
Vera yang merupakan istri kedua Alfredo adalah sepupu Irene, istri pertama Alfredo yang usianya hanya selisih tiga tahun dengan Irene. Meski tidak secantik Irene, tapi Vera juga bukan termasuk gadis yang jelek.
Dengan tinggi seratus enam puluh lima centimeter, rambut lurus sepinggang, mata bulat dan lesung pipi yang muncul setiap kali dia tersenyum menambah manis penampilannya.
Tapi hal tersebut tidak membuat Vera merasa puas. Sejak kecil dia selalu merasa iri hati dengan berbagai keberhasilan dan keberuntungan yang didapatkan saudara sepupunya tersebut.
Dalam keluarga besarnya, Vera merasa selalu di bandingkan dengan Irene. Baik itu dalam segi akademis ataupun dalam hal fisik.
Berbagai cara dilakukan Vera untuk bisa mengalahkan Irene, tetapi hasilnya selalu sia -sia.
Irene yang cantik, ramah, dan pintar selalu berada di depannya. Sedangkan dia hanya berada dibelakangnya menjadi bayang - bayang Irene.
Kebencian Vera mencapai puncaknya saat sang pujaan hatinya menikah dengan Irene.
Alfredo laki - laki yang sangat dicintainya tersebut lebih memilih saudaranya, Irene untuk bersanding dengannya dibandingkan dirinya.
Hal tersebut membuat Vera gelap mata. Satu - satunya cara menyingkirkan Irene adalah dengan melenyapkannya.
Beberapa kali Vera berusaha untuk meracuni Irene dan membuatnya celaka, tapi nyawanya masih terselamatkan.
Hingga tiba hari dimana dia mengalami pendarahan yang cukup hebat saat melahirkan yang pada akhirnya merengang nyawanya.
__ADS_1
Kematian Irene menjadi kemenangan tersendiri bagi Vera. Apalagi dia bisa menikah dan bersanding dengan pujaan hatinya, Alfredo. Meski hal tersebut dia dapatkan dengan berbagai macam cara licik.
Meski berhasil menikah dengan Alfredo, tapi Vera tidak bisa mendapatkan hatinya.
Berbagai cara dia lakukan untuk meluluhkan hati suaminya tersebut, tapi tidak membuahkan hasil.
Tidak jarang untuk melampiaskan amarahnya, anak semata wayang hasil dari pernikahan Alfredo dengan Irene dia siksa secara lahir dan batin. Tentunya hal ini dilakukannya tanpa sepengetahuan Alfredo.
Tingkah laku dan tindakan Vera yang kejam tersamarkan dengan penampilannya yang innocent dan lugu.
Aktingnya sebagai istri yang baik dan perhatian terhadap anak dan keluarganya mendapatkan respon yang positif dimasyarakat dan orang - orang luar.
" Bagaimana kalau Jeng Vera coba ke J****n saja minggu depan. Sepupuku disana punya kenalan dokter kandungan yang hebat. Siapa tahu Jeng Vera berjodoh ", ucap Sarah, wanita berusia empat puluh tahunan berambut sebahu berwarna keungguan tersebut memberikan saran ke Vera.
" Padahal kalau menurutku lebih enak kalau suamimu mau dengan program bayi tabung, Jeng Vera cukup ke s*******a, tidak perlu jauh - jauh ke j*****n ", ucap Linda, wanita usia tiga puluh sembilan tahun berambut lurus sepinggang berwarna kuning tersebut menimpali ucapan Sarah.
Vera hanya bisa tersenyum tipis menangapi ucapan teman - temannya tersebut. Dia sebenarnya sudah putus asa dengan usahanya untuk memperoleh anak. Berbagai macam cara dan dokter kandumgam sudah dia temui, tapi semuanya terasa sia - sia.
Coba saja suaminya itu mau memiliki bayi tabung, tentu sekarang dia sudah bisa bersenda gurau dengan anak kandungnya.
Meskipun sudah ada Samuel, tapi Vera masih merasa belum lengkap jika dia tidak memiliki anak kandung. Bagaimanapun Samuel anak tirinya, anak dari wanita yang merupakan saingannya sejak masih kecil.
__ADS_1
Saat ini yang Vera ingginkan adalah bisa mendapatkan anak kandung, sehingga keingginannya untuk mengikat Alfredo bersama dengannya selamanya bisa terwujud. Tapi buah hati yang sangat diidam - idamkan tersebut tidak kunjung hadir dalam rumah tangga mereka yang sudah diujung tanduk.
Pertengkaran yang terjadi diantara mereka semakin lama semakin sering intensitasnya membuat Vera semakin stres. Bahkan sikap Alfredo yang semakin dingin terhadapnya membuat Vera harus berpikir ekstra keras agar segera memiliki keturunan.
Semua yang sudah didapatkannya ini tidak akan dia lepas begitu saja. Walaupun dia tahu kalau sampai detik ini Alfredo tidak mencintainya. Tapi menjadi nyonya Alfredo sudah menjadi kepuasan tersendiri baginya, meski hidup tanpa cinta. Status dan pengakuan dari publiklah yang dia harapkan.
Seandainya dia tidak terlau mencintai Alfredo, mungkin dia tidak akan mau repot - repot untuk merawat Samuel. Dan untungnya Samuel cukup tahu diri, sebagai anak tiri dia bisa mandiri, ditambah lagi dengan bantuan para asisten rumah tangga yang berjumlah enam orang sedikit banyak membantu Vera dalam mengurus rumah sehingga tidak terlalu menyusahkan dirinya.
Yang dia lakukan hanya berusaha mempercantik diri dengan berbagai macam perawatan serta memakai barang branded yang bisa mengkukuhkan status sosialnya di masyarakat, serta mengamankan posisinya sebagai istri dari Alfredo Leonard Putra Brahmasti.
Menjaga Samuel dan mertua perempuannya yang sakit - sakitan adalah strateginya untuk bisa mendapatkan perhatian dari Alfredo. Meski pada kenyataannya hal tersebut tidaklah banyak mebantunya, tapi karena hal itulah sampai sekarang suaminya masih bertahan dengan dirinya, karena ada anak dan mamanya.
Vera bisa sangat kejam dan mengerikan jika hal tersebut berhubungan dengan keberlangsungan rumah tangganya dengan Alfredo.
Selama ini sudah banyak perempuan yang disingkirkannya karena berani mendekati suaminya tersebut, walaupun pada kenyataannya Alfredo sama sekali tidak menanggapi bujuk rayu semua perempuan yang mendekatinya.
Sikap Vera yang over protektiv dan possesif inilah yang membuat Alfredo jengah.
Apalagi didalam hatinya tidak ada cinta sedikitpun kepada Vera.
Yang dia lakukan hanyalah menjalankan amanat dari almarhum istrinya.
__ADS_1