Lika - Liku Cinta Alfredo

Lika - Liku Cinta Alfredo
RAFAEL FAPTRA BRAMASTY


__ADS_3

Felicia mengusap sisa air mata yang menetes dipipi suaminya dengan lembut.


Alfredopun segera mengecup dengan penuh cinta telapak tangan istrinya yang menempel dipipi.


" Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku lagi...", ucap Alfredo sedih.


" Bukannya bagus jika aku pergi, kamu bisa cari pengantiku " , ucap Felicia mengoda.


" Tidak....jangan berkata seperti itu. Tidak ada yang lain dalam hatiku. Hanya kamu satu - satunya ", ucap Alfredo sedikit panik melihat istrinya tersebut mengungkit hal itu.


" Bagaimana seandainya ada keajaiban dan ternyata Irene masih hidup " , ucap Felicia penasaran.


" Itu hal yang sangat mustahil terjadi. Tapi seandainya memang dia hidup kembali, aku akan memberi pengertian kepadanya bahwa aku sekarang sudah mempunyai seorang istri yang sangat aku cintai. Dan anak - anakku juga sangat mencintainya " , ucapnya dengan tatapan penuh cinta.


Felicia yang melihat kesungguhan dan tidak adanya kebohongan dikedua mata suaminya akhirnya tersenyum bahagia.


" Terimakasih sudah hadir dalam hidupku...", ucap Felicia sambil memeluk suaminya dengan erat.


" Justru aku yang seharusnya berterimakasih kepadamu karena telah cukup sabar dalam menghadapiku. Dan terimaksih juga sudah memberikan Sammy seorang adik " , ucapnya parau.


Ehem.....


Alfredo yang mendengar suara maminya segera melepaskan pelukannya dan memberikan kesempatan pada keluarganya untuk mendekati istrinya.


" Mama jangan pernah tidur lagi....Sammy sangat takut kalau mama sampai tidak bangun lagi seperti kemarin...., ucap Sammy sedih.


Cukup lama bocah kecil itu berada didalam dekapan Felicia dengan berurai air mata.


Semua yang melihat moment itu merasa terharu.


Alif yang baru saja masuk kedalam ruangan Felicia, saat melihat kebahagiaan keluarga kecil tersebut dirinya semakin sadar bahwa peluangnya untuk bisa masuk kedalam hati gadis itu sangatlah kecil.


Dengan tersenyum kecut dia berjalan keluar ruangan dengan hati yang terasa sakit dan perih tapi tak berdarah.


Meski rasa itu salah, namun dia tidak berusaha untuk menghilangkannya atau menghapusnya dari dalam hatinya.


Biarlah dia bertahta disana hingga waktulah yang nantinya akan menghapus semuanya dengan sendirinya.


" Apa ini putraku...", tanya Felicia dengan mata berbinar.


"Apa mas sudah memberinya nama ?" , tanyanya lagi.


" Belum, aku menunggu kamu yang memberinya nama " , ucap Alfredo sambil mengecup lembut pipi bayi laki - laki itu.


" Bagaimana kalau namanya Rafael ", ucap Sammy bahagia sambil memegang tangan mungil adiknya.

__ADS_1


" Nama yang cukup bagus sayang...", ucap Felicia lembut sambil membelai kepala putra sulungnya.


" Bagimana kalau namanya RAFAEL FAPTRA BRAMASTY " , ucap Felicia spontan.


" Faptra..., ucap Alfredo binggung.


" Iya, Faptra....singkatan namamu dan namaku. Bramasty adalah identitas bahwa dia keturunan keluarga Bramasty " , ucap Felicia menjelaskan.


" ok Rafael...sekarang waktunya minum susu ", ucap Mia sambil menyerahkan bayi yang ada dalam gendongannya kepada menantunya.


Cukup lama Felicia berusaha untuk menyusui, tapi asinya tidak kunjung keluar sehingga menyebabkan baby Rafael menangis karena lapar dan haus.


" Kenapa tidak keluar...", ucap Felicia sedikit frustasi.


Dicobanya sekali lagi dan hasilnya masih sama hingga sang suster akhirnya memberikan botol susu yang berisi susu formula untuk babynya yang sudah menangis.


Felicia terlihat cukup sedih saat sang buah hatinya itu terdiam dan menikmati botol susu yang manancap dimulutnya.


Sebagai seorang ibu, dia ingin memberikan asi ekskusif bagi bayinya.


Alfredo yang melihat hal tersebut segera mengenggam kedua tangan istrinya dan menyandarkan kepala Felicia di bahunya untuk menguatkannya.


" Kenapa asi istri saya tidak keluar ya sus...", tanya Alfredo cemas.


" Mungkin karena pengaruh obat - obatan yang masuk kedalam tubuh istri anda selama tidak sadarkan diri pak. Untuk lebih jelasnya, anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter kandungan yang menangani istri anda ", ucap perawat tersebut menjelaskan.


" Nanti mami buatkan masakan yang bisa merangsang produksi asimu ya, sekarang kamu coba tenangkan diri dulu, jangan terlalu dipikirkan. Karena stress juga bisa memicu asi tidak bisa keluar ", ucap Mia menasehati.


Felicia yang mendengar nasehat mertuanya mencoba untuk berpikir positif agar tidak menghambat asinya untuk keluar.


Tidak ingin melihat kesedihan kembali menyelimuti wajah cantik istrinya, Alfredo segera menghubungi Ranti untuk mengkonsultasikan asi istrinya yang tidak kunjung keluar.


Berbagai macam saran Ranti telah dia lakukan, bahkan istrinya juga telah mengkonsumsi obat untuk memperlancar asi namun hingga hari ketiga istrinya sadar dari koma asinya masih belum bisa keluar.


Sebelum Felicia dan Alfredo beserta keluarganya meninggalkan rumah sakit, Ranti sempat memberikan saran yang membuat Alfredo sedikit terkejut sekaligus senang dengan saran yang diberikan temannya itu.


" Apa hal itu benar - benar bisa membuat asinya keluar ", tanya Alfredo penasaran.


" Kamu buktikan saja dulu...semoga berhasil ya " , ucap Ranti sambil mengedipkan sebelah matanya.


Kemudian mobilpun mulai meninggalkan rumah sakit dan bergerak menuju kediaman keluarga Brahmasty.


Sejak berada di rumah sakit, mereka semua telah sepakat akan kembali tinggal di rumah keluarga Brahmasty yang tentunya lebih besar dan lebih banyak menjaga dan membantu merawat baby Rafael.


Felicia tidak ingin menggunakan jasa baby sitter, baginya kehadiran dirinya dan mertuanya ditambah bik Ina yang selama ini telah merawat Sammy sudah cukup untuk menjaga dan merawat baby Rafael.

__ADS_1


Selama asi Felicia msih belum keluar, baby Rafael diberi susu formula untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.


Malam ini Alfredo berniat menjalankan apa yang sudah disarankan oleh dokter Ranti.


Setelah baby Rafael tertidur, dia segera menghampiri istrinya yang sedang memainkan ponselnya diatas ranjang.


Felicia sangat terkejut saat tiba - tiba suaminya mulai membuka kancing piyama yang dipakainya.


" Mau apa mas...", ucap Felicia marah sambil menyingkirkan tangan suaminya yang sudah berhasil membuka satu kancing bajunya.


" Kamu mau asimu cepat keluar kan...", tanya Alfredo yang diangguki oleh Felicia.


" Jadi...menurutlah sama suamimu " , ucap Alfredo yang mulai kembali menjalankan aksinya untuk membuka kancing kedua piyama istrinya.


"Apa maksudmu....jelaskan " , ucap Felicia sambil melotot dan mulai duduk menjauh dari suaminya.


Mata Felicia terlihat melebar saat mendengar penjelasan dari suaminya.


Alfredo yang ditatap dengan pandangan tak percaya segera menghubungi Ranti agar istrinya tersebut tidak terus curiga terhadapnya.


Felicia akhirnya mengijinkan suaminya untuk melakukan hal itu setelah mendengar saran langsung dari dokter Ranti.


Sudah lama tak disentuh oleh suaminya membuat Felicia merasa merinding dan ada getaran aneh dalam tubuhnya saat lidah suaminya berada diatas dadanya.


Berkali - kali Alfredo m*******p p*****g p******a istrinya sehingga membuat Felicia mengingit bibir bawahnya untuk menahan dirinya agar tidak bersuara.


Alfredo yang berusaha agar asi istrinya cepat keluar, hanya fokus dengan apa yang sedang dikerjakannya yang tanpa dia sadarinya telah membuat badan istrinya panas dan dingin.


Cukup lama Alfredo melakukan hal tersebut bergantian antara sisi kiri dan kanan hingga akhirnya usahanya tersebut membuahkan hasil.


" Ternyata begini ya rasanya asi ", ucapnya sambil menjilati asi yang mengalir disana.


Felicia semakin menarik rambut Alfredo dengan keras saat suaminya melakukan hal yang mengundang birahi yang sempat dia tahan dari tadi.


Alfredo yang tersadar dengan pandangan istrinya yang mulai berkabut karena nafsu segera menghentikan aktivitasnya dan mengambil botol untuk memompa asi yang telah keluar.


Sambil menunggu asi memenuhi botol, Felicia berusaha menetralkan jantungnya yang sempat berdetak dengan kencang akibat ulah suaminya.


Melihat istrinya yang seperti itu membuat Alfredo sangat bahagia.


Jika tidak ingat bahwa dia harus menahan diri selama empat puluh hari pasca istrinya melahirkan mungkin saat ini Felicia tidak akan dia biarkan beristirahat begitu saja.


" Aku tidak menyangka kalau cara ini akan berhasil " , ucap Felicia tersipu malu.


" Jika tahu sejak awal, mungkin sudah aku laklukan sejak kamu sadar sayang...", ucap Alfredo sambil mengecup pucak kepala istrinya dengan lembut.

__ADS_1


Dimasukkannya asi yang terkumpul didalam botol kedalam kantung asi yang telah dia siapkan.


Setelah diberi tanggal, asi tersebut langsung disimpan oleh Alfredo kedalam lemari es yang sudah disiapkan buat penyimpanan asi si kecil.


__ADS_2