajeng berhasil digagalkan oleh Roland.


            Meski Ajeng tidak seramah Felicia, bahkan cenderung sedikit jutek namun itu tidak menutup pesona yang ada dalam dirinya.


            Entah kenapa Roland yang selama ini cuek dan seakan tidak perduli dengan lawan jenis tiba – tiba ada perasaan berbeda saat bersama dengan Ajeng.


            Rasa nyaman dan ingin melindungi tiba – tiba muncul dalam diri Roland saat berinteraksi dengan sahabat Felicia tersebut.

__ADS_1


            Meski Ajeng sendiri masih jutek dan menjaga jarak dengannya karena sedikit kesal dengan Alfredo. Karena kehadirannya lah sahabatnya Felicia harus mengalami berbagai hal berbahaya seperti ini.


            Roland tidak menyalahkan dengan kekhawatiran Ajeng terhadap Felicia melihat betapa gadis itu sangat menyayangi sahabatnya.


            Dan saat Vera terus meneror Ajeng karena tidak berhasil menemukan Felicuia, maka Roland dengan senang hati menjaga Ajeng dan keluarganya dari serangan anak buah Vera saat Alfredo memerintahkannya.


            Kesempatan itu tidak disia – siakan begitu saja oleh Roland untuk lebih dekat dan mengenal Ajeng lebih dalam.


            Rasa yang berlahan tumbuh tersebut makin hari makai bertambah kuat dan tak terbendung lagi. Maka saat ada kesempatan Roland memberanikan diri untuk mengungkapkan semuia rasa yang selama ini ada kepada Ajeng.


            Namun niat tersebut diurugkannya saat dia mengingat kembali tentang masa lalunya yang kelam dan menyedihkan.


            Rasa sayangnya terhadap Ajeng masih kalau kuat dengan rasa takut akan masa lalunya yang tiba – tiba muncul.


            Mengingat sampai sekarang keluarganya juga masih belum putus asa untuk terus mencari tentang keberadaannya.


            Dia tidak mau membahayakan Ajeng jika anggota keluarganya berhasil mengendus tentang keberadaannya saat ini.


            Ditambah lagi tugasnya sebagai orang kepercayaan Alfredo yang selalu bergelut dengan bahaya dan kematian. Dia tidak ingin Ajeng menjadi sasaran bagi orang – orang yang selama ini mengincar nyawanya.


            Maka dari itu, saat Ajeng dekat dengan Aldo, meski hati Roland sangat sakit namun dia membiarkan hal itu terjadi, bahkan dia sangat mendukung hubungan tersebut.


            Melihat raut wajah bahagia yang ditunjukkan oleh Ajeng selama bersama Aldo membuat Roland perlahan mulai mengubur perasaannya dalam – dalam.


            Untuk bisa selalu dekat dengan gadis yang sangat disayanginya, Roland akhirnya menawarkan diri sebagia sahabat dan kakak bagi Ajeng yang akan selalu siap untuk melindunginya kapanpun tanpa diminta.


            Makanya Roland sangat geram dengan perilaku Yasmin terhadap Ajeng. Apalagi saat dia mengetahui bahwa Yasmin berambisi untuk melenyapkan Ajeng.


FLASH BACK OFF


            Sementara itu, Setyo dan Yasmin sudah mempersiapkan diri untuk melaksanakan aksinya untuk melenyapkan Roland malam ini.


“ Bagaimana persiapanmu…”, tanya Yasmin penuh selidik.


“ Tenang saja…semua sudah ready tinggal tunggu waktu ”, ucap Setyo santai.


“ Kuharap kamu tidak meremehkan musuhmu jika tidak ingin menelan kekecewaan…”, ucap Yasmin mengingatkan.


“ Tenang saja manis…malam ini aku pastikan kemenangan ada ditangan kita ”, ucap Setyo tertawa bahagia.


            Diapun bergegas meninggalkan markas menuju lokasi yang ditunjukkan oleh anak buahnya untuk segera melenyapkan Roland.


“ Akhirnya…jalan untuk menghancurkan b******n itu terbuka lebar ”\, batin Setyo puas

__ADS_1


__ADS_2